Chap 2

Aishiteru sou tsutaeta no wa
Tsuriageru tame no ESA desu ka
Omocha-bako no naka tsumerarete
Akitara suterarerun desu ka...

Hari itu aku ingat betul saat kakak tertua Master meminta bantuan pada Master, dan seusai Master membantu kakaknya, saat perjalanan pulang mereka berdua melewati Toko mainan tua di pinggir jalan,

"Onee chan, belikan aku itu ssu", Tunjuk Master pada ku,

Jujur saja aku sangat terkejut ku pikir alasan mengapa anak kecil berwajah cantik itu memandang Toko di mana aku terpajang, karna bingung mengapa ada Toko tua di tempat seperti ini,
namun dugaan ku salah Master menginginkan ku.

"Ne ... Ryou kun, beli yang lain saja yah ?, lihat masih banyak mainan yang bagus kan",

"Tidak .. mau , Ryou mau nya yang itu boneka dengan (Hc),(Hl) , dan mata (Ec) ssu", ku lihat ia hampir menangis memaksa kakaknya membeliku,

dan kakanya hanya mengangguk pasrah, aku masih ingat ia memelukku bahagia,

lalu...
.
.
.
.
.
"Aku tak memerlukan mu lagi.....", Master membuangku,

"Haaah ... Hahh ... Hahhhh", Aku memegang dadaku,

"Mimpi ....aku yakin Master takkan melakukan hal seperti itu hahaha ", Tawa ku lalu menekuk diri di ujung ruangan.

FEINTO omote wa tokubetsu taiguu
Hikkuri kaeseba rikoshugi taido
Kawari wa ikura demo itan datte
Kizukareta ningyou wa soku taijou
Modorenai yo toozaketai yo
Uetsukerareta karenai nigotta hyoushi
Sadamerareta fu no PASUWAADO shimiwataru...

Semakin hari Master semakin sibuk dengan Aktifitasnya, aku sebagai sesuatu yang sudah lama di sampingnya juga harus mengerti bahwa kini ia bukan kanak-kanak lagi,

Master sudah kelas 3 sebentar lagi ujian kelulusan dan masuk SMA, wajar jika ia sibuk.

Lagipula ...., semenjak Master jarang menempati kamar ini kecuali untuk tidur, aku mulai bermain sendirian disini dengan mainan-mainan Master lainnya, lucu rasanya jika seorang laki-laki memiliki boneka seperti ku, kurasa Master itu berbeda.

Aku menumpuk beberapa Balok bangunan, membuatnya menjadi sangat tinggi dan dan rentan sekali jatuh,

"Satu lagi...", Ucapku menahan nafas agar balok-balok yang terjulang tinggi ini tidak terjatuh,

KRANTANGG....KARNNTANGGG...

Terlambat sudah, 79 Balok adalah batasanku, Aku duduk untuk membereskan balok -baok warna-warni itu ke tempatnya dan tak sengaja ku dengar Handphone Master berdering...

"Astaga Master , masih ceroboh saja .. , jika klien nya yang menelfon bagaimanan coba", Setelah ku cari di sekitar kamar Master,

ternyata ku temukan di bawah bantal Master, karna tak mungkin mengangkatnya jadi ku biarkan saja.

Setelah panggilan berakhir, Layar kembali ke background nya, lidah ku kelu dan nafas ku tercekat, apa yang ku lihat ini bukan sebuah mimpi, Wallpaper master bergambar gadis yang kemarin bersamanya dengan Bridal style.

Tak terasa air mata ku benar-benar mengalir...

Shin no kizu to akai ruikon
Ne kara saita doku no hanabira
Tsunde mite mo kagiri wa nakute
Abita kusuri fukusayou doushite...

