Chapter 8

Jangan lupa untuk memberikan tip dan Vote untuk menyemangati aku. Terimakasih :)

Hati-hati Typo bertebaran dimana-mana!

Jangan lupa Voment oke guys jangan jadi sider wae wkwkwk 😂😂

^_^ Happy Reading ^_^

-_ Mr. Charming Alexanders_-

Kaki jenjang itu melangkah kedalam ruangan yang baru di pesannya. "Silahkan masuk, Ai" Ucap Samuel sambil mempersilahkan Alice masuk ke dalam sedangkan Felix masih di gendongannya.

"Sammy. Kurasa ini sedikit berlebihan, ruangan ini terlalu besar untuk kita menginap beberapa malam" Kata Alice sambil memindai seluruh tata letak kamar hotel bintang 5 yang di pesan oleh Samuel. Bahkan kerlap-kerlip lampu dari gedung-gedung seberangnya mempercantik kota ini. Hiruk pikuk jalan pun masih terdengar di lantai 20.

"Tidak apa-apa. Aku yang seharusnya minta maaf karena aku harus memboyongmu kesana kemari mengikuti jadwal pekerjaanku. Aku tidak tega meninggalkanmu dan Felix di New York sendirian" Samuel tersenyum tulus memandang Alice yang tampak manis dengan dress bunga-bunga kuning diatas lututnya.

"Oiya Anya sekarang juga berada di Paris, kamu bisa menemuinya jika senggang. Aku akan merekomendasikan Riviera Fuga restaurant di pinggir sungai untukmu bertemu dengan Anya. Kabari aku untuk hari dan jam nya biar aku akan reservasikan tempatnya" Ucap Samuel sambil menyampirkan rambut nakal Alice ke belakang telinganya. Senyuman yang di lemparkan Samuel pada Alice begitu menawan membuat kupu-kupu di perut Alice kembali beterbangan.

Alice tersipu akan perlakuan manis Samuel. Kepalanya pun mengangguk paham.

"Istirahatlah bersama Felix, kamu pasti jetlag perjalanan New York-Paris lumayan jauh. Aku akan kembali karena aku harus mengurus sedikit masalah disini yang di buat oleh Tristan" Ucap Samuel menyentuh lembut pipi Alice membuat Alice lagi-lagi merasa dirinya meleleh atas hal manis yang di lakukan Samuel padanya.

"Tristan juga berada di Paris? Masalah apa yang di perbuat Tristan? Sangat jarang terjadi Tristan berbuat masalah. Bukankah seharusnya kamu yang membuat masalah di bandingkan kedua sepupumu itu?" Tanya Alice bertanya karena setau dirinya, seorang Tristan Alexanders orang yang sangat menghindari konflik. Apalagi sifat dinginnya membuat orang-orang enggan untuk sekedar berinteraksi dengannya kecuali keluarga Alexanders.

"Benar dia sudah seminggu disini karena memenangkan tendernya menjadi keamanan cyber Banque de France" Balas Samuel sambil tersenyum kearah Alice.

Alice bergidik ngeri, seorang Tristan yang dingin pun sehebat itu dapat memenangkan tender Bank Nasional Perancis untuk menggunakan sistem keamanan perusahaan T'Alexanders Company.

"Aku tidak mengetahui apa yang di perbuat oleh Tristan sehingga harus aku yang turun tangan langsung" Lanjut Samuel sambil mengendikkan bahunya karena tak mengerti juga apa yang di perbuat Tristan kali ini.

"Aku tinggal sebentar ya? Tidak apa-apa kan?" Lanjut Samuel mengacak pelan rambut Alice. Alice mengangguk kecil menyembunyikan semburat merah dipipinya.

"Setelah ini langsung tidur ya, sudah larut malam" Ucap Samuel lagi-lagi mendapatkan anggukan kecil dari Alice. Samuel memutuskan langsung pergi menuju keluar kamar hotel.

"Terimakasih" Cicit Alice sebelum Samuel meninggalkannya.

Kehidupannya sekarang sudah berubah 180 derajat. Alice mendapatkan perlakuan gentleman nan manis dari Samuel. Samuel berubah menjadi lelaki dan menjadi ayah sekaligus yang bertanggung jawab dengan Alice terutama pada Felix. Samuel bahkan menyuruhnya berhenti dari dunia modelling karena semua kebutuhannya dan Felix sudah di penuhi. Bahkan setiap kali ada dinas luar negeri Samuel selalu memboyongnya untuk mengikutinya. Semua perlakukan Samuel membuatnya sangat senang.

