Sixth Chapter - Shutoku

Gymnasium Tokyo...

(Y/n) duduk termenung di bench, hingga sekelompok manusia memasuki gym sambil meremehkan Seirin.

"Bukankah mereka yang waktu itu?" Kata (Y/n) mendekati Tetsuya.

"Hai', sou desu" jawab Tetsuya. Disana Kagami sudah berdiri di hadapan mereka. Tetsuya menyusul disamping Kagami, memutar bola basket diujung jarinya.

Salah satu dari mereka menabrak Kagami.

"Yo, Kita bertemu kembali" sapa Kagami.

"Konnichiwa" Tetsuya menyapa.

"EEEEeeee?!"
"Kitalah yang akan dihabisi..."

Pertandingan dimulai, pemain dari Meijo Gakuen tampak ketakutan, mungkin masih teringat dihancurkan tempo hari oleh Kagami-Tetsuya-Kise. Seirin mengalahkan mereka dengan score 108-41.

Selesai dengan pertandingan melawan Meijo Gakuen, tim Seirin masih beristirahat di bench.

"Sepertinya kita unggul"
"Kalau begini terus, mungkin kita bisa lolos dengan mudah ke liga final, ya?"

"Amaii amaii"
"Enak sekali ya, masih muda dan tidak punya beban"

"Tiga sekolah yang terpilih sebagai wakil Tokyo untuk liga final selama sepuluh tahun adalah tiga sekolah yang sama. Raja dari Timur, Shutoku. Raja dari Barat, Senshinkan. Dan raja dari Utara, Seiho. Kekuatan mereka seimbang, jadi posisi pertama selalu berubah, tapi selain posisi keempat, mereka tidak membiarkan posisi mereka direbut. Mereka disebut 'Tiga Raja Tak Tergoyahkan dari Tokyo'. Selain pertandingan kelima kita, berikutnya adalah semi final. Selanjutnya di final, yang paling memungkinkan untuk menjadi lawan kita adalah..." Hyuuga menjelaskan, diakhir kalimat ia menjeda ucapannya.

"... Raja dari Timur yang mendapatkan Midorima Shintarou dari Kiseki no Sedai, SMA Shutoku" lanjutnya.

'Midorima-kun...' (Y/n) teringat mimpinya. Ini sudah terjadi dua kali, tangan kanannya terangkat meremas liontin kalung yang ia dapat tadi malam secara misterius. (Y/n) benar-benar berharap ia bisa menyudahi acara teror-teroran ini. Ini mulai membuatnya takut.

Berdasarkan pengakuan para senpai, Kagami mulai memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian sorakan penonton terdengar. Tim Seirin menoleh ke arah pintu masuk, Sekolah yang mereka bicarakan datang.

"Anak kelas satu, persiapkan diri kalian. Hari ini kita akan melihat sesuatu yang luar biasa. Apalagi tahun ini seharusnya mereka jauh lebih kuat" Riko berdiri.

"... Salah satu dari tiga raja dari Tokyo, SMA Shutoku" lanjut Riko.

Shutoku!   Shutoku!   Shutoku!

Shutoku!   Shutoku!   Shutoku!

Shutoku!   Shutoku!   Shutoku!


Sorak sorai supporter SMA Shutoku dari klub basket menggema, terus meneriakkan SMA mereka, tak lupa poster motto klub mereka terpasang.

"Aku mau memberinya salam dulu" Kagami berdiri, berjalan menuju seseorang.

"Ya... Eh? Hei!" Sergah Hyuuga.

"Yo, kau Midorima Shintarou, 'kan?" Sapa Kagami tepat dihadapan orang itu.

"Itu benar. Tapi, kau siapa nanodayo ?" Midorima menjawab, seolah tidak tau. Dibelakang sana seseorang dengan surai raven belah tengah Terkikik.

(Author : kembarannya om Levi versi kurang ajar muncul)

Kagami mengulurkan tangan kirinya, seolah ingin berjabat tangan. Midorima menanggapi, ia memindahkan lucky itemnya ke tangan kanannya. (Y/n) melihatnya dari bench, ia tau Kagami bukan orang yang suka berjabat tangan ketika berkenalan. Kagami meraih telapak tangan kiri Midorima, menuliskan sesuatu. Midorima terkejut. Dibelakang sana (Y/n) sweatdrop.

