「🍮」- 1O
Mereka memasuki sebuah bus setelah beberapa menit menunggu, sempat terjadi kegaduhan karena Nirmala terlihat akrab dengan Gecko.
Dan sekarang Gecko sedang tertidur dipundak Petra tanpa rasa bersalah sedangkan raut wajah Petra terlihat sedang menahan amarah.
"Lupakan apa yang kukatakan. Aku bunuh saja dia sekarang. Andre, ambilkan senjata ditas ku."
"Sa-sabar, kalian diliatin orang-orang tuh."
(Name) yang sedang diam tiba-tiba saja tersentak, ia mulai sedikit waspada, memperhatikan keadaan sekitar.
Dan sepertinya Gecko juga menyadarinya, bisa dilihat dari perkataannya.
"Kalian nggak sadar apa? Apa karena terluka insting kalian jadi tumpul?"
"Menyadari apa?! Kau-"
"Petra." (Name) melerai mereka dengan satu kata, ia melirik Gecko setelahnya ia melirik Petra.
"Aku juga telat sih nyadarnya... Dari tadi ada yang ngikutin kita loh dan sekarang sudah di depan mata dan sepertinya kau juga menyadarinya juga ya," ucap Gecko melirik ke arah (Name).
"Jangan remehkan insting ku."
"Mengikuti? Siapa? Jangan bercanda. Aku tidak mencium bau apa-apa." Petra terlihat kebingungan dengan perkataan 2 orang yang lebih tua darinya.
Sebuah bus tiba-tiba muncul di samping bus yang sedang mereka tempati, menyerempetnya hingga bus itu oleng.
"Wah.. Kok sunyi senyap sih? Masa mati semua? Nggak seru ah." Seseorang turun dari bus tersebut, ia mengenakan sebuah kostum badut dengan warna gelap dan ditangannya terdapat senjata.
"Hoiii... Enam undead yang ada di dalam, jangan mengecewakan aku dengan mati terlalu cepat dong."
"Aku tidak tertarik mencabir jantung dari makhluk yang sudah mati. Memegang jantung yang kasih berdetak itu sensasinya beda."
"Hei, kok nggak jawab sih? Aku orangnya nggak suka dicuekin loh." Orang itu hendak mengayunkan senjata sabitnya dan saat itu pula Petra menghancurkan kaca bus dan melompat dengan senjata ditangannya yang hampir mengenai orang itu.
Kayla juga melompat dari bus menyerang orang itu dengan mayanya tetapi Kayla ditembaki oleh sesuatu yang membuat rambutnya terasa panas.
(Name) dimana? (Name) sedang tak sadarkan diri karena tubuhnya ditimpuk oleh tubuh Nirmala dan juga orang-orang di sana, membuatnya tak sadarkan diri.
Dan sekarang ia dibaringkan dibawah pohon oleh Gecko, di dekat Nirmala yang sedang melamun.
Lukanya yang belum sembuh terbuka kembali dikarenakan kaca mobil yang mengenainya.
Srett
***
"HAH?! KAK (NAME) HILANG?!" Petra berteriak saat Andre mencari-cari keberadaan (Name) ternyata ia hilang.
Saat ini mereka sedang babak belur dan sekarang (Name) hilang, dan lagi ia adalah seorang Empath.
"Aku yakin aku menaruhnya disini! Lukanya saat parah, apa lagi tadi ia ditindih oleh orang-orang karena berada disebelah kiri dan juga tubuhnya terkena beberapa serpihan kaca!"
"Bagaimana ini? Kak (Name) kan juga Empath.."
Petra melirik ke arah Gecko dan menarik kerah bajunya, "Kau yang menculiknya kan?!"
"Tidak, ngapain juga aku nyulik dia kan aku cuman disuruh nyulik pacarmu itu."
"KITA TIDAK PACARAN!" Petra dan Nirmala berteriak secara bersamaan.
"Tapi, tadi aku mencium bau undead. Baunya sangat kuat dan busuk, tetapi saat berada di dekat (Name) baunya menjadi tidak busuk, seperti undead biasanya.."
Semuanya terlihat bingung dengan perkataan dari jelmaan cicak ini, "Apa maksudmu..?"
"Yang penting kita berharap saja jika dia baik baik saja."
***
(Name) membuka matanya secara perlahan-lahan, hal pertama yang ia lihat adalah atap sebuah pondok yang kumuh dan tua.
