Fourth Chapter - A Day
Beberapa hari berlalu. Kini, Tim basket SMA Seirin sedang berada di SMA Swasta Kaijou. SMA Swasta yang khusus memperhatikan klub olahraganya.
"Kagami-kun, ekspresi matamu lebih buruk dari biasanya" ujar Tetsuya melirik mata Kagami yang sangat 'indah'.
"Biar kutebak, Kagami-kun... Tidak bisa tidur?" (Y/n) muncul disamping Kagami, membuat Kagami berjengit kaget.
"Uruse, ..... sepertinya aku terlalu bersemangat" Kagami mengurut pangkal hidungnya, flashback yang terjadi semalam.
"Memangnya kau anak SD yang mau studi-tour" Tetsuya menanggapi.
"Apa kau bilang?!" Kagami tidak terima.
Ditengah perjalanan, Kise datang menyambut. Dengan tujuan memandu tim Seirin menuju gym SMA Kaijou. Kagami yang melihat 'lawan' nya seketika bersemangat, ia mendekat ke arah Kise. Tapi Kise malah mengabaikannya dan menuju Tetsuya yang diam.
"Kurokocchi, setelah kau dan (Y/n)cchi menolak undanganku untuk bergabung dengan kami secara dingin, aku terus menangis dibalik bantalku setiap malam" Kise mengusap matanya dengan lengan, seolah menangis.
"Orang itu kenapa sih?" Hyuuga tidak habis pikir.
"Abaikan saja senpai, itu sifat bawaan lahir" (Y/n) berujar datar.
"GWAH?!"
"Manager ?! tidak bisakah kau muncul dengan normal?! Jangan asal nongol seperti Kuroko!" Hyuuga nge-gas.
"Tapi aku juga Kuroko" ucap (Y/n). Yang lain menghela nafas. Sedangkan Kise dan Tetsuya masih berbincang disana.
"Itu karena, aku tertarik untuk lebih mengenal orang yang membuat Kurokocchi dan (Y/n)cchi bisa mengatakan hal seperti itu" ucap Kise lalu berbalik, berjalan ke arah Kagami dan mengatakan bahwa ia akan serius menghancurkan Kagami. Kise juga mengatakan sesuatu yang membuat Kagami marah seketika.
"Kalau kalian kalah, serahkan (Y/n)cchi pada kami"
"Aku tidak akan membiarkannya, Kami pasti menang" ucap Kagami marah. Kise berjalan lebih dulu, memandu tim Seirin menuju gym. Di perjalanan tampak alis cabang Kagami menukik tajam, marah bercampur kesal. (Y/n) yang bisa membaca mimik wajah Kagami, hanya bisa diam, membiarkannya sampai tenang adalah pilihan terbaik.
Mereka sampai di gym Kaijou. Sepertinya mereka 'sedikit' melakukan persiapan untuk latih tanding. Riko berjalan kedepan, bergumam sesuatu, sedikit tidak terima.
"Oh, kalian sudah datang. Selamat datang, Aku pelatih disini, Takeuchi. Tokorode, pelatih kalian dimana?" Seorang pria yang diketahui pelatih Kaijou itu tampak mencari seseorang.
"Ah, watashi desu" Riko menjawab.
"Kau? Kau bukan manager?" Pelatih Kaijou kaget. Riko mengerucutkan bibir, ia maju beberapa langkah dan memperkenalkan diri dengan suara lantang dan nyaring.
"Saya pelatih SMA Seirin, Aida Riko. Mohon kerjasamanya untuk hari ini!" Ucap Riko.
"Ah, iya" Pelatih Kaijou canggung, tak menyangka.
"Ato manager wa watashi..." ucap (Y/n) datar, tiba-tiba disamping Riko.
"GYAKH?!"
"Manager, sudah kubilang jangan muncul tiba-tiba" Hyuuga kesal.
"Aku muncul seperti biasa kok" (Y/n) menjawab datar... seperti biasa.
"Dari mananya?!" Hyuuga kesal (2). Sementara itu Riko sudah mulai berbicara tentang keadaan ini pada pelatih Kaijou.
"Tidak akan ada yang layak untuk dipelajari anggota lain dari menonton pertandingan ini" Takeuchi berujar.
"Agar tidak menyia-nyiakan waktu, kami biarkan anggota yang lain tetap berlatih. Walaupun persiapannya seperti ini, kalian akan melawan tim inti. Tolong jangan sampai kami menang tiga kali lipat score kalian" ucap Takeuchi lalu menuju ke timnya.
Riko sendiri sudah mengepalkan tangannya kuat-kuat dengan perempatan imaginer yang menjamur dimana-mana dan jangan lupa aura kesal bercampur suram yang berapi-api dibelakangnya.
Sedangkan (Y/n) sudah mengeluarkan aura membunuh disekitarnya yang bahkan lebih besar dan pekat dari Riko. Tetsuya dibelakang speacless, adiknya itu tidak pernah benar-benar mengeluarkan aura yang bahkan setara dengan kapten merah mereka ketika SMP dulu. Apa ini pengaruh para senpai? Entahlah, Tetsuya tak tau.
Takeuchi menghampiri Kise yang sedang memakai seragamnya. Ia berkata bahwa Kise tidak akan ikut bermain karena perbedaan level.
Tim Seirin yang sudah kesal semakin kesal. Kise menghampiri. Meminta maaf karena tidak bisa ikut turun bermain, ia akan duduk di bangku cadangan, kecuali mereka bisa membuat Takeuchi kesal, maka ia akan turun bermain.
"Selain itu... Kalau hanya membuatku turun bermain saja tidak bisa, kalian tidak pantas mengatakan bahwa kalian akan mengalahkan Kiseki no Sedai" Kise berujar sombong, memancing mereka.
"Hei, tunjukkan pada Seirin dimana ruang gantinya" Takeuchi memerintah.
"Jangan khawatir... Tetaplah bersiap" Tetsuya menjeda kalimatnya. Tim Seirin berjalan menuju ruang ganti disertai aura kekesalan yang sangat kentara.
"Karena kau tidak akan menunggu terlalu lama" lanjut Tetsuya.
"(Y/N)CCHI... DUKUNG AKU YA -SSU" Kise berteriak riang. (Y/n) mengabaikan.
'bodo amat sama si kuning' batin (Y/n).
Di dalam ruang ganti...
Terbesit sebuah ide dibenak (Y/n) demi memancing Takeuchi supaya menurunkan Kise bermain. (Y/n) mendatangi Kagami.
"Kagami-kun" panggil (Y/n). Kagami menoleh.
