🏛WALL🏛

note: cerita ini saya dedikasikan untuk geminiqua sebagai bentuk hormat dan terima kasih

Tomorrow by Together ®️ Hybe Entertaiment

| WALL|

Jung Kai  x Wi Hyejin(OC)

~Happy Reading~

Pucuk ke pucuk, roma tenang jatuh pada keheningan menyeluruhi sepanjang koridor. Setiap jeda, pasti bercelah bersama cakrawala berlukis berbagai rupa gegana sekali lalu kirana mentari terbias sondai berlagu angin sepoi-sepoi menyapu lembut kelambu yang menjutai di setiapnya.

Air beriak, mengombak samar pada refleksi cembung purnama; anggunnya mampu membuat pikiran dan mata kembali jelah. Satu dan dua tak jauh beda, implementasi serupa akan panorama beraroma hijau; keasrian melalui rakungan—menyenjukan peparu, selaku mekanis setiap pribadi guna menikmati keseharian.

Semasa tengah hari bertakhta, terik yang terpancar tak terlalu pelik membuat mereka tak segan keluar dari kenyamanan dan mengesir pada tantangan di luar sana. Semua tampak tersenyum bahagia dibarengi mata berkelip, batin dan pikiran pun berjalan beriringan sembari bergandeng tangan.

Lutut tertekuk sebelah, bersanding pada dinding kokoh di balik punggung. Jung Kai—pemuda berdarah campuran itu menggumamkan nada riang nan santai seraya memainkan jari-jemari lantik. Lain sisi, tepat di sebelah ditemani dua pemuda yang bernasib sama, tak kalah sial dengannya, Choi Beomgyu dan Kang Taehyun.

"Katakan ...." Ucapan bernada berat dari guru sejarah yang mengkobarkan bara dari balik kanta yang dikenakan, "di mana Kalian bertiga saat saya sedang mengajar?"

Terang-terangan memutar netra ke sana-kemari guna secara tak langsung Kai dan Beomgyu melepaskan diri dari tekanan yang diberikan sepupu dari pemuda satunya, Taehyun—tak acuh, perkataan Yeowi penaka serbuk yang terbang tak tentu arah; tak lagi masuk telinga kanan keluar telinga kiri, tetapi Taehyun secara mendadak menjadi pekak.

Si pemilik surai umber berkacamata itu secara lambat mengunjukkan kilat tajam pada kakak sepupunya dan menghela napas berat sesaat kemudian menanggalkan alat bantu baca tersebut dari hidung mancung ke dalam cover semestinya. "Masa hukumannya sudah selesai 'kan? Kalau begitu, saya pamit Kang-Sonsengnim!" ucap singkat Taehyun yang kelewat santai sembari menganyunkan kaki pergi meninggalkan tempat setrap.

Kedua bahu kekar pemuda itu dari arah berlawanan menyuguhkan sedikit sela, Kang Yeowi—si guru sejarah sekaligus kakak sepupu dari Taehyun—si genius yang semua orang pun tahu betul nama beserta ketampanan rupanya. Perempuan berkepala dua itu hanya menggeleng-gelengkan kepala, tak habis pikir dengan anggota keluarganya yang tak jarang bersikap semena-mana, bertindak dan membuat aturan seorang diri.

"Yak! Kau, Kang Taehyun kembali kemari!" seru Yeowi kesal, sedikit berteriak, "apa Kau mau kehilangan nilai?!" lanjutnya terkesan mengancam.

"Aku lebih khawatir pada Kang-Sonsengnim yang akan kehilangan pekerjaannya karena kalah pengetahuan dariku!" tukas si mahkota umber.

Oh, Kang Taehyun!

Entah itu laki-laki maupun perempuan, mulut pahit-pedasmu ternyata tak mengenal gender! Tak lagi pula memandang relasi atau hubungan kekeluargaan! Yeowi sendiri hanya mampu menghela napas berat sembari mengelus dada nang kian terbakar mendapati hunusan belati dari si genius yang semakin hilang dari pandangan.

