Chapter 17

Hati-hati Typo bertebaran dimana-mana!

Jangan lupa Voment oke guys jangan jadi sider wae wkwkwk 😂😂

^_^ Happy Reading 😁

-_Mr. Charming Alexanders_-

Setelah perdebatan sengit antara Grace dan Benjamin tentang villa ini, dengan hasil Grace mengalah dan menerima villa ini sebagai pemberian Benjamin. Bahkan Syauqi saat ini mengurus pembayarannya bersama Kenzo.

Benjamin, Grace dan Samuel saat ini berada di meja makan. Di depan mereka terdapat banyak menu makanan termasuk juga terdapat wine.

"Siapa yang menyuruhmu makan bersama kami?" Ucap Benjamin agak sensi perkara Samuel mengambil tepat duduk di meja makan diantara dirinya dengan Grace. Samuel menatap Benjamin dengan marah berani-beraninya Benjamin berlaku seperti ini padanya.

"Tolong tuangkan wine di gelasku dan gelas Grace" Ucap Benjamin tersenyum kemenangan.

"Aku bukan pelayanmu. Kamu minta tolong saja pada pelayan itu" Samuel membanting serbet ke kursinya dan mulai melangkah pergi.

"Ingat perjanjian kita. Kamu melayaniku tanpa bantahan, Samuel" Ucap Benjamin seakan mengompori ego Samuel. Genggaman tangan Samuel yang sebelumnya mengeras langsung berbalik menghadap meja makan. Dia bahkan tersenyum secara terpaksa yang di layangkan pada Benjamin.

Sialan Benjamin benar-benar mengerjainya.

Setelah Samuel menuangkan wine di gelas Grace, selanjutnya Samuel menuangkan wine di gelas Benjamin. Samuel agak sengaja menumpahkan sebagian winenya hingga menciprati jas Benjamin. Benjamin spontan berdiri menghindari tumpahan wine nya lebih banyak lagi. Tangannya menyapukan wine yang mengotori di pakaiannya.

Benjamin langsung menatap permusuhan pada Samuel namun Samuel tetap flat dan tidak merasa bersalah.

"Kamu sengaja melakukannya kan Samuel?" Ucap Benjamin agak kesal.

"Kalian jangan bertengkar lagi. Kepalaku sudah sakit melihat kalian selalu bertengkar dari tadi" Grace bangkit dan membantu Benjamin mengeringkan pakaiannya dengan sapu tangan.

"Aku tidak salah. Salahkan saja gelasnya bergerak sendiri" Ucap Samuel sembarangan.

"Ya kamu pikir gelasnya memiliki kaki huh?" Kesal Grace. Benjamin yang di bela Grace tersenyum kemenangan. Dia bahkan melet seperti anak kecil pada Samuel, mengoloki Samuel jika dirinya lah yang di bela oleh Grace.

Tiba-tiba Benjamin menggenggam tangan dan berjongkok di hadapan Grace, tangan lainnya merogoh sakunya. Lalu dia membuka kotak kecil berbahan beludru merah, di tengahnya tedapat cincin bertahta berlian. 

Benjamin mengambil cincin yang sebelumnya berada di jemari Grace. Ingatkah kalian jika Benjamin pernah memberikan Grace cincin juga saat diatas mobil sebelum mengelilingi kota New York. Benjamin langsung melemparkan sembarangan cincin yang pertama kali di berikan pada Grace.

Cincin berlian kecil yang sebelumnya langsung di lepas dan menggantikannya dengan cincin klasik bertahtakan berlian tiga kali lipat dari sebelumnya yang begitu indah itu langsung dipakaikan Benjamin pada jari manis Grace.

Grace langsung menjerit dan ingin mengambil kembali cincin yang tadi di buang Benjamin namun tangannya di tahan oleh Benjamin membuatnya kembali terdiam melihat kearah Benjamin yang tampak serius di hadapannya.

"Will you marry me?" Benjamin mencium punggung tangan Grace seperti ala pangeran pada princessnya.

Grace menepuk pundak Benjamin pelan.

"Bodoh, seharusnya kamu mengatakan itu sebelum kamu memakaikan cincinnya. Jika seperti ini aku tidak memiliki jawaban selain jawaban yes untukmu" Grace tersenyum bahagia.

