Bab 2

Satu jam kemudian kelas XI IPS 1 masih jamkos. Belum ada guru sama sekali. Hal itu menjadi kesempatan seorang gadis berambut ikal untuk ngevlog di kelasnya. Dia berjalan kearah meja Achi sambil membawa tongsis dan kameranya.

"Haloo guys!! Kembali lagi dengan Yuqi yuqi is happy. Mumpung gurunya belum datang cus ikutin gue tanya jawab with teman kelas. Tapi sebelum itu jangan lupa like and saskreb, oke!"

Yuqi mulai duduk mepet dikursi Achi membuat Achi jadi sedikit risih. "Nah, orang pertama yang akan gue tanya yaitu Achii. You hei you my pren. Are you ready Achi?"

Bukannya menjawab Achi malah mendorong Yuqi untuk menjauh dari kursinya. "Apaan sih? Sempit banget Yuq, mending lo jauh-jauh sana."

"Ihh Achii... Ish gue kan lagi ngevlog, lo jangan ngusir dong." Ucapnya sambil membenarkan tongsis.

Achi menggeleng. "Bodo amat! Udah mending lo cari yang lain aja. Hari ini gue lagi badmood!" Setelah itu Achi menutup wajahnya dengan buku tulis sambil ngehentak kaki.

"Dih gila nih anak." Gumam Yuqi lalu menjauh dari dari Achi. "Ekhem... Ekhem... baiklah karena Achi lagi badmood kita beralih ke... Eum... yaps Fitriyana!"

Yuqi berjalan ke meja sebrang menghampiri Fitri yang masih menonton para bias nya.

"Nah guys kenalin ini temen sebangku gue namanya Fitriyana. Tapi lebih sering di panggil Ipit."

"Heyyo wassap pit??" hebohnya sambil duduk dibangku sebelah Fitri.

"Lah si ipit gue datang bukannya noleh kek. Malah pantengin hp mulu."

Ipit menoleh ke Yuqi dengan alis terangkat sebelah. "Kenapa Yuq? Mau bikin vlog lagi? yang lain aja deh gue lagi nonton para bias nih hehe."

Seketika raut wajah Yuqi langsung cemberut. "Gak asik lo mah. Bentaran aja ye pit? gue mau tanya-tanya buat vlog nih."

Ipit tetap menggeleng. "Gak ah. Nanti kalau gue masuk vlog Lo entar fans gue makin banyak. Gak mau ah."

"Aneh lo, banyak fans kok gamau sih? Harusnya tuh Lo senang dong punya fans. Entar kalau followers Lo udah jutaan bisa dong kita jadi partner gitu."

Ipit menggeleng. "Senengnya gue itu kalau Kim Taehyung me.la.mar gue. Dan gue gak butuh fans, percuma banyak fans kalau endingnya gue gak sama kim Taehyung." Ucapnya mendramatisir.

Yuqi memutar malas bola matanya. Temannya yang satu ini memang setia banget sama idol KPop nya.

"Plis pit! Gue tuh cuma butuh lo buat jawab doang di vlog gue. Napa jadi meleber ke Taehyung ngelamar lo? Bangun hey bangun."

Ipit melotot dan hendak membalas ucapan Yuqi, namun terpotong oleh pekikan siswa lain.

"Yuqi buruan duduk. Pak Yuyud otw kelas. Yang lainnya juga jangan berisik."

Pekikan dari salah satu siswa yang tadinya nyantai di depan pintu kelas memberitahu pada yang lain untuk rapi. Begitupun Yuqi langsung mematikannya layar handphone nya.

"Ahh buset... Vlog gue oemjii... Gak kelar-kelar ini mah."

Seorang guru tinggi dengan satu buku tulis yang dibawanya masuk kekelas. Guru tersebut memasang kaca mata persegi dan menatap seisi kelas.

"Selamat pagi." Ucapnya dan dibalas kompak oleh penghuni kelas.

