Chapter 12
"Kau sungguh tidak menganggap keberadaanku demi gadis ini." Rika mendengus kesal, menyandarkan tubuhnya malas di kursi kafé, sambil menyesap cokelat yang telah menghangat. "Apa kau sudah melupakan kakakmu ini? Dan dia, Alsou—"
"Kekasihku. Err ... yeah, dia kekasihku. Bisa kau diam dan tidak banyak bicara? Selain itu, mengapa kau bisa berada di sini, Rika-chan? Bukannya kau sedang bertugas di Kanada?" Zac kembali memotong ucapan kakaknya—Rika.
Rika, seorang wanita dewasa yang terlihat begitu sempurna di mata laki-laki, bahkan Zac yang merupakan adiknya sendiri turut mengakui kehebatan wanita ini.
Rika meletakkan kedua tangannya menyelimuti cangkir berwarna putih susu kemudian kembali menatap Zac dan juga Alsou, seorang gadis yang diakui pemuda itu sebagai kekasihnya.
Diam-diam, Rika merasa yakin bahwa dia pernah bertemu Alsou—wajahnya tampak tidak asing bagi Rika hanya saja ia lupa. Terlalu banyak pekerjaan bisa membuat seseorang melupakan hal-hal kecil di masa lalu.
Menarik napas lalu mengembuskannya, Rika memutar mata. "Aku mendapat undangan kenegaraan dan berniat untuk mengunjungimu, tetapi kita malah bertemu di sini dan ...." Rika menatap ke arah Alsou yang duduk di samping Zac—dia terlihat begitu tenang dengan segelas susu—cenderung mengabaikan pembicaraan mereka berdua.
"Apa yang kau pikirkan? Jangan berpikir hal aneh, dia mengalami gegar otak." Zac menarik gelas di tangan Alsou, tetapi gadis itu menahannya dan mengubah posisi membelakangi Zac.
Well, melihat tingkah laku Alsou yang kekanakan membuat Rika menaikkan sebelah alisnya kemudian tertawa kecil, mengambil tas dan bersiap untuk pergi. Ia harus segera kembali ke hotel untuk melakukan check out dan menginap di apartemen Zac.
Aku harus mencari tahu siapa gadis yang sedang bersama Zac.
Ia mengeluarkan beberapa lembar uang dan meletakkannya di meja. "Jangan dihabiskan untuk berkencan dan pastikan ponselmu selalu aktif. Ayah dan Ibu merindukanmu. Sampai ketemu lagi." Rika mengusap kepala Zac dengan kasar dan membuat pemuda itu menepisnya.
"Berhenti untuk memperlakukanku seperti anak kecil." Zac memerah, saat beberapa pasang mata memerhatikan mereka, termasuk Alsou. Ia tertawa kecil, atas bibirnya menyisakan sisa susu yang dia minum.
"Bersikap dewasa lah, Alsou dan terima kasih berkat ... kau telah menolongku." Tersenyum, Rika menepuk pundak Alsou dan sekejap ekspresi gadis tersebut berubah menegang kemudian menggenggam tangan Zac.
Alsou mengangguk.
"A ...."
Rika menaikkan kedua alisnya meletakkan jari telunjuk di atas bibir dalam hitungan detik sebelum Zac melihat isyarat yang ia berikan untuk Alsou. "Jaga diri kalian. Aku pergi dulu dan Zac aku sudah mengirimkan surat pengunduran diri atas namamu di toko bangunan itu. Kau tidak perlu bekerja sebelum menyelesaikan pendidikanmu." Tanpa menunggu pernyataan protes dari adiknya, Rika langsung pergi meninggalkan Zac dan Alsou.
Aku yakin dengan apa yang kulihat sebelumnya. Aku harus segera kembali ke Jepang.
***
Angin malam mulai berhembus menerpa tubuh mereka para pejalan kaki, langit pun mulai terlihat menggelap. Alsou dan Zac sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemen, setelah berjalan-jalan sebentar menelusuri wilayah sekitar toko tempat Zac bekerja paruh waktu.
"Jangan pernah menghilang lagi. Kau membuatku khawatir. Bukan! Maksudku, kau tanggung jawabku, kau tidak punya dokumen resmi di sini."
Zac terlihat salah tingkah, ia mengusap tengkuknya. "Tanpa dokumen resmi kau bisa dianggap sebagai imigran gelap atau anggota kriminal lintas negara."
Ini adalah hitungan yang kesekian kali, Zac memberitahu hal yang sama kepada Alsou dan beberapa kali juga dia memperlihatkan id card-nya di hadapan gadis itu. Ia terlihat frustrasi ketika menyadari Nekomata ini menghilang dari pandangannya dan bahkan hampir menangis saat berhasil menemukan Alsou.
Meskipun demikian, rasa haru yang sempat menyelimuti kedua makhluk itu seketika hancur karena Rika secara tiba-tiba memukul kepala Zac yang sedang memeluk Alsou dengan erat.
Zac mendengus kesal mengingat perlakuan Rika yang tidak pernah bersikap manis setiap kali bertemu dengannya.
"Rika-chan selalu sesukanya mengatur hidupku. Sekarang, tanpa persetujuan dariku, dia mengirimkan surat pengunduran diri atas namaku." Zac terus-menerus mengomel karena ulah Rika yang menurutnya sangat menyebalkan.
Alsou hanya diam, setia mendengarkan semua keluh kesah Zac sepanjang perjalanan. Seketika ia menjadi lebih terbuka setelah perubahan Alsou beberapa hari yang lalu dan gadis itu menyukainya.
