SAILING
"Kap! Dua jam lagi kapal akan meninggalkan dermaga," peringatan dari markonis kapal.
"Baik! Kumpulkan semua awak kapal. Kita adakan briefing sebelum jalan," perintah nahkoda itu dengan suara tegasnya.
"Baik Kap!" Markonis pun berlalu dan pergi untuk mengumpulkan semua ABK di anjungan kapal.
Sedangkan nahkoda itu sedari tadi sudah berada di anjungan.
"Baiklah! Kali ini kalian akan bersama-sama dengan saya mengarungi lautan. Saya minta kerjasamanya dari kalian semua agar kita dapat selamat sampai tujuan. Perjalanan kita kali ini untuk membawa batubara ke Jepang tujuan pelabuhan Ube. Sudah siapkah kalian!?" ucap nahkoda tegas dan berwibawa.
"Siap, Kap!" seru semua serempak
"Baiklah Bass Arif persiapkan dan cek semua kondisi kamar mesin! Untuk perwira deck perhatikan navigasi dan cuaca. Komunikasi dengan syahbandar dijaga. Jangan sampai kita lost contact"
"Baik Kap" jawab orang yang diperinyah
"Silahkan kalian bersiap-siap! Bubar jalan!" perintah nahkoda.
Semua pun membubarkan diri dan mulai bersiap-siap seperti perintah nahkoda. Nahkoda yang terkenal tegas, berani dan cerdas itu disegani para setiap ABK yang ia pimpin saat berada di atas kapal.
Kali ini ia akan menaklukan lautan dengan kapal khusus mengangkut curah unpackaged yang sering disebut coai carrier. Kelebihan kapal ini adalah daya angkutnya yang besar.
Wanita mungil dengan perut buncitnya tidak menghalangi gerak geriknya untuk beraktivitas di atas plat baja itu. Dengan menggunakan PDH putih khusus nahkoda kapal dan sepatu pantofel berhak pendek.
"Sayang... kamu jangan kecapean. Kamu cukup mengawasi. Kalau tugasnya terlalu berat kamu limpahin ke Kevin aja. Kan dia sebagai chief officer, jadi arti lain dia wakil kamu," pesan Ali kepada Prilly saat dia terlihat bersiap-siap di dalam kamar khusus untuk nahkoda.
"Iya ya... Honey. kamu tenang aja ya? Aku tahu apa yang harus aku lakuin. Oke?" jawab Prilly sudah siap untuk memimpin kapal kembali
"Berapa hari perjalanan kita, Sayang. Aku khawatir dengan jagoan kita?" Raut wajah Ali tampak khawatir memeluk Prilly dari belakang
"Kalau lancar 4 hari Honny. Gimana kamu sudah hubungi pihak Chugoku?"
"Sudah Sayang. Aku sangat bersyukur karena di saat perusahaan sedang terpuruk masih ada pihak yang memercayai kita. Dan andai saja Raja tidak ditugaskan berlayar ke Kanada, aku tak mengizinkanmu mengambil alih tugasnya!"
Flashback
"Li... buka...!!!! Cepet...!!! Masalah baru!!!"
Ali segera mengbil boxer dan memakainya. Dengan hati yang kesal dia membuka pintu
"Ada apa?" tanya Ali malas dan bersungut-sungut.
"Lo pakai baju dulu, kita ada masalah pengiriman barang untuk Chugoku Electrio Power. Ini gawat kalau sampai gagal. Bisa-bisa perusahaan kita benar-benar akan rugi," jelas Farauq menggebu-gebu.
"Ya ampun Bang, gue belum tidur sama sekali. Badan gue sakit semua rasanya, Bang," keluh Ali yang memang begitu adanya.
Farauq memicingkan matanya menatap dada Ali intens. "Lo habis main kuda-kudaan ya, Li?"
"Hmmm... memang kenapa, Bang?!" tanya Ali yang masih belum sadar jika Farauq sedari tadi melihat dada telanjangnya.