Di balik bahagianya, Grace menyembunyikan luka. Dia harus sengaja mengikuti permainan Benjamin. Awalnya dia tidak menyangka jika Benjamin berani melamarnya di hadapan Samuel yang notabane-nya adalah mantan kekasih Grace dan seseorang yang masih memiliki perasaan pada Grace. Grace tersenyum sedih harus membuat Samuel membencinya mengingat dia tidak akan bisa bersama lagi dengan Samuel. Penyakit ini begitu menggerogoti tubuhnya, ia sangat paham waktunya tidak akan lama lagi. Untuk urusan Benjamin, nanti bisa di bicarakan. Dengan seperti ini membuat Samuel salah paham dan akan kecewa padanya. Waktu yang tepat agar Samuel membencinya.

Grace memandang cicin manis di jemarinya sambil tersenyum mengembang.

"Kamu ini putra mahkota Arab tapi memberiku hanya berlian kecil. Lain kali pastikan kamu memberikanku berlian yang lebih besar lagi ya" Ucap Grace tertawa renyah, Benjamin ikut tertawa sambil merangkul Grace.

"Siap tuan putri. Sebutkan 3 permintaan. Jin ini akan mengabulkan segala permintaanmu" Balas Benjamin sambil bercanda.

"Karena aku sudah menerima villa ini sebagai tempat tinggal kita nanti. Aku hanya meminta emas yang banyak, tempat tinggal di Burj Khalifa dan tetap cantik selamanya. Bagaimana apakah Jin-ku ini bisa mewujudkannya?" Balas Grace sambil tertawa menanggapi candaan Benjamin. Grace memegang rahang Benjamin menunjukkan kemesraan mereka untuk membuat Samuel panas. Benjamin semakin mendekatkan dirinya seraya memeluk tubuh Grace

Melihat itu semua membuat Samuel berang bukan main, namun dia tidak bisa berbuat apapun selain pergi dari sana dengan dada yang bergemuruh marah.

Mata abu itu menatap kepergian Samuel yang tampak marah. Kepalanya dari tadi begitu sakit namun dia tetap harus telihat kuat di hadapan Samuel. Grace tidak ingin membuat Samuel ataupun Benjamin menghawatirkannya. Grace menyandarkan kepalanya di dada Benjamin untuk mengurangi rasa sakitnya.

"Ada apa Grace?" Ucap Benjamin agak kaget pasalnya biasanya Grace tidak seperti ini.

"Diam saja aku ingin mendengarkan suara detak jantungmu" Alibi Grace sambil mengeratkan pelukannya pada Benjamin, melampiaskan rasa nyerinya.

Bukannya merasa lebih baik kepalanya malah semakin sakit, emang beberapa hari belakangan ini kepalanya lebih sakit dari biasanya. Sepertinya dia besok harus kontrol kerumah sakit.

Grace berlari menggapai tasnya, lalu ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi dia mengeluarkan obatnya dan meminumnya.

"Ada apa denganmu Grace" Benjamin menggedor-gedor pintu kamar mandi kecang dan panik.

"Tidak apa-apa aku hanya kebelet saja" Teriak Grace dari dalam kamar mandi agar di dengar oleh Benjamin. Grace mendengar suara langkah menjauh berarti Benjamin sudah pergi.

-_Mr. Charming Alexanders_-

Samuel membanting pintu ruang kerja Chris di perusahaan Chris. Dia bahkan datang menimbulkan suasana mencengkam. Chris yang awalnya sibuk membuka berkas kantornya langsung menatap Samuel dengan dingin. Semenjak insiden Chris menjemput Samuel dan Grace yang terdampar di sebuah desa tengah pulau, hubungan antara Chris dan Samuel semakin membaik. Apalagi Angela sangat senang kala mendengar sahabatnya Grace menjalin hubungan kembali dengan Samuel.

"Jika mau mengamuk bukan disini tempatnya" Ucap Chris mengabaikan keberadaan Samuel dan tetap melanjutkan kesibukannya.

"Sialan si Benjamin itu. Dia dengan tidak tau dirinya melamar Grace di hadapanku. Padahal dia pasti tau jika aku masih menyimpan rasa untuk Grace. Dan bodohnya Grace malah menerima lamaran itu" Curhat Samuel meledak-ledak.

