2 Alter Ego
Distrik Cyber adalah jawaban yang bukan hanya diciptakan untuknya, tetapi semua orang dengan masalah yang sama—membutuhkan pelarian dari dunia nyata. Berdiri diatas langit-langit Mars. Terpancar melalui benang kode transparan dari enam ratus enam puluh menara raksasa di atas permukaan gunung Olympus Mons—gunung terbesar di tata surya. Distrik Cyber adalah fasilitas utopia prestisius yang berhasil manusia Mars—atau selanjutnya disebut The Martians, bangun. Berdasarkan data asli yang di sinkronisasi, siapapun bisa masuk ke distrik Cyber setelah membeli avatar khusus yang bisa dimainkan di sana. Kota itu bisa dijelajahi sepenuhnya, seperti sebuah aplikasi permainan besar tanpa batas. Sayangnya, Luisetta hanya mampu membeli paket yang lebih murah, membuat tiga avatar untuk tiga aplikasi terbatas—dia tidak bisa menjelajahi distrik Cyber diluar aplikasi tersebut.
Malam ini Luisetta kembali ke distrik Cyber. Seolah dia sedang bermain game dari balik layar Holo-screen di apartemen. Jika uangnya lebih banyak atau Luisetta tidak menginvestasikannya pada tiga avatar sekaligus, dia bisa saja membeli fitur yang lebih canggih dimana kesadaran akan dialihkan pada avatar dan dia bisa menjelajahi distrik Cyber seperti memiliki tubuh kedua disana. Tetapi, dia memilih untuk fokus pada ketiga aplikasi tertentu.
Kini, matanya melirik pada avatar pertama yang dia beri nama, Lui. Seorang gadis ceria dengan mata lebar cerah, rambut merah muda yang lembut dengan potongan jellyfish, pakaiannya bernuansa bikini musim panas dengan jaket tipis dan celana panjang putih. Riasannya berwarna-warni dengan glitter serta stiker bergambar bintang dan cinta. Sosoknya muncul dari ketiadaan dan begitu saja terbentuk dari serangkaian kubus glitching di pintu utama bangunan besar. La Limerence, nama itu terpampang nyata di depannya, berkedip lalu memancarkan cahaya ungu neon yang cemerlang. Aplikasi pertama yang dia bayar penuh setiap tahun hanya untuk nongkrong, bercengkrama, dan mencari teman kencan.
Biasanya Lui akan menemui teman-temannya di area dance floor milik La Limerence. Hanya saja malam ini agenda Luisetta sedang padat. Ia memiliki janji dengan dua orang, diantaranya Lui dengan salah satu adalah pria yang baru dia kenal dua minggu ini. Ia segera memainkan avatar Lui untuk menanyakan mejanya ke resepsionis.
"... Reservasi skyhigh club, dining area, atas nama Gavriel?" konfirmasinya sebelum beranjak dan membuka jalan, " ... Silahkan lewat sini, tamu anda sudah menunggu."
Tak perlu menunggu lama, dia diarahkan pada sebuah kursi di bagian tertinggi gedung tersebut. La Limerence berdiri ditengah kota dengan jajaran pemandangan luar biasa bernuansa biru dan pink neon—seluruh kota seolah terbuat dari cahaya hologram dengan latar belakang langit berbintang yang megah. Dari mata Lui ia bisa melihat berbagai gedung aplikasi yang berdiri di sepanjang rangkai jalan utama. Sungai besar yang membelah kota dengan berbagai kapal pesiar mewah—yang dimiliki oleh aplikasi perjalanan, hotel dan restoran. Bahkan balon-balon udara yang membawa banyak layar hologram yang menampilkan berbagai iklan, kampanye, dan event karnaval Death Arte. Lui menggigit bibir bawahnya sedikit setelah melihat balon iklan itu—dia juga ingin segera pergi melihatnya kesana. Dia mempercepat pertemuan ini.
