5

"Ini apa?"

Camilla terkejut saat melihat berbagai macam bentuk pakaian yang telah disiapkan oleh Rara. Ia menyuruh Rara untuk mengawasi Kate bukannya menyiapkan bermacam-macam pakaian.

"Rara ... apa kau tidak memahami perkataanku?" tanyanya.

"Saya memahami perkataan Anda, Nona. Alangkah baiknya Nona ikut saya mengawasi Nona Kate. Saya rasa, Anda tidak akan bisa diam saja di rumah menunggu laporan dari saya."

Ternyata Rara pandai juga.

"Jadi, semua pakaian ini untuk penyamaranku?"

Itulah yang dapat ia tangkap dari maksud Rara.

"Benar sekali. Setahu saya, banyak detektif yang menyamar dalam misi mereka. Nona pun harus menyamar jika ingin mengawasi Nona Kate." Rara mulai menjelaskan semuanya. "Anda tidak bisa memakai gaun mewah dan mengikuti Nona Kate. Pasti Nona Kate akan curiga."

"Ini terlalu berlebih-lebihan, Rara." Saat melihat berbagai macam pakaian penyamaran dari semua kalangan tentunya terlihat sangat berlebihan. "Ada pakaian pedagang, rakyat biasa, prajurit, kusir, budak, dan lain-lainnya. Ini terlalu berlebihan. Tidak bisakah kau menyiapkan gaun sederhana dengan topeng dan topi?"

"Tidak bisa," tolak Rara dengan tegas.

"Kenapa tidak bisa?"

"Pakaian itu akan sangat mencolok, Nona. Bukannya aneh ada gadis bergaun memakai topeng di saat tidak ada pesta topeng?"

Rara ada benarnya.

"Tapi—"

"Anda harus memakai semua ini jika tidak ingin Pangeran Lucerance direbut Nona Kate."

Lagi-lagi Rara ada benarnya. Ia tidak boleh mengeluh, demi mempertahankan hubungannya dengan Luce ia harus melakukan apa pun yang bisa dilakukannya.

Sejujurnya, Rara tidak mengerti pola pikir nonanya. Sebelumnya, nonanya sangat menentang pertunangan itu dan lebih memilih mengejar Keithel, tapi sekarang ... nonanya tidak rela melepas Pangeran Lucerance untuk sahabatnya.

Mungkin pikiran nonanya telah tercerahkan. Sehingga sadar jika mengejar Keithel hanya akan berakhir kecewa. Sementara itu, Pangeran Lucerance lah yang lebih pantas nonanya perjuangankan.

Apa pun keputusan nonanya, ia akan selalu mendukungnya.

"Rara, untuk sekarang aku harus memakai pakaian apa?"

"Pakaian rakyat biasa terlihat cocok dalam kondisi apa pun Nona."

"Baiklah. Aku akan memakainya," tekadnya.

Demi mempertahankan Luce, ia harus melakukan hal ini. Demi Luce dan demi hubungan keduanya.

•••

Dari informan yang Rara sewa untuk memata-matai Kate, Camilla tahu jika hari ini Kate akan mengunjungi Luce secara langsung.

Di dalam otaknya sudah mengalir pikiran yang buruk. Mulai dari Kate akan menggoda Luce sampai Luce terpesona dan berakhir mereka menjalin cinta di belakangnya.

Ah, itu benar-benar berbahaya.

"Nona, pakailah ini," ujar Rara sambil menyerahkan pakaian rakyat biasa padanya.

Gaun itu berwarna abu-abu dengan tambahan cokelat muda. Walaupun dulunya Camilla bukan siapa-siapa, tapi memakai gaun dengan kesan gelap itu membuatnya sedikit linglung.

"Nona!"

"Ah, iya! Maafkan aku," kaget Camilla. Gadis itu mengambil gaun yang telah disiapkan Rara. "Terima kasih, Rara. Aku akan memakainya."

"Mari saya bantu," tawar Rara.