"Sera tolong bawakan aku sampanye dan es batu untuk mencairkan orang yang terbakar cemburu" Ucap Chris lewat intercome.

Chris duduk berada di seberang Samuel yang masih tampak sangat marah.

"Biar saja itu pilihannya. Apapun pilihannya aku sebagai sahabat hanya bisa mendukung apapun pilihan Grace" Ucap Chris agak bangga pada Grace yang membuat Samuel seberantakan ini.

"Aku tak menyangka ternyata kamu lebih berpihak pada Grace di bandingkan aku sebagai sepupumu" Sengit Samuel.

"Kamu masih menyimpan perasaan pada Grace? Padahal hatinya di remukkan olehmu sendiri?" Tanya Chris tajam. Berusaha mengingatkan kebodohan sepupunya itu.

"Aku tidak bisa menggantikan Grace dengan Alice di hatiku. Sekuat apapun aku berusaha tapi aku ternyata masih mencintai Grace" Ucap Samuel mengambil sampanye dan menuangkan di dalam gelas berisikan es batu yang baru saja diantarkan oleh Sera sekretaris Chris.

Samuel menyadari ketidakhadiran Tristan. "Dimana Tristan? Aku sudah menyuruhnya kemari" Ucap Samuel.

Chris mengangkat pundaknya tak mengetahui jika Samuel dan Tristan akan mengunjunginya.

Tak lama Tristan muncul dengan wajah datarnya seperti biasanya.

"Ku bunuh jika ini bukan hal yang penting" Ancam Tristan. Karena sebelumnya Samuel menghubunginya dan menyuruhnya datang ke kantor Chris mengatakan jika hal ini hal yang sangat penting. Padahal Tristan sedang sibuk menyidak basecamp pelatihannya.

"Ini sangat penting. Hatiku hancur berkeping-keping" Ucap Samuel mulai mendramatisir.

"Apa yang terjadi dengannya kali ini Chris?" Tanya Tristan pada sepupunya.

"Biasa, tentang Grace" Ucap Chris dengan acuh, dia begitu malas menanggapi masalah percintaan Samuel karena memang seharusnya itu yang diterima Samuel atas kebodohan dirinya.

Tristan langsung meninju wajah rupawan Samuel hingga meninggalkan jejak kemerahan. Tubuh Samuel tersungkur di dinginnya marmer, Samuel pun menatap Tristan marah.

"Sudah ku katakan jika tidak penting tidak perlu menghubungiku. Aku memiliki pekerjaan urgent. Ini yang kamu bilang penting?? Masalah percintaanmu yang sangat penting huh??" Tristan menarik kerah kemeja Samuel. Lalu melayangkan tinjuan di pipi sebelahnya.

"Pukul aku, bunuh aku kalau perlu. Hidupku semuanya sudah hancur berantakan. Jika aku tidak mendapatkan Grace aku lebih baik mengakhiri hidupku" Ucap Samuel lemas dan pasrah di cengkraman Tristan.

Chris langsung melemparkan sebuah pistol di dekat tubuh Samuel. "Bunuh dirilah. Aku dan Tristan akan bersaksi kepada kepolisian jika kamu sendiri yang mengakhiri hidup karena patah hati" Ucap Chris santai masih fokus dengan kertas-kertas yang ada di hadapannya.

Chris langsung menelpon seseorang untuk kemari. Tristan langsung membanting tubuh Samuel di sofa.

"Dengan senang hati aku akan merebut Grace darimu" Ancam Tristan membuat Samuel tersenyum lemah.

"Ancamanmu tidak terpengaruh padaku. Kamu mengatakan hal yang sama pada Chris saat itu" Ucap Samuel lemah.

"Ahhh aku dengar Grace menerima lamaran Benjamin ya?" Ucap Tristan ringan itu membuat Samuel berang.

Tiba-tiba seseorang datang mendekat kearah ketiganya.

"Alice tolong jaga Samuel. Dia sedang tidak baik-baik saja" Chris membantu Alice untuk membopong Samuel. Setelah di luar ruangan Sera menggantikan Chris untuk membantu Alice membopong Samuel masuk ke dalam mobil.