'itu spidol dapat dari mana?' batin (Y/n) heran.

"Sepertinya kau tipe orang, yang tidak akan mengingat nama seseorang bila tidak diperlakukan seperti ini. Aku ingin kau mengingat nama orang yang akan membalaskan dendam senpai kami" kata Kagami yakin.

Midorima menaikkan kacamatanya,"Balas dendam? Kau suka bicara tanpa berpikir dulu, ya?" Ucapnya.

"Kau dari Seirin 'kan? Apa senpai-mu belum bercerita apa-apa?" Si raven belah tengah— Takao ikut menanggapi.

"Tahun lalu di liga final, Seirin dihancurkan oleh ketiga raja dengan selisih angka tiga kali lipat" perkataan Takao membuat Kagami tampak terkejut. Dibelakang sana Trio kelas satu menoleh ke Hyuuga dan Riko yang menatap kesal. Midorima kembali berbicara, hingga...

"ARE?! KAU YANG WAKTU ITU YA?!" Pekik Takao menghentikan ucapan Midorima. Kagami menoleh, menemukan manager mereka yang mulai direcoki Takao.

"S-sejak kapan?! Kau kenal dia?" Kaget dan tanya Kagami.

"Dibilang kenal pun tidak, aku hanya tau namanya... Mungkin" jawab (Y/n) enteng.

"Apa maksudmu? Kita bertemu dua hari yang lalu 'kan?" Takao mendesak.

"Benar juga" (Y/n) mengingat-ingat. Takao mulai menelusuri manik baby blue itu.

"Maa... Matamu memang tidak bisa dibaca, seperti yang Shin-chan katakan ya" ujar Takao. (Y/n) menatap datar.

"... Tapi matamu bisa membaca semuanya 'kan. Hora hora, katakan apa yang kau lihat, (Y/n)-chan" Takao tiba-tiba semangat.

"(Y-Y/n)-chan?!" Beo Kagami dan Midorima setengah kaget.

"Betsuni desu yo" jawab (Y/n) seperempat jujur.

"Terserah kau mau bilang apa, tapi perbedaan kekuatan adalah hal mutlak nanodayo. Walaupun kita bertemu lagi dalam pertandingan, sejarah hanya akan kembali terulang" Midorima kembali serius.

"Tidak, yang bisa kita dapatkan dari masa lalu hanyalah perkiraan semata. Kita tidak akan tau hasil yang sebenarnya sebelum kita bermain, Midorima-kun" ujar Tetsuya yang tiba-tiba sudah datang.

"Kuroko, ternyata aku memang tidak akan bisa sependapat denganmu. Aku tidak akan bisa menebak apa yang kau pikirkan, terutama dari matamu. Sebenarnya masih banyak yang ingin kubicarakan, tapi memberitahumu tidak akan ada artinya sekarang" ujar Midorima, kenapa hanya Tetsuya? Karena kadang (Y/n) bisa nyambung dengannya walaupun menyimpang jauh.

"Yah, kau ini pintar bicara juga ya!" Takao merangkul Tetsuya berbalik, bicara dengannya.

"Kau juga salah satu dari mereka, bukan? Kau dan Shin-chan dulu kayu sekolah 'kan? Jangan dipikirkan, soalnya dia itu tsundere sih. Sebenarnya dia itu sangat tertarik denganmu. Dia bahkan pergi untuk melihatmu di babak penyisihan pertama" kata Takao.

"Jangan mengarang yang bukan-bukan, Takao" sanggah Midorima.

"Lalu? Kau pergi untuk melihat (Y/n)-chan?" Goda Takao.

"Mana mungkin aku pergi untuk melakukan hal tidak berguna seperti itu" Midorima menyanggah dengan ketsundereaannnya.

"Ie, jujitsu desu. Aku melihat Midorima-kun menonton" ujar (Y/n) membenarkan. Midorima kicep, ia ketahuan ternyata.

(Y/n) kembali menoleh ke Takao, Statistik kemampuan Takao mulai muncul di mata (Y/n). (Y/n) mengernyit heran.

'sepertinya aku kelelahan' batin (Y/n), pasalnya ia hari ini hanya bisa melihat statistik kemampuan Takao itu normal, hanya lebih di bagian matanya. Ia melirik Izuki, statistiknya hampir sama, hanya saja Takao lebih unggul. Sementara Izuki sendiri sudah merinding disko ditusuk tatapan datar manager mereka itu.