"Kagami-kun ingin cepat-cepat bertanding dengan Kise-kun 'kan?" Tanya (Y/n).
"Tentu saja! Aku sudah tidak sabar!" Jawab Kagami (kelewat) semangat.
"Kalau begitu..." (Y/n) meminta Kagami menunduk, membisikkan rencananya. Setelah itu Kagami kembali berdiri tegak dengan senyum miring, merasa ide (Y/n) tadi bisa dilakukannya.
"... Tapi itu belum pasti, bisa saja perkiraan ku salah" ucap (Y/n) selanjutnya. Dan sepertinya Kagami tidak mendengarkan-_-.
Sementara itu Tetsuya yang melihat mereka merasakan ada yang tidak beres dengan rencana adiknya itu.
🏀🏀🏀
Pertandingan akan segera dimulai. Seperti biasa, Tetsuya tidak ternotice. (Y/n) berdiri dibelakang Riko yang duduk di bench. Tip Off, bola direbut tim Kaijou, Ditengah memberikan arahan, bola di rebut oleh Tetsuya. Tetsuya terkejar, ia mengoper bola kebelakang yang langsung ditangkap oleh Kagami, Kagami melompat, melakukan dunk. Dunk yang terlalu kuat... Mungkin....?
"YOSHA! Gahk?!" Kagami kaget ringnya benar-benar patah. Disisi lain (Y/n) tersenyum bangga pada Kagami.
"Tadi aku melihat ada ring dengan baut yang sudah berkarat, Kagami-kun lakukanlah dunk yang kuat, aku yakin ring itu akan patah dan pelatih Kaijou akan kesal lalu menurunkan Kise-kun bermain"
... Rencana yang kurang beres memang.
Disisi lain pula Riko sudah meminta maaf. Tetsuya dan Kagami menghampiri, Tetsuya meminta maaf, meminta izin untuk menggunakan seluruh lapangan. Takeuchi tampak kesal.
Setelah itu seluruh lapangan dibuka dan dibersihkan.
Kise tampak kagum, baru pertama kali ini ia melihat pelatihnya sangat kesal, ia memuji Kagami.
"Bilang padanya itulah yang kau dapat kalau meremehkan kami!" Balas Kagami.
"Ring itu, kira-kira harganya berapa ya?" Kata Tetsuya tiba-tiba.
"Apa?! Kita harus ganti rugi?!" Kaget Kagami.
"Maa... Tidak usah dipikirkan, Tetsu-nii. 'Kan yang ganti rugi Kagami-kun" ucap (Y/n).
"Apa?! Kau tidak mengatakan apapun soal ini tadi!" Kagami tidak terima.
"Aku memang tidak mengatakannya. Tapi coba pikir, Kagami-kun merusak ring, merusak sebuah properti, tentu saja Kagami-kun harus ganti rugi. Ah, aku lupa, Kagami-kun kan tidak memikirkannya (baca : baka) ya" ucap (Y/n) datar dan menohok. Kagami mendecih.
(Y/n) melenggang pergi. Dibelakang sana Kise sweatdrop, (Y/n) terlalu mengejutkan dan luar biasa.
Pertandingan dilanjutkan, Kise turun bermain, semangat pemain di lapangan semakin meningkat.
Dari arah pintu gym, fans Kise mulai ricuh. Suasana gymnasium yang riuh ini mengingatkannya pada masa lalu (lagi).
#NostalgiaMendadak
Kise melambai pada mereka, lalu dihadiahi tendangan kasih sayang oleh Kasamatsu. Selanjutnya mereka terlihat seperti sedang berdiskusi. Sepertinya berniat balas dendam.
(Author : Kasamatsu-senpai baik banget ya... *blink-blink aura*
Kise : Hidoii -ssu, ditendang itu sakit lho Authorcchi! Aku seperti bola yang ditendang-tendang -ssu
Author : 'kan Kasamatsu-senpai pemain sepak bola juga 😂😂 //ga ga canda
Kasamatsu : Apa yang kalian lakukan disini?! Kise! Cepat kembali sana atau kutendang kau, dan kau *nunjuk author* cepat lanjutkan cerita ini)
Kise memegang bola, dengan cepat melakukan dunk. Dunk yang sepertinya sangat kuat, Kise turun dengan keren, membuat fansnya semakin ricuh... Awalnya sih begitu...
Hingga 'tendangan kasih sayang' Kasamatsu menyapa punggungnya karena hampir merusak ring.
🏀🏀🏀
Baru beberapa menit pertandingan dimulai, tapi alur permainan sudah seperti di menit-menit terakhir.
Entah firasat dari mana, (Y/n) mendekati Riko yang ada didepannya. Riko cemas, alur pertandingan ini sungguh tidak baik. Dilain sisi, di dalam lapangan, Tetsuya mulai bicara dengan Hyuuga.
"Senpai... Mungkin ini akan buruk" ujar (Y/n).
"Nanika?" Riko bertanya, ia tau manager ini sudah tau akan kondisi sekarang, tapi yang akan dikatakannya jelas berbeda, hal lain.
"Keadaan Tetsu-nii yang dibawah yang lain, Kagami-kun yang tersulut emosi, dan ketidakseimbangan offense dan defense. Semakin baik Kagami-kun bermain, semakin baik pula Kise-kun membalasnya--" (Y/n) menghela nafas.
"Kalau begini, mereka akan kehabisan stamina sebelum quarter terakhir. Kurasa kita butuh time out" Lanjut (Y/n). Riko mengangguk mengerti, apa yang dibilang manager itu ada benarnya juga, dengan segala pertimbangan, Riko akhirnya meminta time out.
Bola keluar, Time out. Semua anggota tampak kelelahan, (Y/n) segera menyerahkan handuk dan air pada mereka. Riko tampak berpikir. Diseberang, terdengar pelatih Kaijou yang juga meneriaki para anggotanya. Tim Seirin mulai berdiskusi.
"Yang pertama, kita harus menangani Kise-kun" Riko mengatur strategi.
"Tak bisa dipercaya Kagami tak bisa menangani orang ini sendirian. Apa harus kita menambah orang untuk menahannya?" Hyuuga berusul.
"Chotto matte kure... Kudasai" sergah Kagami.
"Kudasai?" Beo Riko & (Y/n).
"Tidak, ada cara untuk menghadapinya... " Tetsuya yang sedari tadi diam tiba-tiba berucap.
"Dia memiliki kelemahan" lanjut Tetsuya.
"Apa? Kalau memang ada seharusnya kau katakan dari-" ucap Hyuuga terpotong oleh kalimat Tetsuya selanjutnya.