"Ini benar?" Tristan mengeluarkan sebuah dokumen dan di taruh diatas meja. Chris langsung melihat berkasnya, timbullah senyum miring dari Chris. Ternyata Tristan mengetahui hal yang di sembunyikannya dari Alexanders lainnya. Memang benar Alexanders maha pengetahui tentu saja terkecuali Samuel yang dilanda mabuk cintanya Grace.

"Benar. Kaitlyn -Mommy Chris- yang menjelaskan keadaan Grace dengan terpaksa. Aku mengancam Kaitlyn untuk jujur namun karena sumpah dokternya jadi dia menghianati sumpah itu dan menceritakan apa yang terjadi pada Grace. Aku tau kamu orang yang bisa ku percaya mengetahui informasi ini" Ucap Chris tersenyum simpul.

"Awalnya aku tak percaya ternyata selama ini Grace menyembunyikan menyakitnya dari kita semuanya bahkan berlagak tidak terjadi apa-apa padahal di dalam tubuhnya terdapat penyakit mematikan" Tambah Chris lagi.

"Elmer yang memberikan data itu" Balas Tristan pendek sambil menatap berkas yang di pegang oleh Chris.

"Jadi kita harus bagaimana demi menolong Grace?" Tanya Tristan.

"Kaitlyn juga tidak bisa banyak membantu karena kankernya sudah berada di stadium 4. Bahkan kita memanggil dokter terbaik di dunia, tidak akan mengubah sisa umurnya" Ucap Chris frustasi.

"Bagaimana dengan kemoterapi?" Tanya Tristan dengan berpikir.

"Kemoterapi akan membuat dirinya merasa lebih sakit lagi" Balas Chris.

"Terus kita harus bagaimana? Apakah hanya bisa menerima kematian Grace begitu saja?" Ucap Tristan bingung. Walaupun dia tidak terlalu dekat dengan Grace namun dia cukup lama mengenal Grace.

Suara televisi yang berada di ruang Chris mengalihkan pandangan mereka berdua. Pasalnya di layar televisi itu terlihat foto Chris dan Grace dengan posisi intim yaitu seakan memeluk Grace dengan jarak sangat dekat. Bahkan kedua wajah orang di foto itu hanya berjarak beberapa senti saja, seakan ingin berciuman.

Tristan menyaringkan volume televisi itu. Sedangkan Chris membulatkan matanya. Ia tak percaya jika kejadian itu tersebar di channel televisi gosip.

"Seorang Chris Alexanders tampak bermesraan dengan sahabat istrinya sekaligus sang model dari brand Victoria Secret. Di dalam foto itu tampak tuan Chris Alexanders memiliki hubungan khusus dengan nona Grace Kennedy" Ucap sang presenter membuat Chris rasanya ingin menjatuhkan rahangnya.

Tristan langsung menatap Chris dengan tanda tanya besar. Dia tidak berbicara sedikitpun tapi raut wajah Tristan sudah di tangkap oleh Chris.

"Kamu pasti tau jika aku tidak akan berpaling dari Angel. Aku sudah susah payah mendapatkan Angel, tidak mungkin melakukan perselingkuhan dengan sahabat baiknya. Aku sudah menganggap Grace sebagai sahabatku juga karena dia adalah sahabat istriku. Tidak mungkin aku berbuat macam-macam pada Grace. Lagipula ia bukan tipe idealku" Ucap Chris serius.

"Sepertinya kamu harus meng-hack cctv yang berada di restoran saat itu biar jelas apa yang aku lakukan pada Grace" Ucap Chris lalu mengambil laptopnya dan memberikannya kepada Tristan.

Chris menyebutkan nama restoran tempat dimana dirinya dan Grace bertemu, menyebutkan tanggal dan jam kejadian. Setelah Tristan mendapat rekaman CCTV dia langsung menyimpan di laptop Chris.

"Apa maksudnya ini Chris?" Tanya Angela tiba-tiba datang keruangan ini. Dia bahkan sudah berada di hadapan Chris dan Tristan, air matanya sudah merebak keluar dengan deras. Tentu Angela ingin menampar Chris tapi dia tidak setega itu untuk menyakiti suaminya sendiri.

