Chapter 7 (b)

Ketika melihat Alsou tiba-tiba memeluk seseorang yang ternyata adalah Matt, maka dengan sigap pula Zac menarik lengan gadis itu. Biar bagaimana pun, sekarang Zac tidak akan membiarkan Alsou memeluk Matt. Yeah, belum saatnya. Setelah menarik Alsou dan mengarahkannya ke balik punggung, pemuda itu menatap dengan tatapan canggung ke arah wanita yang baru saja menegurnya. Canggung sebab dia adalah saudara Matt yang dulu sempat ia sukai-hanya sebentar, tetapi cukup membuat suasana menjadi aneh-cinta Zac tidak terbalaskan.

"Berhentilah bersikap canggung, Zac. Apa dia Lousiana?" tanya wanita itu kemudian tersenyum penuh makna ke arah Zac.

"No, I'm Alsou. Zac's ...."

"Yeah, she's my new girl." Buru-buru Zac memotong ucapan Alsou, sebelum wanita itu dan Matt melihat dirinya memiliki selera aneh karena mempunyai peliharaan manusia. Maksudnya, Zac tidak ingin mereka berdua berpikir bahwa dia penganut hubungan sejenis sir and slave. Sebuah hubungan yang terlihat sedang hits kembali akibat film Fifty Shades of Grey.

Matt mengernyit melihat Alsou yang terus-menerus menatap dirinya seakan pernah berkenalan, padahal jika diingat kembali Matt hanya bertemu dengan Alsou secara tidak sengaja dan bahkan hanya dalam hitungan menit, setelah itu Zac mengusirnya. Namun, tidak dengan saudaranya Hanna, dia terlihat antusias ingin berbincang dengan Alsou. Bergosip mengenai Zac, sepertinya menarik juga. Gadis ini terlihat sangat polos, batinnya.

Hanna menoleh ke arah toko yang ingin dikunjungi Alsou dan Zac, ia menyipitkan mata, menatap Zac dari kepala sampai ujung kaki. "Apa kau ingin membeli pakaian dalam untuknya?" Hanna tersenyum jahil, berpikir mengenai alasan mengapa pria ikut serta dalam memilihkan seorang gadis pakaian dalam, dan salah satu di pikirannya adalah karena mereka juga memiliki otak yang liar.

Pemuda itu memutar mata dan menghela napas panjang lalu mengangkat kedua tangan, seolah menyerah. Zac membiarkan Hanna menarik lengan Alsou dan memberikan dompetnya kepada Hanna. "Apa yang kau pikirkan itu tidak benar, Hanna." Zac mengusap tengkuknya, berusaha tenang saat Hanna menatap Zac seakan mengatakan kau mesum juga.

"Apa kau bisa membaca pikiranku?" Hanna tertawa lalu menarik tangan Alsou, tetapi Alsou menahannya.

"Err ... Hanna sepertinya kita telah mengganggu waktu mereka untuk berkencan." Matt akhirnya buka suara dan menarik tangan Hanna.

"Zac, ikutlah denganku. Zac bilang tidak akan meninggalkanku, 'kan?"

Well, kali ini wajah mereka bertiga memerah bukan karena terik matahari, tetapi ekspresi dan suara Alsou yang begitu manis seperti anak kucing yang ketakutan ditinggal tuannya, hal yang sungguh membuat mereka tersipu. Hanna pun tiba-tiba langsung memeluk Alsou dan merapatkan kepala gadis itu di dadanya, "Ahh, you are so cute Honey."

Plak.

Hanna memukul kepala Zac dan Matt secara tiba-tiba, pukulan yang membuat mereka kembali tersadar dari lamunan mereka masing-masing. "Kalian pasti berpikir yang aneh-aneh." Hanna menatap dua pemuda tersebut dengan tatapan penuh selidik.

Dua pemuda itu menggeleng cepat dan di waktu yang bersamaan, Alsou sudah berdiri di samping Zac, menggenggam tangannya, serta sedikit menyembunyikan tubuhnya di balik punggung Zac-seperti mengintip Hanna dari balik bahu Zac-Hanna mengernyit, bertolak pinggang, menatap Alsou bingung.