"Tidak, sebenarnya, aku juga tidak yakin ini bisa disebut kelemahan. Selain itu, sumimasen, ada masalah lain lagi. Karena aliran permainan yang cepat tadi, kemampuanku lebih cepat berkurang dari biasanya." Tetsuya berujar.
"Misdirection adalah kemampuan yang tidak bisa dipertahankan dalam waktu 40 menit, semakin lama misdirection digunakan efeknya akan semakin berkurang. Ketika efeknya sudah habis, Tetsu-nii akan lebih terlihat jelas oleh lawan dan pass yang biasanya tidak terlihat akan lebih mudah dihalau" (Y/n) menjelaskan. Di sisi lain pula Kise menjelaskan hal yang serupa pada Kasamatsu.
"Satu lagi..." Kise memandang ke depan, rautnya serius. Kasamatsu penasaran.
"... Ada satu orang lagi yang perlu diwaspadai dalam Seirin..." Kise berujar, berkali-kali menjeda kalimatnya, membuat Kasamatsu ingin menggantung Kise karena penasaran.
"Siapa? Bukankah hanya 2 orang anak kelas satu itu yang anggota baru di tim inti? Apa mereka menyimpannya untuk bermain disaat-saat terakhir?" Kasamatsu tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
"Chigau yo senpai, dia bukan pemain. Manager yang bisa melihat segalanya, mata dan ingatannya benar-benar berbahaya" ujar Kise. Kise melupakan logatnya, tanda bahwa ia sedang serius.
"Cewek berambut coklat itu? Bukannya dia pelatih?" Kasamatsu kembali bertanya.
"Asoko..." Kise beralih menatap tim Seirin yang sedang berdiskusi. Kasamatsu mengikuti arah pandang Kise.
"Mana? Hanya ada pelatih mereka yang perempuan disana" Kasamatsu menaikkan sebelah alisnya.
"Perhatikan lebih lama lagi" Kise dengan tenangnya masih fokus pada satu titik disamping Riko.
—kelihatannya sih begitu, padahal...
'(Y/n)cchi dimana? Jangan buat aksi kerenku ini sia-sia atau gagal -ssu!!!'
... Batin Kise risau tidak menemukan manager bayangan itu, ya... Gimana ya, 'kan kalo nggak ada disana, mau ditaruh dimana muka can-- Tampan Kise nanti?
—kan malu Kisenya :(
(Author : Jujur, saia sebenarnya ga peduli dan lebih pengin nistain Kise 😂
Kise : Hidoii!!)
Kasamatsu kembali menatap tim Seirin. Beberapa detik kemudian ia terkejut.
"?!"
"Sejak kapan—?!" Kaget Kasamatsu.
"Hora yo senpai. Aitsu wa Kuroko (Y/n)cchi, manager kami sewaktu di Teikou. Kemampuannya melihat kekurangan pemain dan mampu melihat solusi untuk menutup kekurangan itu, ingatannya bisa mengingat setiap pertandingan secara detil tanpa ada kesalahan, kemampuan semua orang bisa terlihat jelas di matanya" Jelas Kise.
"Dia recorder kami... Kuroko (Y/n)." lanjut Kise.
Kembali ke Seirin...
"Kenapa kau tidak memberi tau hal sepenting itu dari tadi?!" Riko murka, cekikan pada Kuroko bersaudara tak terelakkan.
"Sumimasen, habisnya tidak ada yang bertanya" ucap Tetsuya dan (Y/n) susah payah dalam cekikan Riko.
"Memangnya gak bisa bilang aja walaupun gak ditanya?!" Riko mempererat cekikannya.
"Time out selesai"
"UWAA- ! Aku sampai lupa waktu karena mencekik Kuroko" jerit Riko.
Kagami bersikeras untuk menjaga Kise. Riko memberi arahan untuk tim, dan juga meminta Kuroko untuk menurunkan pola permainannya.
Riko kembali duduk.
"Senpai, tenang saja. Kita punya sesuatu yang tidak mereka punyai pada Kise-kun disini" Ucap (Y/n) datar, netranya menatap punggung Kagami dan Tetsuya. Riko mengangguk, perlahan rasa khawatir itu berganti dengan berbagai strategi yang (Y/n) tunjukkan padanya.
"Sebenarnya, aku memikirkan ini sedari tadi. Aku ingin membahasnya dengan senpai sekarang" ucap (Y/n) menjelaskan beberapa strategi, Riko menyimak.
Selisih angka semakin membesar. Ditengah lapangan, tampak Kise sedang berbicara dengan Kagami. Ia bertanya kenapa Kagami tidak menyerah saja, menurutnya masih sepuluh tahun lebih cepat untuk Kagami menantang Kiseki no Sedai, Kise juga mengatakan bahwa basket adalah olahraga yang mengutamakan kekuatan tubuh, dengan begitu, kekuatan tim Seirin berada dibawah mereka. Memang Kagami bisa mengimbangi mereka, tapi Kise sudah tau seberapa kuat Kagami. Ia mengakui bahwa Kagami memang berbakat, tapi kekuatannya masih jauh dibawah Kise, ia tak akan bisa mengalahkan Kise. Dengan sekali lihat maka Kise akan membalasnya dua kali lipat.
Kagami menunduk, tak lama kemudian ia tertawa terbahak-bahak.
'Kagami-kun kerasukan?' batin (Y/n) horor.
Kagami merasa senang, sudah lama tak ada yang mengatakan hal itu padanya. Ia kembali bersemangat.
"... Pertandingannya masih baru saja dimulai. Bukankah masih terlalu cepat bila menganggap dirimu sudah menang?" Kagami berjalan melewati Kise.
"Selain itu, karena ucapanmu, aku sudah tau apa kelemahanmu"
"Kelemahan?" Beo Kise.
"Aku yakin bahwa kau sendiri tidak ingin mengakuinya. Dengan sekali lihat? Bagaimana kalau kau tak bisa melihatnya? Kalau melawan orang yang tidak bisa dilihat, sudah pasti kau takkan bisa menirunya. Tak peduli seberapa kuat dirimu, kau takkan bisa meniru pemain basket yang tidak terlihat. Dengan kata lain..." Kagami melirik Kise dari ekor matanya, tangannya menarik kepala Tetsuya.
"Orang ini, adalah kelemahanmu!" Lanjut Kagami, Kise tak berkutik. Kagami terkekeh-kekeh.
"Kau sedang apa sih?" Ujar Tetsuya tak mengerti.
