41 | first date

Hari ini Wisnu mengajak Sasmitha untuk kencan pertama. Yang tentu saja langsung disetujui oleh gadis itu. Apalagi Sasmitha tidak perlu pulang dulu untuk ganti baju ataupun bersiap-siap, karena Wisnu menelepon personal shopper-nya langsung untuk menyiapkan pakaian untuk Sasmitha.

Untuk skincare, make up, dan sepatu juga sama. Sasmitha hanya tinggal menunggu sambil berendam di bathtub dengan air hangat, dan semua keperluannya sudah tersedia di kamar. Saat ia selesai berendam, ia tinggal bersiap-siap saja.

Senyum Sasmitha mengembang karena Wisnu bahkan tahu apa merek make up yang biasa ia pakai, padahal pria itu tidak pernah bertanya sama sekali. Selain itu baju yang disiapkan pria itu juga begitu pas di tubuhnya, karena selama datang ke lebih dari 20 kondangan bersama, mereka memang sering fitting baju berdua. Jadi, tidak heran Wisnu tahu ukuran bajunya.

Sepatu Jimmy Choo yang disiapkan pria itu juga begitu pas di kakinya. Membuat ia begitu nyaman saat melangkah. Wisnu juga menyiapkan berbagai aksesoris mulai dari anting, kalung, gelang tangan, gelang kaki, dan juga cincin. Tapi Sasmitha hanya mengenakan kalung dengan liontin bunga mawar yang sangat cantik dan tanpak serasi sekali dengan gaunnya.

Setelah selesai berdandan, Sasmitha pun segera keluar dari kamar. Dan senyuman Wisnu langsung melebar saat melihat Sasmitha yang tampak begitu cantik dan menawan saat ini. Membuat Wisnu segera menghampiri gadis itu dengan gerakan buru-buru, dan langsung menggenggam tangan tunangannya erat—sebelum mencium punggung tangannya dengan penuh puja.

How do I look?” tanya Sasmitha seraya menatap Wisnu dengan tatapan super menggoda.

Perfect. You look like you're mine,” jawab Wisnu yang tak kalah menggodanya. Membuat pipi Sasmitha langsung merona dan jantungnya berdebar sangat kencang. Dan harus Sasmitha akui, kalau ia baru saja kalah. Karena lagi-lagi ia jatuh pada pesona pria itu dan kembali jatuh cinta.

Sial, kalau Wisnu semanis ini, ia jadi tidak ingin kencan dan ingin kembali menyeret Wisnu ke ranjang saja.

Tapi untungnya pikiran Wisnu saat ini lebih waras darinya, karena pria itu segera menuntun Sasmitha ke mobil dan membukakan pintu untuk gadis itu. Walau Sasmitha yakin, sebenarnya Wisnu tahu apa yang berkecamuk di kepala Sasmitha karena telinga pria itu memerah dengan menggemaskan.

Wisnu juga jadi tidak ingin keluar hari ini, tapi ia sudah punya rencana super sempurna untuk mereka. Dan ia tidak ingin menunda-nunda lagi. Sudah cukup ia menunggu selama dua tahun, kali ini, ia benar-benar akan membuat Sasmitha menjadi miliknya.

***

Wisnu sama sekali tidak menjawab saat Sasmitha bertanya akan mengajaknya kencan ke mana. Pria itu bilang ini adalah kejutan. Dan jujur saja, biasanya Sasmitha tidak suka kejutan. Tapi dengan Wisnu ia benar merasa senang dan berdebar-bebar, karena Sasmitha tahu kalau Wisnu akan memberinya kejutan yang membuat Sasmitha bahagia.

Ah, sebenarnya ada di samping pria itu dan menggenggamnya seperti ini saja sudah membuat Sasmitha bahagia setengah mati. Sehingga ia tidak butuh apa-apa lagi. Jadi, hari ini, ia akan pergi ke mana pun Wisnu mengajaknya pergi.

