↠003
✧༺🌕༻∞
Lelucon canggung yang mencairkan suasana lebih baik daripada terus berdiam diri dengan fantasi buruk yang tak akan pernah terjadi.
✧༺🌕༻∞
Pagi hari yang cerah membawamu pada awal dari sebuah waktu yang berharga, sebuah momen tak tergantikan, memangkas jarak dua hati dengan perasaan terpendam.
Semilir angin menerbangkan dedaunan yang gugur dari dahannya, membawanya menari mengikuti alunan musik Sang musim gugur, seorang pemuda menikmati perasaan manis yang diberikan alam, tenggelam dalam lamunan tanpa menyadari seorang gadis mendekati nya.
"Hokuto-kun ?"
"....? [Name] ?"
"Hee~ Hokuto-kun sedang jalan-jalan dihari libur kah ?"
"Bisa dibilang seperti itu—"
"Tak kusangka!"
"Eh ?"
"Ku pikir tuan rajin Hokuto ini akan tetap belajar walaupun hari libur"
"Memang nya kau pikir aku ini apa"
"Robot?"
"!!?"
"Maaf-maaf aku hanya bercanda~ oiya ada seseorang yang kau tunggu ?"
"Iya.....,"
"Hee~ apa ini kencan ?"
"Bukan seperti itu, aku hanya menemani teman ku"
"Teman ? Tunggu kau bilang teman...., Jangan-jangan—"
"HOKKEEE MAAF MENUNGGU LAMA!"
"[NAME] MAAF TADI AKU KESIANGAAANNNNN— eh ?"
"Waaah [name]-chan juga sudah disini~ jadi lengkap sudah pasukan pencari kira-kira!!"
"Um!! Betul tuhhhh pasukan pemburu kira-kira udh lengkap!!"
"Tu....tunggu Keiko! Maksud dari perkataan mu bersama teman yang lain itu Hokuto dan Subaru !?"
"Iya...., Emang aku belom bilang ya ?" Mendengar jawaban teman baik nya itu [name] hanya bisa menepuk jidat nya, dan mengutuk teman nya itu dalam hati, bisa-bisanya ia melupakan memberitahu sesuatu yang sepenting ini.
"Sudah~ semua nya berkumpul ayo kita mulai pencarian barang kira-kira nya!!!"
"AYOOOO!!!"
Subaru dan Keiko dengan semangat masuk kedalam pusat perbelanjaan, sedangkan kedua teman mereka hanya bisa menghela nafas berat melihat semangat itu.
Suasana canggung tercipta dengan perginya pasangan penuh semangat itu, sang gadis meruntuki dirinya karena pertanyaan yang tadi ia utarakan, dengan perasaan campur aduk kini ia hanya bisa berdiam diri disamping pemuda yang sama-sama berdiam diri menambah perasaan tak enak dalam dirinya.
"Em [name] bagaimana kalau kita juga menyusul kedalam ?"
"A— be....,benar juga bisa-bisa mereka malah tersesat di dalam mall"
"Ahaha— mereka bukan anak kecil kau tahu....., Ya tapi jika itu mereka sesuatu seperti itu mungkin saja bisa terjadi"
"Ahaha— benar"
✧༺🌕༻∞
Sebuah perasaan yang kian membesar mendorong keinginan untuk mengutarakan nya namun sang hati menentang itu semua.
✧༺🌕༻∞
[Name] POV
'Aaaaaa kenapa aku bodoh sihhh apa yang tadi aku lakukan!!! Kenapa aku seperti itu, bagaimana kalo Hokuto-kun malah membenciku !? Menganggap ku seorang pengganggu !? Duhhhh diri ini bisa ga sih sedikit kalem gitu!!!' batinku ingin berteriak untuk melepaskan amarahku pada diriku yang tak pernah bisa mengendalikan diri sendiri.
Namun sayangnya itu tidak bisa dilakukan, aku hanya bisa menahan rasa menyesal ku sambil tetap bertahan untuk jalan disampingnya.
Sudah ku pastikan dia akan memandangku dengan pandangan buruk.
'awas aja Keiko barang kira-kira mu aku sita pulang dari sini' batin ku bersumpah untuk membalas dendam.
"[Name] ?"
"E...eh ? Ya ada apa Hokuto-kun ?" Jawabku sedikit terburu-buru.
"Tidak apa-apa, hanya saja kau menjadi lebih pendiam apa sesuatu terjadi ?"
"Um...., Bu.....bukan apa-apa! Aku hanya ...,"
"Hanya ?"
"Ha.....hanya—"
"[Name] !!! Lihattt barang ini sangat mengkilap!!" Ucap Keiko sambil memamerkan sebuah benda mengkilap yang baru saja ia beli.
'bagus Keiko kau menyelamatkan ku!! Oke sekarang hukuman mu ku kurangi jadi hanya setengah barang kira-kira mu yang ku sita!' batin ku sedikit memaafkan Keiko.
"[Naaameee] jangan abaikan aku dong!!"
"Iya iya bagus"
"Kaaann~ pilihan Subaru-kun memang tidak pernah salah!!"
"Um!um! Aku memang ahlinya barang kira-kira kan keikei!!"
"Iya!!"
Aku hanya bisa menghela nafas melihat couple yang terkadang aku heran kenapa energi mereka selalu penuh, Subaru dan Keiko sibuk dalam obrolan nya aku melirik pada Hokuto yang Sedari tadi hanya berdiam diri saja.
Yang aku lihat adalah sesuatu yang jarang terjadi, itu sebuah senyuman— bukan senyuman kaku seperti biasanya, itu senyuman senang, tanpa sadar aku pun ikut tersenyum.
Hari itu berjalan menyenangkan sampai waktu untuk kembali kerumah masing-masing, kenangan kecil yang terbentuk membuatku semakin tertarik pada dirinya.
Dan lagi-lagi hari ini aku hanya bisa berjanji untuk mengatakan perasaan ku suatu hari nanti.
659 word
❒Yuki Supriadi❒
Oke maaf baru bisa up sekarang ;-;
Dan...., Kek nya di chap ini hokke nya ooc parah 😭😭
Nanti ku perbaiki lagi :"
Oiya Keiko aku culik kamu lagi :D
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top