「🍮」- 12

"Apa?"

"Kukira dia Jin gila yang berevolusi menyerupai manusia," ucap (Name) menoleh ke arah Gecko.

"Tidak, kalau dia Jin seharusnya aku mencium bau busuk. Indra penciumanku sangat kuat loh, Nona cantik~" jelas Gecko sembari menggoda (Name).

Splashh

Sedetik kemudian, tubuh Gecko yang berlumuran darah merah menjadi tercampur dengan darah hitam oleh (Name) yang sedang membersihkan pedangnya dengan baju Gecko yang sengaja ia potong.

"Bajuku..."

"Suasana hatiku buruk, aku kesini mau beli mie ayam yang lagi promo. Aku balik saja lah."

"Bagaimana dengan bajuku?!"

"Tunggu dulu kak. Nona Mel menyuruhku agar kau tidak pergi dari sini," ucap Petra menepuk pundak (Name).

"Yasudahlah. Nasi sudah menjadi bubur dan aku juga sudah ketahuan."

Pada akhirnya, Petra dan Nirmala mengawasi area parkiran, Jay membantu untuk mengevakuasi warga yang tersisa dan (Name) bersama Gecko mencari Nona Mel.

"Berani sekali kau bersamaku, apa kau tidak takut aku diam diam disuruh membunuhmu seperti wanita itu?~" tanya Gecko berjalan disamping (Name) dengan baju crop top karena (Name) sempat memotong baju yang ia kenakan.

"Tidak."

"Wah~ wah~ apa karena kau menyukaiku makanya kau mau—"

Buaghh

"Diam atau kau akan ku bunuh dan ku jual organ-organmu ke Pasar Gelap," ancam (Name) setelah memukul Gecko dengan keras.

"O-oke.."

(Name) berhenti berjalan, tubuhnya tersentak. Ia merasakan emosi jahat dari arah parkiran, mungkin Petra dan Nirmala sedang bertarung dengan Undead lain.

"Kenapa?"

"Gak, lanjut jalan aja."

Akhirnya setelah berjalan tak jauh darisana mereka bertemu dengan Nona Mel yang terlihat seperti mencari sesuatu.

"Di ruang cctv itu, sepertinya didalam ada dalang dari peristiwa hari ini. Entah apa yang sedang dia lakukan, tapi kita harus menghentikannya," jelas Nona Mel.

"Iya, aku bisa merasakan emosi jahatnya."

Mereka berdiskusi bagaimana cara menghentikan pelaku itu. Pertama, Nona Mel akan membuatnya lengah, kedua (Name) akan mengepungnya dari belakang dengan teleportasinya, ketiga, Gecko akan menghabisinya.

Rencana merela berjalan lancar, orang aneh itu—memakai topeng tengkorak dan ikat kepala merah, seperti bajak laut. Mereka hanya mengincar satu hal, laptop yang berada ditas orang itu.

Nona Mel menembak—walau meleset kearahnya, Gecko menendangnya dan (Name) membantu Gecko dengan belati kecil yang ia miliki.

Orang itu kabut dengan wajah babak belur dan beberapa luka ditubuhnya yang disebabkan oleh belati (Name).

"Aku bukan tipe petarung dan benci kekerasan! Tolong lepaskan aku!" ucap orang itu sambil berlari.

"Kejar dia!" (Name) dan Gecko mulai mengejarnya.

"Kalau kalian begitu menginginkan laptopku. Nih! dengan senang hati kuberikan!" Orang itu melepaskan tasnya dan melemparnya kearah belakang, arah (Name) dan Gecko.

"Ternyata kau dermawan juga. Tau begini aku gak akan tendang kau 10 kali, mungkin 5 kali saja," ucap Gecko, ingin menangkap tas yang katanya berisi laptop itu.

Drrrtt...

"Bodoh, Awas!" teriak (Name).

"Apa?" (Name) menarik lengan kiri Gecko, ingin membawanya menjauh dari jebakan yang berada didalam tas itu.

Blarr

Ledakan yang cukup kuat, membuat Gecko dan (Name) terjatuh dengan posisi Gecko menindih tubuhnya.

"Berat banget lu bajing*n! Cepat bangun!" teriak (Name).

"Ahahaha! Bum! Bum! Bum! Suaranya merdu sekali!" Orang itu tertawa sembari lompat ke lantai pertama dan kabur. Nona Mel mencoba menembakinya namun orang itu bisa menghindarinya.

"Sampai jumpa dilain kesempatan! Senang bermain dengan kalian!"

"Brengs*k!"

Gecko dengan cepat berdiri dari badan (Name) karena (Name) mencubitnya dengan keras, asap bekas ledakan membuat pandangan mereka terbatas.

"Aduh! aduh! Iya, iya. Jadi cewek galak banget—" Gecko langsung diam saat mendapatkan tatapan tajam dari (Name).

"Y-ya ampun, nenek! Kau bisa menembak gak sih?" ucap Gecko mencoba mengalihkan perhatian (Name).