Wanita mana yang tidak jatuh cinta dengan perlakuan Samuel selama ini untuknya walaupun baru terbilang sebentar. Mengingatnya saja membuat Alice tersenyum bak orang tolol.

Sesampai tempat yang di tuju oleh Samuel. Mata birunya menatap jengah kearah Tristan dengan kesal. Dia di tipu, ternyata Tristan baik-baik saja namun di hadapannya terdapat seseorang yang berlutut bahkan beberapa luka di wajah tampannya. Bahkan dentuman nyaring suara dari Dj sangat memekakkan telinga tidak mengganggu aktivitasnya. Memang saat ini waktu jam operasional club malam dan tentunya mereka sekarang berada di club malam.

Beberapa orang berlalu lalang melewati table mereka, banyak yang menari-nari seakan menikmati lagu yang terputar bahkan ada juga yang sudah pingsan karena terlalu mabuk.

Semua orang sibuk pada dirinya masing-masih tanpa terganggu dengan kegiatan di table Tristan.

"Ada apa Tris, aku kira ada hal serius yang menimpamu" Samuel langsung mengambil tempat duduk di sebelah Tristan. Tangannya langsung mengambil minuman dan langsung minum dari botolnya. Samuel rindu dengan minuman memabukkan ini karena dia sudah bertekad kala bersama Alice dan Felix dia menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak bermain dengan wanita lain maupun seluruh jenis alkohol. Tapi biarkan kali ini menghianati pendiriannya, lagipula Alice juga tidak akan mengetahui jika Samuel mengkonsumsi dengan jumlah yang sedikit. Itu tidak memabukkannya.

"Tidak, aku hanya menghukum penghianat kecil ini. Aku menyuruhmu kesini karena aku lama tidak berjumpa denganmu. Terakhir kita berjumpa adalah satu bulan lalu di penthousemu. Aku juga mendengar jika malam ini baru saja tiba di Paris maka dari itu aku menyuruhmu mendatangiku" Ucap Tristan sambil tersenyum miring di balik keremangan cahaya lampu club malam.

Tristan tidak bisa irit bicara jika bersinggungan langsung dengan keluarga Alexanders. Maka dari itu dia lumayan cerewet pada Samuel sekarang.

Samuel mengernyitkan alisnya karena orang di hukum bukan orang yang di kenalnya. Karena Samuel mengenal seluruh para tetinggi perusahan Tristan ataupun Alexanders.

"Hahaha" Tawa besar Tristan berusaha mengalahkan dentuman musik. Tristan terbahak bak raksasa tiba-tiba tanpa angin, hujan ataupun badai. Tristan tertawa karena melihat kebingungan di wajah Samuel.

"Dia hanya bajingan kecil yang berusaha untuk menculikku. Dia orang suruhan yang entah dari siapa, aku belum menyelidikinya lebih lanjut. Bosnya menginginkan kode sandi agar bisa mengakses keamanan dari software yang ku ciptakan" Tristan bahkan tersenyum misterius menatap lurus kearah si sandera.

"Aku sudah terlalu biasa di ancam Sammy, kali ini sedikit kecolongan karena dia pandai mengalihkan perhatian bodyguard-ku. Dia pikir aku tidak memiliki keahlian dalam bela diri. Aku ini tingkat tertinggi di Krav Mega dan aku juga pro dalam Boxing" Tristan lalu menyuruh anak buahnya menyingkirkan sandera dari hadapannya. Begitu memuakkan melihat manusia yang sudah tak sadar, baru di kenai 3 kali pukulan Tristan langsung tumbang. Begitu lemah orang suruhan lawan bisnisnya.

"Hahaha benar. diantara Chris, aku dan kamu. Kamu orang paling hebat dalam hal bela diri. Aku mengakuinya. Keahlianmu benar-benar tidak bisa di tandingi. Tampan, cerdas, dan kaya adalah dirimu Tris. Jika aku seorang perempuan aku tentu saja menyukaimu, aku berada di garda terdepan meneriaki namamu layaknya gadis remaja puber" Samuel tertawa nyaring.

