Three

Dunia dibagi menjadi tiga bagian; langit tempatnya para malaikat berkuasa, bumi di mana para manusia hidup, dan bawah tanah tempat kegelapan paling jahat bersemayam.

Sejak penciptaan dunia tiga pokok itu tak pernah berubah, selalu berjalan seirama jarum jam. Namun, sebulan yang lalu semua berubah, ketika kotak pandora dibuka tanpa persetujuan pihak atas, kejahatan keluar dari sarangnya, menyebarkan teror.

Sekarang, hanya tinggal harapan di dalam kotak, bersama dengan para malaikat yang terlihat enggan membantu akibat kebodohan manusia.

****

Aku tersentak kala mata melirik ke depan. Seorang gadis dengan rambut pirang tergerai berjalan terseok, matanya memutih, dengan urat yang menonjol keluar. Memiliki fisik layaknya zombie, tetapi mereka lebih kejam dari makhluk dalam film.

Dengan perlahan kakiku mengambil langkah mundur, berusaha tak menimbulkan suara sedikit pun. Gadis itu tampak mengendus sesuatu, sebelum matanya yang polos menoleh ke arahku. Saat bertatapan napasku tertahan, membuat gadis itu mengedus lagi sebelum pergi.

Sins, itulah sebutan mereka. Manusia yang termakan kejahatan dunia bawah. Mereka tak bedanya dengan mayat hidup, kendati mereka lebih milih memakan makanan normal daripada sesama. Namun, tetap saja, ketika kamu kerasukan itulah akhir bagimu.

Setelah dirasa normal aku tak lagi bersembunyi hanya untuk mendapati seseorang berdiri di hadapan. Jas putihnya menjuntai sampai kaki, senyumnya menawan dengan cahaya putih yang melingkupi bagian punggungnya.

Dirinya memperkenalkan diri sebagai Neo, utusan yang dikirim pihak langit untuk mengatasi kebocoran dari pihak bawah. Caranya hanya satu, menyegel kembali kotak pandora yang dibuka oleh anggota keluargaku.

"Jangan bercanda, aku tak mau." Dengan tegas kutolak saran mereka. Yang salah di awal bukan diriku, jadi tak ada gunannya memintaku ikut membantu.

Neo diam, dia terlihat sangat enggan berada di dalam kamar yang seperti kapal pecah. Membuatku tertawa tanpa sadar.

"Kumohon, hanya dirimu satu-satunya jalan," pintanya untuk yang keberapa ratus kali. Neo selalu mengikutiku setelah pertemuan pertama. Malaikat itu selalu bertanya ketika menemukan hal yang membingungkan.

"Baiklah! Aku ikut, tapi dengan syarat, apa pun yang terjadi kalian harus melindungi bagian belakangku."

Agenda dilakukan setelah itu, kami berdua mulai mencari isi dari kotak pandora. Namun, tak berjalan panjang, di suatu malam sebuah pin berwarna biru melayang, sebuah perasaan asing mampir ke hatiku.

Kemudian kilasan sebuah kejadian hadir, membuat kepalaku makin berat, tetapi kuusahakan tak membuatnya terlihat jelas. Kami mengejar pin, dengan harapan pencarian segera berakhir setelah adanya pin. Tetapi, semua tak berjalan sebagaimana seharusnya.

Beberapa orang datang, mengejar diriku, mengatakan bahwa mereka ada untuk menghancurkan misi yang Neo dan diriku emban. Kejar-kejaran tak terelakkan, di saat kami mencari bagian kotak pandora, di saat itu pula orang-orang yang mengejar menyusul. Sembunyi, dan lari, selama dua bulan mencari isi kotak pandora, kami melakukan hal itu terus menerus.

Ketika isinya hampir sepenuhnya tekumpul, Neo menghilang. Pemuda itu pergi tanpa pamit, meninggalkanku sendirian dengan resiko tertangkap pengejar. Dan benar saja, tanpa kekuatan Neo, aku dengan cepat tertangkap. Orang-orang itu hendak mengambil isi pandora yang kami kumpulkan, dengan sekuat tenaga aku mencegahnya, walau penuh luka akibat terkena kekuatan makhluk bawah.

Ketika napas tinggal sedikit, cahaya putih berada di antara aku dan makhluk bawah, Neo kembali, bersama beberapa orang lainnya. Di saat pemuda itu melawan makhluk dunia bawah, sebuah kotak melayang dengan kecepatan konstan dan berhenti di depan mataku.

Kotak pandora melayang, tutupnya terbuka, membuatku segera memasukkan bagiannya yang terpecah dalam berbagai bentuk. Setelah kotak menutup, makhluk dunia bayangan itu ikut menghilang , dengan jeritan yang memekakkan telinga.

Misi selesai, Neo pulang kemudian, menyisakan aku sendiri dengan umat manusia yang tak akan berubah layaknya zombie lagi ketika kejahatan mengejar jiwa mereka.

End

A/N : Jujur, aku nggak tau nulis apaan sekarang. Ditambah, mataku benar-benar ngantuk, ini aja nulisnya merem-melek. Maafkan aku buat cerita yang sangat aneh ini/kaboor

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top