Chapter 13 (a)

Tetes gerimis mulai membasahi jalan, memberikan pemandangan indah pada cahaya remang dari lampu kota. Alsou menengadahkan tangannya, merasakan tetesan gerimis kemudian melangkah pelan ke arah jalan kecil di antara pertokoan sederhana. Ia telah menghabiskan sekitar satu jam untuk berjalan kembali ke apartemen Zac, tetapi gadis itu menyadari bahwa dirinya dalam keadaan tersesat.

Duduk di samping toko sederhana, ia bersandar pada tembok sekadar berteduh dan melepas sedikit rasa lelah akibat terlalu banyak berjalan. Rasa ketakutan karena tidak bersama Zac telah berhasil Alsou kendalikan, dengan kata lain dia berusaha mengsugestikan diri sendiri bahwa banyak dari para manusia yang berhati baik-itulah yang selalu Zac katakan ketika Alsou masih berwujud kucing, bahkan hingga berubah menjadi manusia seperti sekarang.

Ia selalu mengingat dengan baik apa pun yang Zac katakan dan lakukan.

"Zac pasti akan datang." Alsou membuka mulut, matanya terlihat lelah dan berat. Tanpa sadar ia pun tertidur, tidak mengetahui bahwa sesosok berpakaian gothic mengamatinya.

Pria itu melangkah pelan bagaikan hembusan angin, tidak ingin membangunkan Alsou yang sedang tertidur. Tangannya mengusap rambut Alsou, ada senyum tipis terlintas dari wajah yang tersamarkan oleh cahaya remang lampu kota. Tanpa menarik perhatian para pejalan kaki yang melintasi jalan di depan toko, pria gothic tersebut mengeluarkan asap berkilau berwarna putih, asap tak kasat mata bagi para manusia normal.

"Belum saatnya," bisik pria gothic tersebut, kepulan asap dari tubuhnya pun secara perlahan menjalar menjadi satu di bawah telapak tangan yang mengarah pada Alsou.

Alsou mengernyit dalam keadaan tidur seperti sedang mengalami mimpi, sedangkan pria gothic tersebut segera bangkit dan pergi meninggalkan Alsou yang sekarang telah merasa hangat di bawah hawa dingin tetesan gerimis.

"Kau tidak boleh menampakkan sosokmu di tempat umum." Pria itu mendongkakkan kepala, membiarkan gerimis membasahi wajah lalu kembali menatap ke arah jalan kecil di antara toko tempat Alsou tertidur. "Pemuda itu tidak bertanggung jawab," bisiknya.

Seekor kucing berbulu hitam menghampiri dan mengelilingi kaki pria tersebut. Ia berjongkok, kembali mengeluarkan asap putih dari tangannya lalu mengarahkan pada kucing itu. "Pergilah," perintahnya.

Meong.

Kucing itu berlari dan dia pun melanjutkan perjalanan, membelah kesunyian malam di bawah gerimis kota London.

Alsou menarik sehelai kain yang membuat kehangatan menjalar ke seluruh tubuh, setelah sebelumnya ia merasa sangat kedinginan karena tertidur di sebelah bangunan toko. Namun, tiba-tiba kenyamanan tersebut terusik dengan perasaan yang kembali muncul seperti tadi siang ketika masih berada di apartemen Zac. Ia ketakutan.

Meraba kepala dan wajahnya, Alsou menyadari bahwa tubuh kucing yang selalu muncul ketika ia ketakutan kini tidak teraba sama sekali. Merasa aneh, gadis itu segera bangkit berlari ke bawah cahaya lampu dan berjongkok untuk melihat bayangan dirinya di genangan air bekas hujan. Ia mengernyit setelah melihat bayangan dirinya yang tampak seperti manusia normal, tidak ada kumis atau telinga kucing.

"Aku sangat ketakutan sama seperti saat itu, tetapi ...."

Tin tin tin!

Cahaya lampu yang mengarah padanya terasa begitu silau hingga membuat Alsou mengernyit. Ia seharusnya segera berlari untuk menjauh dan menyelamatkan diri, tetapi rasa terkejut telah membuat gadis itu tidak bisa bergerak sedikit pun kecuali menutup mata dan memalingkan wajah.

***

Hujan telah berhenti beberapa menit yang lalu dan lampu di apartemen Zac sudah terlihat padam lebih awal dari biasanya, tetapi hingga saat ini Zac tidak bisa tidur sama sekali, sedangkan Rika sudah terlelap setelah puas memarahi pemuda itu akibat sikap serta tindakannya yang menurut Rika sangat ceroboh.

"Alsou ...." bisik Zac, setelah berulang kali terduduk di atas sofa dan melihat ke arah kursi yang biasa di duduki Alsou ketika dia sedang memasak.