'apa aku berbuat salah?!' batin Izuki resah.

(Y/n) berbalik, menatap Midorima. Sesuatu yang mengganjal ingin dikatakannya.

"Midorima-kun" panggil (Y/n). Midorima mengalihkan pandangannya dari Kagami ke (Y/n).

"... Kenapa kau jadi mirip wortel?" Tanya (Y/n) watados.

"Pfft-"

Ctak

Muncul perempatan imaginer di kepala Midorima.

"Dulu kau menyebutku lobak, sekarang kau menyebutku wortel nanodayo" kesal Midorima.

"Yah... Datte, hora, Midorima-kun rambutnya hijau lalu Midorima-kun juga tinggi, jadi tidak salah 'kan?" Ujar (Y/n) polos.

Baru saja Midorima hendak membalas lagi, salah satu senpai mereka sudah memanggil.

"Ha~i' " Takao berjalan duluan meninggalkan ketiga orang itu.

Midorima berjalan melalui Kagami, tepat disampingnya ia berhenti.

"Aku tau tatapanmu. Biar kuberitau, yang mengincarnya bukan hanya kau sendiri, warui kedo, tapi aku tidak akan melepaskannya begitu saja"

setelah mengucapkannya, Midorima pergi.

"Kuroko, Akan kutunjukkan padamu. Betapa naifnya pemikiranmu barusan" ucap Midorima sambil menaikkan kacamatanya. Kagami masih termenung, mematung ditengah lapangan.

"Kagami-kun" panggil (Y/n). Kagami tidak merespon.

"Kagami-kun" masih tak ada respon dari Kagami.

"Kagami-kun" panggil (Y/n) lagi. Kagami tersadar.

"A-ah, Warui, doushita?" Tanya Kagami begitu sadar.

"Ie, kita akan segera keatas untuk menonton. Kau mau ikut atau jadi patung pajangan disini?" Ucap (Y/n).

"Kata-katamu sama sekali tidak enak didengar" Kagami meringis.

"Sou desuka?"

"Ngomong-ngomong kenapa Kagami-kun melamun? Apa Midorima-kun mengatakan sesuatu?" Tanya (Y/n).

"Tidak" jawab Kagami singkat.

'jelas sekali kau berbohong, Kagami-kun. Tapi biarlah, mungkin dia akan cerita nanti' batin (Y/n).

Tim Seirin menuju tribun penonton. Dibawah sana Midorima sedang bicara dengan kapten mereka. Setelah itu Midorima tampak melepas tapping pada jemari tangan kirinya. (Y/n) melihatnya, sebuah flashback menghampiri ingatannya begitu saja. Menghiraukan orang-orang sekitarnya yang mulai membicarakan Shutoku.

"Midorima-kun kidal kan?" Ia menoleh, menghentikan aktivitasnya.

"Bagaimana kau tau nanodayo?" Balasnya balik bertanya. Orang tanya kok dibalas pertanyaan sih?

"Saa... Aku memperhatikan tangan kiri Midorima-kun yang diperban dan selalu digunakan...?" Jawabku mengerjapkan mata.

Blush

Wajahnya merah, aku salah bicara ya? Dia marah aku menyinggung tentang tangan kirinya?

"U-untuk apa kau memperhatikan nanodayo?" Tanyanya mengalihkan pandangannya dariku, dia kesal ?

"Aku sedikit tertarik dengan tangan kiri Midorima-kun ini" jawabku meraih tangan kiri itu, tangannya besar. Dari mataku, data ini sedikit aneh. Statistiknya hampir semua rank S padahal ini tangan kiri 'kan?

"A-apa?" Tanyanya. Dia kenapa sih? Kemana otak jenius yang selalu taat aturan itu?

"Aku tertarik pada tangan yang selalu melemparkan shoot perusak mental ini...?" Ucapku setengah bertanya. Yah... Aku benar 'kan? Shoot Midorima-kun bisa merusak mental dan memakan waktu. Jadi tidak salah kan?

Setelah itu Midorima-kun diam, kenapa ya?

"...n)-chan"

"(Y/n)-chan"

"(Y/n)-chan!"

