Chapter 20

Hati-hati Typo bertebaran dimana-mana!

Jangan lupa Voment oke guys jangan jadi sider wae wkwkwk 😂😂

^_^ Happy Reading 😁

-_Mr. Charming Alexanders_-

Disinilah Angela dan Grace melakukan olahraga di gym pribadi mansion Chris sambil menunggu pusat perbelanjaan Chris buka.

Keduanya melakukan olahraga sebelum bertempur dengan makanan mereka hari ini. Itu ucap Angela sebelum nge-gym. Tentu Angela tidak menggunakan alat gym yang berat-berat, agar kandungannya tetap sehat. Dia memutuskan untuk berlari di treadmill.

Setelah tepat jam 10 pagi mereka sudah berada di mall milik Chris tentunya diantarkan oleh Daxon si supir pribadi Chris yang sudah ikut bertahun-tahun dengan Chris dan Angela. Angela mengeluarkan sesuatu dari tas dan memamerkannya pada Grace. Senyuman merekah pun turut menghiasi kebahagiaan mereka.

"Black card ini di berikan Chris sebelum kita berangkat. Dia menyuruh kita membeli apapun yang kita inginkan" Angela tertawa senang. Sebenarnya credit card lainnya juga di berikan pada Angela dan Angela tidak memakainya karena merasa tidak membutuhkannya. Kini Chris kembali memberikan black card pribadinya untuk digunakan mereka.

"Thanks Chris kami akan menghambur-hamburkan uangmu hari ini" Ucap Grace mengambil black card Chris di tangan Angela dan menciumnya dengan bahagia. Lalu keduanya berjalan senang ke dalam mall.

Di dalam mall mereka mencoba semua pakaian yang di rasa cocok. Begitu pula dengan sepatu dan tas. Barang yang cocok di tubuh mereka langsung diambil tanpa memikirkan harga. Kali ini mereka benar-benar akan merampok uang Chris. Angela juga tidak pernah seperti ini sebelumnya karena dia hanya menerima barang mewah ketika Chris memberi padanya.

Beberapa pasang pakaian, sepatu bahkan beberapa tas sudah masuk di dalam goodie bag. Belanjaan mereka tentunya sudah di bawa oleh pengawal Chris dengan tugas membawakan barang belanjaan sang ibu negara.

Angela mengusir pengawal ketika dirasanya mereka tidak akan belanja banyak lagi.

Saat ini mereka berjalan ke tempat wahana permainan di dalam mall. Mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama-sama.

Mereka bermain go-cart, bermain bowling, mesin capit, pump it up, bermain basket, tembak-tembakan dan banyak lagi.

Hari ini benar-benar menyenangkan. Bisa mengalihkan pikirannya, bisa menghabiskan waktu dengan sahabatnya dan menghabiskan energi mereka.

"Sepertinya kita harus makan perut aku sudah lapar sekali" Ucap Angela sambil memegang perutnya.

"Iya nih aku juga haus sekali abis menari di permainan pump it up" Balas Grace lagi.

Keduanya berjalan menuju restoran yang pernah menjadi saksi bisu seorang Chris ingin bertanggung jawab dengan Angela. Restoran bertema Jepang itu membuat keduanya ngiler hanya melihat pelayan hilir mudik mengantarkan makanannya pada pelanggannya.

"Bagaimana dengan sushi?" Ucap Grace menunjuk dengan dagu pada kaitenzushi. Kaitenzushi sendiri adalah sushi yang berjalan di atas ban berjalan atau sushi conveyor.

"Ayo" Balas Angela semangat.

Setelah mendapat tempat duduk di samping kaitenzushi. Mereka langsung mengambil sushi dan memakan yang dirasanya enak hingga meninggalkan tumpukan piring yang menggunung di kedua pihak. Pihak Grace dan Angela.

Merasa cukup kenyang mereka membayar dan pergi ke tempat karaoke.

Sesampainya di tempat karaoke, Grace menyewa ruang terbesar dan menyewa beberapa lelaki penghibur untuknya. Bahkan sang pemilik karaoke langsung turun tangan untuk melayani Grace dan Angela.