"Tristan aku cinta padamu" Ucap Samuel dengan menirukan para gadis yang meneriakkan nama idola mereka.

"Tolol" Ucap Tristan menoyor kepala Samuel di sampingnya. 

"Bagaimana apakah sudah mencari tau informasi tentang Alice di masa lalu?" Tanya Tristan pada sepupunya.

"Kenzo butuh waktu, tapi ku jamin beberapa hari kedepan seluruh informasinya akan ku terima tidak ada yang terlewatkan sedikitpun" Balas Samuel sambil mengambil satu sloki yang sudah berisikan alkohol dan meminumnya.

"Jika membutuhkan bantuan Elmer, aku akan menyuruhnya untuk membantu Kenzo" Ucap Tristan santai.

Samuel menggeleng, dia cukup percaya pada kinerja Kenzo sebagai orang kepercayaannya, walaupun jelas Elmer paling unggul dan cepat dari Kenzo maupun Greg untuk mengumpulkan informasi seseorang. 

Lalu keduanya saling diam demi menikmati alunan musik Dj yang terputar seantero club malam. Bahkan keduanya mulai berjoget kecil kala lagu Replay-Iyaz tentunya sudah di remix membuatnya semakin menggoyangkan tubuhnya. Lagu itu membuatnya bernostalgia tentang beberapa belas tahun yang lalu. Lagu tersebut begitu booming di tahun 2009.

Kedua mata biru itu tiba-tiba mengikuti arah perempuan berambut pirang pasir yang sedang menarik tangan lelaki jangkung atletis berambut abu-abu menuju dance floor yang di penuhi banyak orang menari. Begitu kebetulan jika dance floornya tepat di hadapan table Tristan.

Tristan melihat keduanya tampak sangat dekat, Tristan pun mengenali lelaki itu. Ia mengetahuinya karena Elmer sudah memberitahu jika Grace berada di sekitar tuannya.

Sedangkan Samuel menatap nyalang kearah keduanya yang mulai bergoyang lumayan intim karena lelaki itu menempelkan tubuhnya pada perempuan yang membelakanginya. Tangannya lumayan banyak menyentuh kulit Grace, Grace sendiri menggunakan dress ketat blink-blink yang menutupi payudara hingga setengah pahanya.

Samuel cukup tenang karena mengetahui jika Lucius tipikal orang yang mendekati wanita-wanita cantik, dirasanya Lucius tentu tidak memiliki perasaan lebih pada Grace. Samuel sudah mendapatkan semua informasi tentang Lucius. Benar-benar setiap malam Lucius bisa meniduri banyak perempuan cantik. Tapi dia tidak mengadapatkan info jika Grace salah satu dari banyaknya wanita itu. Jadi Samuel setidaknya merasa agak lega.

"Kamu begitu cantik malam ini" bisik lelaki di belakang Grace yang sedari tadi sudah bergerak mengikuti tempo lagu EDM dari sang DJ.

"Trims Luke, kamu sudah menemaniku malam ini dan menjauhkanku dari terkaman buaya-buaya yang ingin memakanku saat ini juga. Hahaha" ucap Grace menghadap ke Lucius. Mata abu itu memicing ketika tersorot lampu kerlap-kerlip night club. Menatap tubuh atletis Lucius yang lumayan menggodanya.

"Aku tau kau masih patah hati oleh Alexanders, aku siap menjadi pelampiasanmu" bisik Lucius terlihat mendekat lebih intim kearah Grace.

Grace menggeleng "Tenang saja aku tidak perlu pelampiasan, aku disini hanya menikmati suasana sekarang. Terlalu bodoh ketika memikirkan orang yang ku cintai sudah memilih bahagia dengan pilihannya" Grace langsung lebih bersemangat dari sebelumnya untuk menari, bahkan menggesturkan tubuhnya sebagai penggoda Lucius. Lucius menggeram atas kebinalan Grace kala Grace berani membuka tiga kancing teratas Lucius yang memperlihatkan kulit ten berototnya.

Grace kembali tertawa keras kala melihat Lucius mengetatkan rahangnya akibat perlakuannya. Grace menangkup rahang Lucius dengan kedua tangannya lalu menjalankan tangannya turun dari leher ke dada bidang Lucius yang terbuka.

