Chap 3

Sonna karui FUREEZU nan da ne
Benri na dougu dattan da ne
Donnani koukai shitatte
Mou moto ni wa modoranai...

Karna aku sudah memperkirakan siapa saja yang datang hari ini jadi sudah ku siapkan semuanya, Ocha dan banyak camilian mengingat Murasakibara san tidak bisa diam jika tak memakan camilannya.

"Ryouta, teman-teman mu mau di buatkan sesuatu ?", kepala Ibu master menyembul dari balik pintu,

"Lho ... Kaa san, bukan kah Kaa san sudah membuat kan Teh, Kue Beras dan semua camilan ini ?" , Tanya Master kebingungan, tak hanya Master teman-teman Master juga kebingungan.

"Gawat ", Pikirku,

"Ara ..., Kaa san tidak membuatkan apapun, bahkan Kaa san baru saja tau teman Ryouta kun, datang kemari, mungkin Kakakmu yang membuatkan semua ini, Pastikan kau berterimakasih padanya nanti, Ja ...selamat belajar", Huft... Syukurlah Ibu Master tak bertanya lebih lanjut.

"Ne ... Kise , Ini boneka Siapa?", Tunjuk Aomine san pada sebuah boneka yang duduk manis di meja Master.

"Tunggu!!", Teriak ku pada diriku sendiri, Boneka yang duduk di meja belajar Master?, I i itu tubuh ku...,

tubuh boneka ku, Ah cerobohnya aku mengapa aku meletakkan diriku di meja Master.

"I i itu ... Etto..", Master menggaruk tengkuknya mencoba untuk mencari alasan,

"Pfttt.... Jangan bilang ini punya mu dasar model banci", Aomine san, mengolok Master, rasanya aku sangat marah dan ingin memberinya pelajaran agar dia diam.

"Bukan ssu , itu bukan punya ku ssu" , Jantungku seakan berhenti berdetak mendengar Master tak mengakui ku,

"Kalau bukan punya Kise chin kenapa ada di kamar mu, Kise chin", Kali ini si titan ungu ini ikut memprovokasi, sungguh jika aku memiliki 3D Manuver yang ada di AoT akan ku tebas tengkuknya.

"Sudah kubilang itu bukan punya ku ssu, " Teriak Master lalu mengambil tubuh boneka ku dari Aomine san dengan kasar,

"Akan kubuktikan, ini bukan boneka ku ssu, ".

Master meninggalkan kamarnya, "Oii...mau kemana kau Kise?", Teriak Aomine san dari balik pintu kamar Master, perasaan ku semakin menjadi-jadi,

"Membuangnya" , Rasanya aku benar-benar ingin tuli saja, mendengar hal menyakitkan itu dari Master,

Ingin juga rasanya berteriak marah namun apa daya apapun yang ku teriakkan tak ada yang bisa mendengarku.

Aishiteru sou tsutaeta no wa
Tsuriageru tame no ESA deshita
Nakami nanka dou demo yokute
Atarashii mono ga hoshikatta dake...

Disinilah aku meringkuk sendirian di tong sampah, kedinginan dan dengan hewan-hewan menjijikkan yang mulai mengerubungi diri ku, kira-kira sudah 4 jam yang lalu aku berada di posisi seperti ini.

"Disini kau rupanya", Cahaya meresak masuk ke mata ku yang serasa buta karna kegelapan selama 4 Jam,

Hal yang pertama kali di lihat mata ku adalah, Surai merah dengan Mata dwiwarna.

"Akashi kun?" , Ejaku,

"Maaf membuat mu menunggu lama", Ia membersihkan noda di mataku dan memasukkan ku di tas nya.

Tunggu...! ,aku mau dibawa kemana ?, mengapa Akashi kun mau membawa boneka yang sudah ternodai oleh makanan sisa dan hal menjijikan lainnya?,

Ada banyak pertanyaan di benakku namun karna aku sangat lelah menangisi Master yang begitu tega membuangku aku jadi kehilangan banyak tenaga dan mengantuk.

---------------*-----------------

Aku terbangun di kamar besar bergaya klasik simple lengkap dengan penghuninya, seorang keturunan Akashi,

Akashi Seijuuro yang tengah memainkan biolanya, suara yang di hasilkan biolanya benar-benar indah, hanya saja sayang menurutku Akashi tak menikmati permainannya.

"Sampai kapan kau memperhatikan ku?", Suara nya mengintrupsi ku,

apakah ia bisa melihat ku?, aku ini sesuatu yang tak nyata, namun bukan juga Hantu atau makhluk ghaib, meskipun Akashi kun memiliki indra keenam atau semacamnya ia takkan bisa melihat ku.

"(Name), jangan jadi boneka bodoh dan bertanya-tanya apa aku bisa melihat mu atau tidak!!, cepatlah keluar dari tubuh boneka mu itu, ini perintah!", Sialan dia bisa melihat ku,

jadi slama ini aku memperhatikan Master yang tak sengaja atau memang kebiasaannya berkumpul bersama teman-teman nya termasuk Akashi kun, yang bisa melihat ku.

Tentu saja aku ini boneka mana mau aku menuruti orang lain selain Master ku, aku tak akan keluar dari wujud boneka ku saat ini apalagi jika di perintah seperti itu,

"Boneka, keras kepala ", Akashi mengambilku dan membawanya ke gendongannya menatap langsung ke kancing (Ec) yang sengaja di jadikan mataku, pantulan dirinya terpantul dari mataku layaknya sebuah cermin,

tatapan mengintimidasinya memang menakutkan namun tak cukup membuatku tunduk padanya, "hentikan berura-pura kau tak hidup!!".

Aku tetap diam layak nya boneka biasa, tatapan berubah menjadi tatapan kesal dan marah dan ia hanya melempar ku ke ranjangnya, diriku yang meringkuk di kegelapan dalam tubuh boneka ku, hanya melihat nya pergi lewat mata kancingku.

TBC~

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top