Chapter 10

[Family De Hospitaly]

Orang-orang yang berlalu lalang dirumah sakit dengan segera memberikan tempat untuk Nicolas yang datang dengan setelan jas-nya. Nicolas bahkan tidak lagi memperdulikan orang yang berlalu lalang disekitarnya.

Benaknya hanya terpaku pada bagaimana ia mendapatkan Dr. Dexter sekarang dan membicarakan Selena dengan cepat.

"excuse me. Aku ingin menemui Dr. Dexter, namaku Nicolas Constantine.." Nicolas memperkenalkan dirinya kepada salah satu resepsionis yang mengenakan tag name 'Elizabeth'

Tentu saja tidak ada yang akan membiarkan dirinya tidak menikmati pemuda tampan dengan setelan jas dan tubuh atletis yang pasti membuat mereka rela melepaskan pekerjaan mereka hanya untuk mereguk pria ini untuk dirinya sendiri.

Nicolas menjentikkan jarinya didepan mata suster itu dengan suara agak tinggi, "maaf, bisakah kalian menunjukkan ruangannya padaku karena ini sangat mendesak?"

"ma,maaf, Dr. Dexter berada diruangan ujung dilorong sebelah kanan. Tapi anda harus.. ah hey..!"

Nicolas bahkan tidak mengindahkan suara panggilan suster yang berteriak memanggilnya mungkin untuk memperingatkan bahwa Dr. Dexter tidak menerima tamu karena ini masih terlalu pagi dan tidak ada janji temu sebelumnya

Namun Nicolas berjalan dengan cepat dilorong rumah sakit itu dan membuka sebuah ruangan yang bertuliskan, "Dr.Dexter" lalu masuk dalam satu hentakan

"Excuse me?" seorang pria yang terbilang masih muda berada didepannya dengan kacamata yang sudah dilepaskannya. "ada yang bisa saya bantu, Sir?"

"yea. Ini adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan anda Dokter.."

kemudian Nicolas masuk kedalam ruangan Dr. Dexter dan menutup pintu rapat-rapat

Tidak butuh waktu lama bagi Nicolas untuk menjelaskan perkara yang sedang terjadi dan keuntungan baginya, karena Dr. Dexter menjelaskan kondisi Selena dan sempat membuat dirinya terkejut dan senang secara bersamaan. Selena hamil dan itu pastilah anaknya!

Nicolas menarik nafas panjang dan meminta alamat Selena yang kemudian ditolak oleh Dr. Dexter.

"maaf, ini adalah rahasia pasien. Kami sebagai dokter sama sekali tidak bisa melakukan hal itu, karena itu adalah perbuatan yang melanggar hak otentik pasien.."

"tidak! Kau tidak bisa melakukan itu kepadaku. Aku membutuhkannya dan lagipula ia hamil anakku! Dia adalah istriku dan kalau kau memang mengerti pasienmu seharusnya kau memberikan alamatnya kepadaku sekarang juga!" teriak Nicolas tidak kalah tegas

Dokter Dexter bukanlah pria yang bisa dibentak atau diancam sedemikian rupa dan ia sama sekali tidak menyukai hal itu, tapi ia tetap memberikan alamat pasiennya kepada pria yang mengaku sebagai suaminya.

Bukan karena ia takut terhadap Nicolas, melainkan cara Nicolas mengucapkan nama istrinya itu. Dexter tahu ada sesuatu dibalik ini semua yang tidak bisa diselesaikan olehnya namun bisa dilakukan oleh pria didepannya ini

Kemudian ia menuliskan alamat pasiennya diatas secarik kertas sambil memberikan beberapa petuah seperti jangan membuatnya terkejut atau stress berlebihan dan sebagainya.

Nicolas mengambil kertas itu dengan wajah tersenyum dan segera keluar dari ruangan Dexter namun sebelumnya ia mengucapkan terima kasih dan berlari meninggalkan rumah sakit

**

Selena

"Sungguh, kau ini menyebalkan Lisa.. Aku baik-baik saja" Selena mengesap teh pahitnya dan menggigit sedikit demi sedikit biscuit asinnya untuk meredakan mualnya. Ini sudah bulan ketiga dan ia masih mual, ia sudah khawatir dengan janinnya namun dokter bilang ini hanyalah karena hormonnya saja.

"aku sudah bilang kalau aku baik-baik saja" kemudian Selena menurunkan tangannya sebelum bertanya, "..apa yang dilakukan Nicolas hari ini?"

Ini memang bodoh, kenapa juga ia harus mengetahui rencana Nicolas hari ini. Sedangkan dalam hatinya ia sangat merindukan pria itu lebih dari yang bisa dikatakannya. Ya, ia sangat merindukan Nicolas dan berharap pria itu berada disisinya sekarang juga walaupun itu mustahil

"sial, apa dia benar-benar melakukan itu? Bekerja? Di prancis? You must be kidding me, girl!"

