Chapter 23
"I'm sorry," bisik Audrey, tanpa merasa terbebani pemuda itu mengarahkan belati sihirnya ke tubuh kucing tersebut.
Jleb.
Brak.
Audrey terlempar ke arah Tendo, sesaat setelah ia berhasil menusukkan belati ke tubuh kucing Alsou. Tendo terkejut dan merintih pelan ketika tanpa disengaja belati di tangan Audrey mengenai kakinya.
"Sialan!" maki Tendo, sambil menendang tubuh Audrey dan menatap sosok yang baru tiba di hadapannya—seorang kucing betina yang kemarin telah terbunuh oleh putrinya sendiri.
Tendo meludah kemudian menggeram menatap kucing tersebut. Ia tahu bahwa Alsou tidak membunuh wanita itu dan hal ini membuatnya begitu murka ketika dia juga mengetahui bahwa Aiko mengambil pengekang yang terdapat pada lengan Alsou saat mereka bertemu.
Dari awal aku memang berniat untuk membunuh si Penipu ini. Namun, lagi-lagi si Jalang itu datang lagi.
"Selamat datang, Iwayana san. Aku tentu mengetahui bahwa putrimu tidak membunuhmu, tetapi Audrey telah berhasil membunuhnya." Tendo mengeluarkan asap cokelat keemasan dan wajahnya tampak berubah menjadi seekor kucing. "Kau tidak punya kesempatan untuk menyelamatkan anak-anakmu."
"Kau serakah," bisik Iwayana. Ia melirik ke arah Audrey yang sekarang telah bangkit dan turut menyadari kehadiran manusia di antara mereka.
Zac datang dan dengan susah payah berusaha turun ke jurang melalui bantuan alat pemanjat tebing. Pemandangan yang terlihat sekarang membuat Tendo tertawa nyaring, sambil memandang penuh ejekan terhadap dua makhluk yang hadir di hadapannya.
"Tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan Alsou, Anak muda." Tendo melirik ke arah Audrey dan memberikan isyarat untuk segera membunuh Zac.
Pemuda itu mengangguk dan segera menyerang Zac dengan kekuatan sihirnya, sedangkan Iwayana yang mencoba untuk tidak teralihkan oleh perangai Audrey, memutuskan untuk menyerang Tendo.
Blash.
Sihir antara dua Nekomata saling memantul, memercikan sihir secara random. Mereka berdua terengah, satu sama lain, saling memutar otak tentang bagaimana cara untuk membunuh lawan secepat mungkin.
Mereka tidak ingin menghabiskan banyak tenaga dengan menggunakan sihir secara berlebihan. Namun, keduanya saling melempar dan menghindari sihir.
Audrey mundur perlahan ketika sadar bahwa Zac membawa sesuatu dan tanpa menghiraukan kehadiran Audrey, pemuda itu segera berlari menghampiri Alsou yang telah berlumur darah.
"Alsou! Bertahanlah, kumohon!" Wajah Zac memucat melihat kondisi Alsou yang telah berubah menjadi seekor kucing. Segera ia membungkus tubuh Alsou dengan selimut dan tanpa sadar setetes air mata Zac membasahi Alsou.
Kau membuatku menjadi pria cengeng.
Bugh.
Zac berlutut ketika Audrey memukul dari belakang. Ia putuskan melakukan hal demikian untuk melumpuhkan pemuda yang mencoba untuk menyelamatkan Alsou.
"Kau membunuhnya," bisik Zac dengan nada yang bergetar, sambil mencengkram erat kepalan tangan Audrey yang kembali mencoba untuk memukulnya.
"Kau salah menilai tentangku, Zac." Dengan keras Audrey menendang tubuh Zac, sedangkan pemuda itu berusaha untuk tetap melindungi Alsou di pelukannya.
Berguling berusaha menyelamatkan diri, Zac mencoba segera lari dari Audrey dan membawa Alsou pergi dari sini. Dengan cekatan dan sesekali mengerang karena rasa sakit, Zac berusaha kembali memasang pengait tubuh di tali dan kembali memanjat tebing bersama Alsou yang berada di pelukannya.
Kau harus tetap hidup, Alsou.
Sesaat Zac menoleh dan melihat pertempuran hebat serta tidak masuk akal antara Iwayana dan Tendo. Begitu banyak sihir yang mereka keluarkan hingga membuat beberapa sisi tebing berguguran. Cuaca musim dingin terasa begitu menggigit hingga membuat tangan Zac mulai membiru, ini sungguh aneh ketika memanjat tebing di tengah salju dan amat berisiko tinggi.
Audrey tidak mengejar atau menghalangiku, bahkan dia tidak ada di dasar jurang.
Zac meneguk salivanya. Tangannya kembali bergetar dan membiru akibat kedinginan. Ia segera menggelengkan kepala, secepat mungkin dia berusaha untuk sampai di jalan raya lalu membawa Alsou ke rumah sakit.
Kali ini biar aku yang menyelamatkanmu, Alsou. Kumohon bernapaslah. Kau tahu, aku telah gila selama di sel tanpamu.
