06

Tak terasa sudah satu minggu Oci bersekolah di Sekolah Pancasila. Sekolah impian setiap siswa, tak hanya karena bangunan mewah dan fasilitas yang lengkap. Di Pancasila 90% terdiri dari murid yang terlahir tajir melintir. Dari anak pengusaha, pejabat, sampai artis.

Tak ayal begitu banyak berseliweran mobil-mobil mewah yang terparkir di parkiran SMA Pancasila. Namun berbeda terbalik dengan sepeda ontel milik Oci yang kini terparkir di pojokan parkiran. Gadis desa yang mendapat beasiswa dan langsung diminta kepala sekolah untuk belajar di sekolah tersebut.

"Ci, baru nyampe?" Intan teman sekelas dan satu baris dengannya menghampiri.

"Iya baru aja, aku ke toilet dulu ya. Mau ganti baju," Oci memperlihatkan jaket usang yang dikenakannya.

"Loh, emang gak langsung dipake dari rumah?" Intan mengikuti langkah kaki Ociana.

"Enggak. Nanti sayang kena keringet kalo di pake dari rumah, he he he." Intan ikut tertawa bersama.

Intan bahkan seluruh penghuni kelas mengetahui keadaan Oci, gadis miskin yang tak memiliki apa-apa selain kejeniusan yang membawanya ke sekolah mereka.

"Udah?" Oci mengangguk dan Intan langsung menggamit tangan Oci agar berjalan sejajar.

"Kamu udah sarapan belum?" Oci kembali mengangguk, ia sarapan nasi yang dibawanya dari kedai lele milik Bang Ale.

"Emmmm, tapi kalo nemenin ke kantin mau gak? Aku laper banget nih," Intan mengedip-ngedipkan kedua matanya, membuat Oci langsung tersenyum cerah.

Intan satu-satunya murid di kelas yang mau berteman dan mengajaknya mengobrol. Walau semua murid ia bantu saat belajar, namun tetap saja ia hanya orang asing dimata mereka.

"Ikut gue." Adrian tiba-tiba sudah berdiri di depan bangku Oci.

Oci mengangkat wajahnya dan wajahnya menyiratkan pertanyaan yang tak bisa ia ucapkan.

Oci mengikuti langkah Adrian di belakangnya dengan setengah berlari, "Jangan cepet-cepet dong, cape tau," mulut Oci memberenggut saat ia mampu menyamai langkah Adrian.

"Bawel, sini." Adrian menggamit jemari Oci dan menuntunnya agar berjalan lebih cepat.

Oci yang mendapat perlakuan dadakan dari Adrian yang tak peka dan selalu menghindari saat les, justru memperlakukannya dengan berbeda saat ini.

Keduanya telah tiba di kantin dan Adrian langsung menuntun Oci agar duduk di sebuah bangku yang di hadapannya telah tersedia beraneka makanan dan minuman.

"Makan cepet, bentar lagi masuk jam pertama." Oci menatap Adrian yang duduk di hadapannya. "Ini buat aku semua?" Adrian mengangguk mantap.

"Yang bener aja, aku gak makan sebanyak ini." Adrian tak menjawab dan justru langsung menyuapkan sepotong roti ke mulut Oci.

Tanpa kembali komplen pada Adrian, Oci langsung melahap sarapannya yang teristimewa pagi ini. Sebelum berangkat Oci sempat makan nasi goreng sepiring kecil hanya untuk mengganjal perut saja. Ia tak bisa makan banyak karena ada 4 nyawa lain di rumahnya yang butuh asupan makanan. Ia bukanlah gadis egois yang lebih mementingkan perutnya dibandingkan orang tua dan kedua saudaranya.

"Udah?" Oci mengangguk singkat. Dan kembali mengikuti langkah panjang Adrian.

Langkah Oci terhenti saat ia memasuki parkiran sekolah, wajahnya bersemu merah karena menahan malu.

"Ngapain lo berdua disini?" Tian dan Irfan hanya mengendikkan pundaknya acuh.

"Jangan ganggu gue." tapi Tian langsung ikut masuk mobil dan duduk di kursi belakang begitu juga dengan Irfan. Sedang Oci masih terpaku melihat ketiga lelaki tampan berada di dalam mobil.

"Lo ngapain masih diem? Cepet masuk,"

"Heh?"
"Udah Ci, mending lo cepet masuk nanti kita telat nih." Irfan melambai-lambaikan tangannya agar Oci cepat masuk.

"Tapi kita mau kemana? Ini mau masuk jam pertama kan?"

"Udah ntar juga lo tau juga Ci, saran gue ni ya. Mending cepet masuk ntar si Dono ngamuk-ngamuk ni sekolah bisa rata." Tian bergidik ngeri mendengar ucapan Irfan. Sedang Adrian dari tadi hanya diam dan menatap Oci tanpa berbicara.

"Jadi kita bolos?" mendengar Oci masih saja bertanya Adrian langsung keluar dari mobil dan memutari mobil menuju Oci. Dengan cepat ia membuka pintu dan menyeret Oci masuk setengah paksa.

"Banyak bacot banget lo."

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top