Chapter 7 (a)
Aku akan segera tamat, batin Zac.
Ia terdiam, menatap Alsou, perasaan ingin menikmati hotdog seketika menghilang dan beralih pada hawa panas yang tiba-tiba menerpa tubuh Zac-ia merasa gerah. "A-aku ingin mencari sesuatu, kau ... tetap di sini. Aku akan segera kembali."
"Aku ingin ikut bersama Zac," pinta Alsou dengan tatapan memelas. Zac menarik napas lalu mengembuskannya, "Alsou, kau anak yang baik, bukan? Percaya padaku, aku akan kembali." Zac berdiri di hadapan Alsou hanya sekadar untuk menyembunyikan rasa gugup akibat kejutan yang ia dapatkan untuk kedua kalinya.
Cekatan, Alsou mengambil tangan kanan Zac dan meletakkannya di atas kepala. Zac sempat berusaha menjauh, tetapi akhirnya ia paham bahwa Alsou ingin Zac mengusap kepalanya. "Aku takut berada di sini sendirian," kata Alsou. Zac tersenyum sambil mengusap rambut gadis tersebut dan menundukkan sedikit tubuhnya. "Baiklah, bersalaman."
Alsou menurut dan meletakkan tangan kanan di atas telapak tangan Zac.
Mereka kembali bergandengan tangan dan seketika bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk ke dalam pikiran Zac, terutama setelah ia melihat wajah memelas Alsou. Sekarang dia paham bagaimana perasaan si kucing Alsou ketika Zac bersama dengan Lousiana.
***
Desember, 2015
Sebentar lagi natal dan salju sudah mulai terlihat di kota London. Di tengah butiran salju dan cahaya remang lampu di pinggir jalan, Zac bersama Lousiana nampak sedang berjalan bersama sambil bergandengan tangan. Mereka dekat sekali, bahkan jika seseorang yang melihatnya pun pasti akan merasa iri.
Malam ini adalah malam yang bertepatan dengan dua tahun mereka menjadi sepasang kekasih dan Lousiana akan kembali menginap di apartemen Zac.
"Kau sudah memindahkan peliharaanmu, bukan?" tanya Lousiana penuh selidik, "kau tahu bahwa aku tidak suka kucing." Gadis itu melingkarkan lengannya pada Zac dan meletakkan kepala di bahu pemuda itu, sedangkan Zac merasa ragu untuk menjawab. Tadi pagi sebelum Zac pergi ke apartemen Lousiana dan berniat untuk menitipkan Alsou di tempat penitipan hewan, kucing itu selalu menatapnya, seperti tidak ingin pergi meninggalkan apartemen.
Dia merasa bimbang antara harus memilih peliharaannya atau Lousiana hingga akhirnya dengan pemikiran yang matang dan penuh kerelaan, Zac memutuskan untuk menitipkan Alsou di tempat penitipan. Sungguh, andai saja bukan karena kedatangan Lousiana, maka Zac tidak akan menitipkan Alsou, dia paham sekali bahwa kucing itu tidak menyetujuinya. Namun, sekarang Lousiana lah yang terpenting-mereka jarang sekali menghabis waktu berdua.
"Jangan khawatir, aku sudah menitipkan Alsou di penitipan," bisik Zac. Lousiana tidak peduli dengan perasaan berat hati kekasihnya dan memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu, sambil memeluk Zac, mereka pun berciuman di bawah salju.
"Kau sangat mengagumkan, Zac." Lousiana meletakkan tangan kanannya di dada Zac. Pemuda itu memeluk kekasihnya erat, walaupun pikirannya lebih terpusat pada si kucing Alsou-dia terlihat sangat ketakutan saat Zac pergi meninggalkannya.
"Apa lain kali aku bisa membiarkan Alsou berada di apartemenku ketika kau bertamu atau menginap?" tanya Zac ragu-ia sudah bisa menebak bahwa Lousiana akan menolaknya.
Semenjak satu tahun menjadi sepasang kekasih, tiba-tiba saja sikap Lousiana terhadap Alsou berubah. Gadis itu terlihat tidak menyukai kehadiran Alsou dan setiap kali Zac bertanya, Lousiana selalu mengatakan bahwa ia alergi. Namun, pemuda tersebut berpikir bahwa ada alasan lain yang membuat Lousiana sangat membenci Alsou.
"Tidak! Pilihan yang kau miliki mengenai peliharaanmu hanyalah, menitipkan, mengembalikan atau membuangnya. Kau tahu bahwa aku tidak suka hewan, mereka itu sangat kotor." Lousiana melipat kedua tangan di depan dada-memasang wajah cemberut. Dia berbohong mengenai hal itu dan alasannya adalah karena Lousiana hanya ingin Zac fokus padanya, bukan kucing cokelat itu.
Aku harap Alsou akan baik-baik saja. Maafkan aku, batin Zac.
Saat di penitipan Alsou selalu mengeong lirih seakan memohon agar Zac tidak pergi, tetapi pemuda tersebut tidak punya pilihan. Suara mengeong Alsou yang semakin nyaring selalu membekas di kepala Zac dan hal itu sungguh menyakitkan.
