「🍮」- 11

Setelah kaki makhluk itu dibekukan oleh Jayden, Petra dengan cepat melompat dan memotong leher makhluk itu meskipun Nirmala berteriak berhenti.

"Kalau sudah menjadi bentuk seperti itu sudah tidak mungkin dia bisa kembali normal. Membunuhnya adalah satu-satunya cara untuk menolongnya," jelas Petra.

"Pekerjaan kita belum selesai. Kita harus mencari orang-orang lainnya yang seperti dia, lalu menghentikan mereka sebelum mereka berubah menjadi seperti ini."

Mata Petra tak sengaja melirik (Name) yang sedang menggendong seorang bayi ditangannya.

"Aku tak tau kalau kau menyukai anak anak," ucap Petra.

"Aku tak menyukai mereka, hanya saja aku masih memiliki sifat seorang empathy," balas (Name) menoleh ke arah lain dengan wajah yang sedikit memerah.

'Kami tau kalau itu boongan.'

(Name) memperhatikan mata Petra yang berubah menjadi warna biru karena softlens, alisnya berkerut.

'Mirip paman...'

Beberapa saat setelah Petra dan Gecko bertengkar, tiba-tiba seseorang mengatakan sesuatu dari belakang mereka.

"Menurutku kalian berpencar saja," ucap nona Mel.

Nona Mel pun menyarankan agar mereka memprioritaskan keselamatan masyarakat terlebih dahulu agar mereka bisa leluasa menangkap monster-monster itu.

"Petra ke utara, Nirmala dan (Name) ke selatan, Jay ke barat dan Gecko ke timur, paham?"

"Baiklah, tapi kenapa aku harus bersama Nirmala?" tanya (Name), bukannya dia tak ingin bersama Nirmala tapi (Name) bisa leluasa mengeluarkan mayanya jika dia sendirian.

"Nirmala termasuk undead pemula, apa lagi ia seorang empathy. Kamu yang sudah lama menjadi empathy pasti bisa menjaganya."

"Baiklah," jawab (Name), ia tak mau berdebat terlalu lama.

Nona Mel melirik ke arah CCTV yang berada tak jauh dari mereka, "Disamping itu, lebih baik kalian jangan sembarangan membunuh bila tidak terpaksa. Aku yakin 99% kita sedang diawasi."

(Name) melirik ke arah mata Nona Mel mengarah, ia hanya bisa mengangguk kepalanya.

Gadis itu memberikan bayi yang ada digedongannya ke arah Nona Mel, "Bawalah anak ini bersama mu."

"Wah, aku tak tau kau suka anak kecil~" ucap Nona Mel sembari mengambil anak itu dari gendongannya.

"Berisik."

Tapi entah kenapa Nona Mel malah memberikan anak itu kembali kepadanya, "Aku ingin menimangnya, tapi sayang aku masih ada urusan penting di mall ini. Kau bawa saja dia bersama mu untuk sementara," ucapnya dengan senyum tak bersalah.

"..."

"Pft-" (Name) melirik ke arah asal suara dengan tatapan tajamnya, Petra dan Gecko yang menjadi pelaku pun hanya bisa melirik ke arah lain.

-

Pada akhirnya (Name) menitipkan anak itu kepada Jayden. Ia tak bisa bertarung dengan bayi ditangannya, bisa-bisa gosong nanti.

Mereka sudah mengevakuasi semua orang yang berada di dalam mall ini, dengan bantuan dari karyawan yang mengeluarkan pengumuman dari pengeras suara.

"Semuanya sudah dievakuasi, kamu juga keluarlah sekarang," ucap (Name) kepada karyawan tersebut sembari menggendong salah satu nenek disana.

"Ba-baiklah- AKHHH."

BRAKK

"Nona!" teriak Nirmala saat karyawan itu dijatuhi sesuatu.

"Semuanya cepat lari dari tempat ini!" teriak (Name) dengan keras saat ia tau siapa yang membuat karyawan itu tak bergerak lagi.

"Ups.. Maaf! Aku gak bermaksud! Sungguh!" ucap makhluk itu dengan bergetar.

(Name) mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya ke arah makhluk itu, "Yang kau lakukan adalah membunuh orang itu, apa maksud mu?" tanyanya.

"Maaf! Aku sungguh tidak sengaja! Aku tidak bersalah kurasa aku cuman sakit! Tolong jangan sakiti aku!"

(Name) tetap mengarahkan pedangnya ke arah makhluk itu, dengan tubuh gemetar makhluk itu mendekati (Name) yang tetap degan posisinya.

"Bawa aku ke rumah sakit, mungkin nereka bisa menyembuhkanku. Kumohon..."

Mata (Name) melirik ke arah Nirmala yang terlihat ragu-ragu, "Hey, kalau kau ragu seperti itu orang akan dengan mudah mengalahkanmu."

"Tapi-"

"Kyaaa!! Monster!!" teriak seorang gadis berseragam SMA. Makhluk itu tiba-tiba ingin menendang kepala remaja itu, dengan cepat (Name) menariknya menjauh dari tempat itu.

"Kau bodoh atau apa? Cepat pergi dari sini!" Gadis itu tanpa mengatakan sesuatu, ia dengan cepat pergi dari tempat itu.

"Sungguh! Aku tak sengaja. Itu salahnya karena berada disini!" belanya.