Ternyata Wisnu mengajaknya mampir ke sebuah toko perhiasan ekslusif yang ada di daerah Jakarta Pusat. Toko ini ekslusif karena tidak sembarang orang yang bisa datang, apalagi jika harus bertemu dengan owner-nya langsung. Yaitu, seorang gadis muda berbakat yang namanya memang sedang naik daun di antara para pencinta perhiasan di Indonesia saat ini—Shania Rajasa.

“Hi, Mas Wisnu! Akhirnya datang juga!” sapa Shania seraya berpelukan akrab. Mereka memang bersepupu dan sudah dekat dari kecil. Dan Shania merupakan sepupu yang paling dekat dengan Wisnu walau jarak umur mereka hampir lima tahun.

“Hi, Shan! Makasih ya udah mau nemuin aku hari ini. Kenalin ini Sasmitha—calon istri aku,” ujar Wisnu dengan telinga yang memerah. Senyuman lebar terbit di bibirnya, sehingga kedua lesung pipitnya yang dalam dan menawan terlihat. Sungguh, mengenalkan Sasmitha sebagai calon istrinya dan mengatakan jika Sasmitha adalah miliknya pada dunia; benar-benar membuat hati Wisnu berbunga-bunga.

Shania menatap Sasmitha dengan senyum lebar dan antusias. Lalu gadis itu memeluk Sasmitha erat. “Hi, Mbak Mitha! Salam kenal! Aku Shania! Sepupunya Mas Wisnu yang paling kece badai! Aku follow instagram kamu, lho, Mbak! Kamu keren banget! Senangnya kita bakal jadi saudara!”

Sasmitha tertawa kecil seraya memeluk Shania erat. “Salam kenal juga, Shania! Kamu juga keren! Dan aku juga seneng banget kita bakal jadi saudara!”

Lalu mereka bertiga mengobrol akrab bersama. Karena saat ini memang sudah memasuki makan siang, mereka memutuskan untuk meeting sekalian makan siang bersama di kantor Shania.

“Ini beberapa desain couple ring aku yang terbaru. Silahkan boleh dilihat-lihat dulu,” ujar Shania seraya menaruh sebuah box kaca yang berisi tiga cincin couple sangat cantik.

Dan ebuah cincin dengan warna rose gold serta pink shappire di tengahnya, benar-benar membuat Sasmitha jatuh cinta. Cincin itu benar-benar terlihat sangat cantik dan elegan, dan sungguh Sasmitha dapat membayangkan cincin itu ada di jari manisnya seumur hidupnya. Sampai jari-jari tangannya keriput dan gemetaran karena tenaganya sudah tidak seperti sekarang.

“Ada yang kamu suka?” tanya Wisnu seraya mengelus bahu Sasmitha. Saat ini keduanya tengah duduk di sofa, dan sejak tadi Wisnu terus melingkarkan lengannya dengan posesif di bahu sang calon istri. Seolah ingin menunjukkan pada dunia, jika Sasmitha adalah miliknya. Dan hanya akan jadi miliknya seorang untuk selamanya.

“Aku suka yang ini, Sayang. Tapi kamu suka nggak?”

Wisnu mengecup kepala Sasmitha sayang. “Nggak penting aku suka apa nggak, baby. Karena apapun yang kamu suka, aku pasti juga bakal langsung suka,” jawab pria itu yang tentu saja langsung membuat pipi Sasmitha memerah.

Sasmitha mengecup pipi Wisnu singkat. “Thank you, baby.”

Dan jujur saja, pemandangan di depan sana membuat Shania iri. Karena ia tahu, jika ia dan sang tunangan—tidak akan pernah semanis itu.

Guys, karena sekarang Sa nggak bisa lihat siapa aja yang vote cerita, Sa. Kalian jangan lupa komen dan ninggalin jejak, ya! Biar Sa tahu siapa yang ngikutin cerita ini.

You all my everything❤❤❤
Terima kasih sudah baca cerita ini, ya!

Sa,
Xoxo.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top