Tampaknya, Yeowi barang sejenak melupakan dua pemuda lainnya yang dihukum akibat membolos di jam pelajaran. Kai dan Beomgyu—saling menahan tawa yang sangat ketara sebabnya; secara tak langsung teman seangkatan mereka mengejek Yeowi, terlebih ekspresi perempuan itu tergambar banyol di kedua mata.

Pastinya Yeowi menangkap hal tersebut dan tersenyum lebar. "Oh, Kalian tidak kapok rupanya? Kalau begitu, berdiri di sini sembari mengangkat satu kaki dan dua tangan sampai—"

"Kang-Sonsengnim!" Perempuan itu tak melanjutkan ucapannya lantaran seorang siswi andalannya menghampiri dengan napas memburu. "M-maafkan saya memotong pembicaraan Anda! Tapi, Anda dipanggil oleh Kepala Sekolah sekarang di ruangannya!" lanjutnya memberitahu sesuatu yang penting kepada wali kelas.

Si guru sejarah terdiam beberapa saat sampai akhirnya mengangguk sembari tersenyum dan berucap, "baik, terima kasih sudah menyampaikan kepadaku! Kalau begitu, aku titip dua anak ini dan jangan sampai mereka lepas dari masa hukuman, ya? Aku memercayai dan mengandalkanmu, Wi Hyejin!" Yeowi menupuk pucuk gadis itu pelan dan pergi setelah memberikan tatapan maut kepada Kai dan Beomgyu; memperingatkan untuk tidak macam-macam.

Langkah demi langkah mulai terkikis jarak di antara murid dan guru itu. Hawa tegang yang menyelimuti berangsur-angsur memudar diselingi gelak tawa dari siswa yang telat setahun mendaftarkan diri sebagai pelajar, tak lain dan tak bukan adalah Choi Beomgyu yang kini mengeluarkan ponsel dari celana training-nya.

"Hukuman segini tidak ada apa-apanya dengan kita! Ya 'kan, Kai?" kata Beomgyu sedikit menyingkut lengan temannya itu. Headphone hitam yang melingkar pada ceruk leher kini beralih terpasang pada kedua telinganya. Yah ... namanya Choi Beomgyu memang terkenal badung dan susah diatur!

Anak pecinta seni yang humble dan friendly, tetapi payah dalam mata pelajaran dan kerap menjadi santapan seksi kedisiplinan. Namun, Beomgyu seolah kebal dengan segala sanksi yang diberikan! Apalagi, ia tak pernah sendiri. Kadang disetrap bersama Taehyun atau Kai, setidaknya ia tidak dihukum sendiri, pikirnya begitu.

"Yak, kalau begitu aku duluan!" Sebelum pergi ke ruang musik, Beomgyu sekilas memandang Hyejin dari sudut mata dan tersenyum misterius, ia pun menepuk sebelah bahu pemuda blasteran di sebelahnya; memberikan kode dan salam keberuntungan. "Good luck, Bro!" bisiknya samar.

"Um, Hyejin-ah ...," panggil Kai agak ragu dengan pandangan yang tak bisa fokus menatap rupa siswi itu. "S-setelah ini ... jam pelajaran siapa, ya?" lanjutnya yang menampilkan senyum kikuk.

Wi Hyejin—siswi berdarah campuran Jerman-Korea adalah gadis berprestasi tetapi sangat disayangkan jarang untuk mendapat kesempatan tampil dan disorot oleh lampu panggung. Siswi kepercayaan Yeowi, dikenal sopan dan agak rendah diri lantaran tak memiliki banyak teman di sekolah. Namun, di balik semua itu, parasnya sempat menjadi buah bibir lantaran berhasil memikat cukup banyak siswa.