"Zac akan punya waktu lebih banyak bersamaku." Alsou bergelayut di lengan Zac. Namun, langkahnya terhenti ketika tidak sengaja melihat Lousiana bersama Marc. Mereka berciuman, bersandar pada pagar sungai Thames.
Alsou merasa genggaman Zac menguat, membuatnya sedikit meringis kesakitan. Pemuda itu marah dan Alsou tahu akan hal itu karena daddy-nya kembali merasa dikhianati. Namun, di waktu bersamaan Alsou juga merasakan hal lain dalam diri Zac. Sesuatu yang juga belum diketahui oleh gadis ini.
"Oh, Zac, di sini rupanya." Tidak sengaja Lousiana melihat Zac dan Alsou sedang berdiri tidak jauh darinya. Ia tersenyum manis, masih dalam pelukan Marc, sedangkan pemuda itu hanya mengusap wajahnya—merasa enggan karena tahu bahwa gadis yang bersamanya adalah mantan kekasih Zac beberapa hari lalu.
Zac tersenyum samar, menatap mereka berdua, sedangkan Alsou menatap Lousiana dan Marc dengan tatapan tidak suka karena sekarang hanya dirinya yang memahami perasaan Zac.
Tubuh Zac tersentak saat Alsou menariknya secara tiba-tiba, mencium lalu mendorong pemuda tersebut hingga menyentuh pagar sungai Thames.
Zac memberontak, tetapi tangan Alsou mencengkram tangannya seolah-olah mengatakan bahwa ia harus menerima ciuman ini.
"Wow, gadis yang agresif. Dia terlihat sangat ahli," cibir Lousiana, sambil menggandeng tangan Marc.
"Maaf, telah mengganggu waktu kalian." Marc akhirnya bersuara walaupun terdengar ragu lalu pergi bersama Lousiana, meninggalkan mereka berdua.
Mata Zac terbuka dan melihat Alsou yang masih memejamkan kedua mata, segera ia mendorong tubuh Alsou hingga membuat gadis itu mundur beberapa langkah. Ia menebarkan pandangan dan tersenyum karena tidak menemukan dua manusia yang telah membuat Zac kesal.
"Mereka sudah pergi. Tindakanku sudah sama seperti mereka, 'kan?" Mengendikkan bahu sambil tersenyum, gadis itu terlihat sangat santai menatap Zac yang kembali terlihat merah padam.
Antara malu dan emosi, tanpa disadari akhirnya Zac menaikkan nada bicaranya. "Kau! Tidak tahu apa-apa tentangku! Berhentilah bersikap seolah kau polos! Enyahlah dariku." Zac pergi meninggalkan Alsou dengan sejuta perasaan emosi di dalam hatinya. Tanpa menoleh ke belakang ia telah memutuskan untuk tidak berurusan dengan Alsou, tidak peduli jika gadis itu adalah kucing yang ia sayangi.
Menurut Zac, tindakan yang dilakukan Alsou terlihat begitu kekanakan dan telah membuatnya terlihat seperti seorang pecundang di hadapan Lousiana dan Marc, meskipun ia merasa salah telah mencintai Lousiana—seorang gadis gila yang mengencani siapa pun tanpa memandang gender.
Sial. Zac menendang kerikil kecil di dekat apartemen untuk melampiaskan kekesalannya. Ia sudah tidak peduli dengan Alsou yang telah dia tinggalkan di sekitar sungai Thames. "Uruslah dirimu sendiri dan berhenti untuk menggantungkan dirimu padaku," bisiknya penuh amarah.
Ting!
Pintu lift terbuka dan ketika Zac hendak menuju kamar apartemennya ia kembali melihat Rika, berdiri bersandar di depan pintunya, sambil memainkan ponsel. Wanita itu menoleh ke arah Zac dan mengernyitkan dahi, sadar bahwa adiknya sedang sendirian.
"Kau terlihat buruk, apa terjadi sesuatu?" tanyanya, sambil melipat tangan di depan dada, menatap Zac dengan tatapan menyelidik.
"Just shut up." Dengan kasar Zac menekan beberapa digit angka lalu membuka pintu apartemen, diikuti oleh Rika.
***
Terduduk bersandar di pagar sungai Thames, Alsou berusaha tenang dan mengontrol beberapa anggota tubuhnya yang mulai berubah menjadi kucing.
Ia ingin menangis, tetapi tidak bisa karena hal ini akan membuat dirinya terlihat menakutkan—Zac selalu mengatakan hal demikian setiap kali pemuda itu merasa sedih ketika Alsou masih menjadi seekor kucing.
Dinginnya angin malam, membuat Alsou harus memeluk dirinya erat-erat. Zac telah marah padaku. Apakah dia tidak akan kembali lagi? Mata Alsou mulai terlihat basah. Dress yang dia gunakan tidak mampu menghangatkan tubuhnya.
Merasa kedinginan, Alsou segera bangkit mencari sesuatu yang bisa menghangatkan tubuhnya, tetapi tidak ada apa pun yang bisa membantu. Perlahan ia mulai berjalan kaki, mencari tempat untuk berlindung malam ini hingga suatu saat Zac akan kembali dan memaafkannya.
______________
Ahh akhirnya selesai. Lolol semoga terhibur. 😘😘😘
Salam, sapa, manjah.
Silakan PM jika ingin lebih dekat dengan saya. (Kayak ada yg mau aja #plak!) 😅😅
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top