"Kenapa otak Kagami-kun hanya bisa dijalankan disaat seperti ini?" (Y/n) dipinggir lapangan sweatdrop sambil bergumam.
Semuanya cengo. Terkejut akan pernyataan Kagami tentang kelemahan Kise. Kagami tak berkutik melawan Kise, tapi kelemahan Kise adalah... Pemain terlemah di lapangan yang hanya bisa melakukan pass... Kuroko Tetsuya.
"Lalu? Memang hanya permainan Kurokocchi yang tidak bisa kutiru. Tapi, kalau cuma itu, apanya yang bisa berubah?" Kise masih tampak meremehkan.
PRIIIT...
"Quarter pertama selesai, istirahat dua menit!"
"Itu mengubah segalanya! Akan kami buat kalian menangis di quarter kedua" Kagami berjalan ke arah tim Seirin.
Disisi lain pelatih Kaijou kembali meneriaki para anggotanya. Disisi lain pula tim Seirin mulai merencanakan serangan balasan.
"Riko-senpai" panggil (Y/n). Riko yang mengerti mengangguk, (Y/n) berdiri di depan.
"Karena Kise-kun tidak bisa meniru Tetsu-nii, kita bisa menciptakan alur yang menjadi musuh alami style bermain Kise-kun. Kita menjadikan Tetsu-nii sebagai pusat permainan, Kagami-kun dan Tetsu-nii akan saling mengoper pada satu sama lain. Dengan kata lain, kita menambah pola serangan yang semula offense hanya berfokus pada Tetsu-nii dan Kagami-kun, sekarang diperkuat dengan saling oper satu sama lain" jelas (Y/n). Strategi yang ia kembangkan dari sebelumnya.
"Jadi begitu. Ya, mungkin akan berhasil." Riko tersenyum.
"Kagami-kun, sepertinya sudah lebih tenang, ya" Riko melihat Kagami.
"Tidak, sejak awal aku--" Kagami mencoba menyangkal.
"Selalu merasa kesal, kan?!" Sambar Hyuuga dan Izuki.
"Tapi, Kagami-kun dan Kuroko-kun, kerjasama kalian berdua akan menentukan segalanya. Apa kalian bisa?" Tanya Riko memastikan.
"Yah... Rasanya sih-" ucapan Kagami terhenti kala tangan Tetsuya menusuk tulang rusuk Kagami.
"Kau akan mengalahkan Kise-kun kan?" Tetsuya serius.
Kagami mengalihkan pandangan, tangannya balas menusuk Tetsuya, Tetsuya oleng.
"Sudah pasti! " Yakin Kagami.
"Yah, kalau begitu..." Riko bersidekap dada.
"Quarter kedua dimulai!"
"Kuserahkan serangan balasannya pada kalian!" Lanjut Riko.
Kaijou dan Seirin saling menyerang, tak ada yang mau mengalah, score 29-39, selisih 10 angka. Bola pada Kagami. Kise dan Kagami mulai one on one. Kagami melakukan drive biasa, diikuti oleh Kise, Tak disangka Kagami mengoper bola kebelakang, ditangkap Tetsuya dan kembali dioper pada Kagami, Kagami mencetak angka.
Selanjutnya, Kagami kembali memegang bola, ia melakukan pass kebelakang lagi yang kemudian ditangkap Tetsuya, tapi kali ini Tetsuya mengoper pada Hyuuga yang sedang lepas penjagaan, Hyuuga menembak bola —three point.
Dipinggir lapangan, tampak Riko sangat yakin akan kemampuan Tetsuya dan Kagami...
—sebelum Kagami melepaskan bola dan gagal ditangkap Tetsuya.
Ditengah lapangan, Kise dan Tetsuya saling bicara, tak ada yang mau kalah, tak ada yang akan mengalah, setelah itu, Kise memegang bola. Dihadang oleh Tetsuya di depannya–one on one.
Kise sendiri tidak menyangka akan one on one dengan Tetsuya, orang yang dikaguminya. Kise lewat dengan mudah, dihadang lagi oleh Kagami. Tetsuya yang berada di belakang Kise menjatuhkan(?) Bola dari tangan Kise —Back tip.
Selanjutnya Kise memegang bola, tetap dihadang oleh Tetsuya, tapi ia tak akan melewati Tetsuya, ia akan langsung menembak bola karena tau Tetsuya berkemungkinan tidak akan menjangkaunya. Kise bersiap akan menembak, tapi di block oleh Kagami yang menumpu pada Tetsuya. Kise terkejut–sangat.
'Kagami-kun, Tetsu-nii jangan ditumpu, nanti tambah pendek' batin (Y/n) berkomentar. FYI, (Y/n) lebih pendek 13 cm dibanding Tetsuya, dan dia ngatain Tetsuya pendek? ... Sepertinya ada yang salah disini.
Kagami mulai berlari memberi serangan balasan, Kise mengikuti, tanpa sadar tangannya mengenai Tetsuya dengan keras.
"Tetsu-nii"
"Kuroko-kun"
"Referee time out"
Hyuuga menghampiri Tetsuya, kepalanya berdarah. Riko menginterupsi untuk mengambil kotak P3K. Disana tampak Tetsuya yang masih sempat-sempatnya semangat, lalu pingsan. Mereka membawa Tetsuya ke tandu, (Y/n) dengan sigap mengobatinya, bagaimana pun juga Tetsuya adalah kakaknya, tentu saja ia khawatir –sayangnya tertutup wajah datar ekspresionless miliknya. Setelah itu Tetsuya beristirahat.
Cideranya Tetsuya menjadi sebuah masalah lain, tim Seirin kini merubah rencana. Riko memberi arahan secara menyeluruh. Hyuuga mulai menunjukkan sifat aslinya. Mereka kembali bermain. Tim Seirin mengandalkan kemampuan Hyuuga dengan baik, ditambah defense dari Kagami dan yang lainnya. Walau begitu, kali ini tampak lebih sulit karena tidak adanya Tetsuya.
"Kantoku, tidakkah kita bisa melakukan sesuatu?" Kawahara mulai khawatir.
"Karena aliran permainan yang cepat di half pertama tadi, mereka semua sudah kehabisan tenaga untuk bermain. Kalau saja ada Kuroko-kun..." Ujar Riko khawatir.
"Wakarimashita" Sebuah suara terdengar dari belakang yang merupakan tempat Tetsuya beristirahat. Mereka sontak menoleh ke belakang.
"Tetsu-nii, apa yang kau lakukan?!" Ucap (Y/n) khawatir.