Well, gadis ini imut, tetapi aneh dan begitu menempel dengan Zac. Come on, dia bukan anak-anak, selain itu umurnya juga pasti tidak jauh dengan kami.

"Apa kau melakukan sesuatu yang buruk pada Alsou? Lihatlah dia selalu menempel padamu seperti peliharaanmu ...." Hanna berhenti sejenak, seperti teringat sesuatu, begitu pula dengan Matt.

"Alsou? Bukankah itu nama kucingmu? Apa kau sekarang menganut hubungan ...." Matt merasa ragu untuk melanjutkan ucapannya.

"Matt, i'm Alsou. His cat. You know me, right?" Alsou melepaskan genggaman Zac lalu melingkarkan lengannya di lengan Matt, menggosokkan kepala seperti seekor kucing yang ingin bermanja dengan orang yang dia kenal.

"Huh???" Kali ini Hanna dan Matt membuka mulut dengan lebar, memandang Zac dengan pandangan penuh tanya atas pernyataan gadis ini.

Buru-buru Zac menarik tangan Alsou dan membuat dirinya lebih merapat dengan gadis itu. Sekarang Zac yakin bahwa Matt serta Hanna akan berpikir bahwa dia memiliki selera aneh lalu melampiaskannya pada gadis dengan wajah tak berdosa ini. "Maksudnya, dia memiliki nama yang sama dengan peliharaanku dan dia sangat menyukai kucingku. Alsou baru saja belajar bahasa Inggris, so terkadang bahasanya masih terdengar kacau," jelas Zac sedikit gugup, keringat jagung hampir membasahi kening pemuda itu.

Matt mengangkat alisnya, "Are you sure?"

"Dia terlihat seperti gadis western pada umumnya, berambut cokelat, mata juga cokelat dan ...."

"Ahh, dia campuran! Jepang dan Inggris sama sepertiku, tetapi dia telah lama tinggal di Jepang jadi ... seperti yang kujelaskan." Zac memperat pelukannya pada Alsou lalu menatap gadis itu dan tersenyum dengan harapan bahwa Alsou akan tutup mulut mengenai jati dirinya.

Sia-sia, Alsou malah mengartikan senyuman Zac sebagai perintah bahwa dia harus percaya pada Hanna dan tidak menempel dengan Matt karena Zac tidak menyukainya.

"Aneh, tapi ...." Hanna mengembuskan napas lalu mengendikkan bahu, "baiklah, ke mana kalian akan pergi? Boleh kami bergabung?" tanyanya cuek. Hanna memang tipe gadis yang suka berbaur tidak peduli jika kehadirannya mungkin bisa saja mengganggu.

"Hanna, mereka ingin berkencan dan kau hadir mengganggu. Lebih baik kita lanjutkan saja perjalanan kita, kau ingin membeli perlengkapan kemah, bukan?" Matt sangat pengertian karena bisa membaca situasi dengan baik. Namun, Zac menahannya dengan melangkah sedikit lebih maju ke arah Hanna hingga membuat terkejut.

"A-aku membutuhkan bantuanmu," bisik Zac memohon pada Hanna. "Aku ingin membelikan dia sesuatu, tetapi kau tahu tidak mungkin aku masuk ke dalam sana dan hanya berdua dengan Alsou." Zac menggenggam erat tangan Alsou, agar gadis ini bisa mempercayainya.

"Zac akan ikut ke dalam, 'kan?" bisik Alsou, dia mulai khawatir tanpa sadar kumis kucingnya hampir terlihat. Namun, Zac sigap sekali dan langsung membenamkan wajah Alsou di dadanya.

"Jangan khawatir. Sepertinya ada saus di wajahmu." Zac masih mempertahankan posisinya. Dia merasakan gerakan tangan Alsou di dadanya dan beberapa saat gadis itu mendongkakan wajah, menatap ke arah Zac. Ia tersenyum manis dengan wajah tanpa kumis, Zac bersemu serta merasa lega di waktu yang bersamaan.

