Chapter 8
Tidak terasa matahari senja mulai terlihat. Kini hanya tinggal Zac dan Alsou yang sedang menikmati suasana sungai Thames, pantulan cahaya lampu di air sungai telah memberikan kecantikan tersendiri di mata mereka berdua.
Mereka terlihat semakin dekat, setelah seharian bersenang-senang di beberapa tempat wisata. Zac pun sudah merasa nyaman dengan semua sikap manja Alsou pada dirinya, sedangkan Alsou telah menjalin hubungan yang baik dengan Matt dan Hanna, meskipun berulang kali Zac harus memotong ucapan Alsou demi menjaga identitasnya gadis itu.
Sebelum berpisah dengan Matt dan Hanna, orang-orang pasti akan berpikir bahwa keempat anak muda tersebut sedang melakukan double date di akhir pekan sebab mereka rela mengantri panjang untuk bisa menaiki Millennium Wheel. Yeah, ini adalah salah satu agenda Zac hari ini agar Alsou tidak merasa takut dengan orang asing dan hal itu berhasil.
Kehadiran Matt dan Hanna telah membantu Zac dalam melakukan rencananya, selain itu ketika Zac melihat mata Alsou yang berbinar karena senang telah memberikan perasaan luar biasa bahagia baginya.
Zac sangat menyayangi Alsou dan melihat kucing yang ia sayangi berubah menjadi manusia, membuat Zac lebih mudah memahami kebahagiaan Alsou, peliharaannya. Dia ingin menebus kesalahan terdahulu ketika Zac masih bersama Lousiana.
"Apa kau ingin naik kapal pesiar itu dan melihat keindahan kota dari sungai Thames?" tawar Zac, meskipun ia sadar bahwa uang pribadinya tidak akan cukup untuk hal tersebut, tetapi apa salahnya jika seorang pria membual.
Alsou melingkarkan tangan di pinggang Zac lalu menggosokkan kepalanya di lengan pemuda itu, menandakan bahwa ia sangat senang. "Jika itu bersama Zac, maka aku akan melakukannya."
Zac tersenyum lalu mengusap kepala Alsou, "Anak baik. Kalau begitu ayo kita pulang, kita akan memasak untuk makan malam."
Zac menengadahkan telapak tangan menunggu Alsou menyambutnya, tetapi Alsou hanya diam. Wajah gadis itu terlihat kelelahan dan tiba-tiba ia terjatuh. Beruntung, Zac sempat menangkap tubuh Alsou dan segera menggendong Alsou di punggungnya.
"Alsou, kau baik-baik saja?" tanya Zac panik ketika Alsou sudah berada di punggungnya. Ia bingung antara harus membawa Alsou ke apartemen atau ke rumah sakit, dia benar-benar merasa dalam posisi sulit. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk membawa Alsou ke apartemen dengan menggunakan taksi.
Di dalam taksi, berulang kali Zac berusaha menyembunyikan tubuh Alsou yang mulai memperlihatkan tubuh kucingnya hingga membuat supir taksi merasa heran. Heran karena Zac berusaha menutupi kepala Alsou dalam pelukan dan jaketnya.
"Apa dia baik-baik saja, Tuan?" tanya Supir, sambil melirik ke arah jok belakang melalui kaca.
Zac mengangguk dengan gelisah, "Ya, dia hanya terserang mabuk darat dan tubuhnya melemah. Tolong berhenti di sana, Pak." Pemuda itu menunjuk ke arah apartemennya dan bersiap mengangkat tubuh Alsou, setelah memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi.
"Alsou, kau bisa mendengarku?" bisik Zac, menggendong Alsou dengan hati-hati masuk ke dalam lift. Ia bersyukur apartemen tidak terlalu ramai sehingga membuatnya mudah menyembunyikan tubuh Alsou yang telah berubah menjadi setengah kucing. Namun, seketika tangan Alsou menyentuh leher Zac.
Sekali lagi sebuah ciuman terjadi, lebih tepatnya di dalam lift yang hanya ada mereka berdua di sana. Alsou mencium pipi Zac lembut kemudian berbisik, "Terima kasih." Alsou menutup mata dan hal itu membuat Zac menjadi ketakutan jika hal buruk terjadi pada Alsou.
