Chapter 19
Hati-hati Typo bertebaran dimana-mana!
Jangan lupa Voment oke guys jangan jadi sider wae wkwkwk 😂😂
^_^ Happy Reading 😁
-_Mr. Charming Alexanders_-
Suara lengkingan teriakan Rachel begitu memekkan teling semua orang yang berada disana.
"Ohhh si tuan muda manja ini lagi" Kesal Rachel dengan mata yang memelototi Benjamin.
"Mana pengawalmu yang banyak itu?" Sindir Rachel menatap orang yang pernah di lihatnya. Orang yang begitu nyentrik dengan pakaian rapi. Dia cukup mengenal semua orang di ruangan ini terkecuali dia. Sang tuan muda manja.
Rachel tersenyum miring "Hanya membawa satu pengawal heh?" Remeh Rachel. Matanya menatap Syauqi yang berada di belakang Benjamin.
Benjamin mulai terpancing emosi oleh gadis kecil yang pernah hampir menjadi lawan tarungnya beberapa tahun lalu. "Ternyata masih sama sombongnya setelah beberapa tahun tidak bertemu" Balas Benjamin dengan nada sinisnya.
"Jangan lupa aku pernah melukaimu. Apa perlu aku melakukan hal yang lebih buruk lagi pada wajah tampanmu itu" Balas Rachel dengan tajam.
"Aku tidak memiliki waktu meladeni kucing kecil yang sombong" Balas Benjamin sambil kembali mengeratkan pelukannya pada Grace.
"Kak Grace setelah sekian lama kita tak bertemu mengapa dirimu malah memiliki hubungan dengan tuan muda manja ini" ucap Rachel dengan nada tak terima.
Benjamin menarik tangan Grace dan menunjukkan kepada Rachel. Tepat dimana cincin berlian bertengger manis di jemari Grace.
"Aku akan menikah bersama Grace dan tentunya tidak akan mengundangmu" Balas Benjamin tak mau kalah.
Karena kalah berdebat dengan Benjamin, Rachel menghentakkan kakinya kesal sambil berjalan keluar ruang tamu.
"Selangkah lagi kamu keluar akan ku umumkan jika Leon adalah orang nomor satu di basecamp pelatihan" Suara tenang Eric kini membuat Rachel terdiam dan tidak berkutik.
"Baiklah. Tapi dengan syarat aku akan intern di rumah sakitmu" Ucap Grace membuat Eric menggeleng pelan.
"Tidak Grace, kamu akan magang di rumah sakit milik Alexanders" Kini Tristan membuka suara.
"Hidup itu harus work life balance. Aku intern dan harus tetap latihan seperti biasanya" Sanggah Rachel.
"Kamu bisa tetap latihan di basecamp pelatihanku. Aku tidak menerima bantahan lagi. Kepulanganmu ini adalah kamu menetap kembali disini" Ucap Tristan enteng.
"Heyyy kenapa kamu selalu mengatur hidupku!" Marah Rachel. "Bahkan aku sendiri sepertinya tidak berhak menentukan pilihanku!" Raung marah Rachel.
"Rachel...." Panggilan Eric seperti sebuah peringatan.
Rachel cemberut karena Eric. "Baiklah" putus Rachel jalan mendekat kearah Eric yang sibuk menata makanan bersama Angela.
"Apa tema makanan hari ini Eric?" Ucap Angela semangat. Matanya berbinar menatap Eric. Pasalnya setiap Eric bertemu dengan Angela, Grace dan Rachel dia selalu membawa makanan. Yang anehnya Eric selalu membawa makanan khas suatu negara membuat para ladies itu senang.
"Hari ini kita makan makanan Prancis" Ucap Eric ramah bahkan dia tersenyum pada Angela.