"Apapun itu, tapi tetap saja kau berbahaya jika tak dibunuh." Wajah makhluk itu berubah menjadi ketakutan, dengan bergetar ia berlari menjauhi (Name).

"Nirmala!"

"B-baik!" Dengan sayapnya Nirmala mengejar orang itu, dengan ragu ia melemparkan senjatanya, meskipun tidak melukainya.

Terdapat dua orang yang sudah tua di depan sana, "MINGGIR-"

CRASHH

(Name) memenggal kepala makhluk itu dengan cepat, ia membersihkan darah dari pedangnya lalu menaruhnya kembali.

"Aku tak bersalah, jangan bunuh aku..." (Name) berjongkok didekat makhluk itu.

"Siapa yang melakukan ini?" tanyanya.

"O-orang itu... yang memberikanku segalanya... o-orang itu menyuntikkan ku sesuatu..." Merasa bahwa makhluk itu sudah tak bernapas, (Name) mendirikan kembali badannya.

"Kita harus kembali."

"Baiklah." (Name) berjalan mendekati Nirmala, mengelus pelan rambutnya, "Kerja bagus."

"T-terimakasih.." balas Nirmala dengan wajah malu-malu.

-

Didalam perjalanan mereka bertemu dengan Jayden, mereka pun berjalan bersama menuju titik kumpul mereka tadi dan bertemu dengan salah satu penguntit yang tidak ada tanda tanda akan berubah.

Mereka mengambil kereta bayi dan menaruh bayi itu disana.

Akhirnya mereka bertemu dengan Petra dan Gecko yang sudah berlumuran darah dibawah sana.

"Hey, semuanya! Lihat siapa yang kita temukan. Aku berhasil menangkap si penguntit yang mencoba kabur ini. Dia tidak ada tanda tanda akan berubah, jadi kurasa kita bawa saja dia ke rumah sakit D.E.A.D untuk diperiksa," teriak Nirmala dari atas.

"Bekerjasama lah atau aku yang akan memenggal kepala mu seperti temanmu," ucap (Name) dari belakang sedang mendorong kereta bayi itu.

"B-baik.."

Saat yang lain sedang tidak memperhatikan, orang itu mengambil bayi yang sedang berada didalam kereta bayi.

"Hey, kau! Lepaskan anak itu atau-"

"Jangan bergerak!" teriak orang itu mendekatkan sebuah pulpen ke arah mata anak itu yang sedang menangis kencang.

"Kalau kalian menyerangku, pulpen ini anak menusuk matanya. Anak ini bergerak terus, jadi kalau aku salah geram sedikit saja, matanya akan buka!"

"Beri aku mobil dan uang, setelah aku keluar dari kota ini, baru aku bebaskan anak ini," ancam pria ini dengan anak itu yang menangis keras.

"Usahamu sia-sia, tempat ini sudah dikepung polisi, petugas D.E.A.D dan bahkan Undead. Begitu kami beritahh ciri-cirimu pada mereka, kau pasti akan habis saat keluar. Kamu cuma mau membawamu ke rumah sakit. Kau seharusnya nggak perlu melakukan ini," jelas Petra.

"Kau ini bodoh ya, Petra? Kata-katamu terlihat seperti orang bodoh yang sedang berbohong," kata (Name).

"Diamlah!"

"Benar kata wanita itu! Kau pikir aku ini bodoh? pada akhirnya mereka juga akan membunuhku atau lebih parah lagi menjadikanku kelinci percobaan begitu aku berubah!"

"Aku.. aku cuma orang biasa yang melihat iklan di internet tentang cara mendapatkan usng drngan mudah! Aku pengangguran, orang tua dan saudaraku menghinaku! Aku tidak punya pilihan selain menerima tawaran itu!"

"Tapi.." (Name) tiba-tiba berada disamping pria itu dengan anak kecil yang masih menangis ditangannya.

"Sejak kapan—"

"Menyandra anak kecil itu perbuatan lebih hina loh. Kalau dikasus mu ya, inilah kenapa kita perlu 19 juta lapangan kerja." (Name) menghela napas.

Tangan pria itu bergerak sendiri, entah karena ia terlalu banyak bergetar. Jay langsung saja menghabisi pria itu dengan satu tebasan.

"Cup cup cup, orang jahatnya sudah pergi kok," ucap Nirmala kepada anak kecil yang sedang ada digendongan (Name). Lalu (Name) menyerahkan anak itu kepada Nirmala.

"Merepotkan sekali." (Name) berjalan mendekat ke tubuh pria yang sudah tak bernyawa itu. Ia mengamatinya dengan seksama.

"Apa Jin sudah berevolusi karena banyaknya Jin gila disini? Tidak mungkin... dia sempat menyebutkan iklan di internet... bahkan darahnya bukan berwarna hitam," gumam (Name).

Gecko menghampirinya, berjongkok didekat pria itu. Ia membuka masker bergambar beruangnya.

"Memang keliatan nggak ada yang beres, aku nggak cium bau apa-apa dari orang ini."

"Berarti ini bukan Jin gila, ya?" (Name) menoleh ke arah Gecko.

"Benar, dengan kata lain dia adalah manusia biasa."

"Apa?.."

halo hehe, sudah 3 tahun lamanya aku ga update

jujur dah lupa plot sama rahasia rahasia di ff ini, mungkin suatu saat aku akan ingat hehe

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top