「🍮」- 13

"Sial!"

Brukk

Jay menyelamatkan mereka, dengan cara menahan mobil itu dengan bongkahan es dari mayanya sendiri.

"Ugh!" Tubuh (Name) rasanya hancur, tubuhnya membentur bongkahan es milik Jay, meskipun ini lebih baik daripada membentur tanah yang masih jauh di bawah mereka dan nona Mel yang menindih badannya.

"Tiang listrik! Dari mana saja kau?! Kau yang dicari kami yang jadi korban!" teriak Petra dari bawah.

"Diam kalian! Kan kalian yang suruh aku mengevakuasi para manusia yang masih tertinggal di lantai atas. Ada segerombolan anak remaja di atas yang terjebak reruntuhan. Butuh waktu untuk menolong mereka semua," jawab Jay dari atas.

"Dari pada kalian berdebat mending tolong aku..." ucap (Name) yang sudah lemas karena tertimpa nona Mel.

"Kak (Name)!"

Singkat cerita mereka segera menolong (Name) yang sudah lemas dan menolong nona Mel yang tak sadarkan diri lalu membiarkan nona Mel dibawa oleh ambulans dengan Nirmala yang menemaninya. Jay melawan wanita itu dan dihentikan oleh polisi yang segera menangkap mereka berdua, namun Jay dilepas begitu saja dengan alasan sudah menyelamatkan beberapa warga.

"Kenapa kalian tidak pesan Gogo car atau taksi atau apa lah?" tanya Jay yang sedang duduk dikursi pengemudi. Petra duduk disamping Jay, Gecko dan (Name) duduk berdua dibelakang.

"Kami sudah coba, tapi nggak dapat-dapat."

"Sepupumu menyerang kami, kau harus tanggung jawab mengantar kami ke rumah sakit."

"Kalian yakin aku yang nyetir?" tanya Jay, ia menoleh ke arah (Name) dibelakang.

"Aku lagi terluka."

"Kau pikir aku tidak terluka?"

"Sudahlah! Ayo berangkat!"

Ketika tidak ada pilihan lain, Jay pun menghidupkan mesin dan mulai menancap gas.

Bruakk

Jay menabrak ambulans.

"Aghhh! Uhuk! Huek! Huek!"

"Pasien kritis! Tekanan darah naik!"

Pasien yang didalam ambulans yang ditabrak Jay berakhir kritis.

"Kau ternyata gak bisa nyetir ya?" ucap Gecko sembari tertawa terbahak-bahak tidak lupa juga dengan Petra yang ikut menertawainya.

"Mampus dah! Jangan-jangan naik sepeda juga nggak bisa? Kalah sama nenek-nenek!"

(Name) menghela napas, "Aku saja yang menyetir." Ia hanya tak mau dirinya mengalami kecelakan dalam perjalanan ke rumah sakit.

Beberapa saat setelahnya, mobil yang mereka kendarai berakhir nyangkut diatas pohon.

"Kak, ini gimana ceritanya bisa nyangkut?"

"Jangan tanya aku."

(Name) adalah pengemudi yang buruk juga seperti Jay.

***

Entah bagaimana ceritanya, mereka berhasil menuju Rumah Sakit. Meskipun banyak masalah yang terjadi selama perjalanan.

Rumah Sakit dipenuhi oleh manusia dan undead korban kejadian tadi. Manusia diprioritaskan sedangkan undead ditelantarkan, bahkan ada undead yang sudah menunggu berjam-jam sebelumnya.

"Kita ditelantarkan."

"Berhenti mengeluh! Kita tadi sudah muter-muter dari rumah sakit D.E.A.D satu sampai ketiga, antriannya malah lebih parah daripada disini," ucap Jay kepada Petra yang dari tadi mengeluh.

"Mau keluar kota juga jalanan pasti macet," lanjutnya.

"Mau pulang ke Alam Sapra antriannya di perbatasan juga pasti seperti ular..." ucap Petra.

"Kalian sih enak lukanya ringan!" sahut Gecko sembari menunjukkan tangan kirinya yang hilang.

"Bagaimana denganku? Tangan kiriku hilang dan sebagian perutku hilang. Tapi mereka menelantarkanku seolah aku cuma kena flu! Aku berhak mengeluh!" lanjut Gecko.

(Name) yang daritadi diam mengeluarkan suaranya, "Terima saja, kau berhak mendapatkan itu. Anggap saja kau terkena flu biasa."

"Flu biasa mana yang sebagian perutnya hilang?"

"Karena banyaknya korban insiden di Mall tadi siang, rumah sakit biasa sudah kelebihan pasien gawat darurat. Banyak manusia dirujuk ke rumah sakit D.E.A.D juga." Nirmala yang ternyata berada disini menghampiri mereka berempat.

"Nirmala, kamu kok disini? Kau kan harusnya mengantar nenek Mel kerumah sakit?" tanya Petra kepada Nirmala.

"Nenek mel dirujuk kesini setelah ditolak dirumah sakit biasa," balas Nirmala dengan nada dingin.

(Name) melirik kearah Nirmala sebentar, lalu menghela napas. Meskipun hanya melirik sekilas ia tahu apa yang terjadi dengan Nirmala.