Menyesapi rambut halus dada Lucius melalui lapisan epidermis tangannya. Lucius langsung menangkap tangan nakal Grace agar tidak lebih membuat darah mudanya mendidih tak terkendali. Ingin sekali menyeret Grace ke ranjangnya namun jika berlandaskan dengan keterpaksaan membuat kurang bergairah.

"Kau sudah mabuk Grace!!" Kali ini Lucius agak membentak Grace karena gerakan Grace semakin tidak terkontrol. Gelengan kepala dari Grace yang di dapatkan Lucius, Grace merasa masih sadar dan belum mabuk.

Lucius langsung memeluk erat Grace agak dia tidak menari lebih liar lagi, tentunya Grace memberontak namun kekuatannya lebih lemah di bandingkan Lucius berakhir Grace menyerah dan berdiam diri mendengarkan detak jantung Lucius berdebar keras tak nomal.

Hingga tiba lagi dari Dj sudah berhenti membuat orang-orang yang sebelumnya memenuhi dance floor kembali ke tempat duduknya masing-masing.

Tiba-tiba layar di belakang Dj berganti dengan tulisan

"TOP SPANDER TONIGHT : SAMUEL AND TRISTAN ALEXANDERS"

Mata abu Grace menyipitkan matanya kala layar begitu menyilaukan matanya. Seakan nyawa yang sudah melayang di hempaskan kembali ke bumi kala membaca tulisan itu. Saat itu juga dia tersadar sepenuhnya dari pengaruh alkohol.

Tangannya mengucek-ucek beberapa kali matanya agar yang di lihatnya itu benar.

"Dunia sangat sempit sekali ya Grace. Padahal kamu sudah jauh pindah dari New York ke Paris untuk menghindarinya namun ternyata mereka yang datang kesini" Ucap Lucius sambil membawa Grace kembali table mereka.

Grace memindai seluruh club malam berusaha menemukan si-top spender malam ini. Keduanya duduk dengan tenang kala musik DJ kembali di mainkan.

Grace memberhentikan pelayan yang hendak melintasinya. Grace langsung membisikkan sesuatu kepada pelayan membuat pelayan tersebut mengangguk paham dan berlalu pergi.

Tak lama datang lelaki sebaya dengannya menggunakan pakaian Jas hitam mengampiri Grace.  Jabatannya Manager, itulah yang terlihat di name tagnya.

"Ada apa nona" ucap lelaki itu formal pada Grace yang sedikit menjauh dari Lucius.

"Aku tadi di beritahu oleh tuan Samuel Alexanders jika dia memesan Billionare Vodka sebanyak 10 botol, bisa di bantu siapkan secepatnya?" Ucap Grace pada lelaki di hadapannya yang terkejut atas permintaan tuan Samuel Alexanders. Bahkan penjualan untuk 1 unit Billionare Vodka aja susah sekali. Namun ini Alexanders tidak ada yang tidak mungkin baginya.

"Aku boleh pinjam pulpen dan kertas, jika mengantarkan vodkanya sekalian titipkan kertas ini ya" ucap Grace memberikan pesan melalui tulisan tangan untuk bajingan Samuel Alexanders.

"Untuk billnya bisa di tagihkan pada Samuel Alexanders. INGAT HANYA SAMUEL ALEXANDERS. Tristan Alexanders tidak boleh membayarnya. Thanks" lelaki itu mengangguk mengerti dan langsung berlalu pergi.

Grace tersenyum usil. Sepertinya dia akan berhasil mengganggu Samuel dengan memesankan vodka termahal di club malam itu. Vodka yang memiliki kandungan alkohol 40% dengan di lapisi sekitar 3000 berlian. Maka dari itu harga perbotolnya 3.7 juta USD atau 57 miliar IDR.

Seringaian licik itu semakin terbit karena manager yang mendatanginya sebelumnya sudah mengantarkan 10 botol Billionare Vodka kehadapan Samuel dan Tristan. Kertas yang sudah di tuliskan Grace juga sudah di serahkan pada Samuel.

"Maaf kami tidak memesan minuman sebanyak ini" Ucap Tristan menghentikan sang manager menaruh botol minuman termahal di barnya.