Lui ditinggalkan begitu saja ketika meja temannya terlihat dari jauh. Selangkah kemudian Ia mengambil secangkir minuman dari robot pramusaji yang sedang lewat dan menyimpannya di sebelah pria berambut coklat half bun yang agak berantakan. Si pria yang agak terkejut menoleh cepat, sementara Lui langsung menghamburkan diri memeluk lehernya dari belakang.
"Hai, Puppy!" ia menggoyangkan sedikit tubuhnya, "Sudah lama menunggu? ... Sudah kubilang 'kan untuk tidak datang lebih awal karena aku pasti telat." Lui melonggarkan pelukannya dan duduk.
Pemuda itu, Gavriel, merekahkan senyumannya terlewat bahagia, "Bunny! Ah, kau hampir membuat jantung sintetis-ku malfungsi." Protesnya ringan, pipi bersemu dan jantung berdegup tak karuan, "Bukan begitu, aku biasanya punya banyak pekerjaan dan hari ini kebetulan pulang cepat. Kau ingst 'kan? aku seorang detektif." Si pemuda mendentingkan gelasnya pada lencana mengkilap di saku kirinya.
Lui tersenyum manis, kemudian meraih lengan atas pemuda itu untuk dijadikan sandaran. Luisetta tidak pernah bisa melakukan ini di dunia nyata, tapi saat menjadi Lui, ia bebas menjadi perempuan manja dan tidak perlu memikirkan apapun lagi. "Karena klien-nya sedang sepi? ... atau karena sedang tidak ada misteri apapun untuk dipecahkan?"
"Yang kedua tentu. Lebih tepatnya tidak ada misteri yang cukup bagus untuk dipecahkan seorang Gavriel Sun. Sebenarnya minggu ini sedang tinggi permintaan mencari benda. Tapi hal remeh begitu lebih baik dikerjakan oleh para junior dan anak magang saja. Jadi para senior berpengalaman sepertiku bisa menyimpan tenaga untuk kasus besar."
Lui tertawa ringan sampai gigi atasnya sedikit terlihat. Ia semakin erat memeluk. "Seperti yang bisa diharapkan darimu." Secara pribadi Luisetta tidak begitu 'nyambung' dengan Gavriel, dia tahu pemuda itu hanya bocah kebelet validasi dan senang mengumbar kesuksesan—yang tidak seberapa. Tetapi dirinya sebagai Lui juga disisi lain merasa lebih aman dengan seseorang yang bisa dengan mudah ditebak seperti ini.
"Ngomong-ngomong ..." sambung Lui, "Apa benar tidak ada kasus besar apapun yang menarik?" Sejatinya Lui hanya asal bicara, dia tidak tahu jika Gavriel memerlukan waktu dan menyirat sorot mata serius sebelum menjawabnya.
"Ada. Sayangnya, tidak ada klien yang menghubungi lembaga detektif swasta. Aku hanya pernah mendengarnya sekilas dari temanku di biro investigasi federal milik pemerintah. Mereka mencurigai adanya aktivitas aplikasi yang berjalan sendiri di latar belakang distrik Cyber. Sesuatu yang bahkan Teknokrat Mars saja tidak bisa temukan." Gavriel menutup informasinya dengan secangkir wine.
Ternyata dia bisa serius juga. Luisetta yang berada dibalik Lui kini kembali menyuap pangsitnya. Ia terharu sedikit.
"Tapi kasus itu pasti akan kuambil jika ada klien yang menyerahkan urusan itu pada kami. Lihat saja nanti, Tuan Gavriel Sun ini akan memecahkannya semudah memecah es batu." Usapan penuh bangga Gavriel pada dagunya yang malah memecah tawa Lui.
"Hebat! Rasa percaya diri itu bagus! Aku sudah tidak sabar mendengar semua ceritanya. Kau akan bercerita padaku 'kan? Kita bisa duduk di sini semalaman seolah tak pernah ada hari esok. Atau bagaimana dengan area menari? kita bisa menari sampai pagi."