Sambil menunjuk dada Ali, Farauq menghitung, "Satu, dua, tiga...." Belum selesai Farauq menghitung tanda merah di dada Ali segera Ali tepis tangan Farauq kasar dan menutup dadanya dengan menyilanngkan kedua tangan di dada. Farauq tertawa lepas, "Anjiiiirrrr lo!!!! Keadaan kantor sedang di ujung tanduk, masih sempatnya lo main kuda-kudaan. Gue aja sampe udah lupa rasanya gimana! Kelamaan puasa nih kayaknya," ujar Farauq membuat Ali semakin merasa sebal.
"Bilang aja lo iri! Apa hubungannya masalah kantor dengan soal kewajiban suami! Nggak ada kan?!!! Udah pulang sono minta jatah sama bini lo! Ganggu aja pagi-pagi buta begini!" usir Ali ingin menutup pintunya kembali namun dicegah Farauq.
"Eeehhh... lo mau ke mana?!" tanya Farauq sambil menahan pintu.
"Mau tidur bentar, Bang!" jawab Ali terdengar mulai emosi.
"Nggak bisa! Kita harus ke pelabuhan sekarang! Permintaan Chugoku sangat banyak, Li. Itu bisa membabtu menutupi kerugian kita. Dia mau membayar mahal kepada kita. Asal barang dapat sampai tepat waktu. Kita hanya diberi waktu 5 hari untuk pengiriman barang. Karena mereka juga sangat membutuhkan barang dari kita. Saat ini sedang sulit perusahaan pesaing kita mendapatkan bahan. Ini kesempatan untuk kita, Li," jelas Farauq panjang lebar dengan sekali tarikan napas.
"Terus masalahnya apa, Bang? Tinggal kirim saja kan barang kita juga masih banyak stok."
"Sekarang masalahnya nahkoda kapal yang ingin mengirim barang mengalami kecelakaan kerja. Sedangkan Raja gue hubungi saat ini sedang sibuk mengoprasikan kapal lain."
"Ya sudah minta perizinan saja agar Raja yang mengambil alih," jawab Ali enteng menahan kantuknya yang sangat berat.
Farauq menghela napas malas dengan sikap Ali yang menanggapinya tidak serius. "Raja sedang menjalankan kapal lain ke Kanada. Kapten yang lain sedang mengoprasikan kapal. Tidak ada yang kosong. Waktu kita mepet, Li. Nggak ada waktu buat cari kapal lain."
Ali tampak berpikir. Saat Ali dan Farauq masih berdiri di ambang pintu sambil membicarakan hal tadi, Prilly yang sedari tadi mendengarkan pun menghampiri.
"Perlu bantuan?!" tanya Prilly tiba-tiba sudah di belakang Ali.
"Kamu kok nggak tidur sih, Sayang?" Ali tidak menggubris pertanyaan Prilly malah bertanya padanya.
"Mana aku bisa tidur jika kalian ribut di ambang pintu begini. Berisik! Lebih baik kita duduk, pecahkan masalahnya bersama. Sambil minum teh agar lebih santai dan mendapatkan solusinya," ucap Prilly bijak dan menggandeng lengan Ali untuk ke ruang tengah diikuti Farauq dari belakang. Sebelumnya Ali mengambil t-shirt dan dipakainya.
"Terus kita harus gimana, Bang?" tanya Ali setelah mereka duduk di ruang tengah dan sudah dibuatkan teh oleh Prilly.
"Nggak tahu Li...," jawab Farauq sudah mulai putus asa. Ia bersandar memejamkan matanya yang kantuk.
"Mmm... kalau begitu biar gue aja Bang yang membawa kapalnya," usul Prilly dan Ali yang mendengar usulannya langsung menatap tajam tanda tidak menyetujui.
"Please aku hanya ingin membantu Honny," mohon Prilly berharap Ali menyetujuinya.
"BIG NO, MOM!!!!"
"Waktu kita mepet, Li. Lo nggak mikirin beribu nyawa dan keluarga yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan kita?" desak Farauq.
Ali nampak berpikir keras. Dipijatnya pelipis karena kepalanya terasa pusing.
"Berapa hari perjalanan nanti?" tanya Ali.
"Kalau perjalanan kita lancar 4 hari cukup" jawab Prilly menunduk was-was menunggu keputusan Ali.