"Ah? Doushitan desuka Tetsu-nii?" (Y/n) tersadar dari lamunannya .

"Kau terlihat memikirkan sesuatu, ada apa?" Tanya Tetsuya. (Y/n) diam sejenak, mencari topik yang sekiranya nyambung dengan situasi saat ini.

(Y/n) mulai menjawab, "Ie, hanya saja..."

"... Mereka punya kemampuan dasar yang bagus ya, ini jadi terlihat mudah" lanjutnya. Tetsuya masih menunggu, kalimat itu masih berlanjut.

"... Apalagi shoot perusak mental itu" lanjut (Y/n).

"Shoot perusak mental?" Beo Kagami yang berada di samping Tetsuya.

"(Y/n)-chan menyebut shoot jarak jauh Midorima-kun seperti itu" jawab Tetsuya. Kagami iri Tetsuya mengetahui lebih banyak hal darinya.

(Author : ya iyalah, aho. Dia kakaknya-_
Kagami : Uruse!)

"Maji kayo? Kau punya sebutan semacam itu?" Kagami sweatdrop.

"Ma, coba lihat itu" (Y/n) melihat ke depan, kepalanya mengikuti arah lambung bola yang begitu tinggi.

"Selama Midorima-kun berada dalam kondisi terbaiknya, maka 100% lemparannya pasti masuk" jelas Tetsuya.

"Yang benar saja..."
"Rasanya benar-benar tidak adil"
"Dia bahkan segera kembali melakukan defense sebelum bola masuk dalam ring"
"Bagaimana cara melawannya"

Suara para senpai bersahutan mengomentari Shoot tinggi Midorima.

"Apalagi jeda waktu sebelum lemparannya masuk sangat panjang. Lemparannya secara tidak langsung dapat merusak mental" ujar Riko.

'makanya kusebut shoot perusak mental' batin (Y/n).

Shoot Midorima tidak meleset. Pertandingan usai, Midorima berjalan. Tepat dibawah sana, Midorima berhenti, ia melihat ke tribun penonton, tepat pada Tetsuya dan Kagami. Lalu beralih ke (Y/n).

Dari tatapan itu, (Y/n) bisa membacanya. Maksud dari ucapan Midorima sebelum pertandingan Shutoku hari ini.

🔥🔥🔥

"Yosh. Ayo pula—" ucap Hyuuga begitu memasuki ruang ganti Seirin. Dan terhenti ketika...

"BELUUUM!!..."

—Riko mendorong punggung pemain kelas dua dengan keras, membuat mereka semua terjatuh berjamaah.

"Hari ini kita masih ada satu pertandingan 'kan! Kalian bodoh atau apa?! Hah?!" Marah Riko berkacak pinggang.

"Kami 'kan cuma bercanda. Habis tadi suasananya suram sih." Ucap Hyuuga.

"Semuanya juga sudah membaca jadwal pertandingannya, 'kan?" Izuki menambahkan.

"Eh? Masih ada pertandingan lagi? Majide?" (Ba)Kagami melupakan jadwal pertandingan mereka dan malah bertanya.

"Kagami..."
"Bakagami-kun..."

"Kau ini benar-benar bodoh ya?! Bakagami! Baca jadwal pertandingannya yang benar! Berbeda dengan empat pertandingan sebelumnya, pertandingan kelima kita akan dimulai pukul lima sore!" Teriak Riko menunjukkan lembar pertandingan, Kagami mengambil lembar itu dari tangan Riko, membacanya.

"Sebenarnya apa yang setiap hari kau pikirkan, Kagami-kun? Basket-makan-tidur?" Celetuk (Y/n).

"Kau membuatku terdengar menyedihkan" lirik Kagami.

"... Dan sepertinya itu kenyataan" tambah (Y/n).

"Yah... Sebenarnya belakangan ini ada yang lebih kupikirkan" ujar Kagami melirik ke atas, mengingat sosok yang selalu muncul tiap kali ia hendak tidur.

"Apa itu? Basket-makan-tidur-basket?" Ejek (Y/n).

"Tentu saja bukan! Kau pikir kehidupanku berputar disitu?!" Sanggah Kagami (padahal kenyataan).

"Entahlah..." Jawab (Y/n) mengalihkan pandangan.

"Wajahmu terlihat mengatakan 'iya', dan itu membuatku kesal" kesal Kagami.

