Chapter 7

Nicolas terbangun dan merasa kedinginan didaerah punggungnya, dan setelah membuka mata serta mengerjap-kejapkannnya beberapa kali ia baru sadar bahwa ia shirtless dan tertidur diruang tamu. Pikiran pertama yang terlintas dibenaknya adalah apa yang terjadi

Kemudian otaknya bekerja dengan baik dan mengingat apa yang terjadi kemarin malam, bagaimana ia bercinta dengan Selena begitu intensnya. Nicolas mengusap wajahnya dengan telapak tangannya yang besar, ia begitu menyesal karena tenggelam dalam gairahnya sendiri.

Namun ia juga begitu marah pada Selena karena membuatnya kehilangan kendali. Sebelumnya, Nicolas tidak pernah kehilangan kendalinya termasuk dengan Sophie.

"..Damn.." gumamnya pedih, saat mengingat begitu dalam kepedihan yang terpancar pada mata gadis itu.

Nicolas bisa merasakan hatinya berdetak dengan cepat hingga terasa sakit saat mengingat kepedihan yang terpancar dari wajah Selena semalam, disamping itu semua itu karena perbuatan dirinya.

Walaupun ia masih merasa bahwa ini adalah perbuatan yang sudah dipikirkan dengan matang. Namun perasaan kehilangan yang dirasakannya sekarang lebih besar daripada saat ia kehilangan Sophie beberapa bulan yang lalu.

Tidak sulit bagi Nicolas untuk mengubah keberadaan Sophie menjadi Selena, karena gadis itu berhasil memasuki hatinya seperti beberapa tahun yang lalu.

Nicolas sadar bahwa keberadaan Selena sangat berarti baginya, tapi disamping itu Nicolas juga tidak ingin merusak masa depan Selena. Apalagi setelah Nicolas menyadari betapa posesive dirinya terhadap gadis kecil itu.

Gadis kecil yang mampu membuat dirinya terbakar oleh gairah serta kehilangan kendalinya yang selalu dibanggakannya sejak dulu.

Bahkan Edward-kakaknya selalu memujinya karena kendalinya yang selalu menjadi prioritasnya sejak dulu. Tapi gadis itu bisa dengan mudah merusak segalanya..

Nicolas menyeret tubuhnya ke kamar mandi dengan malas dan melihat begitu banyak cakaran dan kissmark di lehernya. Nicolas mengangkat tangannya yang dipenuhi cakaran Selena dan mengecup satu persatu luka itu dengan penuh kelembutan.

Setengah hatinya berharap cakaran ini tidak akan hilang..

[45 minutes later]

Setelah mandi, Nicolas mengitari rumahnya dan ia bahkan tidak menemukan keberadaan Selena. Baik Selena maupun sarapan yang selalu dibuat oleh gadis itu pun tidak ada, jangankan sarapan, Nicolas bahkan tidak menemui adanya secarik kertas yang selalu diselipkan oleh Selena sebelumnya.

Ini sama sekali tidak biasa tapi Nicolas menganggap itu semua karena gadis itu terlalu malu dengan apa yang telah etrjadi semalam dan mungkin ia akan membiarkannya begitu saja. Mungkin dengan berjalannya waktu, semua akan kembali seperti semula.

Nicolas menyadari bahwa baik dirinya maupun Selena membutuhkan waktu untuk berpikir sejenak hingga akal sehat mereka sama-sama kembali.

'Begini lebih baik...' Gumamnya dengan hati yang entah kenapa terasa berdenyut-denyut dan ia tidak akan pernah menyadari alas an mengapa hatinya berdenyut hingga terasa menyakitkan.

.

.

Selena

[South Prancis, Rosetti]

20 Jam penerbangan membuatnya jet lag sehingga kepalanya terasa sangat tidak enak. Selena memutuskan untuk tidur dan meninggalkan semua barang bawaannya agar tetap bearda ditempatnya untuk sementara. Ia sangat membutuhkan istirahat walaupun ia tidak yakin bisa tidur tai ia tetap memutuskan untuk tetap mencobanya.

Hati kecilnya tetap mencari Nicolas, apa sekarang Nicolas sadar bahwa ia sudah tidak ada dirumahnya? Apa pria itu sekarang tengah menkhawatirkan atau mencarinya? Apa yang dilakukannya sekarang? Apa Nicolas makan dengan teratur?

