Chap 5
FEINTO omote wa tokubetsu taiguu
Hikkuri kaeseba rikoshugi taido
Kawari wa ikura demo itan datte
Kizukareta ningyou wa soku taijou
Tsumetai mama mawaranaku natta
Kogare kurui kurutta massugu na kyokusen
Mada utsu nami no tobira akete...
Kise PoV
Aku melihat seorang gadis dengan cahaya (Fc) nya, ia menghampiri ku, namun saat ini aku sangat ketakutan hingga menepis tangannya,
saat aku mendongak untuk melihat siapa gadis itu, aku sangat lega sekali, aku tidak sendirian tidak di kegelapan ini.
Refleks,aku memeluknya,
"haaaa... hangat sekali", pikirku, belum pernah aku memeluk orang sehangat ini, mungkin pernah sewaktu aku kecil, dan itu berasal dari sebuah boneka yang kini telah kubuang, gadis ini mengingatkan ku pada (Name) boneka ku.
"Master, daijobu desu ka ?", tanya nya padaku, matanya bewarna (Ec), surai (Hl) nya bewarna (Hc), benar-benar membuatku teringat dengan sesuatu, dan lagi pula apa itu Master, kenapa ia memanggil ku seperti itu.
"ano... terimakasih sudah datang ssu, tapi nama ku Kise Ryouta, bukan Master ssu", Ucapku mencoba mengenalkan diri,
"aku tau Master, dan aku (Name), boneka yang kau beli di toko tua sampai kau membuangku", senyumnya benar-benar seperti aktris pro yang sedang berbohong,
tunggu apa dia bilang tadi ?, boneka ?.
"anoo.. maaf ssu, kau memang mirip sesuatu tapi aku tak mengenal mu, dan jelas-jelas kau ini orang bukan boneka", ia mengabaikan ku, sungguh aku tak pernah diabaikan kecuali oleh tim basket ku sendiri,
ia mengabaikan ku dan berbicara dengan orang di depan gerbang.
Tunggu!!, sejak kapan ada gerbang di sana terlebih lagi tidak ada siapapun sebelum gadis ini datang kecuali aku dan kegelapan,
dia dan orang itu sedang membicarakan sesuatu, karna aku penasaran jadi aku ikut pembicaraan mereka.
"yah ... aku memberikan hidup ku untuk Master", apa-apaan ini, apa yang gadis ini bicarakan?, apa yang ia berikan untukku,
"heii.. apa yang kau bicarakan, ?, kau tak boleh memberikan hidup mu yang berharga begitu saja kepada orang yang baru kau kenal", aku mencengkram bahunya,
dan dia menangis, tunggu! Kenapa dia menangis ?, apa aku terlalu keras mencengkram bahu nya?, apa ia kesakitan ?.
"ahh .. gomen ssu, apa kau kesakitan ?, di d dimana, coba kulihat ?", ia menggeleng lalu menatap ku nanar,
"aku hanya bahagia bisa mengenal Master, aku bahagia bisa mengisi masa kecil Master, aku bahagia Master memilih ku yang hanya boneka biasa di toko waktu itu, aku bahagia bisa melihat pertumbuhan Master dan aku bahagia bisa jatuh cinta pada Master", apa-apa an ini, perasaanku semakin jadi gelisah seperti ini, siapa gadis ini,
"ne ..Master apa gratin bawang sup nya enak ?, apa PR Master yang kukerjakan benar semua?, apa honey lemon yang ku buat waktu pertandingan enak ?, apa kue yang kubuat setiap ulang tahun Master enak, apa yang slama ini kulakukan untuk Master sudah benar ?", jantung ku terasa benar-benar serasa berhenti,
haaa... aku ingat sekarang, bodohnya aku ... , bagaimana aku bisa tak se peka ini, bahkan Akashi kun menyadarinya terlebih dahulu, ia sadar ia selalu mengikuti ku bahkan ketika latihan, ia yang mengerjakan PR dan menata jadwal mapel yang harus kubawa ketika aku sibuk dengan dunia modeling ku, dia yang membuatkan ku bekal setiap harinya dia juga yang mengirim kue ulang tahun ke studio, aku ingat dia..
"hmmm.. enak kok ssu, sup nya enak, kue nya enak, terimakasih selama ini, maaf ... maaf telah banyak merepotkan mu ssu", huh... kenapa aku menangis,
dan kenapa air mata nya tak mau berhenti ?, i i ini tidak keren sama sekali, tak peduli berapa kali pun aku menyeka mataku, aku tak bisa berhenti menangis, aku yakin jika Aomine disini ia akan menertawakan ku habis-habis an.
