↠001
✧༺🌕༻∞
Perasaan manis terpendam tanpa dapat diutarakan, mengucapkan sebuah kata penuh makna tanpa keberanian tuk mengungkap, hanya sebuah melodi pahit tentang kesalahan pahaman yang terlihat, akan perasaan itu dapat tersampaikan ?
✧༺🌕༻∞
Suhu yang menurun, daun-daun berguguran meninggal dahannya, suasana suram menyelimuti, sang gadis hanya berdiam diri sembari menatap seorang pria yang sedang bercengkrama dengan teman-nya.
Tanpa bisa mengutarakan sang gadis menyimpan perasaan nya dalam hati, memandang dalam diam, mengagumi tanpa bicara, hanya berimajinasi tentang hal manis yang bisa dilakukan bersama.
✧༺🌕༻∞
Hari itu, saat bunga pertama musim semi mekar, seorang gadis berjalan tergesa-gesa di koridor sekolah nya, tanpa melihat sekitar yang dipikirkan nya hanyalah waktu nya yang sudah kian menipis, membayangkan wajah gurunya yang murka ia tak kuasa menahan rasa gelisah nya.
Namun, kesialan nya tak hanya sampai disitu, akibat jalannya yang tergesa-gesa tanpa melihat sekitar, ia tak menyadari ada seorang pria yang sedang berjalan dari arah bersebrangan.
'bruk'
Gadis itu menabrak sang pria membuat dirinya terjatuh bersama tumpukan buku yang sedang ia bawa.
"Auw sakit!!"
"A— maaf..., Biar ku bantu merapihkan buku-buku ini" ucap sang pria membantu gadis itu membereskan buku-buku yang berserakan itu.
"Em..., Terimakasih"
"Kau ingin kemana membawa buku sebanyak ini ?"
"Ruang guru"
"Perlu ku bantu ?"
"A— tidak perlu lagian buku-buku ini tidak sebanyak itu— aaa waktu ku hampir habis, terimakasih atas bantuannya aku duluan" ucap sang gadis sambil meninggalkan pria yang masi mematung melihat tingkah sang gadis.
✧༺🌕༻∞
Sebuah ketidaksengajaan menumbuhkan sebuah perasaan tak terbalaskan, apa itu benar adanya ? Atau hanya imajinasi bagi keduanya, bulan hanya tersenyum tanpa menjelaskan.
✧༺🌕༻∞
Kelas yang berjalan seperti biasanya, tanpa ada yang berbeda, namun suasana tenang itu tak berlangsung lama sampai seorang guru masuk bersama seorang pria.
Wajahnya yang tampak dingin membawa kesan baik dalam pertama melihat nya, membuat banyak gadis berbisik-bisik pada temannya mulai bertanya-tanya siapakah pria tersebut.
"Baik anak-anak mohon perhatian nya, bapak akan mengenal teman baru kalian, nak Hokuto silahkan perkenalan dirimu"
"Em..., Hidaka Hokuto yoroshiku onegaishimasu"
"Hanya segitu saja ?"
"Em.., mungkin hanya itu saja"
"Baiklah, kalau begitu Sekarang kamu boleh duduk di— ah~ di samping [name] masih kosong, [name] angkat tangan mu " ucap sang guru pada seorang gadis yang sedang melamun.
"......" Gadis itu yang tak menyadari perkataan gurunya, membuat sang guru merasa sedikit kesal atas ulah murid nya itu.
"[Full name]-san berhenti lah melamun dan angkat tangan mu" ucap sang guru lembut namun mencekam, tampaknya berhasil membangun sang gadis dalam lamunannya.
Gadis itu pun segera melaksanakan perintah sang guru dengan mengangkat tangannya.
"Sa...., Saya pak!"
"Baiklah nak Hokuto kamu bisa duduk disampingnya"
"Terimakasih" ucap Hokuto berjalan kearah bangku yang dimaksud, masih dapat terdengar bisik-bisikan teman sekelas nya terutama gadis-gadis yang terpesona dengan aura yang terpancar dari pria bernama Hokuto tersebut.
Namun lain halnya dengan gadis bernama [name] yang kini menatap bingung pria disampingnya itu.
"Em..., Kau yang tadi pagi itu kan ?"
"..., A~ kau gadis yang terjatuh tadi ?"
"Ugh— sepertinya pertemuan pertama kita tidak terlalu bagus, em kalau begitu ayo berkenalan saja, aku [full name] kau bisa memanggilku [name] Hokuto-kun"
"A—"
"Hmm ? Ada apa ?"
"Tidak..., Hanya saja memanggil dengan nama kecil saat pertama kali bertemu itu—"
"Ah~ maaf jika itu mengganggu mu, ahaha kebiasaan buruk ku..., Tapi aku merasa jika memanggil dengan nama marga akan kesulitan untuk dekat— a...., Bukannya aku memaksakan atau apa tapi aku bisa memanggil mu dengan nama marga mu jika itu mengganggu—"
"Hmm..., Kupikir ucapan mu ada benarnya, kalau begitu salam kenal [name]" ucap Hokuto tersenyum.
"Um!"
574 word
❒Yuki Supriadi❒
Ya— seperti biasa aku ga yakin bisa ngebawain karakter dari Chara selain unitP jadi kalo ada yang melenceng Tolong beritahu aku ya :D
Oiya ini sama kayak yang Tanabata, alurnya maju mundur ga jelas buat bedain nya
Yang flashback itu yang miring yang timeline kini itu yang biasa
Sekian (*´ω`*)
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top