Benar-benar uang bisa membeli semuanya termasuk harga diri para lelaki penghibur ini. Pemilik karoke menyiapkan sekitar 7 orang lelaki sebagai penghibur dua perempuan yang ingin kesenangan.

Para lelaki itu sangat tampan namun umurnya dibawah umur Grace dan Angela istilah keren jaman sekarang adalah brondong. Namun mereka tetap happy karena lelaki ini muda dan tampan dengan setelan casual.

Mereka bergantian menyanyikan lagu untuk saling menghibur satu sama lain. Tentunya mereka menari dengan heboh melampiaskan kepenatannya. Beberapa orang lelaki muda itu mendekat kearah Grace dan menyuapi buah-buahan yang tersedia diatas meja. Lelaki lainnya menuangkan alkohol pada Angela. Begitu juga sebaliknya Grace pun mendapatkan alkohol dari lelaki muda itu.

"Pijetin aku disini" Perintah Grace pada lelaki muda di belakangnya. Menyuruh untuk memijat bahunya.

Grace tertawa ketika melihat Angela sedang berteriak-teriak menyanyikan lagu dengan nada sumbangnya. Angela begitu lucu walaupun tidak mabuk seperti Grace namun jangan harap Angela bisa bernyanyi dengan baik. 

"Girl, you know I want your love
Your love was handmade for somebody like me
Come on now, follow my lead
I may be crazy, don't mind me
Say, boy, let's not talk too much
Grab on my waist and put that body on me
Come on now, follow my lead
Come, come on now, follow my lead, mm"

Angela dengan nada falsnya menyanyikan lagu Ed-Sharen Shape Of You. Grace yang setengah mabuk juga hanya bisa cekikan melihat Angela kesusahan mengeluarkan suaranya. Angela benar-benar tidak tertolong lagi. Bahkan dia nyanyi pun lepas dari nada seharusnya. Entah ini lagu keberapa pada intinya mereka sudah cukup lama di ruang karaoke ini.

Tampak lelaki muda itu tidak terganggu dengan suara sumbang Angela, the power of money huh?

"Aku sudah lelah, suaraku juga sudah habis sebaiknya kita pulang" teriak Angela di telinga Grace yang masih menerima service lelaki sewaannya. Lelaki muda lainnya bergantian menyanyi dan berjoget untuk menghibur Angela dan Grace.

"Haloo, Rachel? Bisa tolong jemput kami kah? Kami berada di karaoke. Supirku sudah kusuruh pulang karena mereka yang membawa barang-barang yang kami beli" Telepon Angela pada orang di seberangnya, tanpa menunggu jawaban Angela mematikannya. Angela melihat Grace sudah teler di atas kursi sambil tiduran.

"Grace? Grace bangun" Angela menepuk pelan pipi Grace. Grace benar-benar mabuk berat. Matanya menatap botol minuman lebih dari 20 botol untuk 9 orang bukankah itu berlebihan? Angela sama sekali tidak menyentuh alkohol demi kebaikan anak yang di kandungnya.

Mata hijaunya menyapu keadaan ruang karaoke. Lelaki muda yang mereka sewa begitu tak beraturan. Ada yang sedang tidur di lantai, ada yang bertelanjang dada sedang tidur di pojokan, ada yang terbantai diatas sofa dan sisa lainnya masih bernyanyi sambil berjoget menikmati alunan musik. Semua orang disini mabuk berat termasuk dirinya.

Rasa mual kembali menyerangnya, Grace berjalan tertatih-tatih menuju toilet di dalam ruang karaokenya. Kepalan tangannya menekan ulu hati yang ingin memuntahkan isi perutnya. Sesampainya di westafel Grace memuntahkan semua alkohol yang sudah masuk di perutnya termasuk sushi yang sebelumnya di makan juga.

Kakinya terasa lemas bahkan tubuhnya rasanya seperti remuk. Tidak, dia harus kuat, dia harus sadar karena dia harus pergi bersama Angela dari sini.

"Oh jadi seperti ini kelakuanmu, kamu menyukai jika di kelilingi oleh lelaki tampan??" Ucap seseorang yang baru saja membuka pintu kamar mandi dengan nada menusuk.