"Hei, jangan menangis. Ini semuanya tidak benar. Tolong percayalah padaku" Chris langsung memeluk tubuh Angela yang begitu pas di tubuhnya. Tangannya pun mengelus lembut rambut auburn panjangnya.

"Daripada berprasangka buruk tentang suamimu dan sahabatmu, lebih baik kamu melihat rekaman cctv ini" Tristan memperlihatkan rekaman cctv sebuah restoran dari laptop Chris.

Angela duduk di sebelah Chris memperhatikan dengan seksama segala aktivitas Chris dan Grace. Mata hijau Angela memperhatikan ketika Grace tak sengaja ingin terjatuh dengan sigap Chris menolong Grace. Setelah itu Grace pergi dan Chris tetap berada di restoran kembali membuka berkas setelah pertemuan dengan kliennya.

"Salah paham kan?" Ucap Chris sambil tersenyum. Angela membalasnya dengan senyuman malu karena dia sendiri yang mengambil kesimpulan impulsif. Dirinya begitu bodoh termakan berita hoax.

"Maafkan aku" ucap Angela mengelus dada Chris dengan salah tingkah. Dia pun menyembunyikan wajahnya di dada Chris, ia terlalu malu dengan sikap kekanakannya.

"Aku akan memaafkan jika kamu memberikan ciuman" Chris sangat senang menggoda istrinya.

Angela langsung mengecup bibir Chris secepat kilat. Lalu berbisik kepada Chris "Aku tidak hanya memberikan ciuman tapi aku akan melayanimu bak raja nanti malam" Angela menjilat dari dagu hingga telinga Chris tanpa jijik.

"Tetap hati-hati karena takut menganggu si kecil" Ucap Chris sambil mengelus perut Angela yang masih rata. Angela mengangguk lalu Chris membalas kecupan di bibir Angela.

Tristan melihat love bird ini rasanya ingin mual.

"Baiklah aku akan mempersilahkan diriku sendiri untuk pergi dari sini" Ucap Tristan keluar dari ruangan Chris. Tak lupa tangannya menenteng berkas tentang Grace agar tidak di ketahui oleh Angela.

-_Mr. Charming Alexanders_-

'Grace?' Terdengar suara Stella dari seberang telponnya.

"Ada apa Stella tumben menelpon malam-malam begini" Jawab Grace sambil mengumpulkan nyawanya. Dia sudah tidur sebelumnya namun harus menjawab telepon dari Stella.

'Manajemen mengeluarkan surat pemberhentian untukmu. Aku sudah berusaha negosisasi dengan pihak manajemen namun mereka tetap tidak terima dengan pembelaanku untukmu' Ucap Stella sedih dari seberang teleponnya.

"Ada apa hingga manajemen melakukan hal sekeji itu padaku? Aku merasa tidak memiliki masalah. Aku menjalankan tugas manajemen dengan baik. Apa karena aku meminta hak cutiku?" Kesadaran Grace seketika kembali penuh karena mendengar dirinya akan di putus kontraknya.

'Kamu tidak melihat berita?' Heran Stella.

'Cek link yang ku kirim, Grace' Tambah Stella lagi.

Grace langsung mengklink link yang di berikan Stella. Bersambung pada link youtube. Memperlihatkan akun paparazzi yang menjelaskan Grace sebagai simpanan Chris dan perusak pernikahan sahabatnya sendiri.

"Gila ya mereka memfitnah aku" Kesal Grace.

'Maaf, manajemen tidak menolerir perusak rumah tangga orang maka dari itu dia mengirimkan surat pemutusan kontrak untukmu berikut juga kompensasinya' Ucap Stella tak lama suara notifikasi masuk.

Pdf surat pemberhentian dan sejumlah uang masuk ke dalam rekening Grace.

Grace merasa marah sekali bahkan dirinya tanpa sadar sudah menghancurkan ponselnya ke dinding.

Tak berselang lama setelah kemarahannya sudah tak ada dia hanya bisa melampiaskan dengan cara menangis histeris di apartemennya hingga kelelahan dan kembali tertidur diatas tempat tidurnya.

-_Mr.Charming Alexanders_-

Jun-JunFish 


Smd, 4-11-25


Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top