"Kagami-kun terlalu temperamental" ucap (Y/n).

"??" Kagami tampak tak mengerti.

"Itu artinya kau pemarah, (Ba)Kagami-kun" ujar (Y/n).

"Souka... Eh? Tadi kau panggil aku apa?! Bakagami?!" Kaget Kagami telat.

"Benarkah?" (Y/n) bertanya balik. Siapapun disarankan jangan mudah percaya pada wajah datar ekspresionless itu.

"Aku mendengarnya! Ttaku" kesal Kagami. Riko di depan yang melihat pertengkaran mereka mulai tidak sabar.

"Berhenti bertengkar dasar anak kelas satu!" Teriak Riko meninju perut Kagami dan memukul kepala (Y/n) pelan. Kagami merasa tidak adil lalu kembali membaca kertas ditangannya.

"Semifinal dan final sama-sama diadakan dalam satu hari? Itu artinya, kita akan bertanding satu kali sebelum kita melawan Shutoku?" Tanya Kagami.

"Kantoku, selain Shutoku, tiga raja itu..." Ucap Kagami menggantung.

"Umh! Seiho dan Senshinkan" jawab Riko.

"Ini." Kagami menunjukkan kertas itu pada Riko.

"Pada hari terakhir, kemungkinan lawan kita di semifinal adalah Seiho. Selanjutnya melawan Shutoku di final. Dalam satu hari, kita akan melawan dua raja sekaligus!" Jelas Riko.

"Bukankah, sepertinya akan mustahil?"
"Selain pemain yang kuat, sekolah terkenal juga memiliki banyak anggota dan pemain cadangan. Sedangkan kita harus menggunakan semua pemain inti!" Kelas satu tampak kurang yakin.

"Dua pertandingan dalam sehari, dan keduanya lawan yang kuat? Bukankah sepertinya akan menarik?" Kagami langsung semangat.

"Tidak. Kalau ini sih..."
"Memangnya kau sekuat apa sih? Ya 'kan? Kuroko?"

"Sumimasen, tapi sepertinya aku juga merasa bersemangat" jawab Kuroko menyentuh pipi kirinya dengan jari telunjuk.

"Meskipun aku tidak turun bermain, entah kenapa kali ini aku juga merasa bersemangat" (Y/n) ikut menimpali.

"Hah? Apa? Memangnya kalian tertular penyakitnya Kagami?" Furihata tak percaya, dua Kuroko yang biasanya diam kini ikut semangat.

"Apa maksudmu dengan penyakitnya Kagami?!" Protes Kagami.

"Aku tidak mau tertular penyakitnya" ujar Tetsuya.

"Aku juga tidak mau" (Y/n) menambahkan.

"Cara kalian menyangkalnya benar-benar membuatku kesal!" Kesal Kagami.

"Tapi, kalau terdesak bukankah akan jadi menarik?" Ucap Tetsuya. Kagami terlihat semakin semangat.

"YOSHA! Aku jadi bersemangat! Aku mau latihan sebentar" teriak Kagami semangat.

"Tidak boleh! Kau harus beristirahat! Dasar maniak basket! Dasar Bakagami maniak basket!" Teriak Riko mencegah Kagami. Teriakan yang sungguh amat sangat menggelegar sekali.

Sementara itu di sisi lain...

??? POV

Oh ayolah! Ini sangat menyebalkan! Jika bukan karena Atashi no kawaii (Y/n)-chan aku tidak akan mau melakukan ini.

Si pemalas ini benar-benar membuatku jengah, apa dia memang hanya bisa dijinakkan oleh (Y/n)-chan seorang?!

Sudah berkali-kali aku membujuk si pemalas ini, tapi tidak pernah berhasil! Oh, kecuali cara 'itu'.

Aku ingin cepat-cepat bertemu (Y/n)-chanku yang imut saja daripada mengurusi makhluk ini Disini :'(.

Eh? Bukankah hari ini pertandingan kelima Seirin? Aku ingin menontonnya XD!!!

Tapi...

"Uruse-- , biarkan aku sendiri. Kalau aku latihan aku hanya akan bertambah kuat, dan basket hanya akan jadi olahraga yang semakin membosankan"

Ya sudah! Main volly sana!