Sejumlah pertanyaan bodoh lainnya memasuki benaknya yang sudah lelah itu. Selena menggeleng-gelengkan kepalanya dan merebahkan tubuhnya dengan lemas diatas kasur apartemennya.

"Untuk apa kau jauh-jauh pindah kalau pada akhirnya yang kau pikirkan hanya pria itu, Selena?"Gumamnya lagi sembari mengingatkan dirinya.

Apartemen yang sudah dipesan oleh Lisa merupakan salah satu apartemen yang baik, full furniture, tenang dan pemandangannya sangat indah serta bebas dari kebisingan, sesuai dengan apa yang dibutuhkannya sekarang.

'Lisa memang selalu tahu apa yang kubutuhkan...' Pikirnya sambil tersenyum kecil. Ini adalah pilihannya dan ia akan menjalaninya tanpa menyesal sedikitpun.

Saat memutuskan untuk tidur, segera saja Selena merasa mual yang dasyat seakan-akan mengobok-obok perutnya. Sehingga ia segera berlari ke wastafel dan memuntahkan seluruh isi perutnya, yang tentu saja hanya mengeluarkan cairan asam karena ia sama sekali tidak menelan makanan apapun.

"...Rasa mual yang merusak segalanya.." keluhnya pelan sambil berjalan ketempat tidur dan menghempaskannya dengan kencang. Ia benar-benar sangat lelah, rasanya kehidupannya selama beberapa bulan ini sudah menguras segala mental dan fisiknya.

**

Ini sudah 2 bulan setelah kepergian Selena, Nicolas tidak bisa mendengar tanda-tanda keberadaan Selena. Bahkan walaupun Nicolas sudah berusaha untuk pulang lebih awal, ia tidak bisa mendapatkan Selena berada dirumahnya.

Tidak ada sarapan, tidak ada makan malam dan tidak ada secarik kertas tulisan tangan Selena. Dan semua kenyataan itu membuatnya merasa sedih.

Kemana gadis itu pergi? Mungkin itu bukan kata-kata pertama yang keluar dari benaknya setelah beberapa hari penuh penderitaan ini.

Awalnya Nicolas berpikir bahwa Selena pulang kerumah orangtuanya namun ia sudah beberapa kali membuat alasan untuk bertandang kerumah kakaknya, Edward dan tidak mendapati tanda-tanda adanya Selena dirumah itu.

Pemikiran kedua Nicolas adalah mungkin Selena terlalu sibuk dengan pekerjaannya di hotel sebagai koki. Namun ia juga sudah bertemu dengan Lisa sahabat baiknya dan hasilnya nihil. Ternyata Selena sudah berhenti bekerja sejak 2 minggu yang lalu.

Dan kenyataan itu semakin menghantam Nicolas hingga kedasar. Kemana gadis itu pergi sebenarnya? Dalam gelumut kekhawatirannya membuat Nicolas memikirkan gadis itu dengan rasa panik yang jelas sudah tidak bisa ditutupi lagi olehnya.

Nicolas mengenyakkan tubuhnya dikursi belakang meja kerjanya, kantornya sekarang terasa begitu besar padahal Nicolas sudah berada dikantor ini hampir beberapa tahun. Hanya tempat ini yang bisa membuatnya melupakan kejadian-kejadian tidak enak, tempat ini juga yang bisa membuatnya bekerja hingga sukses sampai sekarang.

Tapi sekarang Nicolas merasa mustahil melakukan apapun..

Sebersit kenangan Selena, Bagaimana gadis itu tersenyum, tertawa, berlari, marah.. Nicolas menyukai semua ekspresi wajah gadis itu bahkan lebih daripada Sophie. Walaupun Nicolas bertanya kepada dirinya sendiri mengapa itu bisa terjadi, otaknya tidak bisa memberikan jawabannya walaupun hatinya mungkin bisa.

Nicolas teringat kata-kata Selena pada malam terakhir ia melihat gadis itu, 'Kenapa kau tidak bisa melihatku Nic?!'

Nicolas menggeleng-gelengkan kepalanya, membenamkan wajahnya kedalam telapak tangannya. Bukan.. Nic sadar ia bukannya tidak melihatnya, justru masalahnya adalah dirinya selalu melihat Selena bahkan selalu melihatnya. Dan Nicolas tidak mau menjadikan Selena sebagai pelampiasan atas rasa kehilangannya.