Ali pergi meninggalkan Prilly dan Farauq yang masih duduk di sofa. Farauq menatap Prilly seakan bertanya 'Ada apa?' Prilly mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.
"Ayo siap-siap! Kita ikut, Bang!" perintah Ali yang tiba-tiba datang dari lantai dua.
"Yaps! Lo udah dapet kaptennya?" tanya Farauq berdiri dari duduknya.
"Sudah!"
"Siapa?" tanya Farauq dan Prilly bergantian.
"Kapten PRILLY PUTRI AGHATA WIJAYA," jawab Ali menekan nama Prilly.
Prilly yang mendengar langsung bersorak senang dan reflek memeluk Farauq yang berada di sampingnya. Mereka berjingkrak riang bersama. Ali yang melihat mereka, mulutnya menganga dan menggelengkan kepala. Seperti anak kecil yang habis diberikan permen saja!
"Tapi ada syaratnya!" imbuh Ali tiba-tiba menghentikan Prilly dan Farauq.
Prilly dan Farauq mendengarkan saksama. "Aku ijinin kamu bawa kapal itu dengan awak kapal Queen Aghata. Jadi aku udah perizinan untuk ABK sementara menjalankan coal carrier dan...," ucapan Ali menggantung membuat Prilly dan Farauq mengerutkan dahinya dan mempertajam pendengarannya.
"Kamu membawanya hanya berangkatnya saja, pulangnya nanti Raja yang akan membawanya."
"Tapi...," ucap Prilly langsung terpotong oleh ucapan Ali.
"Iya atau tidak sama sekali! Aku izinkan kamu juga karena kepentingan bersama. Dan aku juga harus ikut denganmu," tegas Ali menatap tajam Prilly.
"Iya," jawab Prilly menyetujui keputusan Ali.
Flasback off
"Tidurlah dulu, Honny. Kamu belum istirahat dan tidur sama sekali sejak kemarin," perintah Prilly lembut mengusap sayang pipi Ali.
Saat itu juga terdengar suara pintu terketuk. Terlihat Kevin muncul dari balik pintu.
"Kap, one hour notice," peringatan Kevin dari ambang pintu.
"Okay. Thank, Chief," jawab Prilly melepas pelukan Ali.
One Hour Notice adalah suatu pemberitahuan untuk semua ABK agar seluruh ABK standby di posnya
masing-masing, yang diberikan satu jam sebelum kapal akan merapat atau meninggalakan dermaga, serta untuk mengecek kelengkapan semua jumlah anggota. Seluruh ABK harus sudah siap dengan pakaian seragam (PDH, PDL atau Wearpack) untuk menerima arahan kegiatan selanjutnya.
"Aku tugas dulu ya, Honny," pamit Prilly sebelum meninggalkan kamarnya.
Ali hanya menjawab anggukan saja lalu diciuminya seluruh wajah Prilly membuatnya terkekeh kegelian.
"Hati-hati. Jangan lari-lari," pesan Ali saat Prilly sudah di ambang pintu.
"Iya," jawabnya berjalan ke anjungan.
Prilly mengawasi seluruh ABK yang sedang sibuk menyiapkan pelayarannya. Prilly senang bisa merasakan berdiri di atas plat baja yang terapung di atas air itu. Ini adalah salah satu kebahagiaan tersendiri baginya. Melihat luasnya samudra dan berbagai makhluk ciptaan Tuhan yang berenang bebas dilaut lepas.
"Cek bahan bakar dan minyak pelumas, hidupkan dan panasi motor induk, hidupkan motor bantu, cek semua kondisi di kamar mesin dan laporkan kepada Kapten bila ada masalah, saya akan telegraph atau handle mesin di anjungan, bila sudah siap semua segera melaporkan ke nahkoda ya?" Terdengar perintah Bass Arif selaku KKM/kepala bagian mesin kepasa salah satu masinis mesin.
"Siap Bass. Kami laksanakan!" jawab masinis itu segera berlalu dari anjungan.
"Bagaimana Bass, sudah siap untuk mengarungi lautan bersamaku lagi?" tanya Prilly tersenyum tipis.