'Dimana aku?' Ia berusaha untuk mendudukkan tubuhnya, tetapi seseorang menghentikannya.
"Jangan memaksakan tubuhmu yang lemah itu," ucap Jaimerson yang tiba-tiba berada di sampingnya.
"Aku tak memaksakan diri, dan yang terpenting kenapa kau membawaku kesini?" (Name) melirik ke arah Jaimerson dengan tatapan waspadanya.
"Aku hanya melihatmu pingsan seperti orang lemah lalu aku membawamu, apa kau mau mati hanya karena kecelakaan mobil lagi?"
"Entahlah dan jangan mengingatkanku dengan hal itu."
"Baiklah, seharusnya sekarang tubuhmu sudah membaik kan? Karena aku tahu kemampuan regenerasimu cepat."
"Kalau disini lumayan lambat, tapi aku sudah merasa lebih baik."
"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa." Jaimerson dengan cepat menghilang dari sana, tentu saja alasan ia membawa (Name) kemari itu tentu saja bohong.
Apa Jaimerson mengira jika mereka baru saja berteman? Padahal mereka sudah berteman semenjak kejadian Jaimerson membakar warung mie ayam langganannya.
Walaupun terkadang (Name) masih dendam kepadanya karena ia tak dapat lagi mencicipi lagi mie ayam enak buatan pak Somat.
"Aku lapar, seharusnya mereka sudah kembali kan. Yasudahlah walaupun hanya mendapatkan uang segini tapi lumayan dapet 2 mie ayam." (Name) berdiri dari kasur yang entah milik siapa itu.
Ia mulai memakai jaketnya karena sepertinya dilepas oleh Jaimerson dan tak lupa ia mengambil pedangnya.
Dan sekarang ia siap untuk mukbang mie ayam lezat maknyus.
***
Sekarang (Name) sedang berada di depan mall, dimana di dalamnya terdapat salah satu toko makanan yang sedang mengadakan diskon beli 1 gratis 1!
(Name) sebagai pencinta mie ayam tidak akan melewatkan kesempatan ini, apa lagi dirinya mendapatkan voucher toko tersebut.
Tapi saat dirinya hendak masuk tercium bau amis dan ia dapat menyadari terdapat beberapa undead dan jin gila disana dengan empathy nya.
"Aku cuman mau berduaan dengan mie ayam, kenapa selalu diganggu..." (Name) menghela napas panjang, ia sebenarnya ingin pergi dari sana tetapi seorang empathy pasti tidak akan melakukan hal tersebut kan?
Begini begini (Name) masih memiliki sifat sekarang empathy.
Dan ternyata benar saat (Name) memasuki mall itu banyak mayat manusia yang tergeletak dan ia melihat seekor jin gila disana tetapi wajahnya manusia.
'Maksudnya? Seharusnya jika jin gila kembali ke bentuk asalnya seharusnya wajahnya tidak sama saat ia menyamar...' batin (Name) kebingungan.
"Kebetulan sekali kau ada disini." Tiba-tiba saja tangannya terdapat seorang balita yang sepertinya ditinggalkan oleh ibunya.
(Name) menoleh ke arah pelaku yakni calon ponak- Jayden dengan tatapan kesal, "Kau kira aku babysitter?"
"Aku tak pandai menjaga seseorang, aku tau kau bisa melakukannya." (Name) terdiam mendengar hal tersebut, "Itu berarti kau tak pandai menjaga Elena?"
Jayden tersentak mendengar hal tersebut, sebenarnya ia ingin menyerangnya tetapi ada benarnya juga perkataannya...
"Benarkan?"
"Hey kalian! Jangan diam saja ayo bantu!" teriak Petra.
Mereka dengan cepat menghindari serangan dari makhluk tersebut, (Name) tak ingin menggunakan mayanya takut jika balita yang sedang ia gendong terluka.
"Kau lemah dengan anak kecil ya," ucap Jayden sembari membekukan kaki-kaki makhluk itu.
"Tidak, anak ini hanya mengingatkanku dengan masa laluku." Tatapan (Name) berubah menjadi tatapan sendu, ia mengelus surai coklat anak itu dengan lembut.
Ia paham dengan perasaan anak ini, ia masih sangat kecil untuk memahaminya.
-
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top