Matt berdehem, merasa gerah melihat drama romance di sampingnya lalu disambut dengan tawa Hanna. "Oh God, Alsou, Zac, kalian tidak akan berpisah ke medan perang?! Apakah hal seperti itu harus dilakukan. Melihat kalian seperti ini membuat kami merasa ingin muntah." Hanna menarik tangan Alsou hingga membuatnya terlepas dari pelukan Zac.

Matt hanya melipat tangan di atas dada, melihat sikap temannya yang tidak biasa. Sungguh, ketika Zac menjalin hubungan dengan Lousiana, tidak pernah sekalipun dia bersikap begitu mesra pada Lousiana karena Zac adalah tipe pria pemalu. Namun, entah bagaiman dan mengapa bersama gadis ini, Zac terlihat tidak keberatan bersikap mesra di hadapan orang yang dikenalnya, bahkan lebih cenderung berlebihan.

"Apa kau baik-baik saja, Zac?" tanya Matt ketika Alsou dan Hanna berjalan di hadapan mereka memasuki toko.

Zac hanya mengangguk tanpa menjawab atau meliirik ke arah Matt. Dia hanya fokus pada Alsou yang terlihat gelisah karena akan berjauhan dengannya-Zac khawatir jika Alsou menampakkan kembali tubuh kucingnya.

***

Sekitar sepuluh menit Zac dan Matt berdiri di sudut toko, memerhatikan dua gadis yang sedang memilih pakaian dalam. Sesekali, Hanna melirik ke arah Zac lalu tertawa dan mengatakan sesuatu pada Alsou. Dilihat dari ekspresi Alsou yang terkadang terkejut atau meletakkan ibu jari di bibir, menandakan bahwa Hanna sedang berbicara hal aneh pada Alsou.

"Menurutmu, apa yang sedang para gadis itu bicarakan di sana?" Zac menunjuk pendek ke arah dua gadis yang berada tidak jauh dari mereka.

"Entahlah, tetapi kau sudah terlihat seperti kekasih yang posesif. Selain itu, aku merasa heran mengapa dia selalu memelukku saat kami bertemu?" Matt melipat tangan, bersandar di dinding, memasang wajah yang sedang berpikir.

Tidak ada jawaban di antara mereka, selain itu Zac juga tidak tahu harus menjawab apa mengenai pertanyaan Matt. Belum waktunya untuk Matt mengetahui siapa Alsou sebenarnya, selain itu jauh di dalam hati, Zac tidak ingin siapa pun mengetahui kebenarannya. Ia khawatir jika hal buruk akan terjadi pada Alsou.

"Kau tahu, Alsou." Hanna menempelkan sebuah bra berwarna putih tulang, "Zac menyukai gadis yang selalu tampil menggoda. Usahakan malam ini, kau berhasil melakukannya."

Alsou menggigit bibir, tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Hanna. Zac adalah daddy jadi tidak perlu bagi Alsou untuk menggoda Zac. Dia hanya menginginkan si kucing jantan di ujung jalan.

"Zac is my dad," bisik Alsou sambil menerima bra yang diberikan Hanna.

"What?!" Hanna terbelalak kemudian kembali menatap Zac dan Alsou secara bergantian. "Apa dia bersikap baik padamu? Maksudku, dalam jenis hubungan yang sedang kalian jalani sekarang ini."

Alsou tersenyum, wajahnya bersinar memperlihatkan ekspresi antusias. "Ya, Zac sangat baik. Aku ... sungguh men-"

Zac menepuk pundak Hanna. "Sudah selesai memilihnya? Seketika aku merasa lapar." Buru-buru Zac memotong pembicaraan mereka, sebelum Alsou berbicara yang macam-macam atau sebaliknya.

Hanna menaikkan sebelah alisnya lalu memutar mata, segera menyerahkan dompet pemuda itu dan berjalan menuju kasir.

_______________
Halo, telat ya updatenya lolol. Selamat menikmati.

Semoga tidak merasa bosan ya 😆😆😆 love you mwaah 😘😘😘

Mohon dukungannya dengan menekan tombol bintangnya, ya 😆😆 dan jika ingin berkenalan silakan PM xoxoxo 😅😅😅

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top