"Siap Kap!" jawab Arif tegas.
"Cond, apa sudah siap peta pelayaran kita?" tanya Prilly pada Ricky sebagai mualim II.
"Sudah Kap! Saya sudah persiapkan peta dan daftar pasang surut sekalian dan membuat garis haluan yang aman dan efektif untuk kita lewati."
"Kalau kamu Third, sudah kamu cek alat navigasinya?"
"Sudah Kap! Radar, GPS dan Echo Sounder sudah siap," jawab mualim III.
"Terus lampu navigasinya bagaimana?"
"Tanpa ada masalah. Semua normal."
"Baiklah!" Segera Prilly mengambil HT untuk komunikasi di lingkungan kapal
"Chief Kelvin! Kapten Prilly di sini. Apa Anda dengar panggilan saya?" tanya Prilly mendekatkan bibirnya ke alat komunasi yang mirip demgan telepon berantena itu.
"Siap Kap!" sahut Kevin terdengar dari HT yang Prilly genggam.
"Bagaimana dengan muatan dan kinerja kelasi di bawah?"
"Muatan aman terkendali, Kap! Kelasi bersama serang sedang menyiapkan tali temali di haluan dan buritan, baik tali tros maupun spring, termasuk tali buangan untuk persiapan kita sandar manti. Dan juga dampra sudah siap," jelas Kevin yang sedari tadi mengawasi kerja di deck bawah.
"Baiklah. Jangan lupa cek mesin wich di haluan dan buritan," ucap Prilly mengingatkan.
"Siap Kap!"
Komunikasi pun diputuskan. Prilly berkeliling di dalam anjungan mengecek kembali alat yang berada di anjungan. Prilly menghampiri Markonis yang sedang sibuk mencoba radio VHF dan SSB.
"Nis! Jaga komunikasi dengan syahbandar. Mintalah informasi kepada pandu tentang alur lalu lintas pelayaran dan info cuaca," perintah Prilly.
"Baik Kap!" Markonis itupun mulai mencari informasi.
Prilly menghampiri Arif yang sudah duduk di belakang meja navigasi menghadap banyak tombol warna-warni yang memiliki fungsi masing-masing.
"Bagaimana dengan kamar mesin Bass?!" tanya Prilly duduk di kursi tinggi khusus untuk nahkoda agar dapat memantau perjalanan dari balik kaca tepal di anjungan itu.
"Sudah siap, Kap!"
Beberapa saat kapal pun bertolak dari dermaga. Saat kapal sudah terasa aman dan sudah dilaut lepas para perwira yang tidak jaga bisa kembali beraktivitas biasa dan bersantai sebelum bergantian aplos dengan perwira jaga.
Prilly kembali ke dalam kamarnya. Melihat Ali yang masih tertidur lelap karena mengantuk dan kelelahan.
Prilly tersenyum dan menghampiri Ali. Dia kecup perlahan kening Ali dan membisikan pelan tepat di telinga Ali.
"Thank you so much, Deddy. Kamu adalah suami yang baik dan pengertian. Aku adalah wanita beruntung yang kamu cintai. I love you" setelah itu dikecuplah pipi Ali dan Prilly mengelus perlahan pipi chubby Ali.
Prilly beranjak dari tepi ranjang dan membuka lemari mencari baju ganti yang lebih nyaman ia kenakan untuk mengganti PDH putihnya. Saat Prilly sedang fokus memilih baju tiba-tiba tangan menutup matanya.
#########
Catatan :
Serang/bosun ; mandor kelasi dan juru mudi di bagian deck
spring/tros ; fungsinya hampir sama hanya beda penempatan saja. Tali besar yang biasanya untuk mengikat kapal dengan dermaga
Damprak ; tali yang dianyam sedemekian rupa yang biasanya dipasang dilambung saat kapal sandar untuk menghindari kerusakan lambung saat sandar
Bass ; sebutan perwira mesin
Trima kasih sudah mengikuti cerita aku.
Makasih untuk Vote dan komen
muuuuuuuuaaaacccchhhh
Cium jauh dari aku 💋💋💋💋💋
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top