"Jika kamu ingin memakan makanan Prancis kamu tinggal ngomong sama aku, aku sebagai suamimu akan memenuhi semua kebutuhanmu? Kamu butuh koki terbaik? Aku mampu memanggilnya" Ucap Chris agak jelouse. Pasalnya dia cukup mengenal Eric dan Angela tidak mungkin diantara mereka ada hubungan di belakang Chris.
Melihat Chris cemburu membuat Eric hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. Tak percaya jika selama ini Chris masih bisa cemburu kedekatannya dengan istrinya.
Angela mencubit pinggang Chris. "Pamer kekayaan lagi?"
Semuanya yang melihat kejadian itu spontan tertawa.
Tiba-tiba sebuah suara menghentikan tawa mereka.
"Apakah kalian berkumpul tanpa mengundangku?" Ucap Samuel yang baru saja tiba bersama Alice dan Felix di gendongannya.
Suara hiruk pikuk yang tadi memenuhi ruang tamu seketika hening.
"Apa aku menganggu waktu berkumpul kalian" Ucap Samuel karena menyadari suasana canggung.
Tristan dan Chris saling bertatapan. Karena emang mereka sengaja tidak mengundang Samuel.
"Ahhh kemarilah Samuel join with me" ucap Eric sambil memamerkan makanan yang memenuhi meja besar.
Samuel mendekat kearah Eric sambil menggenggam tangan Alice. Hati Grace sedikit tersentil kala melihat genggaman tangan Samuel pada Alice. Sedangkan Angela menyuruh baby sitter dirumahnya untuk mengambil alih Felix dan dibawa keruang bermain milik Carl.
"Are you okey?" Tanya Benjamin pada Grace yang tampak diam sambil menatap Samuel yang tanpa melepaskan genggamannya pada Alice. Grace memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan Benjamin.
Tak lama Eric menyuruh semuanya berkumpul untuk memulai makan bersama mereka. Semua orang yang kebetulan lapar belum makan malam pun menuruti ajakan Eric. Semua orang duduk mengelilingi meja besar tempat tersajinya hidangan dan mulai menyantap makanan.
"Jadi kapan kamu melaksanakan pernikahan Sam?" Tanya Eric membuka pembicaraan.
"Kami harus mendiskusikannya berdua dulu untuk pastinya" Samuel membalas senyuman Eric. Eric sendiri sudah dianggap bagian dari keluarga Alexanders, karena dia banyak membantu keluarga Alexanders.
"Aku menunggu undanganmu Sam" Ucap Eric lagi sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Mata Alice menatap Samuel agak tidak percaya, jika tidak ingin menikah dengannya seharusnya Samuel langsung menolaknya di depan semua orang. Pipinya langsung memerah membayangkan jika benar terjadi ia akan menikah dengan seorang Samuel Alexanders.
"Nafsu makanmu sepertinya bertambah ya Grace karena sudah tidak menjadi model lagi" Ucap Chris entah menyindir atau bagaimana.
Grace tertawa "Sebenarnya aku memiliki nafsu makan yang sama dengan Angela namun aku tahan karena aku bukan Angela yang makan banyak tetap kurus" Grace kembali menyuapkan makanan pada mulutnya.
"Grace aku turut berduka atas hilangnya impianmu menjadi model" Ucap Angela dengan rasa bersalahnya. Ia tau jika Grace diputus kontraknya karena issue nya bersama Chris.
"Tidak apa-apa Angela. Aku sudah tidak menginginkan menjadi model. Aku bisa saja menjadi Accounting seperti dulu" Ucap Grace santai.
"Jika kamu ingin bekerja, bisa di perusahaanku" Tawar Chris.
"Jika mau kamu akan ku berikan jabatan Manager Accounting di perusahaanku bagaimana?" Tawar Tristan.
"Tidak. Grace akan ku bawa ke Dubai tidak untuk bekerja melainkan untuk bersantai dirumah menjadi pasanganku" Bantah keras Benjamin.
"Sudah jangan ribut masalah begini. Tapi Bagaimana jika Grace ikut pelatihan di Italia menggantikan Rachel?" Wajah Eric terkesan konyol membuat Grace tertawa.