"Ohayou Gozaimasu. Jaa... Ittekimasu" Tetsuya berjalan ke depan.
"Chotto, bicara apa kau?! " Riko menghadang.
"Cidera Tetsu-nii belum sembuh, apa yang akan Tetsu-nii lakukan? Bermain dengan keadaan seperti ini?" Tambah (Y/n).
"Tapi, bukankah kantoku sendiri yang menyuruhku?" Tetsuya berujar dengan polosnya.
"Bukan begitu. Yang barusan itu cuma seandainya saja!" Sanggah Riko.
"Kalau begitu, aku pergi" Tetsuya bersikeras.
Tetsuya tetap bersikeras untuk bermain. Ia minta bermain kalau memang ia bisa merubah permainan, selain itu Tetsuya juga sudah berjanji akan menjadi bayangan Kagami.
(Y/n) menghela nafas, kakaknya Memang keras kepala.
"Tetsu-nii boleh turun dalam pertandingan, tapi jika kondisi Tetsu-nii semakin parah, kami akan segera mengganti Tetsu-nii. Bagaimana, Riko-senpai?" Usul (Y/n). Riko mengangguk.
"Aku setuju dengan (Y/n)-chan" kata Riko.
Tetsuya menyetujui, ia masuk ke lapangan dan menghampiri Kagami, saling pandang beberapa detik sebelum melakukan serangan balasan. Pertandingan berlanjut, Izuki selaku menara komando memberi arahan. Tak kalah, pemain lain juga melakukan tugas mereka sekuat tenaga, baik offense maupun defense.
Seirin mulai mengejar, 80-82 selisih 2 angka. Hyuuga melakukan shoot. Score seri, Seirin berhasil mengejar. Kise terdiam, detik selanjutnya ia sudah melewati Tetsuya dan Kagami.
Aliran permainan kembali seperti quarter pertama tadi. Hyuuga dan Riko memberi arahan. Kedua tim saling menyerang, tak ada yang mengalah, score kembali seri.
Hyuuga menjaga Kasamatsu. Kasamatsu melakukan shoot tapi ditepis oleh Kagami. Hyuuga menerima bola lalu melempar pada Kagami dan Tetsuya yang sudah berlari ke arah ring lawan. Kagami menerima bola, Kise menghadang, Kagami mengoper pada Tetsuya. Kise tau Tetsuya tidak bisa melakukan shoot pasti akan mengoper pada Kagami. Namun hal lain terjadi, Tetsuya mengoper bola pada ring. Kagami melompat, menerima bola yang Tetsuya oper ke ring, Kise tak tinggal diam ia melompat. Jeda waktu yang cukup lama, Kise turun terlebih dahulu, Kagami berada di udara cukup lama. Kagami tak membiarkan Kise menirunya lagi. Pertandingan diakhiri dengan dunk buzzer beater yang dilakukan Kagami.
PRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT...
Peluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan berbunyi. Score 100-98, kemenangan untuk tim Seirin.
"YOSHAAA!!!" Kagami berteriak senang, semua pemain di bangku cadangan berlari ke arahnya, sedangkan para senpai tak bisa berkata-kata lagi saking senangnya. (Y/n) di samping Riko ikut senang–walau wajahnya datar.
Kise yang tak percaya kalah, tanpa sadar menitikkan air mata, tak lama datang anggota lain Kaijou menghampirinya. Berkata jika ia kesal, maka tambahkan kata balas dendam dalam kamusnya.
Kedua tim berbaris, mengucapkan terimakasih lalu bubar. Kise berjalan sendirian keluar lapangan.
🏫🏫🏫
Kedua kapten berjabat tangan.
"Karena SMA kita berbeda distrik, kalau ingin bertanding lagi, maka berikutnya adalah di Interhigh" ucap Kasamatsu. Dibelakang Kasamatsu tampak pelatih mereka yang diselimuti aura suram-kesal yang berapi api.
"Kami pasti lolos ke Interhigh. Kami enggak mau nembak cewek sambil telanjang" balas Hyuuga. Dibelakang Hyuuga juga ada Riko yang diselimuti aura-aura cerah berbunga dengan senyum mengembang, apalagi saat Hyuuga mengatakan beberapa kata terakhir. (Y/n) sweatdrop, memang itulah hukumannya.
Tim Seirin berjalan keluar, di perjalanan (Y/n) melihat dua sosok yang tak asing baginya, satu Kise dan satu lagi... Berambut hijau lumut.
"/n)-chan..."
"(Y/n)-chan..."
(Y/n) tersadar, ia menoleh. "Ada apa, Tetsu-nii?"
"Iee, kulihat dari tadi (Y/n)-chan melamun. Kau baik-baik saja?" Tetsuya bertanya.
"Daijobu desu, lebih baik Tetsu-nii pikirkan kepala Tetsu-nii yang berdarah tadi" (Y/n) menjawab datar. Tetsuya menyentuh perban yang melilit kepalanya.
"Sou desuka" Tetsuya kembali memandang lurus ke depan.
Sebelum pulang, Tim Seirin pergi ke rumah sakit dahulu untuk mengecek luka Tetsuya tadi. Tak ada masalah, semua baik-baik saja. Diluar, semua bersorak senang.
Mereka berencana pergi makan sebelum pulang. Setelah dikumpulkan, uang yang ada tak mencukupi. Semua berjalan dalam suram, tak lama, ada sebuah mobil promo lewat, Riko melihatnya langsung berseri-seri. (Y/n) yang ada disampingnya merinding.
'Firasatku buruk'
"Senpai... Kau tidak merencanakan apapun kan?" (Y/n) merinding melihat Riko yang menoleh dengan wajah berseri-seri.
"Iaa iaa... Masaka..." Riko tersenyum cerah.
Priiit....
Riko meniup peluit, tim Seirin yang tadinya suram langsung menoleh.
"Tenang saja, bagaimana kalau kita makan steak sepuasnya?" Riko berujar semangat.
"Ha?"
Dan disinilah mereka, di sebuah restoran, melakukan tantangan steak jumbo gratis 30 menit.
"Ada apa? Tidak usah menahan diri. Makan saja!" Riko tersenyum senang.
'ini sih namanya berlebihan' batin tim Seirin.
"Yang bener aja, kalo enggak habis gimana?" Ujar Hyuuga menatap steak jumbo dihadapannya.
"Eh? Apa? Memangnya menurut kalian untuk apa aku menyuruh kalian lari setiap hari?" Riko melipat tangannya di dada.
'untuk basket kan?' batin tim Seirin.
Setelah itu mereka mulai makan.
