Prolog
Bersamaan dengan dunia tercipta, aku terlahir dari energi kosmis yang tersebar di ruang hampa. Aku tergantung di antara debu ruang angkasa yang menyebar dan bergerak ke sembarang arah. Aku-lah satu-satunya entitas kuno di kekosongan yang menyaksikan pembentukan alam semesta.
Di dalam ruang hampa yang hanya dipenuhi berbagai debu angkasa, aku berjalan seorang diri, menyusuri setiap sisi angkasa yang luas. Rasanya begitu sunyi, begitu sepi, dan begitu menyesakkan. Di ruang yang begitu luas ini, aku seolah terkurung di dalam tempat yang begitu sempit. Hingga, setelah jutaan tahun bertahan dalam kesendirian yang memilukan, aku menemukannya, entitas lain yang begitu menawan.
Gadis itu begitu menawan, begitu bersinar. Rambutnya berwarna kuning keemasan seperti bintang yang paling terang. Matanya berwarna biru cerah, sewarna air yang menjadi sumber kehidupan. Dia begitu ceria, memenuhi hari-hariku yang dahulu suram dan kesepian.
"Hiro... bukankah itu nama yang cocok untukmu? Karena kamu menyelamatkanku yang baru lahir ke dunia," ujarnya dengan mata yang bersinar terang.
Oh, Elisiaku, kebahagiaanku, surgaku, aku mencintaimu.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top