"gomen ne Master, aku sudah tidak bisa menjagamu lagi, sebentar lagi waktu ku tiba, Master mulai saat ini kau harus pintar-pintar menjaga dirimu lagi yah" , Kenapa ini ?, kenapa suara nya menjadi tak jelas seperti ini ? ,
"(Name), Kau akan kemana ?, Kau takkan kemana-mana bukan ?, Oiii .. (Name)", ia perasaan ku saja atau badan (Name) Semakin menghilang, tergantikan oleh cahaya-cahaya kecil yang mengelilingiku,
"Master, boleh aku menciummu?" , Pintanya dengan suara payau itu,
tanpa mendengar permintaan keduanya aku langsung menyambar bibirnya, memberikan ciuman pertamaku padanya, sebut saja aku ini tukang selingkuh atau apapun, aku tak peduli yang ingin ku lakukan adalah memenuhi permintaan Boneka yang sangat ku sayangi ini, ia telah banyak membantuku, dan juga banyak merasakan rasa sakit, pastinya rasa sakit itu dari ku.
(Name) membalas ciuman ku, kupeluk dirinya erat, tak ingin kehilangan untuk yang ke dua kalinya, berdoa agar ia tak jadi pergi kemana-mana, ia tak pantas menggantikan ku, pria jahat yang menyia-nyiakan nya.
"Master nanti sampai kan juga ucapan terimakasih ku pada Akashi kun yah , dan maaf ,maaf karna tak bisa mengucapkan nya sendiri", Aku mengangguk, air mata ku jatuh di surai nya.
Cahaya yang mengerubungi ku semakin banyak, tangan ku yang masih memeluknya, menembusnya namun aku tak berani melihat dirinya yang perlahan menghilang di gantikan cahaya-cahaya menyilaukan ini, aku ini pengecut aku tau itu...
Dia benar-benar hilang dari dekapan ku, bersama penjaga gerbang tadi, aku coba mengejarnya yang memasuki gerbang itu namun cahaya-cahaya ini mengganggu ku, hingga gerbang itu tertutup menampakkan senyum terakhirnya, Ku teriakkan namanya tak peduli tenggorokan ku terasa sakit, ia takkan kembali dan itu salah ku...
----------------*-------------------
Aku terbangun dengan banyak orang di pinggir ranjang ku, menatap ku cemas disana ada kedua nee chan ku, Ibuku yang langsung memelukku sambil menangis tak ada henti-hentinya bersyukur, ada juga ayahku, dan teman-teman ku, namun naasnya aku tak melihat sosok kekasihku orang yang begitu saja ku perbolekan menempati posisi (Name),
mereka semua menanyakan kondisi ku dengan cemas kecuali Midorimacchi yang tetap dengan mode Tsun nya dan Akashicchi yang masih saja tenang.
Lalu aku terpaku dengan boneka yang dibawa Akashicchi, Akashicchi yang melihat ku menatap boneka yang ia pegang langsung melemparkannya ke arahku mengerti dengan arti tatapan ku.
"Gomenne ... Ssu , Gomennasai ssu ... Ini semua salah ku ssu, harusnya kau biarkan saja aku yang meninggal saat itu ssu , Gomenne (Name)cchi," Aku menangis menutupi wajahku dengan boneka (Name)cchi,
semua orang di ruangan menatap ku bingung mengapa aku menangisi sebuah boneka, namun sepertinya tidak dengan Akashicchi.
"sampai Akhir boneka bodoh itu setia padamu, ia tak mau Menunjukkan wujudnya padaku, tidak sebelum mendengar mu kecelakaan dan bersujud padaku untuk mengantarkan nya kepadamu , benar-benar boneka keras kepala, tentu saja aku marah padamu membiarkannya begitu saja bahkan membuangnya, sangat marah sampai ingin mencabik-cabikmu karna masih hidup, tapi ia takkan memaafkan ku jika aku melakukannya", Akashicchi menutup matanya ia tak pernah bicara panjang lebar seperti ini,
terlebih aku sangat terkejut saat ia bersujud pada Akashi dan tak tunduk pada tuan Absolute ini hanya karna akulah Masternya.
Tangisku semakin menjadi, aku bersumpah takkan melupakannya, aku bersumpah akan menjaga satu-satunya yang menjadi peninggalan (Name)cchi, aku takkan lupa malaikat utusan yang mengambil wujud sebagai boneka cantik, yang mengorbankan segalanya dan masih mencintaiku sampai akhir hidupnya.
Kupeluk erat boneka ku, kata-katanya sebelum gerbang itu tertutup itu takkan ku lupakan,
"Sayonara aishiteru Master..."
sayounara
Fin~
Uwahhhh selesai ssu, Dou dou ≧∇≦, Minna cchi abis berapa ember nangisnya :v ,
Ato ketiduran saking panjang dan bertele-telenya ini cerita ≥3≤.
Okelah .... Vomen nya Onegaiiiii ....
Ja..sampe ketemu lagi di karya-karya Yukitan selanjutnya, Mataaa neee~ ↖(^ω^)↗
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top