"Lalu bagaimana kondisinya?" tanya Petra lagi.

"Masih koma, dokter akan melihat perkembangannya sampai pagi," balas Nirmala cuek.

"Kita harus menunggunya."

"Kalau mau menunggunya, lakukan saja sendiri." Nirmala berjalan meninggalkan mereka, sifatnya berubah 180°, tidak seperti Nirmala biasanya.

"Ada apasih denganmu?" sahut Petra memegangi pergelangan Nirmala, menghentikan Nirmala untuk pergi.

"Tolong kembalilah menjadi Nirmala yang dulu! Kau yang sekarang ini menyebalkan tahu!"

"Kembali? Jangan bercanda, aku lebih nyaman seperti ini!"

Petra dan Nirmala bertengkar.

"Kakak... papa mama bertengkar lagi, apa gara-gara kita?" tanya Gecko kepada Jay.

"Benar, gara-gara kau. Jadi kau mati saja ya, dik," balas Jay.

"Kalau begitu kakak temani aku, ya?"

"Ogah."

"Kau itu munafik. Kau berlagak peduli pada nenek tua itu. Padahal aslinya yang kau perlukan darinya cuman info tentang ayahmu kan? kabar gembiranya, kau tidak perlu menunggu nenek itu siuman untuk mengetahui soal ayahmu. Kuberi tahu..." Nirmala menjeda ucapannya.

"AKU MELIHAT WAJAH AYАНМU DI DALAM PIKIRAN SI GADIS BADUT. AYAHMU ITU PENJAHAT! DIA BEKERJA SAMA DENGAN ORANG -ORANG BERTOPENG ITU!"

"Kau!"

"Nirmala Wijaya, jaga ucapanmu," ucap Petra.

Nirmala tersentak setelah ia sadar apa yang telah ia ucapkan, "M-maafkan aku... Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku!" Nirmala berlari meninggalkan Petra.

"Nirmala tunggu!"

"Biarkan aku sendiri!"

(Name) melihat punggung Nirmala yang perlahan menjauh dari pandangannya, ia mulai menghela napas. Ia adalah Empath juga, ia tahu apa yang terjadi terhadap Nirmala.

Luka bakar yang dialami olehnya begitu terasa menyakitkan, apalagi ia ditimpa oleh tubuh Nona Mel. Meskipun tidak separah Gecko tetap saja itu terasa sakit.

"Apa masih lama, ya? Aku mau makan mie ayam..." gumam (Name).

(Name) melirik kearah Petra yang sedang melakukan video call dengan Flora namun Petra sudah mematikannya setelah Flora memintanya untuk mengenalinya dengan Jay.

"Petra, tolong bilang ke Flora aku titip mie ayam ya."

"Kau pikir anak itu akan menjenguk kita?"

"Sepertinya iya."

Televisi di Rumah sakit itu menayangkan berita jika terdapat Mall lain yang juga diserang oleh makhluk aneh yang juga menyerang mereka tadi.

"Pantas saja korbannya begitu banyak," gumam (Name).

Petra berjalan mendekati Gecko, "Hey, kau sempat bekerja sama dengan 'muka bayi' kan? Kau tahu sesuatu tentang mereka?" tanyanya.

"Hamster... kucing? Kok ada hamster diatas kepalamu?"

"Hah? Ngomong apasih?"

"Sepertinya kesadarannya mulai hilang karena lukanya, Petra." (Name) berjalan mendekati Petra dengan Jay yang mengikutinya.

"Mustahil. Dua bulan lalu, lukanya setelah bertarung dengan Surya bahkan lebih parah dari ini, dan waktu itu dia tidak sampai seperti ini dan bisa regenerasi dengan cepat," ucap Petra.

"Oh ya? Lukanya seperti apa waktu itu?" tanya Jay.

"Kalau dari cerita yang aku dengar dari Surya sih. Lemon menusuk dadanya dengan tombak yang sudah dialiri gabungan maya miliknya dan Surya."

"Kena serangan seperti itu termasuk parah meski bagi undead dengan kemampuan regenerasi tinggi sekalipun. Keliatannya tubuhnya masih lemah karena luka waktu itu belum sempuh total. Dia jadi tidak bisa meregenerasi dengan baik," jelas Jay.

"Kalau begitu dia butuh perawatan secepatnya!"

"Kau lihat sendiri, Petra. Para staf dan dokter sedang sibuk," ucap (Name). Namun sepertinya Petra tidak meperdulikan perkataan kakaknya itu.

"Tolong rawat orang yang tangan kirinya buntung itu dulu! Kalau dibiarkan dia bisa mati!" ucap Petra kepada salah satu staf.

"Maaf, tuan. Tidak bisa begitu. Prosedur Rumah Sakit lebih mengutamakan pelayanan kepada manusia. Staf kami semuanya sedang menangani pasien."

Setelahnya Petra malah beradu argumen dengan salah satu undead. (Name) menghela napasnya lagi.

"Dia memang tak bisa tenang sebentar saja, ya?" gumam (Name).

"Hah? Meong?..." ucap Gecko yang kesadarannya mulai hilang.

"Kenapa kau tiba-tiba mengeong?..."

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top