"Hari kita melanjutkan materi yang kemarin ya anak-anak. Silahkan baca sebentar setelah itu kita tes."

"yaah, pak. Perasaan kemarin baru aja kita tes."

"iya pak, masa tes lagi?"

"he eh, pak. Jangan tes lagi dong."

Protes mereka saling bersahutan karena tidak terima adanya tes lagi yang bikin otak jadi malas berfikir.

"Sudah sudah, disini yang ngajar siapa? Kalau kalian tidak senang bisa keluar dari kelas saya. Dan jangan harap nilai aman!" Tegas guru tersebut.

Setelah pak Yuyud mengucapkan itu semua murid langsung terdiam dan melaksanakan perintahnya. Jika terus dilawan guru itu pasti akan merajuk dan nilai mereka ancamannya. Dalam hati mereka berkata. Dasar pak guru baperan

Kini kelas sangat tenang dengan beberapa siswa yang sedang menghapal materi. Berbanding kebalik dengan Achi yang malah melamun menatap lesuh papan tulis. Ata yang disamping menyadari hal itu menepuk pelan pundak Achi.

"Belajar Cii bukannya bengong."

Achi hanya menoleh sebentar lali kembali memasang wajah lesunya sambil menopang dagu.

"Muka Lo kusut amat, mending cuci muka dulu gih." Achi mengernyit maju bibirnya.

"Gue tuh masih kesel sama yang tadi pagi," Achi membenarkan posisi duduknya. "Mana dia ngegas depan gue terus ditonton banyak orang. Ahhh malu bangettt. Berasa gue paling bersalah, padahal dia juga jalan gak liat-liat."

"Lucas ya?"

Achi mengangguk cepat, "siapa lagi kalo bukan dia. Yang bikin kesel banget tuh orang setelah ngebacot malah nyuruh gue nyuciin baju dia. Kan kek kampret!" Lanjut Achi dengan nada kesal.

"Nasi udah jadi bubur, yang udah terjadi gak usah lo pikirkan lagi. Tuh baju tinggal lo laundry ajalah."

Achi berdecak, "niat gue juga mau ngelondry. Cuma masih kesel banget sama cowok alay bin ngeselin itu."

"Awas nanti malah klepek-klepek. Pesona Lucas itu luar binasa loh." Kekeh Ata.

Seketika Achi bergidik ngeri. "Merinding gue dengernya. Mending juga Jungkook kemana-mana."

Kemudian pandangannya beralih pada seorang cowok yang sedang ngobrol dengan guru BK diluar. Achi tersenyum lebar sambil menatap cowok itu.

"Nah coba lo liat siapa yang di luar kelas kita. Selain my bias, Mark salah satu cowok yang gue sukai. Dari pada cowok alay modelan Lucas, yang ada tuh nyusahin." Ucap Achi.

"Iyain aja deh." Balas Ata.

Kembali tersadar Achi menghembus nafas pelan. "Hahhh... kapan ya ayang beb Mark peka." Racaunya.

"Emangnya Lo sama Mark belum jadian? Perasaan yang gue liat kalian barengan mulu deh."

"Ck, itu kan untuk keperluan osis. Bareng bukan berarti jadian, Ta." Tungkas Achi.

Beberapa detik kemudian terdengar suara Pak Yuyud. Membuat Achi dan Ata langsung tersentak.

"Heh! itu dua manusia kucek ngapain ngobrol?! Maju kedepan!"

Panggil Pak Yuyud menatap tajam ke arah yang ditunjuknya. Hal itu membuat Ata maupun Achi saling menunduk.

"Heh malah nunduk! saya ikat leher kalian biar terangkat mau?!" Dua cewek itu menggeleng bersamaan.

"Maju atau keluar?!"

Akhirnya mau tak mau dan ikhlas tak ikhlas mereka berdua maju. Seisi kelas kini menatap pada dua cewek itu. Mari kita lihat apa yang akan pak Yudiawan alias pak Yuyud lakukan selanjutnya.