Sebuah kenyataan memasuki otaknya seperti gelombang akal sehat yang mendadak memasuki otaknya dan hatinya sehingga kedua bagian tubuhnya itu menyatu dan memberikannya jawaban yang paling masuk akal dan yang paling mustahil dikatakannya. Ia sudah jatuh cinta..

Jauh dari dalam hatinya Nicolas tahu bagaimana perasaannya pada Selena beberapa tahun yang lalu, Ia jatuh cinta pada Selena..

Tapi dirinya juga yang kabur dari perasaan ini dan menganggap ini hanyalah perasaan sementara. Nicolas memilih untuk menjauh dari perasaan ini yang semakin membuatnya terlena dan memilih untuk menjauh dari semua kenyamanan yang hanya dapat diberikan oleh Selena.

Berusaha menjadikan perasaannya pada Selena menjadi sebuah rasa benci dan kesal. Jelas ini bukanlah kesalahan Selena, melainkan kesalahannya. Kesalahan yang tidak ingin diakuinya.. Dan sekarang Nicolas tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.

"I love you Nic! Please.. Even just once, Look at me..!"

I've feel you Sel and shoved you away..

Mengatakan maaf berkali-kalipun tidak akan membuat Selena berada didepannya seperti yang diinginkannya sekarang. Memang sepertinya benar ungkapan yang diberikan oleh orang-orang yang berpengalaman.

Penyesalan akan selalu datang terlambat, dan saat kau menyadari itu semua kau bisa memperbaikinya sebisamu namun tidak bisa mengambil kembali apa yang hilang. Nicolas tersenyum miris saat mengingat pepatah bodoh yang kini benar-benar menyakitinya.

2 Bulan tanpa gadis itu membuatnya merana, sekarang baru disadarinya dan itu sangat tidak mengenakkan. Nicolas bahkan sulit bernafas dan kesadaran yang lain memasuki kepalanya yang pintar namun membuatnya bodoh selama beberapa bulan terakhir ini. Kesadaran bahwa ia memilih untuk dihajar oleh kakaknya, diusir dan dicoret dari daftar nama keluarga daripada kehilangan gadis itu.

"..Ya Tuhan, kesadaran simple yang seharusnya sudah kuketahui namun aku malah menghancurkan segalanya..." gumamnya sedih sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

Nicolas menatap laci kecilnya dan menariknya keluar. Sebuah amplop besar tertidur dengan nyaman sebelum sebuah tangan besar mengangkat amplop itu dan membukanya dengan hati-hati. Bahkan sebelumnya Nic sempat membaca sebuah amplop kecil yang berada didalam amplop besar itu.

Dear Nicolas. Amplop itu ditinggalkan oleh Sophie pada beberapa minggu sebelum kecelakaan itu terjadi. Nicolas membiarkannya begitu saja tanpa menghiraukannya ia tidak menginginkan ucapan terakhir dari istrinya itu. Namun kini Nicolas membukanya..

Beberapa lembar foto terjatuh saat Nicolas mengeluarkan seluruh isinya. Saat diangkatnya foto itu, foto itu berisi foto dirinya dan Selena sejak beberapa tahun yang lalu. Didalam foto itu Nicolas tertawa dan menggendong Selena, Selena yang sedang mencubit kedua pipi Nicolas, ada juga foto saat mereka ke Hawai dengan bikini pertama yang dikenakan Selena.

Saat itu adalah saat-saat yang paling indah, Nicolas menyadarinya sata melihat wajahnya tertawa dengan begitu damai disamping gadis itu. Gadis kecilnya yang kini tumbuh dengan cantik. Gadis yang mampu meporak-porandakan perasaannya. Gadis yang dari dulu selalu dilindunginya..

Kemudian mata Nicolas terpaku pada sebuah amplop kecil itu. Ia membukanya dengan hati-hati menggunakan gunting yang berada tidak jauh dari meja kerjanya. Dan ternyata itu adalah surat yang ditulis dengan tulisan tangan Sophie.

Dear Nicolas,

Saat kau membaca surat ini mungkin aku sudah tidak disampingmu, Nic. My bad Boy..Tapi aku tetap ingin mengatakan ini kepadamu. Apa sekarang kau sudah menyadari kesalahanmu?

Ya.. Aku sudah menyadarinya, Soph...

Kita menikah selama 1 tahun, tapi kau tahu bukan sebenarnya siapa yang kau harapkan berada disampingmu, mencintaimu, memberikan anak-anakmu dan yang berada disampingmu setiap malam?

