Chap 4

Aishiteru sou tsutaeta no wa
Kainarasu tame no ESA deshita
Anata ni totte wa asobi demo
Watashi wa isshou seoi tsuzukeru...

Sudah seminggu aku berada di rumah Akashi dan tak peduli berapa lamanya waktu aku berada disini aku tetap tak menunjukkan wujudku yang biasanya selalu mengikuti Master kemanapun,

Ah ... bicara soal Master apa ia merindukan ku?, apa yang ia lakukan sekarang ?, apa ia sudah makan ?, apa ia tidur cukup ?.

banyak sekali pertanyaan yang berputar di kepala ku namun menit selanjutnya aku teringat dengan kejadian saat ia membuangku.

"apa aku ini sebuah aib bagi Master ?", tanya ku pada kesunyian, lalu memeluk diriku sendiri,

mungkin saat ini Master tengah merayakan selesai nya tes dengan teman-temannya tak terkecuali gadis itu.

BRAKKKKK....DAARRRRR..

Akashi kun pulang dengan terburu-buru, wajahnya terlihat lelah dan juga khawatir, ada apa dengannya ?, tak biasanya seorang Akashi seperti ini.

"(Name).... , (Name)... cepat lah keluar (Name) ", Hey ...hey ada apa ini, Akashi kun terlihat seperti bukan Akashi kun saat ini, apa sesuatu yang buruk tengah terjadi?.

"(Name)... , cukup dengan semua pertanyaan mu tentang ku hari ini", Cih .... tebakan nya tepat sekali,

"(Name)... Ryouta kecelakaan, dia kehilangan banyak darah dan di diagnosa tak terselamatkan atau koma", Dunia ku terasa hancur dalam waktu 2 detik,

bahkan saat Master membuang ku pun aku tak pernah merasakan sehancur ini, langsung saja aku keluar dari cangkang boneka ku dan menarik dasi Akashi kun memaksanya mengatakan lebih jelas.

"Katakan !!, dimana Master sekarang!!, Katakan Akashi", mata ku perih,

"tidak!!", ku teriakkan itu dalam hati, ini bukan waktunya menangis, nyawa Master dalam bahaya,

"dia ada di rumah sakit dekat sekolah, setelah sekolah ia tak berhati-hati, mengabaikan lampu lalu lintas dan tertabrak, Daiki, Atsushi dan Shintarou membawanya ke rumah sakit sedangkan Tetsu dan Satsuki mengabari keluarganya", aku benar-benar tak butuh penjelasan panjang Akashi yang penting aku bisa bertemu Master secepatnya.

"kau bisa jelaskan itu nanti Akashi kun, tolong bawa aku ke Master, ", Akashi kun terlihat menimang-nimang permintaan ku namun aku tak mungkin menyerah secepat itu,

"kumohon!! .... , aku harus menyelamatkan Master ku", sujud ku padanya, ku dengar ia sempat mendecih tak suka namun pada akhirnya..

"ayo turun supir ku menunggu di bawah", tanpa banyak bicara lagi aku langsung turun melewati Akashi bahkan lupa mengucapkan terimakasih.

Saat di perjalanan kulihat Akashi menerima sebuah panggilan, raut wajahnya yang sudah menenang seperti biasanya kembali menegang, ah bukan ia terlihat sangat shock,

"ada apa ?, Akashi kun ?", tanyaku yang tiba-tiba merasa tidak enak,

"Ryouta ... , Ryouta sudah meninggal", ucapnya menatapku dengan mata dwiwarna nya,

Tsugou yoku utsusareteta sakkaku
Imi wo ushinatta kotoba to jikaku
Pokkari aita kono ana wa nido to
Kaeshite to naki mayotta rotou
Yakitsuku FIRUMU abareru VAIRASU
Atatakai ondo ga sugu kowaku narun da
Kumotta iro machigai sagashi mou iya da...

Ku coba untuk tetap tenang karna aku memiliki rencana memvawa kembali Master, terlibih lagi saat ini yang harus ku lakukan adalah membujuk Akashi kun agar tetap membawaku ke rumah sakit Master, melihat raut wajah sedih dari Akashi kun, perasaanku mengatakan bahwa ia akan membatalkan membawaku pergi ke Master.

aku tau sejahat-jahat nya Akashi kun ia tetap menyayangi teman-temannya, persetan dengan Bokushi dan Oreshi, entah mengapa aku merasa Akashi kun memiliki alasan tersendiri memiliki sifat Bokushi.

Mengesamping kan hal itu, aku berteriak pada Akashi kun agar lebih cepat pergi ke rumah sakit dan, mengatakan pada Aomine,Atshushi atau Midorima aku tak peduli siapa pun itu, agar mencegah pihak rumah sakit memindahkannya ke rumah duka sebelum aku datang,

"tapi (Name), ia sudah meninggal",

"Aku tak peduli!!, ku mohon percayalah padaku!, Master belum sepenuh nya pergi, ia masih berada diambang, hanya saja dia tak bisa pergi dari sana, aku harus menolongnya tapi pertama-tama aku harus mendekat dengan tubuh Master karna jiwa nya masih berada di tubuhnya", ucapku panjang lebar,

tentu saja aku harus menjelaskan ke Akashi, karna ia tak suka di perintah tanpa alasan, ku harap setelah mengetahui rencana ku ia memenuhi permintaan ku.

"Baiklah ...", ia terlihat menyerah dengan kekeras kepalaan ku, dan mulai kembali berbicara dengan sambungan panggilan yang belum terputus,

"Shintarou, bilang pada staff rumah sakit, jangan menyentuh Ryouta sedikit pun sebelum aku datang!".

------------***------------
Aku sampai di rumah sakit di mana Master di rawat, dan lagi-lagi melenggang pergi begitu saja, tak masalah aku tak tau dimana kamar Master di rawat, karna semenjak aku bukan hanya sebuah boneka biasa, aku selalu terhubung dengan Master.

BRAKK....

Pintu kamar itu ku dobrak begitu saja, sampai Aomine kun dan Murasaki kun yang tangannya berlumuran darah Master kaget namun membiarkan saja saking shock nya,

Kaki telanjang ku melangkah di atas lantai putih dan ruangan berbau obat-obatan menyengat ini, pendeteksi detak jantung layarnya menggambarkan garis lurus, menandakan Master memang telah tiada,

namun itu hanya bagi medis dan orang normal, tidak bagiku yang memiliki sebagian hidup Master.

Aku menaiki tubuhnya dan memeluknya, ku bisikkan sesuatu di telinganya yang sudah mendingin,

"Master aku tau kau masih bisa mendengar ku disana, bawa aku ke tempat mu", dalam sekejap aku sudah berada di tempat dimana Master berada,

disana sangat gelap dan Master duduk memeluk dirinya ketakutan, hanya Master yang bercahaya di ruangan gelap itu cahaya kuning seperti hangat nya matahari, sayang cahaya itu tak cukup terang hingga seolah-olah Master akan di mangsa kegelapan di sekeliling nya.

"Master?, ", panggilku, awalnya ia terkejut ketakutan dan menepis tanganku yang mencoba menyentuhnya namun kemudian ia memelukku.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top