39
"Ternyata hidup ayahku cukup sulit, ya?" komentar Laszlo begitu Davin selesai menceritakan kisah awal sang ayah menjadi pemimpin.
Davin tersenyum tipis. "Begitulah," balasnya. Ada nada pahit di dalam suaranya. Ia masih mengingat dengan jelas kejadian yang terjadi 20 tahun silam seolah kejadian itu terjadi kemarin. Ia masih ingat bagaimana pedihnya tangisan Nathan di hari itu. Dan ia juga ingat seberapa kuatnya Nathan saat melewati kejadian itu.
Laszlo terdiam. Terlihat kesenduan di dalam matanya. Davin tak begitu mengerti apa yang dirasakan oleh anak itu. Ia juga tak begitu mengerti apa yang tengah dipikirkan oleh anak itu. "Jangan merasa terlalu terbebani. Hidupmu dan ayahmu berbeda. Aku yakin, kau pun pasti bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana seperti ayahmu dan juga kakekmu," ungkap Davin tulus.
Laszlo menatap lurus ke dalam mata kelam Davin, mencari kebohongan di dalam sana. Akan tetapi, ia tak menemukannya sama sekali. Ia hanya bisa menemukan ketulusan dan juga kepercayaan. Dan mungkin ada sedikit kebanggaan di dalam sana. Entahlah, Laszlo tak begitu tahu.
"Istirahatlah! Kau pasti lelah mendengar kisah panjang dan membosankan itu," ujar Davin sembari bangkit dari duduknya.
Laszlo menggeleng tegas. "Itu tidak membosankan. Itu kisah yang bagus. Aku jadi mengenal ayahku lewat ceritamu. Terima kasih," ungkap Laszlo jujur. Kini, setelah mengetahui sepenggal kisah ayahnya, ia merasa ada sedikit ikatan dengan sang ayah.
Davin tersenyum tipis. Sudah ia duga, Laszlo sangat mirip dengan Nathan. Keduanya sangat perhatian dan memiliki sudut pandang yang berbeda dengan yang lainnya. Mereka berdua, walau terlihat lemah, tetapi sebenarnya amatlah kuat.
"Aku harap kau bisa menceritakan kisah tentang ayahku lagi di lain waktu. Aku akan sangat menantikannya," ungkap Laszlo antusias. "Terima kasih untuk malam ini. Selamat beristirahat, Davin!"
Davin mengangguk tegas. "Tentu. Kapan saja kau ingin mendengarnya, aku siap bercerita. Kalau kau ingin tahu tentang ibumu, kau boleh bertanya pada Emily. Atau mungkin, kau juga bisa mencari orang tua si penyihir itu. Ibu penyihir itu kenal baik ibumu. Aku yakin mereka berdua pasti akan dengan senang hati menceritakan kisah ibumu padamu saat kau meminta pada mereka."
Laszlo mengangguk paham. Ia mencatat hal itu dalam hati. Satu hal baru lagi yang ia ketahui. Ibu Kaizen mengenal ibunya-ibu kandungnya. Kini, tatapan penuh kerinduan yang diberikan oleh ibunya Kaizen tak lagi aneh baginya. Ia ingat dua hari yang lalu, Emily pernah mengatakan padanya ia bahwa caranya makan sangat mirip dengan ibunya.
Laszlo pun berbaring di atas kasurnya dan menatap langit-langit kamarnya yang gelap. Di kanannya, Kaizen sudah terlelap dengan nyenyaknya. Laszlo mendesah lega. Sebaiknya, sekarang ia tidur karena besok pagi ia harus berangkat ke sekolah.
Mengenai sekolah, Davin dan Emily sama sekali belum mengatakan apa pun. Namun, ia tahu bahwa ia tak akan bisa sekolah terus seperti ini. Suatu hari-entah kapan itu-ia pasti harus keluar dari sekolah sebelum menamatkan pendidikannya. Ia harus kembali ke tempat di mana seharusnya ia berada. Akan tetapi, karena mereka masih belum mengatakan apa pun, Laszlo hanya menikmati masa-masa terakhir sekolahnya dengan tenang.
Satu hal lagi yang harus ia catat dalam hati, bertanya pada Emily bagaimana kehidupan pendidikannya nanti. Walaupun ia yakin, di tempat tinggalnya nanti. Pasti akan ada guru-guru yang tak kalah hebat dengan guru-guru di sekolahnya. Akan tetapi, di sana ia pasti ia tak akan merasakan suasana satu kelas bersama teman-teman yang lainnya.
Dengan membawa kekhawatiran tersebut, Laszlo pun jatuh terlelap.
@_@
Di mana ini? Kenapa gelap sekali? Aku mencoba meraba ruangan di sekitarku. Namun, nihil. Tak ada apa pun di sekitar sini. Tak ada perabotan, atau pun dinding. Aku sama sekali tak bisa menemukan petunjuk di mana aku berada sekarang.
Kulangkahkan kakiku mantap. Entah mengapa, perasaanku mengatakan bahwa aku bebas melangkah ke mana saja yang aku inginkan. Tak akan ada yang menghalangiku, apa pun itu-baik benda mau pun orang.
Benar saja, aku tak terhalangi oleh satu benda pun. Kakiku bebas melangkah ke mana saja. Walau di sini gelap, aku tak menemukan bahwa tempat ini menyeramkan sama sekali. Alih-alih, aku merasa tenang di dalam sini.
---------------
653.31012022
Happy Sa Cap Meh, All!
Gimana? Ada yang kangen sama Las? Atau malah udh kepincut sama Nathan dan mau kisah tentang Nathan aja?
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top