"Zac!"
Suara teriakan seorang wanita terdengar di telinga Zac. Menengadah, ia pun tersenyum dan tampak lemah kemudian memejamkan mata. Mereka hampir terjatuh karena pemuda itu sudah tidak kuat menahan dingin. Namun, Rika yang memanggil serta melihat kejadian tersebut, dengan sigap menangkap tali yang berada di jalan raya lalu berusaha menariknya.
Rika tampak kesulitan menarik tubuh Zac yang tergantung di sisi tebing. Namun, tiba-tiba seseorang membantunya. Rika menoleh dan orang itu mengisyaratkan agar Rika tetap diam dan memfokuskan untuk menolong Zac serta Alsou.
"Lekas bawa mereka ke rumah sakit. Alsou telah banyak mengeluarkan darah dan Zac harus segera dihangatkan sebelum mengalami hipotermia."
Rika mengangguk dan memasukan mereka berdua ke dalam mobil.
"Kau tidak ikut bersama kami, David?"
Audrey menggelengkan kepala. "Panggil aku Audrey. Telah banyak kebohongan yang kulakukan padamu, tetapi aku akan menjelaskan semuanya setelah ini. Selamatkan mereka dan aku masih banyak urusan di sini."
Audrey melompat merubah tubuhnya menjadi seekor kucing, pergi menyusul Tendo dan Iwayana, tanpa memberikan kesempatan kepada Rika untuk bertanya atau mengucapkan selamat tinggal.
Aku sudah mengetahui siapa kau, David, tetapi tidak dengan namamu.
Rika melirik ke arah Zac yang sedang menggendong Alsou di dalam pelukannya. Pemuda itu sudah tak sadarkan diri dan Alsou, sudah terlalu banyak mengeluarkan darah.
Jika Alsou tidak selamat, maka kau akan berhadapan denganku, David.
Rika menyalakan mesin penghangat mobil dan berharap agar Zac bisa kembali merasa hangat hingga sampai di rumah sakit. Ia tidak ingin kehilangan adik dan juga Alsou.
Dengan kecepatan tinggi Rika mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat Aiko di rawat. Ia butuh gadis itu dan Zac membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sesekali ia mengumpat dengan masalah yang begitu rumit. Dia tidak pernah menyangka akan kembali bertemu dengan seorang Nekomata, terlebih lagi kali ini Rika terlibat langsung dengan permasalahan mereka.
***
Di rumah sakit, berkali-kali Aiko meringis menahan rasa sakit di pergelangan tangannya. Ia sekarat karena gold thread milik Tendo yang tersemat di dalam urat nadinya. Aiko hampir sekarat bahkan tubuhnya mulai terlihat memar, hal yang menandakan bahwa Tendo juga dalam keadaan serupa.
"Kau akan datang, Alsou. Aku percaya itu." Aiko kembali mengerang kesakitan, beberapa tetes darah keluar dari hidungnya dan rasa panas terasa di dalam perutnya. Ingin sekali ia menggunakan sihir yang dibagi ibunya untuk melepaskan gold thread, tetapi ini tidak boleh terjadi dia harus menahannya hingga Alsou datang menemuinya.
Aiko terduduk di atas tempat tidur pasien, sedikit membungkuk sambil memegangi lengan kanannya yang menampakkan urat-urat yang berwarna merah seperti lahar. Ia mengerang berkali-kali tidak peduli dengan suara ketukan pintu dari para tim medis yang mengkhawatirkannya.
"Aku akan berusaha menahannya," bisik Aiko. Seketika ia bisa merasakan kehadiran Rika dan Alsou, secepat kilat serbuk hijau mengelilingi jarinya, berusaha membuka pintu yang sebelumnya ia kunci.
Alsou, apa yang terjadi? Ia mengurungkan niat untuk menggunakan sihir dan dengan susah payah Aiko merangkak menuju pintu yang di baliknya terlihat Rika berbicara dengan beberap perawat.
Dengan berat hati, mereka pun pergi dan kini hanya Rika dan kucing Alsou yang terbalut di dalam selimut.
Wajah mereka saling memucat melihat satu sama lain. Sekarang Rika mengkhawatirkan Alsou dan Aiko, sedangkan Aiko masih berusaha menahan sakit berusaha menggapai knop pintu dengan tatapan khawatir.
Kita semua akan selamat. Dewa kematian belum berpihak pada kita, bukan?
Itulah yang terlintas di dalam pikiran mereka masing-masing.
Meong.
Alsou membuka mata perlahan, ada setetes air mata di sudut mata kucingnya. Zac, apakah dia baik-baik saja? Aku merasakan kehangatannya.
Klik.
Bruk.
"Aiko!" teriak Rika, sambil menghampiri tubuh Aiko yang terjatuh membentur lantai.
Rika semakin memucat melihat banyak tetesan darah di lantai dan semua ini berasal dari tubuh Aiko.
"Letakkan Alsou di sampingku, Rika chan. Aku ...."
_______________
Gak kerasa bentar lagi ini cerita bakal tamat. 😋😋😋
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top