Buru-buru ia masuk ke dalam kamarnya, setelah susah payah membuka pintu apartemen kemudian meletakkan tubuh Alsou secara hati-hati. Mata Alsou masih tertutup dan hal ini membuat Zac semakin panik. Secara perlahan pemuda itu meletakkan tiga jari tangannya di pergelangan Alsou, mencoba untuk merasakan denyut nadi gadis tersebut.
Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, Alsou, batin Zac. Tangannya terlihat sibuk membongkar laci kamar dan mencari balsem agar bisa menyadarkan Alsou. Dia tahu bahwa Alsou sedang dalam keadaan pingsan, tetapi seharusnya tidak akan memakan waktu selama ini. Ini sudah lebih dari dua menit. Kumohon sadarlah. Sudut mata Zac melihat tangan Alsou yang mulai ditumbuhi bulu-bulu kucing berwarna cokelat, wajahnya pun sudah sedikit menyerupai kucing Alsou.
"Tidak, kumohon jangan sekarang. Kau tahu bahwa aku ...." Zac berhenti berkata-kata, ketika tangan Alsou menyentuhnya.
"Zac, aku hanya kelelahan setelah menggunakan sihirku kemudian berjalan seharian. Biarkan aku beristirahat sejenak dan jangan khawatir. Apa yang dirasakan Zac akan selalu sampai padaku." Alsou membuka matanya dan menatap dalam mata Zac. Dia menyayangi Zac karena pemuda ini adalah tuan yang baik baginya bahkan kebaikkannya membuat ia berpikir bahwa Zac adalah daddy-nya.
"Jangan membuatku panik, Bodoh!" seru Zac kesal lalu berdiri di sisi ranjangnya. "Tidurlah dan biarkan aku membereskan apartemen. Selain itu segera hilangkan tubuh kucingmu. Kau tahu, bukan? Hal itu membuatku terganggu."
Zac segera pergi ketika Alsou mengangguk, ia tidak bisa berlama-lama di dalam sana karena sesuatu dalam dirinya begitu mengganggu. Menyalakan air keran, ia membasuh wajahnya berkali-kali dan mencoba berpikir normal. Zac menertawakan dirinya sendiri karena tiba-tiba merasakan hal aneh ketika Alsou mengatakan kalimat terakhirnya.
Tangannya menyentuh dada kiri, merasakan debaran jantung yang tidak keruan. Ini konyol, batinnya sambil kembali tertawa, dia hanyalah seekor siluman kucing dan peliharaanku. Tidak mungkin ada hal yang seperti itu. Zac keluar dari kamar mandi dan melangkah menuju kulkas, mengambil sekaleng beer.
Sambil mengembuskan napas Zac membuka ponsel dan mencoba mencari banyak informasi mengenai diri Alsou. Ia ingin tahu lebih banyak mengenai Nekomata dan apa yang telah membuat Alsou seperti ini. Setidaknya, kejadian ini adalah untuk yang terakhir kalinya karena jika ada orang lain yang mengetahui siapa Alsou, maka hidup gadis itu pasti akan bermasalah.
Di abad ke-21 seperti ini, keberadaan makhluk mistis akan berbahaya akibat rasa penasaran manusia.
Zac mengempaskan ponsel di sofa lalu memijat kepalanya. Ia merasa lelah, tetapi pekerjaan di apartemen masih menumpuk. Selain itu, Zac juga harus memasak untuk peliharaannya Alsou. Pemuda tersebut mengembuskan napas, berpikir kembali mengenai rencanya mengenai Alsou untuk keesokan harinya.
Semoga semuanya baik-baik saja.
Zac mengusap wajah lalu segera menghabiskan beer-nya, bergegas untuk membersihkan apartemen dan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Di dalam kamar, Alsou terlihat gelisah, tubuhnya bergetar seiring bulu-bulu kucing yang terus merambat di sekujur tubuhnya. Ia sadar bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirinya, tetapi Alsou berusaha agar bisa mengatasi semua ini tanpa membuat Zac merasa khawatir. Perlahan serbuk berwarna biru berkilau tampak mengambang di sekitar tubuh Alsou, gadis ini berusaha untuk memulihkan kembali kondisi tubuhnya.
"Penawar," bisiknya, sambil mengarahkan kedua tangan mengumpulkan serbuk biru sihir lalu menghirupnya.
"Aku akan baik-baik saja, 'kan?" bisiknya lagi pada diri sendiri.
________________
Btw semoga sukses bagi yang lagi UN 😘😘😘😘
See ya 😍😍
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top