4
Senja, pergantian siang menjelang malam. Waktu dimana, hanya sebentar saja pemandangan pemukiman warga berselimutkan warna oren dan terlihat begitu mengagumkan dan beberapa daun maple yang berguguran, menambah kesan menenangkan, di kehidupan yang damai
Gojo Satoru begitu menikmati setiap langkahnya menuju rumah, semilir angin sejuk khas musim gugur membuat perasaanya menjadi tenang dan begitu damai
Sejujurnya, ia bisa saja menaiki kendaraan umum daripada merepotkan diri sendiri untuk berjalan kaki
Tapi putri kecilnya yang imut itu menyadarkannya untuk menikmati setiap waktu, putri kecilnya itu kadang kala menjadi dewasa lebih cepat daripada waktunya
Dan itu sedikit membuat Gojo Satoru khawatir
Entah darimana sifat itu diturunkan--
Berjalan dengan santai sambil menikmati setiap detik. Menikmati hari damainya yang panjang dan menyenangkan
Tanpa adanya masalah masalah yang mempertaruhkan hidup dan mati, Sungguh ia merasa betapa beruntungnya ia sekarang
Hingga manik cerahnya membola kaget
Seolah seperti waktu di dunia di putar kembali kemasa lalu, kenangan yang lelaki itu simpan rapat kembali berputar di otaknya seperti kaset rusak
Sosok lelaki lain tak jauh dari pandangannya sedang tersenyum manis, Surai gelapnya yang mirip dengan langit malam, manik matanya yang keruh itu takkan bisa ia lupakan
Seseorang yang begitu ia rindukan muncul tanpa sengaja di hadapannya
Apakah ini nyata?
Ataukah ini ilusi dikala senja?
Gojo tak peduli lagi, segera ia rengkuh sosok yang begitu ia rindukan selama ini
Sosok yang menjadi alasan pertama Gojo meninggalkan dunia Jujutsu
Sosok yang di rengkuh dengan erat itu hanya terkekeh kecil, tangannya mengelus pelan surai putih salju kesayangannya
"Lama tak jumpa"
Dinding kokoh yang Gojo bangun untuk membelenggu semua perasaanya selama ini hancur seketika, "aku merindukanmu"
Geto Suguru, seseorang yang mengubah semua sudut pandang hidupnya
Seseorang yang takkan pernah bisa digantikan oleh siapapun. Seseorang yang begitu dicintainya
“Maaf karena telah membuatmu menunggu begitu lama Satoru”
Gojo melepaskan pelukan itu dengan segera, dan menatap lekat lekat Geto “kau memotong rambutmu? Kenapa?”
“aku hanya ingin terlihat lebih rapi saja? Apakah tidak cocok?”
“tidak, hanya kegat saja melihatmu yang seperti ini?”
Berjalan beriringin, keduanya tak berniat untuk membuka percakapan kembali
Menikmati keheningan sembari merekam memori dalam ingatan masing masing
karena keduanya sadar, kedepannya kejadian langka seperti ini takkan bisa terulang kembali
Setidaknya mereka hanya ingin menikmati masa damai yang langka dari belenggu yang telah mengikat takdir keduannya
“Aku ketiduran ya?”
“Lebih tepatnya pingsan”
“Lalu apa yang Shoko lakukan padaku?”
“Hanya tes kecil”
“oh”
“Satoru, kau itu bodoh ya?”
“. . .”
Vote dan comment di persilahkan!!
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top