Kai adalah salah satu dari sekian banyaknya siswa yang mengagumi Hyejin, tetapi tak pernah sekali pun pemuda itu mengungkapkan. Berbicara satu-dua kata pun tidak, tetapi berkat sugesti yang diberikan Beomgyu kepadanya, ia berusaha merobohkan dinding yang selama ini dibuatnya sendiri; terjangan badai awan kelabu terhadap penolakan.

Gadis itu tertawa kecil sebagai tanggapan yang mana membuat Kai terdiam—merasa mati kutu dan tak tahu harus bertindak apa. Apalagi dimatanya Hyejin tampak sangat cantik dan manis, hatinya pun meleleh dibuat. Padahal, ini percakapan pertama antara ia dengan pujaan hatinya, akan tetapi kenapa semulus dan semenyenangkan ini!

"Apa keseringan bolos membuatmu lupa jadwal pelajaran, hm? Tentu tidak ada guru yang mengajar karena ini sudah waktunya pulang!" terang perempuan bersurai cokelat-kehitaman itu.

Lagi-lagi, Kai mematung dengan kedua sisi wajahnya yang menunduk, memerah malu—menguntuk diri lantaran telah membuatnya malu setengah mati, terlebih di depan siswi yang disukainya.

"Kalau begitu, aku duluan. Aku harus kembali untuk melaksanakan piket, mana seorang diri lagi karena semuanya sudah pulang!" ucap Hyejin tersenyum sembari menghela napas panjang yang mengakhiri perbincangannya dengan Kai.

Tatkala gadis itu hendak melenggang pergi, Kai spontan memanggilnya, "Hyejin-ah!" Sang pemilik nama pun menghentikan kakinya secara bertahap dan berbalik ke arah si pemanggil.

"Ku-kutemani, ya?" Kai berjalan mendekat ke arah Hyejin yang kini memekarkan kedua bola matanya. "Sambil ... kuajak mengobrol agar tidak kesepian, b-bagaimana?" lanjut Kai yang tersenyum hangat, berusaha meyakinkan gadis itu bahwa ia hanya ingin lebih dekat.

Keheningan mulai menyelimuti lorong koridor yang hanya menyisakan keduanya. Embusan angin mulai masuk di antara mereka hingga tak terasa entah mengapa waktu berjalan lebih lambat dari sebelumnya semasa keduanya saling beradu dalam diam, terpaku pada keindahan yang dimiliki.

Berselang cukup lama tak ada yang menghalangi, Kai dapat dengan jelas merasakan dinding semulanya masih utuh kini perlahan-lahan mulai runtuh menjadi debu yang hilang terbawa angin. Apakah ini tanda bahwa pemuda berdarah campuran itu telah menaklukan pembatas yang selama ini dibuatnya dan berhasil mencapai puncak?

"Tentu boleh, kita bisa mengenal satu sama lain. Ya, 'kan?" jawab Hyejin pada akhirnya sembari diakhiri oleh senyuman lima jari.

"Hm, benar! Kalau begitu, ayo!" seru Kai sembari memposisikan dirinya berjalan bersampingan dengan sang pujaan hati diselingi percakapan ringan yang membuat keduanya perlahan dirasa semakin dekat kendati ini adalah pertama kalinya pemuda itu berinteraksi dengan Hyejin.

Kini dinding baru telah tercipta. Apakah Kai mampu melewati guna mencapai hubungan yang lebih dari sekarang ini?

***
END

worda: 1272

__________

Haio semua!
Kali ini, Sere membawakan fanfiction Hueningkai! Tinggal Beomgyu sama Soobin saja, nih😆

Kira-kira siapa ya selanjutnya👀?
Tetap pantau terus akun Sere, ya!
Jangan lupa juga beri vote, komen, dan share🤗saran dan kritik juga jangan lupa!

Terima Kang Taehyun sudah membaca!
Sampai jumpa lain waktu!

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top