3
"Papa"
Gojo yang dipanggil dengan nada lirih oleh (Name) itu hanya bisa menatap sambil berekspresi bingung
Aktivitasnya yang sedang mengecek dokumen terhenti seketika, dan mendapati (Name) meremas seragamnya, kepala tertunduk, dengan pipi chubby yang memerah
Terlihat begitu menggemaskan dimatanya
Gojo melepas kacamatanya, meninggalkan meja kerjanya dan berjalan menuju (Name), setelahnya berjongkok untuk menyamakan tinggi keduanya
Menaruh salah satu tangannya di kepala (Name) dan mengelusnya dengan pelan
"ada apa, hm?" Tanyanya dengan hati hati
(Name) mendongak untuk menatap wajah ayahnya itu, menatapnya dengan intens
"apa aku punya ibu?"
Tanyanya dengan nada sedikit lantang, membuat Gojo sedikit tersentak. Ia tau suatu saat ia akan mendapatkan pertanyaan ini dari putrinya
Walau begitu Gojo tetap saja ragu untuk menjawabnya, menurutnya ini adalah sesuatu yang harus diketahui ketika (name) mencapai usia dewasa, dimana dia sudah dapat berpikir secara matang
Gojo mengontrol ekspresi wajahnya dengan cepat, menutupinya dengan senyuman lembut dan menarik (Name) untuk jatuh ke pelukannya
Salah satu cara ampuh untuk menenangkan (Name) dikala ia sedang merasa gundah
"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?"
(Name) dalam pelukan Gojo membalas pelukan dan meremas kemeja Gojo
"karena..."
Suaranya menggantung, bahkan gadis itu tak tahu harus berbicara darimana, walau sudah mengumpulkan niat ia tetap saja meragu
Mengerti kebingungan yang dialami (Name), Gojo segera menggendong putrinya itu
"lebih baik, (Name) ganti baju dulu Oke?"
Gadis itu hanya bisa mengangguk, kepalanya ia tenggelam dalam ceruk leher Gojo dan bergumam tak jelas. Gojo hanya tersenyum kecil melihat tingkah putri kecilnya yang menggemaskan
Gojo mendudukkan (Name) di pinggir ranjang, kemudian berjalan menuju lemari dan mengambil beberapa lembar pakaian
(Name) menatap punggung ayahnya dengan intens, Ayahnya yang sangat ia sayangi
"papa"
Panggilnya lagi, Gojo berjalan menuju (Name) sambil tersenyum lalu melepas satu persatu kancing kemeja (Name)
"apa ibu membenciku?"
Gojo menggeleng, setelah melepas kemeja kemudian menggantinya dengan pakaian santai
"Dia tidak membencimu, sebaliknya. Dia sangat menyayangimu"
Setelah selesai, tak lupa Gojo mencium pipi chubby (Name) "Aku iri dengan mereka yang punya keluarga lengkap"
Gojo mengambil sisir lalu mulai menyisir rambut panjang milik (Name) dengan perlahan
Jika diperhatikan baik-baik, akan terlihat bahwa di ujung rambutnya ada warna hitam yang ikut mendominasi
Terlihat unik dan mengingatkan Gojo pada seseorang
"Papa, akan menceritakan semuanya kalau sudah waktunya"
Rambut itu telah disisir rapi, Gojo memasangkan kacamata berbingkai hitam tipis
"Nah sekarang (Name) terlihat menggemaskan"
Dengan lugunya, (Name) hanya menuruti ucapan ayahnya "Papa, tidak akan bohong kan?"
Gojo mengangguk "Papa, tidak akan bohong. Mau berjanji?"
(Name) mengangguk, kedua jari kelingking pun saling bertautan
"Baiklah, mari kita mulai eksperimen ini"
"Sebelumnya bisa kau jelaskan dulu pada kami?"
"Tak mau, malas”
Vote dan comment di persilahkan!!
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top