"Kalau bukan (Y/n)-chan yang memintaku secara langsung aku tidak akan mau melakukan hal merepotkan seperti ini!" Teriakku padanya, semua uneg-uneg sudah kukeluarkan tapi dia tetap tidak bergeming.

Dia tidak menjawab. Ah! Sudahlah! Aku lelah dengan makhluk ini!

Aku kembali menyerah membujuknya, dengan tangan kosong aku kembali ke gymnasium untuk mengamati yang lain berlatih.

Ah, untuk ucapanku tentang aku ingin menonton pertandingan Seirin, itu benar kok. Aku benar-benar ingin kesana...

—jika aku bisa...

Sayangnya untuk sekarang sepertinya itu tidak mungkin ...

Other side again...

Midorima's POV

Apa kalian percaya dengan ramalan? Yah... Kurang lebih aku mempercayainya. Lucky itemku sudah berada didepanku, kulihat lucky item untuk Aquarius juga sudah dia pakai. Ah, apa yang kupikirkan.

Entah kenapa aku melihat adanya saingan disini sekarang. Kagami Taiga. Laki-laki yang baru kutemui itu melihat (Y/n) dengan pandangan seperti 'kami'. Yah, aku cukup pintar untuk mengetahui perasaanku dan yang lainnya tentang (Y/n). Bukan berarti aku benar-benar tertarik padanya.

Dan jujur saja, aku tidak suka. Apa ini yang dinamakan keposesifan akan orang yang dicintai? Oke, kutarik pemikiran ku tadi, aku masih kurang pengalaman untuk hal seperti ini.

Aku masih tidak bisa membaca matanya seperti dulu, gadis misterius sepertinya memang memiliki sebuah daya tarik.

Kuakui, dia hebat. Dia sudah berkali-kali menolong kami dengan segala 'ide diluar dugaan' miliknya yang sama sekali tidak pernah kupikirkan datangnya dari mana.

Sama seperti Kuroko, dia adalah bayangan. Bayangan yang melampaui segala hal yang ada. Dia membantu dan menolong kami dari segala situasi yang ada. Dari sudut pandangku, dia bahkan lebih hebat dari'nya'.

Ah, mungkin aku terlalu memujinya. Kagum? Kurasa perasaanku lebih kompleks dari sebuah kata kagum.

Tidak ada yang mengetahui isi hati manusia yang kompleks. Termasuk orang berisik yang sedari tadi menggangguku dengan segala ocehan (tak bermutu) miliknya. =_=

"Na, Shin-chan... Apa kau sedang memikirkan (Y/n)-chan?"

Hah?

"... Darou na... Wajahmu merah tuh"

Boleh kubuang ke laut? Atau dikembalikan ke habitatnya saja sana!

"Jangan berkata yang bukan-bukan, Takao"

"Tapi wajahmu tidak bisa berbohong, Shin-chan"

"... Yah... Kuakui, dia memang objek menarik yang sangat menarik diamati dari tim Seirin"

Apa?! Jangan bilang...?!

Takao tertawa, " Tenang Tenang... Aku tidak akan merebut (Y/n)-chan... sekarang"

Tunggu, apa apaan itu?!...

"Pfft-... Wajahmu serius sekali"

"Lagipula (Y/n)-chan itu manis, jangan salahkan aku jika aku tertarik padanya"

Apa ini yang dinamakan nikung langsung tanpa kode-kodean?

Jika bisa, aku ingin menshoot dia kembali ke habitatnya saja sekarang.

"Pfft-... Jyodan da! Kau terlalu serius Bwahahaha"

Siapa saja ayo kita buang makhluk ini ke laut.

Kise's POV

"(Y/n)cchi tolong aku -ssu...."

JDAK

"BERHENTI MENYEBUT NAMA MANAGER SEIRIN ITU KONOYARO! Aku kesal mendengarnya sedari tadi"

Nande Kasamatsu-senpai selalu menendangku? Apa salahku, senpai... Huhu(━┳━ _ ━┳━)...

"Hidoii yo senpai,... Aku sedang kehilangan motivasi untuk berlatih -ssu"

"Kau kehilangan motivasi untuk berlatih?..."

Yak, Moriyama-senpai kumohon jangan rusak suasana ini -ssu.