Sementara Gavriel, wajahnya makin merona setelah mendapat apresiasi kecil apalagi dengan semua dukungan itu. Dia lantas berdehem ringan, hal itu membuat Lui agak waspada dan menurunkan sedikit intensitas tertawanya—seolah dia bisa sedikit menerawang masa depan.
"Ada ... yang ingin kusampaikan padamu. Itulah kenapa aku mengajakmu kesini. Seharusnya ku tunda sampai acara makan malam kita selesai, tapi ... Bunny, kurasa ini waktunya."
Lui terkesiap dan melepaskan pelukannya. Ternyata benar. Gavriel turun dari kursinya dan berlutut seraya meraih tangan Lui.
"Lui! Aku mencintaimu!" seru Gavriel penuh semangat. Suaranya menggema dalam ruangan yang khidmat itu, beberapa orang bahkan sampai menolehkan kepalanya 150 derajat. "Sejak pertama bertemu, aku yakin kau adalah takdirku! Hidup terasa lebih berarti dan menyenangkan bersamamu, dan aku ingin mempertahankan kita selamanya!"
Gawat.
"... Maukah kau menjadi pacarku?!"
Kekurangan saat dekat dengan pemuda haus validasi yang ekspresif dan mudah ditebak adalah mereka terlalu cepat ingin mengubah status dan melanjutkan hubungan. Lui mencoba yang terbaik untuk tertegun dan menghargainya dengan tatapan penuh haru. Meskipun di balik layar Luisetta sedang memuntahkan kembali pangsit kuahnya ke dalam mangkuk.
"Memangnya kau yakin denganku?" Lui memutar rambut pink-nya dengan ujung jari malu-malu, "Aku ... seperti yang kau tahu, hanya bisa berada disini. Kau bebas pergi kemanapun di distrik ini sedangkan aku hanya bisa menemuimu disini. Kurasa itu .."
"TIDAK MASALAH!" Potongnya, "Aku sudah yakin akan menghabiskan tabungan–tidak, maksudku menyisihkan sedikit uangku untuk upgrating karaktermu sehingga kau bisa keluar dari distrik ini. Kita juga bisa tinggal di apartemen yang sama."
Tinggal di apartemen bersama apanya?! Luisetta yang mengendalikan Lui sampai tersedak dan away from keyboard untuk mengambil tambahan air.
"Aku akan membayarnya! Pacarku adalah tanggung jawabku. Kau bisa keluar dari sini, mendapatkan kesadaran penuh pada tubuh ini dan kita bisa pergi ke wilayah manapun."
"Gavriel. aku–" Luisetta yang berada di balik layar merasa tak tahan dan terpaksa out of characters setelah mendengar ide gila Gavriel. "Hubungan ... sangat tidak cocok untukku–"
"Kau tidak perlu bekerja, aku akan memberimu uang dan memenuhi segala kebutuhanmu. Aku ingin bersamamu, Lui. Aku sangat yakin padamu. Kau hanya perlu bersamaku selamanya."
Luisetta menggigit bibir dan menjambak rambut dengan kedua tangannya karena geli, dia tidak bisa melakukan itu dengan Lui atau Gavriel akan tersinggung. Sampai layar ultra wide dibawah layar Lui memperlihatkan Etta—karakter keduanya, yang sedang ia dudukkan di sebuah lobby disapa oleh seseorang.
Tanpa berpikir panjang, Luisetta mematikan layar Lui dan langsung logout. Ia melarikan diri dengan begitu saja pada pertanyaan Gavriel. Kelebihan memiliki banyak avatar adalah ini, dia bisa datang dan pergi sesuka hati dan mengganti identitas dengan mudah saat sesuatu menjadi terlalu sulit dihadapi.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top