↠002

✧༺🌕༻∞
Bahkan perlakuan kecil yang tak tampak pun, terlihat manis saat dirimu yang melakukan nya.
✧༺🌕༻∞

Seorang pemuda duduk diam disebuah bangku dihalaman sekolah nya, dia diam menatap gadis yang sedang bersenda gurau bersama temannya, tak terlalu kentara namun sebuah senyuman terukir saat melihat tawa lepas sang gadis.

Semilir angin, guguran daun, dan kilau sang mentari memperindah penampakan sang gadis Dimata pemuda itu, seperti terhipnotis matanya tak bisa lepas dari pandangan nya, mengukuhkan hati sembari berjanji 'besok aku akan menyatakan perasaan ku'

✧༺🌕༻∞

Seperti hari-hari sebelumnya kelas berjalan seperti biasa, terasa membosankan bagi siapapun yang tak memiliki semangat lebih untuk belajar, seperti [name] yang Sedari tadi mengeluh tentang lamanya waktu berjalan.

"Haaah kapan ini selesai, aku ngantuk"

"Bukankah tadi baru saja selesai jam istirahat pertama ?"

"Um~ tapi ku belum puas untuk istirahat!"

"Memang sih mata pelajaran ini sedikit membosankan(?)"

"Um! Semuanya membosankan! Hoaam ngantuk!!"

"Tapi kau tidak bisa begitu, kita adalah seorang siswa jadi kita diwajibkan untuk belajar te— [name] !? Dia tertidur....,"

Pemuda itu hanya menghela nafas melihat [name] yang sudah berkelana dialam mimpi nya, ia mengingat gadis itu telah berjanji akan bangun saat pelajaran berlangsung, namun pada akhirnya tetap saja ia tertidur.

Hokuto pun mendirikan buku [name] didepan kepala [name] yang tertidur, setidaknya itu mencegah guru melihat [name] yang tertidur dan akhirnya akan terkena marah, entah sudah berapa kali ia terkena marah di minggu ini.

✧༺🌕༻∞
Sebuah perhatian kecil membuat hati berdetak lebih kencang, guguran daun menyambut perasaan terpendam mendorong nya untuk diutarakan.
✧༺🌕༻∞

"Hokeeeeee"

"Te— Bakka Akehoshi, kenapa harus teriak-teriak ?"

"Habisnya hokke daritadi malah melamun!! Liat siapa sih !?" Ucap Subaru mencari apa yang menjadi atensi Hokuto sampai tak menyahut panggilannya.

"Ti....tidak ada apa-apa! Oh! Tadi kau manggil ada apa ?"

"Um! Aku mau ngajak hokke jalan-jalan!!"

"Hmm ? Jalan-jalan ? Bukankah kau setiap hari jalan-jalan bersama Daikichi ? Apa itu belum cukup ?"

"Bukan jalan-jalan yang itu!! Ini jalan-jalan bersama~"

"Hmm..., Bersama ?"

"Um! Um! Aku ngajak keikei untuk jalan-jalan dan kami setuju mengajak teman, lebih ramai lebih asik kan!"

"Keikei ? Maksudmu Keiko ?"

"Um! Di salah satu mal didekat sini ada sebuah toko yang isinya barang kira-kira !! Aku dan Keikei ingin kesana!"

"Kalau begitu kenapa tidak kalian berdua saja ?"

"Um...., Sudah ku bilang kan lebih ramai lebih asik! Ya ya yaaaa tolonglah tuan hokke yang baikkk!!" Ucap Subaru sambil merapatkan tangan didepan wajahnya.

"Haah baiklah—"

"Horeeeee tuan hokke sangat baik!! Jadi hari Minggu di stasiun ya! Nanti keikei juga datang bersama temannya!" Ucap Subaru kemudian berlari meninggalkan Hokuto yang masih duduk di bangku halaman sekolah.

Hokuto hanya bisa menghela nafas melihat temannya yang terkadang membuatnya sedikit lelah.

Tapi ia sedikit penasaran dengan 'teman' Keiko yang disebut Subaru tadi, apakah mungkin.....,?

Ia tak mau berharap lebih, dan membuang jauh-jauh fantasi yang terpikir di kepalanya, mana mungkin kebetulan seperti itu terjadi kan.

467 word
❒Yuki Supriadi❒

Avv aku lagi kosple jadi anak rajin /woy

Engga ide ku lagi ngalir...., Semangat nulis padahal tugas numpuk hahaha

Oke Hokuto nya ooc tapi ku ga tau lagi /pain

Oke cukup Sekian curhatan ku aku tau kalian cape baca curhatan ku kan 😼😼

Oiya Keiko aku dah bilang ke orang nya mau culik dia (*´ω`*)

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top