prolog

Namaku Takeda Tenshi,yah itu hanya nama palsu.

Dan ini adikku namanya Takeda Reki dia memiliki kecintaan terhadap warna merah mungkin lebih dari itu dia terobsesi dengan warna merah.

Aku dan adikku di tugaskan oleh seorang pembunuh bayaran untuk mengawasi seorang murid.

"Heh Misi apa kali ini sepertinya menarik!"ujar sang adik bersemangat bersemangat.

Orang yang berada di depanku adalah ketua dari para pembunuh bayaran,bernama Kujo Takamasa

"Kalian awasi anak ini"Takamasa menyerahkan sebuah foto perempuan berumur sekitar sebelas tahun mungkin?.

"Dia adalah anak dari mata-mata,saya harap kalian bisa memberiku informasi,keluarganya sangat misterius tidak ada yang tau letak pasti rumah mereka atau....kalo bisa kalian memberi tahuku di mana ayahnya itu bekerja di kehidupan normal"ujar Takamasa

"Nama palsu kalian adalah Takeda Tenshi  dan Takeda Reki"ujarnya lagi

"Siap kapten!"ujar Riku bersemangat,dan hendak mengambil pisaunya

"Jangan pake senjata ya!"peringat Zero,ia adalah tangan kanan Kujo

Seketika wajah gembira sang adik hilang di ganti dengan wajah cemberut.

"Terus gimana mau bunuhnya?"ujarnya sembari menggembungkan pipinya

"Kan hanya ngawasi Reki"ujar sang kakak membiasakan diri dengan nama palsu juga untuk memperjelas apa yang di maksud Zero dan Kujo

"Heh!? Gak seru"ujarnya lagi kemudian keluar dari ruangan tersebut.

"Maaf atas ketidak sopanan adikku,aku akan berusaha mencari informasi"ujar sang kakak menunduk sopan lalu pergi menyusul adiknya

Setelah kedua bersaudara itu pergi keluar,Zero menghela anapas dan mengusap wajahnya.

"Hah.....apa sebaiknya kita awasi saja mereka? Apa lagi sang adik itu!"ujar Zero menatap Kujo dengan sedikit jengkel.

"Mereka akan baik-baik saja,aku jamin 100%"ujar Kujo sembari mengelus pelan rambut Zero.

"Uwah! Mama Zero sedang bermesraan sama papa Kujo"seorang tiba-tiba ada di depan ruangan menatap mereka dengan berbinar-binar

"Horaa! Reki itu tidak sopan!"ujar Tenshi menyeret Reki untuk pergi dari ruangan

"Anak-anak jaman sekarang pada minim sopan santun"ujar Zero

"Tidak semua"bantah Kujo

Reki langsung pergi ke kamarnya dan menyelimuti badannya dengan selimut

"Auch!"Reki merogoh kasurnya dan menemukan pisau yang kemaren ia gunakan

"Reki,Sudahku bilang untuk mengembalikan ke tempat asalnya!
Dan jangan tidur dulu!
Beresin baju sama peralatan sekolah dulu!"ingat Tenshi

"Ah! Aku gak mau!"ujar Reki langsung pura-pura tidur.

Ten tampak kesal dan sedikit berfikir

"Reki kalo kau ingin membantuku besok sarapanmu akan di masakkan oleh Osaka-san gimana?"tawar Tenshi

Reki nampak tertarik dan menjatuhkan diri lalu menatap kakanya dengan binar di matanya.

"Beneran! Yosh aku akan membantu Ten-nii!!"

"Kau hanya tertarik dengan warna merajnya kan? Ujung-ujungnya gak kemakan juga"ujar Tenshi dengan tatapan seolah mengejek dan dibalas cengiran tanpa dosa oleh Reki

"Hah.....kalo begitu bantu aku menyingkirkan semua koleksi barang berwarna merahmu ini"lanjut Tenshi sembari menatap sekeliling kamarnya dengan Reki.

Kamarnya memang bersih namun tidak untuk Reki kamarnya penuh dengan barang-barang berwarna merah,mulai dari baju perhiasan dan juga makanan yang warnanya kini bukan berwarna merah lagi.

"Jangan!"ujarnya dengan tampang datar

"Okeh okeh gak kok asal kamu rapihkan gak akan ku buang"jawap Tenshi sembari mengelus kepala Reki

__________________________________

To Be Continue

//Senyum ke kamera

Maafkan aku membuat cerita ini sebelum menamatkan cerita yang satunya alasanya simpel yaa...karna aku butuh pengalihan.

Aku gak tau mo nulis apa di book satunya jadi aku buat cerita ini dengan beberapa revisi(tadinya umur Tsumugi 8 thn jadi mereka masih bocil gitu😅)

Oke sekian dulu and bye bye

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top