"Saya mendapatkan pesan jika Tuan Samuel lah yang memesan dan membayar bill untuk ke sepuluh botol minuman ini, Jika sudah saya permisi tuan" Ucap manager tersenyum formal dan berlalu pergi meninggalkan kedua billionare tampan itu.

Samuel terkejut bukan main karena dirinya tidak memesan vodka sebanyak ini. Untuk apa? Sedangkan dirinya saja mengurangi minuman beralkohol. Bukan perkara seberapa mahal 10 botol itu. karena dia sangat mampu membelinya, namun mau buat apa segitu banyaknya. 

Siapa orang iseng yang berani bermain-main dengannya. Tangannya membuka kertas yang di berikan padanya. Matanya melotot membaca tulisan tersebut.

'Fuck of you. Kau benar-benar menghilangkan moodku untuk bersenang-senang from G'

Samuel spontan membalikkan tubuhkan karena ia mengetahui jika Grace memiliki table agak jauh di belakang Samuel. Mata birunya melotot menghadap Grace yang tersenyum miring kearah lawannya.

Tangan Grace langsung mengacungkan jari tengah sambil memeletkan lidahnya seakan mengejek Samuel. Tangan lainnya di gunakan untuk menarik Lucius keluar dari club malam karena moodnya benar-benar di hancurkan oleh Samuel 'brengsek' Alexanders.

'Sialan!' Umpat Samuel saat melihat Grace sudah hilang di telan orang lalu lalang.

"Ada apa Sam?" Tanya Tristan mengikuti arah pandangan Samuel yang tidak ada siapapun yang di kenalnya.

"Sialan Grace" Umpat halus Samuel membuat Tristan tersenyum miring, berusaha menyembunyikan senyumannya. Tristan mengetahui saat ini pun hati Samuel tetap memilih Grace namun si bodoh Samuel memilih bersama Alice demi anak mereka. Tristan tidak bisa berbuat lebih jauh lagi karena dia juga memiliki batas mengikuti kehidupan pribadi sepupunya itu.

"Apa?? kamu melihat Grace?" Tanya Tristan memancing Samuel, pura pura tidak tau itu adalah langkah yang diambil Tristan.

"Kamu gak perlu pura-pura tidak tau karena tangan kananmu pasti sudah mengetahuinya dan menyampaikannya kepadamu" Kesal Samuel membuat Tristan kembali terbahak.

Tristan menganggukkan kepalanya "Aku sudah mengetahuinya, aku diam saja. Aku kira kamu tidak melihatnya"

"Bagaimana aku tidak melihatnya jika dia menari erotis dengan brangsek Lucius di hadapankan kita" Berang Samuel sambil membuka sebotol minuman yang di pesan oleh Grace untuknya, walaupun harus dirinya yang membayarnya.

"Lantas mengapa kau tetap diam setelah melihat keduanya yang begitu intim?" Tanya Tristan dengan menaikkan salah satu alisnya menatap heran kearah sepupunya itu.

"Aku bingung dengan semua ini Tris. Aku masih mencintai Grace namun di sisi lain aku harus bertanggung jawab pada anakku, darah dagingku. Felix akan menjadi penerusku selanjutnya. Saat ini aku hanya bisa bertahan dengan Alice demi Felix" Samuel mengacak-acak rambutnya menandakan dirinya sedikit frustasi di keadaan seperti ini.

"Maaf aku tidak bisa banyak membantu tapi saranku tanyakan pada hatimu Sam. Jangan menghianati hatimu" Ucap Tristan menepuk pundak Samuel pelan beberapa kali.

"Lalu kita apakan minuman mahal ini???" Tanya Tristan menatap meja di hadapannya yang penuh dengan Billionare Vodka.

"Ini ulah Grace" Balas Samuel sambil menyerahkan kertas yang sebelumnya di baca kearah Tristan.

"HAHAHAHAHAHA" Tawa Tristan menggelegar membelah suara musik dj. Bahkan tangannya juga bertepuk tangan riuh.

Kali ini perempuan sekelas Grace juga bisa mengusili Samuel, bahkan Samuel pun tidak berdaya karena harus membayar banyak atas bill tersebut. Hanya Grace lah yang bisa bertingkah seperti ini pada Alexanders.

-_ Mr. Charming Alexanders_-

smd, 29-7-25

Love

Jun-JunFish

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top