Grace menatap Samuel dari pantulan cermin di hadapannya. Dia berbalik dan melewati tubuh Samuel yang menghalangi jalannya.

"Minggir, aku tidak ada alasan apapun berbicara denganmu. Hubungan pekerjaan kita sudah selesai juga" balas Grace tajam. Tangannya mendorong tubuh Samuel yang jauh lebih besar darinya.

"Memang hubungan pekerjaan kita sudah selesai tapi kamu tetaplah milikku" Balas Samuel tak kalah tajam.

Grace mendapati ruangan karaokenya sudah sepi tidak ada orang. Tidak ada lagi suara musik. Kemana semua orang? Pikir Grace.

"Tidak ingatkan jika aku calon pengantin Ben" Ucap Grace sambil memamerkan cincin itu. Samuel langsung menarik cincin di tangan Grace dan membanting cincin dari jemari Grace ke lantai.

"APA YANG KAMU LAKUKAN" Teriakan marah Grace melihat kelakuan buruk Samuel.

"Aku tidak akan membiarkanmu untuk menikah dengannya. Aku bisa memberikan cincin berlian yang lebih besar seperti ucapanmu kemaren. Kamu butuh pernikahan mewah? Aku sanggup. Kamu butuh villa mewah seperti yang Benjamin berikan padamu? Aku sanggup membuatnya lebih besar dari itu atau kamu perlu villa di pulau pribadi? aku sanggup membuatkan untukmu. Katakan saja apa yang kamu inginkan. Aku pasti akan memberikannya" Samuel tampak emosi yang bercampur dengan frustasi? Entahlah Grace tidak begitu yakin dengan penglihatannya saat ini karena dia masih di bawah pengaruh alkohol. Apalagi ruangan karaoke ini agak temaram, jadi tentu jarak pandangnya tidak baik.

"Tidak Samuel, aku tidak akan menikah denganmu. Aku tidak akan menghancurkan keluarga kecilmu. Semoga kamu, Alice dan Felix menjadi keluarga bahagia" Ucap Grace menahan tangis. Dia tidak ingin di lihat Samuel jika dirinya menangis. Hatinya sangat bertolak belakang dengan bibirnya. Mulut bisa berdusta namun hati tidak bisa berbohong, hatinya begitu sakit mengucapkan hal itu.

"Aku akan terus memaksamu untuk menerima kembali cintaku" Balas Samuel dengan nada bariton, dia tipikal orang yang arogan dan tidak menerima bantahan sedikitpun. Seperti Chris, ingatkah dia jika dirinya memaksa Angela untuk menerima cintanya. Ternyata keduanya benar-benar mirip.

"Apakah kamu tau Samuel, ternyata selama ini aku hanya mengandalkanmu karena uangmu. Selama ini kamu memberikan uangmu untuk kesenanganku. Ternyata itulah yang kusuka darimu. Aku baru menyadari jika selama ini aku tidak pernah mencintaimu melainkan ingin berada di posisi aman untuk kehidupanku. Menikmati segala kemewahan karena kamu akan memanjakan pasanganmu"

Ucapan Grace begitu menusuk tepat di jantung Samuel. Nafasnya tercekat bahkan untuk bernafas terasa berat, matanya memerah karena menahan amarah. Tatapannya begitu kecewa pada Grace, dia pikir Grace tulus mencintainya ternyata Grace sama seperi wanita lain di luaran sana yang menginginkan uangnya saja.

"Tolong yakinkan aku atas omonganmu itu" Ucap Samuel dengan nada bergetar karena amarahnya.

Grace berdiri tepat di hadapan Samuel menatap keadaan Samuel yang berantakan. Mata abunya menatap Samuel tak gentar.

"Kamu pikir wanita mana tak ingin di dekati oleh pria yang memiliki banyak uang? Pria yang bahkan bisa membelikan pulau pribadi untuk pasangannya? Bisa membelikan beberapa sport car untuk pasangannya? Bisa memberikan uang yang tak berseri pada pasangannya? Membelikan pakaian, tas, sepatu branded? Hidup sebagai pasanganmu tentu menjadi keinginan semua wanita termasuk aku" Ucapan Grace kembali menusuk membuat tubuh Samuel limbung tidak percaya setega itu Grace padanya.