Ada perasaan menyesal setelah Rika mengatakan bahwa dia terlalu bodoh karena telah memperburuk hubungan akibat seorang mantan kekasih yang telah mengkhianatinya. Ini bukanlah suatu hal mudah bagi Zac, dia masih bertahan dalam persepsinya karena sikap Alsou lambat laun akan mempengaruhi perasaannya.

Tidak mungkin aku bisa bertahan dari sikapnya. Ini bukanlah hal yang salah untuk memisahkan diri dari gadis itu.

Zac meremas rambutnya lalu kembali membuka kaleng beer, ini adalah kaleng ketiga yang ia minum. Mengembuskan napas kasar, akhirnya pemuda itu bangkit menuju westafel lalu membuang sisa beer. Zac membasuh wajah dan melihat bayangan yang tampak menyedihkan. "Kau terlihat sangat buruk karena gadis aneh itu."

Sial! pikirnya, sambil mengambil jaket dan segera bergegas keluar apartemen-mencari Alsou.

Rika yang dari tadi juga mengkhawatirkan adiknya kini bisa tersenyum tipis, melihat Zac akhirnya mengambil tindakan untuk pergi dari apartemen dan mencari Alsou. Yeah, dia berharap agar Zac pergi untuk mencari serta meminta maaf pada gadis itu.

Satu hal yang membuat Rika menyayangkan tindakan Zac adalah dia belum bisa memahami dengan baik bagaimana kondisi hatinya dan selalu stuck dengan masa lalu. Masalah yang akan membuat manusia tidak akan pernah bisa maju menjadi lebih baik, pikirnya, sambil kembali menutup tirai jendela dan kembali tidur.

Aku sungguh penasaran dengan sosok Alsou.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul dini hari. Jalanan pun terlihat sepi, hanya menyisakan orang-orang mabuk dan tuna wisma yang tertidur di depan toko dengan balutan jaket tak layak pakai. Zac terus berjalan, sambil mengedarkan pandangan menyusuri setiap sudut bangunan demi menemukan Alsou. Seketika ia khawatir serta merasa bersalah karena telah meninggalkan Alsou sendirian.

Alsou adalah gadis yang sangat menarik dalam hal visual dan memiliki sifat yang begitu polos layaknya seorang balita, meskipun kenyataannya tubuh Alsou tampak seperti remaja high school.

"Kuharap kau akan menunggu di sana karena aku tuanmu." Zac terus melangkah menuju sungai Thames, tempat di mana dia memarahi dan meninggalkan Alsou sendiri.

Zac memasukan kedua tangan ke dalam jaket saat hawa dingin sisa hujan menerpa wajahnya. "Dengan pakaian seperti itu ... aku sungguh bukan tuan yang baik." Ia memijat kening, benar-benar merasa buruk akibat tindakan yang bisa saja membuat Alsou dalam kondisi berbahaya. "Kuharap kau tidak menampakkan tubuh kucingmu. A-aku ... sial!" Berlari, Zac ingin segera menemukan Alsou dan meminta maaf padanya.

Di sekitar sungai Thames, Zac kembali mengedarkan pandangan, menghampiri siapa pun yang berada di sana sekadar untuk bertanya jika mereka melihat Alsou. Namun, apa yang diharapkan tidak mudah untuk didapatkan. Dari semua orang yang ada di sini, tidak ada satu pun yang melihat keberadaan Alsou.

Pemuda itu duduk bersandar di pagar sungai Thames, merasa frustrasi, dan ada hal yang menyakitkan dalam hatinya. Berulang kali ia mengumpat atas perbuatan bodoh akibat terbakar cemburu setelah melihat Lousiana bersama Marc.

"Perawan tua itu mengatakan hal yang sebenarnya. Aku lelaki yang akan mengalami kesulitan di masa depan. Malang sekali." Menggaruk kepala, ia kembali bangkit dan pergi mencari Alsou.

Tidak ada kata terlambat. Biar bagaimana pun, Alsou adalah seorang manusia dari jelmaan kucing peliharaanku. Dia pasti akan kembali padaku.

Kembali berlari, Zac memutuskan untuk terus mencari di daerah sekitar. Menurutnya Alsou tidak akan pergi jauh karena dia masih merasa takut dengan manusia asing dan hal ini memungkinkan bagi Zac untuk menemukan gadis itu dengan cepat, selama ia bisa lebih memfokuskan pandangannya.

"Kumohon jangan pergi terlalu jauh, Alsou. Kau sudah tahu seberapa besar rasa sayangku padamu, bukan?" bisik Zac.


_____________
Semoga bulan depan udah bisa selesai. Terima kasih sudah mampir.
Salam, sapa, manjah 😍😘😘

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top