"Terimakasih atas tawaranmu Eric, aku tidak menyukai yang berbau fisik seperti Rachel. Terimakasih atas tawaran kalian semuany, aku hanya ingin bersenang-senang mengabiskan seluruh tabunganku" Ucap Grace santai.
"Kamu butuh uang berapa? Bilang saja padaku" Ucap Chris cepat.
"Aku bukannya sudah mengatakan padamu, jika butuh sesuatu boleh minta kepadaku" Ucap Tristan tidak mau kalah dengan Chris.
"Aku akan memberikan cek kosong nanti kamu isi sendiri nominalnya" Ucap Benjamin.
"Sorry aku tidak memiliki kekuatan atau kekayaan yang bisa kutawarkan padamu Grace seperti mereka" Ucap Eric tertawa kecil. Jelas dia akan kalah jika berhadapan dengan Alexanders apalagi ini di tambah dengan si pangeran Arab. Tentu kekayaannya bukan apa-apa.
Melihat perlakuan baik Chris, Tristan, Benjamin dan Eric membuat Samuel marah, dia menahan amarahnya dengan mengepal tangannya kuat. Mengapa mereka semua baik pada Grace sedangkan dirinya tidak bisa melakukan itu.
"Sudahlah kalian jangan adu pamer kekayaan untukku. Tenang saja, aku juga memiliki uang yang masih bisa untuk ku hambur-hamburkan" Ucap Grace melerai ketawanya.
"Aku tidak keberatan untukmu tinggal disini" Ucap Angela tulus.
"Aku tidak keberatan uangku di hamburkan untukmu dan istriku" Ucap Chris sambil melihat bergantian kearah Grace dan Angela.
"Tidak Chris, terimakasih atas tawaranmu. Sekali lagi aku tekankan aku tidak akan memerlukan sepeserpun uang kalian" Kata Grace jujur.
"Aku akan tinggal beberapa hari disini setelah itu aku kembali ke apartemenku" Balas Grace sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya.
Benjamin tertawa kecil saat melihat Grace makan agak berantakan.
"Tahan sebentar" Benjamin langsung menagmbil tisu dan membantu mengelap ujung bibir Grace. "Pelan-pelan saja makannya"
Mata Grace membulat kaget atas perlakuan Benjamin yang manis. Entah mengapa Grace merasa perlakuan Benjamin hari ini begitu manis padanya. Grace membalas Benjamin dengan senyum malu, itu membuat Benjamin gemas dan mencubit pipi Grace.
"Sam?" Tanya Alice pada Samuel yang diam menatap marah kearah seberangnya yaitu Benjamin dan Grace.
Tidak mendapatkan jawaban Alice memilih untuk membungkam bibirnya rapat-rapat. Dia tau jika Samuel masih menginginkan Grace di sampingnya.
Alice kembali mengingat kala setelah pulang dari kantor Chris, dia membawa Samuel dengan keadaan marah. Sesampai di penthouse pun Samuel menghancurkan segala barang melampiaskan amarahnya. Yang bisa dilakukan oleh Alice hanya membawa kabur Felix agar tidak melihat kejadian mengerikan itu.
"Kamu beberapa hari kedepan tetap di mansion Angela dulu. Aku mengurus pekerjaan sementara disini sebelum kita kembali ke Dubai" Ucap Benjamin pada Grace di sampingnya.
"Kamu membawaku ke Dubai?" Tanya Grace dengan muka cengo.
"Iya kita harus menemui orang tuaku, sebelum menggelar pesta penikahan" Balas Benjamin lagi.
"An-uuu emmhh" Grace begitu salah tingkah ketika mendengar ucapan Benjamin barusan. Mata abunya menatap kearah Chris dan Tristan untuk membantunya. Karena hanya mereka yang mungkin membantunya keluar dari situasi ini. Hanya mereka yang bisa mengimbangi kesombongan Benjamin.
