1
"Cam. Kau tahu berapa banyak bintang di dunia ini?"
Camilla menguap pelan pertanyaan dari sahabatnya itu ia hiraukan. Saat ini dirinya bukanlah Camilla yang sesungguhnya, melainkan Clarissa Adriani yang patah hati karena ending-nya Kate lah yang memiliki Luce.
Ia tak tahu mengapa bisa-bisanya terbangun di tubuh Camilla. Jomblo ngenes yang mati sebelum sempat mendapatkan jodohnya.
Kalau ingin memilih, ia ingin menjadi Kate saja. Yang pada akhirnya menjadi jodoh Luce, karakter yang disukainya. Sayangnya, ia terbangun menjadi Camilla. Camilla yang dirasukinya ini berakhir bunuh diri akibat cintanya tak terbalas.
"Camilla. Tumben diam saja? Biasanya kau cerewet sekali," bingung Kate yang menatapnya.
Kate itu gadis yang begitu polos dan agak gimana gitu pola pikirnya. Camilla alias Clarissa yang dulunya malas bersosialisasi lelah sendiri mendengarkan Kate yang begitu cerewet orangnya.
"Kate, jika kau bertanya berapa banyak jumlah bintang di dunia ini ... aku tidak tahu," jujurnya. "Namun, jika kau bertanya pada kakakmu yang tampan itu dia pasti tahu."
"Oh, begitu ya." Dengan polosnya Kate mengangguk. "Kalau jumlah penduduk di kerajaan ini, apakah kau tahu?"
Camilla menepuk dahinya. Mengambil napas dalam-dalam. Dirinya bukanlah petugas sensus penduduk, ya mana tahu lah. Orang belajar tentang manajemen kerajaan plus pelajaran dasar tentang kependudukan saja dirinya tidak pernah. Membaca bahan bacaan tentang geografis Kerajaan ini saja dirinya malas. Bagaimana bisa ia tahu berapa jumlah penduduknya? Kalau berdasarkan cerita ayahnya yang merupakan seorang Duke ada sekitar 20 juta lebih, tapi itu dua tahun lalu. Kalau sekarang, boro-boro dia tahu.
"Caaam!"
Kate mulai merengek. Pusing sudah kepalanya.
"Aku tidak tahu, Kate. Coba tanyakan pada ayahmu," ketusnya. Camilla yang dulu kok sabar sekali bisa awet berteman dengan orang seperti Kate? Apa jangan-jangan karena dirinya memiliki dendam pribadi makanya jadi begini.
Wajah Kate mulai mendung, sepertinya gadis itu mau menangis. Bahaya kalau menangis. Bisa-bisanya Keithel mengayunkan pedang padanya.
"Kate," panggilnya pelan. "Apakah Kate tahu kenapa banyak orang yang suka uang di dunia ini?"
Kate berpikir keras sebelum menjawab. "Mungkin karena uang adalah sumber kehidupan, karena itu banyak orang di dunia ini yang menyukai uang."
"Betul sekali! Kok Kate bisa tahu?" Dalam hati Camilla mengucap sabar berkali-kali. Ia harus menjadi sahabat yang lebih baik jika tidak ingin mati lebih cepat nanti.
"Kak Keithel pernah mengatakan itu. Kalau kita ingin hidup nyaman di dunia, kita harus punya banyak uang. Dari situ aku simpulkan uang adalah sumber kehidupan."
Rupanya Keithel lah yang meracuni otak Kate sehingga menjadi seperti ini.
Keheningan tercipta di antara keduanya. Saat ini mereka berdua duduk di taman sambil menatap bintang-bintang. Keluarga mereka sedang berbincang di dalam, membahas kerja sama antar wilayah yang belum mereka pahami.
Saat ini Camilla masih berumur 15 tahun, sementara Kate satu tahun lebih muda darinya. Sambil mengingat-ingat bagaimana Camilla berakhir di dunia ini ... sekitar umur 20 tahun Camilla memutuskan untuk bunuh diri. Artinya ia masih memiliki 5 tahun sebelum tiada.
Rencananya adalah untuk tidak jatuh cinta kepada Keithel yang menjadi sumber bencananya. Kedua, kalaupun ia jatuh cinta dan berakhir sebelah tangan. Ia harus menguatkan diri dan tidak mencoba bunuh diri.
Semoga Tuhan merestuinya, dan semoga saja ia bisa merubah alur cerita yang merugikannya. Ia tidak ingin mati muda untuk kedua kalinya.
"Cam. Bagaimana hubunganmu dengan Pangeran Lucerance?"
Ini adalah scene yang paling ia ingat di novel ini. Semenjak menanyakan hal itu, Kate menjadi semakin penasaran kepada Luce yang akan menjadi tunangan resminya.
"Baik-baik saja," jawabnya singkat seperti yang ada di cerita. Camilla menjawab singkat seperti itu karena dirinya tidak ingin berjodoh dengan Luce. Apalagi gara-gara Luce Keithel menjauhinya.
"Kau menyukai Pangeran Lucerance?"
Pertanyaan satu ini harusnya dia jawab 'tidak', tapi hatinya ingin mengatakan 'iya'. Mau bagaimanapun Camilla yang saat ini menyukai Luce yang begitu lembut dan baik hati.
"A—ku m—tidak menyukainya."
Mulutnya kenapa mengatakan tidak menyukainya? Padahal seratus persen ia jatuh cinta pada Lucerance. Ada apa ini?
"Kenapa tidak? Bukannya kalian akan menikah jika sudah dewasa nanti? Kenapa kau tidak menyukainya?" cecar Kate.
"Bukan seperti itu. Aku masih terlalu muda untuk merasakan yang namanya jatuh cinta. Aku belum bisa memastikan bagaimana perasaanku kepada Luce, Kate." Semoga Kate mengerti penjelasannya ini. Ia mengatakannya percis seperti dialog novel itu. Entah mengapa ia tidak bisa menarik ucapannya dan mengatakan kalau dirinya menyukai Luce.
Kate mengangguk paham. "Bukannya kau menyukai kakakku sejak berusia 10 tahun, ya?"
Tembakan Kate tepat menusuk dadanya. Kenapa percis sekali seperti dialog yang ia baca sebelumya? Kenapa ia tidak bisa berontak? Padahal sebelum ini ia masih bisa mengganti dialognya.
Ada apakah ini? Jangan bilang ... ini semua kekuatan penulis? Yang begitu mutlak sampai tokohnya pun tidak bisa bergerak.
Haduh, bahaya kalau begini caranya.
•••
Halo semuanya! Maafin aku ya yang suka selingkuh dari naskah lama😭😭🙏🏻🙏🏻
Aku update cerita ini entah ada angin apa, soalnya untuk cerita BPITP masih proses mencari ide, sedangkan Naga Senja masih aku revisi. Jadi, pada akhirnya aku iseng-iseng update cerita yang ada di draft aku.
Btw, aku tulis cerita ini terinspirasi dari drakor Extraordinary You. Bagi yang sudah nonton atau baca komiknya pasti tahu, tapi ke depannya ceritanya bakal beda kok. Dan semoga juga seru untuk dibaca.
Semoga kalian suka cerita baruku ya❤️
Kalau suka tekan bintang, atau bisa comment di bawah.
Thank you❤️
Bay-bay❤️
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top