Ya.. aku tahu, aku menyadarinya..

Apa saat ini kau sudah menyadari perasaanmu yang sebenarnya? Perasaanmu yang ditutupi karena ego dan harga dirimu yang terlalu besar itu?

Ya.. Itu benar. Itu semua karena ego sialannya ini..

Jadi setelah kau menyadari semuanya, apa sekarang kau sedang berpikir bahwa kau mengkhianatiku, Nic? Kau tidak melakukannya bukan? Karena kalau kau benar-benar melakukan hal itu, kau bukanlah Nicolas yang aku cintai melainkan orang bodoh yang berkedok sebagai Nicolas suamiku..

Aku memang bodoh Soph.. Kau tidak tahu seberapa banyak yang sudah aku kacaukan hanya dalam beberapa bulan terakhir ini..

Aku mencintaimu Nic. Tapi kau mencintainya. Dan dia mencintaimu. Aku rasa aku tidak perlu mengatakannya kepadamu dari mana aku tahu dan sejak kapan. Karena rasa cinta itu terpancar jelas dari seluruh tubuhmu Nic. Aku hanyalah seseorang yang menjadi opsi didalam hidupmu yang terpilih karena benteng yang terbentang diantara kalian berdua

Kau menyadarinya? Kau mengetahuinya bahkan setelah kita menikah?

Nic, aku mengetahuinya dan tidak pernah menyesalinya. Kau tahu kenapa? Karena aku mencintaimu dan aku adalah wanita yang jahat. Aku tahu bahwa hidupku tidak akan lama Nic, tapi aku takut menjalaninya sendirian sehingga saat kau mengulurkan tangan kepaku, aku menerimanya.. Tapi sekarang aku mencintaimu Nic, terlalu mencintaimu untuk melihatmu sedih.

Bukan Soph.. Kau sama sekali tidak jahat, akulah yang memanfaatkan kebaikan dan ketidakberdayaan mu. Nicolas menghapus air matanya yang mendadak terbit. Ini sangat memalukan, pria tidak pernah menangis!

Kalau kau sudah tahu bahwa diantara kita hanyalah perasaan sayang semata. Apa kau akan melepaskan gadis yang begitu mencintaimu? Bahkan mau menerimamu saat sekarang kau hanyalah pria bekasku. Apa yang kau lakukan Nic?

Aku Tidak tahu.. Nicolas tidak mendapatkan tulisan dari Sophie lagi dan surat itu tersisa selembar yang hanya berisi beberapa kalimat pendek. Ia memutuskan untuk membalikkan surat itu dan membaca sisanya.

Nicolas Constantine, apa yang sedang kau lakukan? Duduk dan membaca suratku? Sekarang juga aku perintahkan kau untuk mengikuti hatimu! Moving your ass, big boy!

Mau tidak mau Nicolas tertawa terbahak-bahak dan sembari menangis. Ia sudah menghancurkan segalanya, kedua gadis yang menyayanginya. Demi ego dan harga dirinya ia berusaha membangun jarak diantara mereka berdua dan kini ia mendapatkan balasan yang setimpal.

Sophie meninggal dan Selena meninggalkannya. Apa yang harus dilakukannya sekarang?

Nicolas sadar, mengeluh ataupun larut dalam kesedihannya tidak akan membawanya ketitik terang, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti hatinya. Nicolas memasuki amplop yang berserakan dimejanya kedalam laci dalam keadaan berantakan dan menutupnya kembali.

Dengan satu gerakan cepat ia mengambil kunci mobilnya dan berjalan cepat keluar ruangan kerjanya, Sekretarisnya sudah menunggunya untuk memberikan jadwal kesehariannya, namun sebelum Seketarisnya itu mengucapkan apapun, Nicolas langsung mengangkat tangan dan berkata "jadwal ulang semua meeting dan pekerjaan yang harus kuhadiri Amber. Aku ada keperluan mendesak yang tidak dapat ditinggal"

"Baik pak" Amber-seketaris kepercayaannya mengangguk patuh dan segera membuat jadwal ulang untuk atasannya itu.

Sedangkan Nicolas, ia tidak lagi memperdulikan apapun. Yang dipikirannya sekarang adalah mencapai parkiran serta menuju rumah kakaknya. Ya, hanya itu yang bisa dipikirkannya sekarang..

**





Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top