Namun setelah asap ledakan itu menghilang, tangan kanan Gecko dan sebagian perutnya hilang, disebabkan oleh ledakan yang baru saja terjadi. Darah hitam terus mengalir dari badannya.

Gecko mulai berguling-guling, entah karena kesakitan atau dia yang terlalu melebih-lebihkannya. Ia bahkan berteriak meskipun lukanya sembuh ia akan terkena penyakit tetanus atau hepatitis sambil memegangi tangan kanannya yang hilang.

"Dia bodoh atau gimana sih? Kenapa teman teman Petra bodoh semua..." gumam (Name) yang hanya mendapatkan luka bakar, untung saja didepannya ada tubuh Gecko, pasti tubuhnya sudah hancur.

"Undead tidak akan kena penyakit manusia, ahh.. sudahlah, terserah kau," ucap Nona Mel yang sepertinya sudah lelah dengan tingkah laku Gecko. Nona Mel menoleh ke arah (Name).

"Apa kau baik-baik saja?"

"Yah.. aku baik, walau luka ku cukup parah, tapi tak separah orang itu sih.." (Name) melirik ke arah Gecko yang masih berguling-guling.

"Yang lebih penting, apa yang orang itu inginkan dari video cctv Mall?" ucap (Name) menatap kearah jalan keluar, tempat orang itu melarikan diri.

"Ugh.. diamlah!" Gadis itu menatap Gecko yang masih berguling-guling, "Mau bagaimana lagi, telponkan orang rumahku dong. Suruh jemput di Rumah Sakit D.E.A.D nanti malam. Aku nggak mau tidur di Rumah Sakit."

Gecko memberikan handphonenya kepada (Name), "Cari nama 'Rumah' di folder 'kontak' aku gak ingat nomornya."

"Kau kan masih punya tangan, kenapa harus aku pula?" protes (Name).

"Upah sebagai tamengmu, cepatlah." Gecko kembali merebahkan tubuhnya di lantai Mall, (Name) menghela napas berat, yang Gecko katakan ada benarnya juga.

Dengan berat hati (Name) menelpon orang rumah Gecko, tapi entah kenapa tidak dapat dihubungi dan ada suara.

"Maaf, kuota anda telah habis. Silahkan hubungi—"

(Name) segera membanting handphone Gecko, "Hp ku! Ini hp iPhone 18 loh!"

"Bodoamat! Hp elit kuota sulit!"

***

Brrmmm

Bruakk

Dengan mobil berwarna merah mudanya, nona Mel menabrak orang yang sedang dilawan Petra dan Nirmala.

"Jangan bengong saja! Cepat masuk!" Petra membukakan pintu mobil belakang, membiarkan Nirmala masuk terlebih dahulu.

"Nir, ayo!"

Tapi Gecko ternyata sudah duduk dikursi belakang, sedangkan (Name) berada dikursi samping nona Mel.

"Halo, mas dan mbak. Siapa yang mau berduaan saja denganku hari ini di kursi belakang?" ucap Gecko dengan nada menggoda.

"Nirmala.. kamu saja yang duduk di belakang," kata Petra. Tapi ketika Nirmala ingin masuk, Petra malah menghalanginya.

"Eits! Tunggu cicak! Kau sengaja cari kesempatan supaya bisa berduaan saja dengan Nirmala ya?!"

"Kalian ini, cepat masuk!" teriak (Name) yang kesabarannya sudah habis.

Benda tajam yang terbuat dari es atau kristal itu melesat, hampir membunuh Petra jika saja Petra tidak menghindar, masuk ke dalam mobil walau cuman setengah badan dan membuat pintu mobil terlepas.

"Nenek! Jangan jalan dulu! Aku belum sepenuhnya masuk mobil!"

"Diamlah!" (Name) membuka kaca pintu mobil, membuat tangannya seakan-akan berbentuk pistol dan menembakkan wanita yang menyerang Petra dan Nirmala dengan maya apinya yang berada di belakang mereka.

Petra, Nirmala dan Gecko hanya terus berdebat dibelakang, (Name) sibuk melindungi mereka, nona Mel sibuk menyetir.

Tapi tak disangka-sangka, benda tajam yang terbuat dari maya wanita itu menyerang dari depan, menusuk nona Mel yang sedang menyetir tepat didadanya.

'Sial aku lengah!' (Name) mencoba untuk mengambil alih setir, tapi terlambat. Mereka sudah menabrak pembatas area parkiran dan diserang bertubi-tubi oleh wanita yang tak dikenal itu.

Pembatas area parkiran itu hancur, dan mereka terjun bebas dari area parkir lantai atas.

(Name) harus berpikir cepat, mayanya sangat tidak berguna disaat seperti ini. Bisa saja ia berteleportasi tetapi itu akan membahayakan nyawa mereka, bisa saja mereka tidak kuat akan panasnya maya (Name) dan mati terbakar.

"Sial!"

Brukk

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top