"Kono suteki, suteki" Izuki mulai membuat pun.
"Izuki-senpai, pun mu bagus" (Y/n) berkomentar dengan wajah datarnya.
"GWAH?! Manager?!"
"Sebaiknya kalian segera makan jika tetap ingin steak ini gratis" ujar (Y/n). Mereka melanjutkan makan.
Baru beberapa potong, Tetsuya mengelap bibirnya dengan anggun.
"Sumimasen" ucap Tetsuya.
"Kenapa? Kau mau air?" Hyuuga bertanya ramah.
"Aku menyerah" ucap Tetsuya menyudahi mengelap bibirnya.
"KUROKOO"
Beberapa menit kemudian...
Tim Seirin sudah tepar.
"Enak! Kira-kira bisa minta tambah enggak ya?" Sebuah suara terdengar, khas orang yang sedang mengunyah makanan.
"Kagami-kun, sebenarnya seberapa besar porsi makanmu itu?" (Y/n) tak percaya Kagami minta tambah.
"Uruse!" Kagami kembali makan.
"Eh? Kalau enggak mau, boleh aku yang makan?" Ucap Kagami.
'Tupai?' batin (Y/n) melihat Kagami makan dengan pipi menggembung seperti tupai.
"Biar enggak repot, bawa saja semuanya kesini" pinta Kagami.
"Kagami, Arigatou"
"Kagami-kun ini benar-benar... Ajaib" (Y/n) sweatdrop.
(Y/n) berdiri, menjauhkan diri dari mereka, keluar untuk mencari udara segar. Diluar, tampak Tetsuya dan Kise seperti menunggu seseorang.
Kise meminta (Y/n) dan Tetsuya mengikutinya, ia ingin bicara sebentar dengan mereka,
🍃🍃🍃
Mereka berjalan menuju taman. Setelah menemukannya, Kise naik ke bangku taman, menaruh bola basket yang sedari tadi dibawanya ke dahinya, menyeimbangkan bola itu, ia mulai menceritakan kesialannya dan kesungguhannya mengajak (Y/n) dan Tetsuya ikut bersamanya.
"Sumimasen"
"Jyodan -ssu yo"Kise bangkit ia memandang bola basket di tangannya, melemparnya rendah dan memulai percakapan diantara ketiganya. Bola basket itu dilempar, dan sukses ditangkap oleh Tetsuya. Kise menanyakan beberapa hal pada dua saudara itu.
Dimulai dari Kise yang menanyakan alasan Tetsuya dan (Y/n) menghilang setelah pertandingan final turnamen SMP, Tetsuya menjawab bahwa ia tak mengetahui alasannya juga. Tentang mereka (Tetsuya dan (Y/n)) yang mulai mempertanyakan prinsip Teikou setelah pertandingan final, mereka merasa kehilangan sesuatu yang berharga.
Kise yang berpendapat dalam olahraga kemenangan adalah segalanya, kembali menanyakan apa ada hal yang penting dari kemenangan. Tetsuya yang mengakui semula memang ia pernah berfikiran seperti itu, jadi ia juga belum tau pasti apa yang salah dengan itu. Sejujurnya (Y/n) juga berpikiran sama dengan Tetsuya, sebelum tahun kedua SMP, ketika tim keajaiban itu masih memiliki kehangatan dan kebersamaan.
Juga pengakuan Tetsuya dan (Y/n) yang membenci basket yang mereka mainkan hari itu. Alasan-alasan Tetsuya dan (Y/n) mulai menyukai basket, serta kesan Tetsuya bertemu dengan Kagami yang mencintai basket dari dalam lubuk hatinya.
Kise tak mengerti, ia memberi tau satu hal pada Tetsuya, kalau alasan Tetsuya bermain basket berubah karena Kagami, kemungkinan mereka akan berpisah.
Alasan adanya perbedaan besar antara Kise dan anggota Kiseki no Sedai yang lain bukanlah perbedaan kekuatan fisik, mereka mempunyai bakat istimewa yang tidak dapat ditiru, bahkan oleh Kise sendiri.
Kise menyadarinya setelah pertandingan hari ini, Kagami masih berkembang, dan juga seperti kiseki no Sedai ia juga memiliki bakat istimewa, memang kemampuannya saat ini masih belum ada apa-apanya, Kagami hanya menikmati sensasi bertanding dengan lawan yang kuat secara asal-asalan.
Tapi, ia merasa suatu saat bakatnya akan setara dengan Kiseki no Sedai dan mulai berpisah dengan timnya.
Entah datang darimana, Kagami memukul Tetsuya, Tetsuya terpelanting kebelakang.
"Dasar, jangan menghilang seenaknya seperti itu!" Kesal Kagami.
"Yo." Sapa Kagami menghadap Kise.
"Apa kau mendengarkannya?" Kise bertanya.
"Apanya yang mendengarkan?! Kenapa kau tiba-tiba membawa dua Kuroko itu pergi?!" Kesal Kagami (2).
"Hah?! Apa salahnya aku mengobrol sebentar dengan mereka?" Ujar Kise.
"Kami jadi tidak bisa pulang jadinya,tahu! Kantoku tak bisa diam karena merasa bertanggung jawab pada tim. Semua sedang mencari mereka dari tadi! Jadi, dimana manager?" Balas Kagami.
"Disini" jawab (Y/n), ia berdiri tepat disamping Kagami yang tadi memukul Tetsuya.
Dibelakang, Tetsuya sedang mengusap-usap punggungnya, ia menengok ke street basketball disampingnya, sedang ada perkelahian. 3 orang lawan 5 orang pendatang. Mereka menentukannya dengan basket, tapi si pendatang bermain curang, mereka beralasan tidak mengatakan apapun tentang three on three. Salah seorang dari mereka menginjak perut salah satu lawannya yang terjatuh. Tetsuya menghampiri.
"Dilihat dari manapun itu curang" kata Tetsuya, bola basket yang berputar di ujung jarinya disodorkan pada hidung si pendatang curang.
(Author : Ada yang bisa muter bola basket di ujung jari kek Tetsuya? Ajarin Saia dong 0v0)
"Sialan! Siapa kau?! Muncul dari mana?!" Decih Orang 1.
"Yang seperti itu bukanlah permainan bola basket. Selain itu tidak boleh melakukan kekerasan" kata Tetsuya.
"Apa sih yang dia lakukan?!" Kagami tak habis pikir, Tetsuya suka mengundang bahaya ternyata.
"Kurokocchi..." Kise ikut terheran-heran.