Belum sembuh luka ku dengan dugaan Wallpaper kemarin, hari ini Luka ku sepertinya akan semakin bertambah parah,

"Ojamashimasu..." , Gadis itu datang ke rumah Master dan Keluarga Master menerimanya, ia bahkan berani masuk ke kamar Master saat mereka hanya berdua di rumah ini,

"Ryouta kun , kamar mu cukup bersih dan rapi untuk seorang laki-laki dan model yang hanya bisa tidur selama 6 jam seharinya",

"Ah ... iya ssu, itu karna hahaha...." , Master menggaruk tengkuknya,

"Karna aku, yang membersihkan dan merapikannya", Sambungku tanpa bisa di dengar mereka berdua,

"Uwahhh .. kau bakan mencuci baju dan melipatnya sendiri", Berani nya gadis ini asal masuk dan menjelajahi kamar Master.

"Hahah .... begitulah, nah ... baiklah bisa kau ajari aku sejarah dan aku mengajari mu bahasa inggris bagaimana ?", Master mulai duduk dan diikuti gadis itu,

"Itu juga aku yang merapikan pakaian Master tak terkecuali dengan pakaian dalamnya", Sambungku lagi.

Uso de ii koto dake wa negawazu ni nakidashita
Korogasareta sugata wa hontou na no watashi
Kurikaeshi no hitotsubu shoumouhin atsukai
Konnani odorasarete baka mitai...

Selama mereka belajar aku hanya duduk di Ranjang Master dan menatap mereka, terutama gadis itu dengan kebencian...

"Tunggu....", Ini kah yang dinamakan kecemburuan ?, aku baru merasakannya kali ini,

"Hahahah ... iya kau benar ssu, aku ingat, aku ingat yang waktu itu kan ssu", Master bercanda-tawa ria dengan Master,

Aku jadi semakin sebal dengan gadis itu, ingin rasanya ku teriakkan, "Sebentar lagi Master akan menghadapi ujian BakaOnna, jika kau tidak serius mengajarinya, dan dia mendapat nilai buruk ku gantung kau..",

Tapi mau bagaimana lagi, melihat Master yang seperti ini seperti melihat master di masa lalu.

----------***-----------

Gadis itu menyandarkan kepalanya dan tertidur di meja Master, aku benar-benar ingin menyumpahinya karna tidak serius mengajari Master, hanya saja kenapa Master tersenyum saat menatapnya?,

Senyum yang sama seperti saat aku menatap Master tertidur lelap,

"Yoshh ... , setidaknya membiarkan nya tidur sementara tidak masalah kan ssu", entah Master berbicara dengan siapa, lalu mengangkat gadis itu dan meletakkannya di ranjang yang sama dengan yang ku tiduri saat ini, ranjang Master.

CUPPP

"Mimpi indah ssu..", Master mencium kening gadis itu di depanku, jika di perbolehkan aku ingin buta sekarang, dari pada merasakan rasa sesak di dadaku yang semakin mencabik-cabik jantungku.

Aishiteru sou tsutaeta no wa
Kainarasu tame no ESA desu ka
Sanzan asonda sono ato wa
Suteru koto sura wasurerun desu ka...

Setelah belajar bersama dengan gadis yang malah membuang waktu Master dengan percuma, Master meminta bantuan Akashi kun untuk membantu nya belajar.

Tak kusangka sang Emperor Eye itu mau menerima ajakan Master,

"Ojamashimasu ...", Ucap mereka bertujuh, Yah bertujuh Akashi kun juga mengajak Midorima san untuk membantunya, Aomine san, Kuroko san, dan Murasakibara san juga ikut karna ajakan Akashi dan tentu saja Momoi san.

"Okaerinasai...", Sambutku yang sudah duduk di meja belajar Master,

"Kise kun, kamarmu cukup bersih untuk seorang model",Deja vu rasanya mendengar itu,

Berbeda dengan kelima laki-laki yang sudah duduk di meja besar yang sengaja ku letakkan disana, Laki-laki bersurai biru yang ku ketahui bernama Aomine Daiki itu mengitari kamar Master, mencari-cari sesuatu.

"Kise kamarmu membosan kan sekali, Tidak ada majalah gravure kah disini?",

"Dai chan",

"Jangan samakan aku dengan mu ssu", Teriak Master dan Momo san bersamaan.

"Daiki duduk disini!", Titah sang Emperor Eye,

"Tentu saja tidak Ahomine baka, jika Master memiliki nya aku pasti sudah membakarnya" , Teriakku.

TBC~

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top