"Terimakasih atas jawaban jujurmu Grace. Aku tak menyangka jika kamu seperti wanita di luaran sana yang menginginkan kekayaanku. Aku pikir kamu berbeda dengan wanita lainnya ternyata aku salah menilaimu" Dengan langkah berat dia menjauh dari Grace diikuti Kenzo di belakangnya. Ternyata Kenzo berada di dalam ruangan ini, Grace tidak menyadari itu.

"Angela tadi salah menelpon, dia pikir aku adalah Rachel. Jadi aku menyuruh Chris untuk menjemput kalian, sebentar lagi dia pasti datang" Samuel berbicara tanpa menoleh sedikitpun Grace yang berada di belakangnya lalu dia kembali meneruskan langkahnya keluar dari ruangan ini.

Grace hanya terdiam, pasalnya matanya sudah mengabur dan pandangannya sudah menghitam. Dia tidak bisa melihat. Tangannya meraba ke sekitarnya, dia memegang dinding dan memilih berdiri di dekat dinding.

Tak lama Chris datang dengan tergesa-gesa.

" Chris?" Panggil Grace tak yakin karena dia tidak bisa melihat siapa yang datang.

"Grace dimana Angela?" Tanya Chris dengan panik. 

"Aku tidak tau dia berada dimana. Bisa bantu cekkan dia berada dimana? Aku tidak ingin perbedatanku dengan Samuel di dengar olehnya" Kata Grace masih memegang dindin di sampingnya sebagai pertunjuknya.

Mata biru Chris meneliti ruangan ini namun tidak ada siapa-siapa kecuali Grace sendiri. Dia pun mencari Angela di toilet namun tidak ketemu juga.

Chris mengangkat ponselnya yang berdering. Greg mengabari Chris jika Angela kembali ke mansion duluan karena Angela merasa tidak layak mendengarkan perkelahian Grace dan Samuel. Untuk Chris memang sengaja di tinggalkan karena Chris kemari dengan mobil yang berbeda dengan Greg. Selama perjalanan ruang karaoke ternyata Chris dan Angela berselisihan namun keduanya tidak saling bertemu. Maka dari itu Chris sekarang berada di ruang karaoke bersama Grace.

"Chris?" Panggil Grace lagi menghentikan langkah Chris yang ingin mengejar mobil Greg bersama Angela.

"Ada apa? Lebih baik kita kembali ke mansion" Ucap Chris ingin melanjutkan berjalan tergesa-gesa.

"Tapi aku tidak bisa melihat Chris. Bisakah kamu membantuku?" Ucap Grace dengan nada bergetar. Grace takut waktunya sudah dekat karena penyakit ini menunjukkan gejala lebih parah dari sebelumnya.

"Kamu tidak bisa melihat?" Tanya Chris heran. Mata Grace terbuka dan hanya menatap ke satu titik layaknya orang buta.

Tubuh Chris seperti tersiram air dingin. Tak menyangka jika gejala Grace semakin memburuk. Tanpa sadar Chris menitikkan air matanya kembali. Di saat seperti ini Grace bukannya menyalahkan tuhan karena ketidak adilan ini, dia malah meminta pertolongan Chris dengan baik.

Grace sendiri berusaha tegar dan tidak menunjukkan bahwa dirinya saat ini sangat lemah, rasa ingin menangisi hidupnya yang tragis pun tidak bisa diungkapkan. Hanya dirinya yang bisa diandalkan. Grace tidak ingin menyusahkan orang lain dan juga tidak ingin meminta simpati orang lain atas penyakitnya.

Chris mendekat kearah Grace dan mengambil tangan Grace lalu menaruhnya di lengannya. Tangan lainnya menangkap tangan Grace sambil meremas pelan. Chris tidak memiliki perasaan apapun pada Grace. Grace sudah dianggap seperti sahabatnya sendiri atau lebih menganggap Grace adalah keluarga Alexanders, tidak mungkin dia berpaling dari Angela, istri yang begitu perhatian, keibuan, tentunya yang sangat sayang padanya.