"Sebaiknya kalian segera kesana. lihat, Tetsu-nii sudah mulai ditarik-tarik seperti itu" (Y/n) melihat tempat kejadian.
"GWAH?! Manager//(Y/n)cchi?!" Kaget Kagami dan Kise. Selanjutnya (Y/n) mendorong kedua punggung pria bertubuh besar itu menuju lapangan.
Kalau Tetsuya suka mencari masalah, (Y/n) adalah pencari solusinya, yah... Meskipun terkadang harus melibatkan orang lain. Karena sebagian besar ide (Y/n) itu abnormal :'). Kenapa? Karena di Kiseki no Sedai tidak ada yang normal, jadi dia ikut-ikut ketularan :).
Mereka berjalan ke sana, Kagami datang dan memegang kepala Tetsuya, diikuti Kise yang berdiri disisi lain Tetsuya.
"Anu... Apa kami boleh ikut juga?" Kata Kise.
"Selain itu, ngapain kau seenaknya ikut campur, dasar!" Ujar Kagami.
"Lima lawan tiga juga boleh. Maju sini." Kagami menantang.
Lima lawan tiga, pertandingan dimulai. (Y/n) melihat dari pinggir lapangan, mengamati. Mereka tampak menikmatinya. Tak lama, Kise-Kagami-Tetsuya benar-benar menghancurkan mereka.
Diluar lapangan Kagami mulai marah-marah pada Tetsuya.
"Omae wa! , apa sih yang kau pikirkan?! Kau pikir bisa menang kalau tadi jadi perkelahian?!" Marah Kagami.
"Tidak. Sudah pasti aku akan babak belur." Tetsuya berujar datar.
"Teme..." Kagami kesal.
"Lihatlah, otot-ototku ini" Tetsuya mengangkat lengannya 90°. Menunjukkan ototnya yang... Wow...
—Tidak ada sama sekali.
"Enggak ada sama sekali" kata Kagami.
"Kurokocchi itu orangnya memang luar biasa, ya -ssu" Kise speacless.
"Hai'" kata (Y/n) tiba-tiba muncul.
"GYA-- (Y-Y/n)cchi?!" Kaget Kise.
"Selain itu aku merasa mereka sangat kejam. Makanya aku melakukannya" Tetsuya melanjutkan.
"Makanya, pikirkan resikonya dulu!" Kesal Kagami.
"Wasuretemashita" ucap Tetsuya.
"Wasuretemashita janei yo!" Kata Kagami.
"Sumimasen deshita" sesal Tetsuya.
"Padahal kau sendiri yang bilang akan babak belur 'kan?!" Kesal Kagami.
"Sumimasen deshita" Kuroko kembali meminta maaf. Kise tersenyum melihat tingkah cahaya-bayangan itu.
"Kalau begitu, aku juga harus segera pergi. Yang penting akhirnya aku bisa bermain lagi dengan Kurokocchi." Kise tersenyum cerah. Tetsuya memandangnya datar.
"Dan juga, Kagamicchi jangan lupa soal balas dendam ku ya" teriak kise dari kejauhan.
"Ka-Kagamicchi?!" Beo Kagami.
"Kise-kun suka menambahkan suffix "-cchi" pada nama orang yang ia akui. Berbahagialah" ujar Tetsuya.
"Siapa yang mau!" Sanggah Kagami.
"Kau menolak pun dia tidak akan mendengarkannya, Kagami-kun" kata (Y/n). Pengalaman memang.
"Jangan sampai kalah di penyisihan ya!" Teriak Kise. Kalian memandang kepergian Kise.
"Kagami-kun, ada yang ingin kutanyakan. Apakah kau mendengar pembicaraan kami tadi?" Tanya Tetsuya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Tentang kita akan berpisah itu? Lagian juga, sejak awal kita ini enggak akrab sama sekali, kan" kata Kagami.
"Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa aku tidak akan bisa melakukannya sendiri? Kalau memang begitu, kau tak perlu khawatir. Selain itu..." Kagami menjeda.
"Selalu bersama dengan sang cahaya, bukankah itulah basketmu?" Lanjut Kagami. Cahaya senja menambah kesan dramatis pada keduanya.
"Kagami-kun, kadang bicaranya bisa dalam juga, ya" kata Tetsuya.
"Uruse" Kagami menyesal mengatakannya.
'Cahaya dan bayangan...' batin (Y/n) Teringat seseorang. (Y/n) merasa Kagami ini memang mirip dengannya.
Mereka keluar dari taman, tepat saat itu juga Riko muncul dan langsung memiting Tetsuya, (Y/n) mengabaikan. Adik yang baik memang :').
"Ka-kagami-kun... Ta-tasukete..." Pinta Tetsuya susah payah. Kagami berbalik, lalu kembali berjalan acuh.
.
.
.
.
.
Kise's POV
Ah, aku tau aku payah. Kenapa sekarang ini kedua kaki yang seharusnya melangkah pulang ke rumah malah berbalik kembali mengejar tim Seirin. Oh ayolah, mereka pasti sudah pulang!
Taman tempat kami berbincang tadi sudah terlewati. Tunggu, memang aku harus kemana sekarang?
Aneh sekali, aku tidak merasa lelah sedikitpun padahal aku berlari loh dari tadi, sekarang yang ada di pikiranku hanya 'dia' dan aku harus menemuinya segera.
Dekat stasiun, jika dia tidak disini aku harus pulang dan kembali mencarinya di lain hari.
Pandanganku menerawang ke seisi stasiun, persetan dengan tatapan para fansku, aku tidak sempat memakai masker ataupun kacamata hitam. Netraku terus menerawang, hingga siluet gadis dengan Surai baby blue (h/l) membuat netraku terpaku seketika.
Ah, senangnya... Aku bisa menemukan gadis tanpa hawa keberadaan itu dikeramaian seperti ini. Kakiku melangkah menuju sosok itu.
"(Y/n)cchi"
Dia menoleh. Oh ayolah, wajah manis itu ditambah raut bingungnya membuatku ingin membawanya dan memperkenalkannya sebagai calon istriku pada Otou-san dan Okaa-san.
"Kenapa Kise-kun ada disini?"
Kau tau (Y/n)cchi, seharusnya kau tidak mengatakan itu -ssu :') 'kan aku jadi bingung mau jawab apa -ssu :').
"Keretanya sebentar lagi akan datang, Kise-kun punya waktu 10 menit jika ingin bicara dengan (Y/n)-chan" suara datar dari belakang langsung mengejutkanku. Refleks, setiap orang pasti akan teriak kan?