Lousiana kembali memeluk Zac kemudian berbisik, "Kau yang terbaik. Aku tahu kau akan lebih memilihku daripada peliharaanmu." Gadis itu melepaskan pelukannya.
Sepuluh menit menikmati hawa dingin dan butiran salju di pinggir jalan, tiba-tiba ponsel Lousiana berbunyi dan menampakkan nama Arianna. Ia segera izin menjauh untuk menerima telepon, Zac mengizinkannya karena pada saat itu dia masih belum mengetahui bahwa Lousiana telah mengkhianati hubungan mereka. Pemuda itu selalu berpikir positif bahwa Arianna adalah teman dekat Lousiana karena memiliki banyak persamaan jam kuliah, meskipun terkadang terdengar isu buruk mengenai dua gadis tersebut.
Sambil berlari kecil dengan menampakkan wajah menyesal, Lousiana segera menghampiri Zac dan berkata bahwa ia harus segera pergi karena Arianna berada di kantor polisi-meminta bantuan Lousiana sebagai penjamin.
"I'm sorry Honey. Arianna needs me, so ... can you ...." Lousiana ragu untuk melanjutkan kalimatnya, dia menatap Zac.
Pemuda itu mengangguk lalu mencium kening Lousiana, "Tidak masalah, dia temanmu yang membutuhkan pertolongan. Kau bisa menginap lain waktu. I love you. Ok." Zac merasa lega bercampur sedih, lega karena bisa segera menjemput Alsou dan sedih karena Lousiana tidak jadi menginap untuk merayakan dua tahun hubungan mereka. Namun, sebagai lelaki dewasa Zac selalu mencoba berpikir positive, memikirkan bahwa mereka pasti akan memiliki banyak waktu luang, terutama jika suatu saat mereka menikah.
"Thank you so much Honey." Lousiana memeluk dan mencium Zac lalu pergi meninggalkannya.
Puas melihat punggung gadis yang ia cintai, buru-buru Zac melihat arloji yang masih menunjukkan pukul delapan malam.
Masih ada waktu untuk menjemput Alsou. Pemuda itu pun berlari membelah butiran salju yang menghiasi kota London, mencari taksi kemudian pergi ke tempat penitipan hewan peliharaan. Dalam hati, dia benar-benar merasa khawatir dengan keadaan Alsou dan ini bukanlah yang pertama kali bagi Zac.
***
"Zac," panggil Alsou, menyadari bahwa pemuda di sampingnya sedang melamun di dekat food truck Rainbo. Zac mengerjapkan mata, kembali ke alam sadarnya lalu memeluk Alsou dengan erat membuat beberapa pasang mata memerhatikan mereka.
Pria yang beruntung. Pikir sebagian pria di area tersebut.
Alsou tersenyum dan membalas pelukannya, ia merasa sangat senang hingga tanpa sadar tubuh kucingnya hampir terlihat. Namun, segera dia berusaha untuk menahan kemampuannya. Alsou tidak ingin Zac menjadi ketakutan karena hal kecil ini, terlebih lagi dia telah membuat Zac sedikit tertegun ketika melihat kekuatan sihir saat Alsou menyembuhkan anak kucing tadi.
"Maafkan aku karena pernah menitipkanmu di tempat yang tidak kau sukai," bisik Zac.
"Zac tidak akan melakukan hal tersebut lagi, 'kan?"
"Ya, aku janji." Zac melepaskan pelukannya lalu memperbaiki tatanan rambut cokelat Alsou.
Zac menarik tangan Alsou setelah menunggu gadis itu menghabiskan hotdog-nya kemudian membawanya menuju pertokoan pakaian dalam. Tempat yang menurutnya akan sangat menantang, tetapi mau tidak mau Zac harus mengantar Alsou ke sana. "Ketika sudah sampai di sana, kau lakukan hal yang sama seperti manusia lain lakukan. Aku ... hanya akan mengawasimu karena ini akan membuatku terlihat mesum."
"Mesum?" tanyanya.
Zac memutar mata karena gadis ini tidak paham dengan apa yang ia maksud. "Ahh ... baiklah, kau lakukan saja seperti yang aku katakan barusan. Ingat kau harus tetap bersikap baik."
Alsou mengangguk riang dan memeluk Zac sambil berjalan, membuat pemuda itu kesulitan dalam melangkah. Suara tawa orang-orang yang berpapasan dengan mereka terkadang terdengar oleh Zac-pemuda itu tersipu dan berusaha melepaskan pelukan Alsou.
Tiba-tiba ketika Zac sibuk menjauhkan diri, seseorang menepuk pundaknya hingga membuat Zac harus berbalik dan seketika ia terlihat kikuk ketika melihat senyum jahil dari orang yang menepuk pundaknya, sedangkan Alsou berlari kecil kemudian memeluk orang tersebut.
"Lama tidak bertemu, Zac."
Semoga terhibur teman2. Tolong bagi bintangnya ya 😘😘😘😘😘 dan terima kasih karena sudah mengikuti sampai saat ini.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top