"... Ne, Kise. Lihatlah ke balkon lantai 2 bagian selatan"

Hah? Apa? Apa (Y/n)cchi ada disana? Aku melihat ke arah yang Moriyama-senpai katakan. Cewek dengan seragam Kaijou berambut coklat sebahu, imut, tapi tidak seimut (Y/n)cchi.

"Imut kan?"

"CHIGAU YO SENPAI, (Y/N)CCHI JAUH LEBIH IMUT DARI DIA! Dia tidak ada apa-apanya -ssu!!"

Mana terima aku jika (Y/n)cchi dibandingkan dengan cewek tadi -ssu ٩('^´)۶ 

"Hah? Souka? Boleh kulihat fotonya?"

Oh ayolah -ssu! Aku tidak rela berbagi (Y/n)cchi dengan orang lain!!! (Y/n)cchi hanya milikku -ssu!!

Aku meraih ponselku, oh! Kutunjukkan foto waktu aku kencan dengan (Y/n)cchi saja -ssu! Biar dia tau (Y/n)cchi hanya milikku (ಠᆺಠ)!

"Hai' " layar ponsel kuhadapkan pada Moriyama-senpai yang langsung fokus ke ponselku. Seketika Moriyama-senpai berbinar kagum lalu menatapku dengan ibu jari teracung naik.

Oh, Moriyama-senpai jangan bilang...

"Kawaii! Dia targetku selanjutnya!"

TIDAAAAAAAKKKKKK

"M-Moriyama-senpai...?" Oh, aku benar-benar tidak rela...

Pluk

Sebuah tangan memegang bahuku yang langsung membuatku menoleh dengan ekspresi yang tak kuketahui.

"Jangan dipikirkan Kise, dia memang seperti itu"

Kobori-senpai...

"KALIAN KEMBALI BERLATIH!!!"

Teriakan Kasamatsu-senpai memang yang terbaik -ssu! Aku tidak boleh kalah lagi! Ada Kagamicchi yang jauh lebih kuat dariku -ssu! Masih ada musuh yang harus kukalahkan!

—setelah itu, masih ada hati yang harus aku dapatkan.

×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×

Satu hal yang mau gua kasih tau sama lu, Kise.

Reader-san belum tentu mau sama lu awokawokawok😂😂😂//digiling fans Kise

Kise : Hidoii 😢😢

Tetsuya : Percaya diri itu bagus Kise-kun...

Kise : *terharu* Kurokocchi....

Tetsuya : Tapi kalo kepedean mending sana pergi ke laut!

Kise : Kenapa kalian kejam sama aku -ssu 😢😢

Kagami : Karena lu cocok dinistain😂

Midorima : Atas saya tolong ngaca nanodayo

Akai : wait, Midorima... Keknya gua jadi tertarik buat nistain lu juga nih...

Oh iya, karena menurut gua pribadi... Gua ngga terlalu nyaman nih dipanggil Thor😂 dikira gua Thor yang ada di film film😂, lagian gua juga belum pantas dipanggil sebagai author. Jadi mulai sekarang panggil aja gua Akai ya sesuai yang ada di deskripsi profil gue👍...

Kise : Akaicchi kapan aku dibikinin bagian Romance sama (Y/n)cchi -ssu?

Midorima : Kenapa lu bisa punya hobi nistain Chara gini sih?

Akai : Karena gue suka liat husbu gue dinistain nguehehehe....

Tetsuya : Akai-san sepertinya sudah cukup note nya

Akai : yah... Tetsuya ngga seru, tapi...

Lumayan lah ya~ hehe~

Akhirnya gua bisa mengungkapkan pemikirannya gua ke (Y/n). Jujur, susah banget pindahin kalimat gua ke (Y/n) supaya si (Y/n) ga OOC.

Kagami : cewe bar-bar mana tau rasanya jadi cewe pendiem

Tetsuya : Kagami-kun dame desu

Akai : *jleb* hiks... Siapa yang bar-bar, Bakagami :')

Tetsuya : Akai-san itu cewe feminin kok...

Akai : keknya masih ada lanjutannya nih *siapin mental*

Tetsuya : ... Tapi ketutupan tingkah lakunya yang kadang mirip sesuatu

Akai : kan...:')

Yah, pokoknya ….

=========================================

Jangan ragu buat comment dan vote ya~

Share please~

Thanks for Reading, enjoy, and Thank you very much~

See u next chapter~

Bye bye ~

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top