"GYAAA!!! K-Kurokocchi?!" Refleksku membuatku memutar tubuh ke belakang, Kurokocchi melihatku dengan tatapan datar seperti biasa... Tapi ada yang aneh...
KENAPA AURA KUROKOCCHI JADI MENYERAMKAN SEPERTI INI?!!!!!
Oke oke, mari kita kembali lagi, mungkin itu hanya perasaanku.
Ngomong-ngomong soal Kurokocchi, entah kenapa aku masih kesulitan menemukan Kurokocchi dibanding (Y/n)cchi. Pada dasarnya mereka memang sama-sama Kuroko, bukan berarti aku bisa menyadari salah satu atau keduanya dengan mudah pula.
Kalian tau, mereka itu seperti jailan*kun*, datang tak diundang, pulang tak diantar :')...
... Tapi yang satu manis -ssu...
(Author : Siapa? Tetsuya? Mau dibikinin book sendiri sama Tetsuya?
Kise : CHIGAU YO AUTHORCCHI!!! AKU CUMA MAU SAMA (Y/--
Author : *nabok Kise* Berisik Kuning!
Kise : Sumimasen -ssu *nunduk*)
"Ada apa Kise-kun?" Suara (Y/n)cchi kembali menyadarkanku, (Y/n)cchi menatapku dengan tatapan polosnya yang manis -ssu. Oh, Kami-sama... Tolong berikan aku kekuatan untuk tidak mimisan saat ini juga -ssu ><.
Dan... Oke, sekarang aku tau yang namanya salting :')
"(Y/n)cchi, p-pergilah denganku hari Minggu -ssu" menunduk dengan suara yang bergetar, oh ayolah, kenapa aku jadi terlihat seperti gadis-gadis (baca: fans) yang menyatakan perasaannya padaku.
Hening.
Aduh, kok hening gini sih. Malu anjir :').
"Jangan-jangan... Kise-kun kemari hanya ingin mengatakan ini?" Suara datar (Y/n)cchi membuatku kembali berpikir...
TADI AKU NGOMONG APA -SSU?!
Aku mengangguk dalam diam, wajahku panas. Kalau (Y/n)cchi menolak ku, hancur sudah harga diriku -ssu × _×
"Pfft-"
Are? Siapa... Tadi?
Aku mendongak. (Y/n)cchi terkekeh, oh, aku seperti melihat (Y/n)cchi yang dulu, (Y/n)cchi yang sama dengan dulu, (Y/n)cchi sebelum 'tim' kami berubah.
"... Kise-kun wa baka nandesuka?"
Tapi kata-katanya tetap tidak berubah :').
"Ekhem, Eto..."
Yah, kok udah datar lagi aja sih :').
*Sfx : Suara kereta*
Bersamaan dengan suara kereta yang datang, (Y/n)cchi memberikan jawabannya dengan seulas senyum manisnya. Oh ayolah, kalau begini bisa-bisa aku diabetes dadakan.
"Mata ne, Kise-kun"
(Y/n)cchi mengucapkan sampai nanti?! A-apa dia sedang senang. Ah, wajahku panas, aku tidak yakin warnanya masih normal atau mungkin sudah semerah rambut Kagamicchi.
Ahaha... Yaba--
Entah berapa lama aku melamun saking senangnya. Kereta sudah kembali berjalan, menjauhi prefektur Kanagawa.
'Kenapa Kise-kun harus menanyakan hal sederhana seperti itu?'
'Kise-kun tau sendiri 'kan jawabannya...'
'Dengan senang hati'
Aaaa... Tolong jantungku, aku senang sekali. Setelah selalu dihujani kata-kata tajam selama beberapa tahun, (Y/n)cchi mengatakan IYA pada ajakan ku!!!! Ditambah lagi dia senyum -ssu!! (Y/n)cchi yang ekspresinya selalu datar itu senyum -ssu!!! Rasanya aku rela mati sekarang XD.
(Author : JANGAN WOI!! SUMMON LU TUH SUSAH YE!
Kise : Summon? Emangnya aku apa -ssu?!
Author : *gumam* kuning ngambang
Kise : Authorcchi aku dengar lho :')
Author : Oh)
Aaaakkkuuuu sssssaaaaannnnggggaaaaatttt sssseeeennnaaannngggg...
Rasanya aku pengin lamar (Y/n)cchi besok, tapi pasti langsung ditolak :')...
...Kalau sekarang. Kita tidak tau nanti akan bagaimana 'kan -ssu.
×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×=×
5000+ world buat 3 episode... Hm... Lumayan yah?
Tapi panjang juga...
Tapi lumayan pendek buat 3 episode...
Hm...
Ada saran ga buat bikin cerita ini makin menarik, gua liat perbandingan yg baca sama yg vote jauh banget... Ini ceritanya yang ngga menarik atau emang populasi sider (silent reader) itu bejibun? Atau mereka cuma mampir trus baca dikit, enek sama ini cerita trus keluar lagi, makanya ngga vote atau comment😂 Atau malah cuma di scrrol scroll doang?!😲
Bahkan Third Chapter kemarin yang baca lebih banyak dari second Chapter beberapa Minggu yang lalu lho... Ini gimana? Pada lompat langsung ke chapter 3 gitu😂
Tentu saja sebagai writer baru di dunia oranye ini saya butuh pengalaman, juga kritik saran... Jadi, tolong minna-san ikut bantu kembangkan cerita ini ya 😊. Karena mengembangkan cerita bersama reader itu lebih menyenangkan, makanya saya ajak kalian, biar kalian nyaman juga liat tulisan saya, ngga sakit mata😂
Atau... Beginikah dunia perWattpadan...?
Oke, sekian note dari saya.
Thanks for Reading, Enjoy, and Thank you very much~
Don't forget to :
☆ = Energi untuk saya semakin semangat nulis, makin banyak, makin cepet saya update hehe... Ga susah kok, tinggal klik bintang di pojok kiri, kalo udah berubah oranye itu artinya kalian udah vote cerita ini ^^
💬 = Ini juga pembangkit semangat! Saya suka ketika bales-balesin comment, seru aja gitu... Artinya cerita saya beneran dibaca.
📚 = Sebelumnya... HONTOUNI ARIGATOU GOZAIMASU!!! Seneng banget saya... Tapi kalo bisa jangan cuma ditambahin ke reading list, kasih vomment juga yah...
Kalo menurut kalian cerita ini bagus, tolong bantu share ya~
Saya masih berharap ada yang nungguin cerita ini :')
Boleh 'kan....
SEE U NEXT CHAPTER, MINNA-SAN!!!!
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top