Chris dan Tristan membuang muka ke arah lain agar tak melihat Grace dengan maksud mereka tidak ingin ikut campur urusan asmara Grace.
"Baiklah jika seperti itu" Ucap Grace pasrah karena tak dapat bantuan dari dua orang yang di harapkannya. Dia sedikit kecewa.
"Alice, aku dengar kamu sudah mengundurkan diri dari dunia permodelan ya?" Tanya Angela pada Alice.
"Aku sudah mengundurkan diri selama tiga tahun. Setelah kepindahan kami ke Paris, Samuel melarangku untuk menjadi model dan menyuruhku tinggal di penthouse saja" Alice tersenyum sambil mengingat kembali perlakuan manis Samuel saat awal berada di Paris.
"Yeahhh para lelaki Alexanders ini tipikal manusia dominan. Mereka pasti menyuruh pasangannya untuk tetap berada di rumah. Lagi pula mereka akan mencukupi segala keinginan pasangannya" Angela tertawa pelan pasalnya Chris juga melakukan hal yang sama.
Angela saat itu ingin sekali bekerja di perusahaan Chris namun Chris sangat melarang keras, Chris menyuruhnya mengurus rumah walaupun memiliki pembantu 4 orang. Chris menyuruhnya untuk menjaga Carl walaupun Carl sendiri memiliki dua baby sitter.
"Because i'm Alexanders dan kamu adalah pasangan dari Alexanders itu" Ucap Chris tersenyum miring mendengar penuturan Angela.
"Eric mengapa aku tidak pernah mendengarmu dekat dengan seorang wanita jangan bilang kamu penyuka sesama jenis" Ucapan Rachel yang tidak terfilter itu mengundang tawa semua orang.
"Yee enak saja mengataiku homo. Aku masih nomal Rachel. Tapi bagaimana jika kamu saja menjadi pasanganku?" Canda Eric mendapat tatapan tajam dari Tristan. Menyadari itu Angela langsung memukul pundak Eric di sampingnya.
"Hehe jangan bercanda seperti itu Eric" Angela berusaha mencairkan ketegangan Tristan dan Eric.
"Tidak aku mengatakan hal yang benar. Sejujurnya aku cukup kagum pada Rachel" Eric tak melihat mata Tristan itu rasanya mau keluar saat menatapnya. Tapi Eric merasa masa bodoh saja.
Angela langsung mencubit pinggang Eric agar tak berbicara sembarangan. Rachel itu milik Tristan. Eric mengaduh tak terima.
"Aku ada pengumuman penting untuk kalian semua" Ucap Chris layaknya seorang MC sebuah acara, semua orang menatap Chris dengan penasaran. Informasi apa yang akan di beritahukan Chris pada mereka semua.
"Akan ada penerus Chris junior selain Carl" Ucap Chris heboh lalu diikuti tepuk tangan heboh Angela dan Grace yang sudah mengetahui jika Angela hamil adik Carl.
Semua bersorak bahagia mengucapkan selamat pada Chris dan Angela.
"Aku akan memberikan pulau pribadi untuk anakmu jika berjenis kelamin perempuan" Ucap Samuel menanggapi ucapan Chris.
"Aku dengan senang hati akan membantunya belajar merakit robot dan belajar coding" Ucap Tristan semangat.
"Aku akan mengajari seni bela diri, menembak dan merakit bom jika anakmu berjenis kelamin laki-laki" Eric pun turuh menyahuti.
"Lihatlah mereka adu kekayaan lagi" Ucap Grace memutar matanya jengah. Pemandangan ini sudah menjadi hal wajar baginya.
Lalu semuanya bercanda ria di ruang tamu hingga jam menunjukkan jam 10 malam. Setelah itu pasangan Samuel-Alice, Tristan-Rachel dan Eric pamit undur diri dari mansion Chris. Benjamin bersama Syauqi memutuskan untuk menetap di mansion.