Melihat keadaan Grace seperti ini membuat Chris tambah prihatin.

"Hei aku tidak membutuhkan belas kasihanmu. Aku buta karena emang penyakitku. Tak perlu bersalah seperti itu" Ucap Grace lagi.

"Lebih baik kamu membantuku kembali ke mansionmu" Grace menepuk pelan punggung tangan Chris. Chris mengangguk walaupun Grace tidak bisa melihatnya setidaknya Grace tapi memiliki insting.

"Apa perlu kamu masuk kerumah sakit Kaitlyn lagi. Aku akan mengantarkanmu" Ucap Chris sambil menuntung Grace.

"Tidak akan merubah keadaan Chris. Aku sudah lelah dengan kemoterapi, aku sudah lelah meminum obat. Aku menyerah Chris. Aku hanya ingin menikmati hidupku dengan bahagia" Ucap Grace lagi. Grace masih sakit namun ternyata hatinya lebih sakit ketika melihat orang sekitar menatapnya dengan tatapan iba seperti saat ini.

"Atau akan ku antarkan kamu kerumah sakit khusus perawatan kanker terbaik di dunia" Grace tersenyum saat mendengar nada khawatir di suara Chris.

"Sudah ku katakan aku sudah lelah berjuang dengan segala jenis pengobatan. Semuanya tidak berefek pada penyakitku. Kaitlyn mengatakan jika sel kankerku ini berada di dekat syaraf mata ada kemungkinan buta secara sementara. Letak sel kankerku berada di tempat yang sulit di jangkau oleh operasi. Resiko kematiannya sungguh tinggi jika di lakukan operasi maka dari itu semua dokter pun menyerah dengan keadaanku saat ini" Grace tersenyum untuk menenangkan Chris, secara tidak langsung mengatakan jika dirinya baik-baik saja.

"Bisakah dirimu berjanji padaku untuk membiarkan aku bahagia dengan caraku di sisa umurku Chris?" Ini tangan Grace menepuk pelan punggung tangan Chris yang menggenggam tangannya.

"Jika keadaanmu memburuk seperti ini bagaimana kamu akan ke Dubai bersama pangeran itu? Aku dengar kamu akan mengajak Angel kan?"

"Benar, sepertinya aku harus bersenang-senang juga disana. Moto hidupku saat ini adalah bersenang-senang" Canda Grace membuat Chris tersenyum tipis. Grace menyembunyikan segala kesedihannya di balik sifat cerianya. Pikir Chris.

"Aku akan ikut ke Dubai untuk menjagamu dan tentunya menjaga istriku dari terkaman harimau Dubai" balas Chris dengan candaan membuat Grace tertawa lepas.

"Aku tidak mengizinkannya aku tau kamu pasti akan mengekori kemanapun kami pergi. Apa yang kami lakukan akan selalu kamu larang. Minum alkohol, memakai bikini di pantai, masuk ke club malam. Ohh tidak aku membayangkannya saja membuatku muak" sindir Grace pada Chris yang tersenyum tipis.

"Baiklah tapi bagaimana dengan Tristan? Dia pasti akan menjaga kalian" Nego Chris lagi.

"Lebih baik Tristan di banding kamu. Tristan selalu membebaskan kami dan akan selalu datang ketika kami membutuhkan bantuan. Dia benar-benar hebat karena saat kami kesusahan dia selalu saja datang tepat waktu" tambah Grace lebih santai. Jelas dia menerima usulan Chris yang menyuruh Tristan bersamanya.

"Baiklah aku akan menyuruh Tristan menemani kalian ke Dubai. Untuk urusan perusahaannya aku yang akan membantunya." Jelas Chris lagi

Sesampainya di mobil, Chris masih membantu Grace untuk masuk ke mobil dan memakaikan seat-belt.

Tak lama mobil Chris membelah kepadatan kota New York dengan mobil Lamborgini merah yang sudah di modifikasi.

-_Mr. Charming Alexanders_-

Love, Jun-JunFish

SMD, 4-11-25

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top