"Bukannya baca materi malah ngobrol. Bagaimana Indonesia mau maju kalau pelajarnya saja bebal seperti ini." Ngoceh guru berkumis tebal itu.

"Sekarang gini aja kalian mau gantiin saya jelaskan apa keluar aja dari kelas?"

Dua cewek itu mendongak menatap wajah seram Pak Yuyud. "Gak mau pakk..." jawab mereka barengan.

"Gak mau apa? Tinggal jawab iya apa tidak. Bukannya gak mau." Dua cewek itu terdiam lagi, "yaudah, karena saya gak mau panjang lebar ceramahin kalian."

"Kalian berdua saya hukum saling pijit memijit..." Lanjut guru tersebut.

Seketika senyum sumringah terpapang di wajah Achi, sedangkan Ata hanya menghela nafas. "Oh, okelah pak." Jawab Achi.

"Mijitnya jangan sampe bersentuhan tangan." Kata Pak Yuyud lagi.

Membuat keduanya saling pandang.

"A-aapa?"

"Kalau gak saling bersentuhan terus gimana mijitnya pak?" tanya Achi seraya menggaruk kepalanya.

"Ya mana saya tau saya kan guru bukan kang pijit. Kalian pikir aja sendiri gimana mijitnya, yang penting jangan saling bersentuhan dan--"

"Kalian mijitnya sambil jongkok." Lanjut Pak Yuyud sambil membenarkan kaca matanya. Hukumannya semakin membagongkan.

Keduanya saling padang dengan tatapan cengoh mereka. Sedangkan seisi kelas hanya menahan tawa melihat dua manusia tersebut dihukum guru absurd seperti Pak Yuyud.

"Anjim banget gue hari ini. Tadi pagi masalah dengan Lucas. Sekarang...? Dengan pak berkumis tebal yang absurdnya kalau ngasih hukuman." batin Achi. π_π

~~~

"Pak Yud... Hukumannya jangan aneh-aneh dong. Lagian kami cuman ngobrol bentar kok." Keluh Achi.

Namun keluhannya tidak dihiraukan Pak Yuyud. Guru itu malah lebih fokus memberi arahan pada muridnya untuk mengerjakan tes.

Baiklah dengan terpaksa akhirnya dua cewek itu saling mijit-memijit. Keduanya mengambil barang apapun yang bisa mereka pakai untuk pijit.

"Lo ngapain pakai ember njir?" tanya Achi berbisik.

"Lah Lo sendiri ngapain pakai sapu?" tanya balik Ata.

Achi menatap sapu yang dipegangnya,"yaa karna gak ada alat lain lagi... Terpaksa deh pakai ini."

"Yah sama dong gue juga."

Pada akhirnya mereka saling pijit dengan alat yang didapatnya. Beberapa menit kemudian saat kelas tengah heboh menjawab tes yang di beri pak Yuyud datang seorang cewek yang mengetuk pintu kelas.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumussalam." Jawab kompak penghuni neraka anjir penghuni kelas maksud nya.

"Maaf pak saya telat." Ucap cewek itu.

"Oh jadi gini kelakuan sih kucing garong... MASUK!!" Tegas pak Yuyud. Sepertinya guru biologi ini benar-benar kesal sama muridnya yang tidak taat aturan.

Achi menoleh ke arah pintu sambil cekikikan. "Mampos lo Nar... Sini deh bareng kita aja saling mijit. Tapi Lo pake sekop aja tuh."

Cewek cantik bernama Azynara yang baru masuk sambil memegang botol mineral hanya menatap bingung teman sekelasnya. Terutama bingung dengan dua temannya yang di depan. Selain itu Nara juga berusaha menghindari tatapan tajam dari pak Yuyud.

~~~
Bersambung

ATH,
02/10/2020

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top