"Benjamin, aku sudah menyiapkan dua kamar untukmu dan pengawal pribadimu itu" Ucap Chris pada Benjamin yang santai menaruh kepalanya di kepala sofa empuk.
"Maaf tuan izin memperkenalkan diri. Saya Syauqi sekretaris pribadi tuan Benjamin" Ucap Syauqi sambil menunduk hormat.
"Tinggallah disini beberapa hari sebelum kembali ke Dubai" tawar Chris pada Benjamin.
"Oke" Ucap Benjamin lelah lalu meminta Chris mengantarkannya pada kamar yang disiapkan untuknya. Hari ini begitu panjang dan melelahkan dia butuh istirahat secepatnya.
Di tempat lain Grace sedang berada di balkon kamar tidur lantai 2 yang disiapkan untuknya. Matanya memandang kegelapan di jauh sana.
"Heii" Ucap Angela yang baru datang.
"I miss u so much dumb" Ucap Grace memeluk Angela dan menjitak kepala Angela pelan.
"Me too" Ucap Angela bahagia.
"Aku senang kamu berada disini. Rasanya kembali mengingat saat kita berdua tinggal di apartemen" Angela tersenyum lagi.
"Aku senang melihatmu bahagia bersama Chris. Chris memang bukan lelaki yang salah untukmu" Ucap Grace.
"Ingat tidak pertemuan pertamamu dengan Chris?" Tanya Grace lagi.
"Yeah dia menculikku" ucap Angela dengan masam.
"Tepatnya dia menculikmu dari Marcus" Tawa Grace menyaring karena mengingat kejadian masa lalu yang mereka lewati.
"Hubunganmu baik baik saja kan dengan Chris?" Tanya Grace pada Angela. Angela tersenyum sambil mengangguk.
"Syukurlah" Ucap Grace lagi.
"Kamu serius ingin menikah dengan pangeran Arab itu?" Tanya Angela.
"Heii namanya Benjamin" Sarkas Grace.
Angela tertawa kecil "Baiklah-baiklah"
"Aku tidak akan menikahi siapapun sampai akhir hidupku" Jelas Grace membuat Angela terbengong.
"Apa maksudmu? Kamu akan terus melajang sampai tua??" Tanya Angela.
"Iya kalo umurku sampai di usia tua. Jika tidak bagaimana?" Angela langsung memukul pundak Grace dengan keras.
"Jangan berkata yang tidak-tidak Grace. Jika memang mau mati, kamu harus mati di tanganku"
"Angel. Jika suatu saat aku tidak bisa menemani menua bersamamu, apakah kamu ingin menemaniku di akhir umurku?" Ucap Grace menatap lurus di luar balkon.
"Apa maksud dari perkataanmu ini? Tidak usah aneh-aneh seakan kamu ingin meninggal saja" balas Angela.
"Bagaimana besok kita pergi ke tempat karaoke? Aku akan memboking semua lelaki untuk menghibur kita. Aku ingin menghilangkan stressku Ngel" Ucap Grace dengan wajah serius.
Angela mengerti betapa stress-nya sahabatnya itu. Tentu dia akan mewujudkannya selama itu juga hal yang menyenangkan. Siapa yang akan menolak jika di kelilingi lelaki tampan. Haha
"Baiklah kita mulai menjalankan planning dari pagi bagaimana?" Ucap Angela semangat.
"Baiklah. Aku akan menyusun rundown acara kita besok" Balas Grace dengan semangat juga.
"Good night baby" Ucap Grace tersenyum sambil mengelus perut Angela.
"Good night auntie, see you tomorrow" Balas Angela sambil menirukan suara anak kecil.
Keduanya lalu kembali ke kamarnya masing-masing menunggu waktu esok dimana mereka berdua bersenang-senang.
-_Mr.Charming Alexanders_-
Love, Jun-Jun Fish
Smd, 4-11-25
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top