"Tidak perlu, aku bisa memakainya sendiri," tolaknya halusnya. "Tunggulah di luar. Aku akan segera selesai."

•••

Saat Camilla keluar dengan pakaian sederhana. Rara terpukau sejenak, mau dengan pakaian apa pun nonanya itu tetap berkilau seperti berlian. Jika seperti ini, penyamarannya akan sia-sia.

"Ada apa, Rara?" tanya Camilla bingung saat Rara menatapnya dalam-dalam. "Apa aku sangat jelek setelah memakainya?"

"Bukan begitu, Nona. Anda tetap cantik saat memakainya, saya sampai bingung harus bagaimana." Rara mencoba memikirkan ide untuk menyamarkan wajah cantik Camilla. "Apa saya perlu menambah tahi lalat di pipi Anda agar tidak terlihat mencolok? Rasanya itu tidak terlalu berpengaruh. Nona Kate pasti akan mengenali Anda dengan jelas."

Camilla ikut bingung, tiba-tiba satu ide terlintas di otaknya. "Bagaimana jika aku menyamar sebagai seorang pria?" Ia sering menonton drama Saeguk, yang di mana banyak pemeran utama wanita yang menyamar sebagai pria. Namun, ia tidak tahu bagaimana di abad pertengahan ini.

"Ide bagus, tapi saya tidak menyiapkan pakaian pria."

"Aduh, sayang sekali."

Lalu, bagaimana cara menyamarkan wajah Camilla yang mencolok ini?

"Saya ada ide!" Rara tiba-tiba menjentikkan jarinya. "Tunggu sebentar, saya akan segera kembali!"

Camilla mengangguk pelan, duduk di atas sofanya yang begitu lembut. Gadis itu memangku dagunya, ia takut Kate sudah bertemu Luce dan saat ini mereka sedang ngobrol-ngobrol mesra. Potek deh hatinya.

Beberapa saat kemudian Rara kembali dengan membawa sekotak arang di pelukannya. Gadis yang berusia beberapa tahun lebih tua darinya itu dengan cekatan menaruh sekotak arang itu di atas meja.

"Untung apa arang ini?" tanyanya bingung.

"Tenang saja, Nona. Saya akan merias Anda dengan baik."

Senyum lebar di wajah Rara membuatnya bergidik ngeri, jangan sampai wajahnya jadi buruk rupa setelah memakai make-up arang ini.

"Selesai!"

Camilla takut-takut membuka matanya. Ia tidak siap menatap wajahnya saat ini.

"Nona, Anda masih cantik kok. Lihatlah," terang Rara. Dia menaruh sebuah kaca di tangannya. "Coba lihat wajah Anda di kaca ini. Walaupun memakai arang, kecantikan Anda tetap terpancar."

Dengan perlahan Camilla membuka matanya. Wah, Rara benar. Wajahnya tidak jadi buruk rupa, hanya lebih kusam saja. Namun, kenapa tetap cantik, ya? Apa ini karena kecantikan Camilla yang paripurna? Sehingga diapakan saja akan tetap menguar kecantikannya.

Ini bukan saatnya mengagumi wajah Camilla, "Ayo kita pergi, Rara."

Camilla tidak sabar memata-matai Kate yang berniat merebut tunangannya. Semoga saja mereka belum bertemu, dan semoga saja Luce sedang berpergian. Ia tak siap sakit hati jika melihat keduanya semakin dekat. Apalagi pengaruh penulis masih saja terasa.

•••

Halo-halo! Bagaimana kabarnya hari ini? Masih sehat, kan? Nah, karena cuaca sedang panas-panasnya begini enaknya adem-adem sambil baca Matchmaker Destiny 🤣 aduh, bisa aja promosinya😂😂

Oh, iya. Rencananya aku mau double up. Jadi, ditunggu dulu, ya. Mau aku kebut.

Sekian~

Jangan lupa tekan bintang dan commentnya❤️

Sampai jumpa ❤️❤️

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top