Saat sedang berteriak seperti itu, pintunya berbunyi dengan sangat berisik. Tamunya sangat tidak sabaran karena ia mengetuk pintu dan menekan bel secara bersamaan. "maaf, Lisa. Aku akan meneleponmu lagi. Aku mendapatkan tamu sepertinya. Bye.."

Kemudian Selena berjalan kearah pintu tanpa melihat siapa tamunya itu dan langsung membukanya sambil sesekali berteriak meminta orang itu bersabar.

Dan Selena tidak pernah mendapatkan dirinya lebih terkejut daripada yang sedang dirasakannya sekarang.

Bayangkan saja, ia selalu bermimpi setiap malam bahwa Nicolas akan mendatanginya dan memeluknya. Dan sekarang ia bahkan bisa melihat Nicolas dengan setelan rapinya berada diambang pintu apartemennya!

Selena tidak bisa berkata apapun dan berpikir apapun selain mengutuk dirinya. Apa ini hanyalah sebuah mimpi sialan yang bahkan terjadi disiang bolong? Oh sial! Namun mimpinya itu malah tersenyum lebar seperti yang selalu dimimpikan selena selama ini

Yang tidak pernah dibayangkan Selena adalah Mimpinya berada didepannya dan menariknya kedalam pelukannya.

Holy Crap!

Mimpi ini lebih daripada yang pernah dibayangkannya. Selena menangis dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ini semua mimpi yang selalu diharapkannya dan ia ingin bangun sekarang!

"Selena.. I miss you" Nicolas memeluknya dan mengecup keningnya. Sedangkan Selena menangis dan menggeleng-gelengkan kepalanya

Selena mundur kebelakang dan membuat Nicolas memiliki akses untuk masuk kedalam apartemennya. Nicolas menutup pintu dan memberikan privasi kepada mereka.

"Demi Tuhan, kenapa mimpi bisa terjadi begitu nyata disiang bolong?" kutuk Selena sambil menutup matanya

"Selena? What happened?" Nicolas menangkup wajah Selena dan melihat wajah gadis itu yang sendu

"Go away Nic. Aku sudah melupakanmu. Aku tidak memimpikanmu atau menginginkanmu. Please, go..."

Kali ini Selena menangis dengan lebih kencang dan tubuhnya berguncang, perlahan-lahan tubuhnya merosot kelantai dan ia kini menangis histeris. Selama ini ia baik-baik saja tanpa pria itu dan mimpinya selalu menghantuinya siang dan malam.

Tidak hanya itu, Selena selalu terbangun dan mendapati Nicolas hanyalah sebagian mimpinya yang terasa begitu menyakitkan

Ia mendambakan pria itu, merindukan dan mencintainya.. Namun pria itu selalu menghilang saat ia membuka mata dan kali ini Selena tidak ingin membuka matanya..

Nicolas memeluk Selena yang duduk diatas lantai dan mengecup seluruh wajah gadis itu,"Please,Sel.. Open your eyes.."

"No..No..."

"Selena.. Don't you wanna look at me? I terrible miss you and you don't wanna look at me? That's rude" Nicolas mengecup ujung pangkal hidung Selena dan menarik tangan selena yang menutupi wajah gadis itu.

Selena menatap Nicolas dan masih beranggapan ini semua hanyalah mimpi. Ini pasti karena ia sangat merindukan pria itu.. "kau tidak nyata..."

"oh please. Aku terbang dari London menunju Prancis dan bahkan meninggalkan semua pekerjaanku karena aku sudah tidak bisa lagi bekerja karena memikirkanmu. Sekarang aku bahkan tidak nyata dimatamu?" Nicolas memutar bola matanya dengan kesal namun kemudian ia terkekeh geli melihat Selena terbelakak didepannya

"oh Tuhan! Kau benar-benar Nic? What are you doing here?!"

Kemudian Selena berdiri dengan cepat dan menggeleng tidak percaya. Bagaimana bisa Nicolas menemukannya disaat ia bahkan tidak pernah memberitahu siapapun mengenai keberadaannya?

"kau tidak ingin bertemu denganku?"

"tidak. Tidak pernah! Aku tidak ingin bertemu denganmu Nic!"

Nicolas mengangkat sebelah alisnya dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana, "Tadi kau tidak terlihat seperti itu.."

"I,itu karena aku pikir kau hanyalah mimpi! Sekarang keluar!"

"can we talk?" Nicolas menatap Selena dan kemudian Selena berbalik.

Ia tidak seharusnya membukakan pintu! Bagaimana jika Nicolas menyadari bahwa ia tengah hamil? Sial! Seharusnya ia tidak berbawa perasaan dan sekarang ia mendapati dirinya berada ditengah-tengah ruangan bersama dengan pria yang sangat dicintainya namun tidak bisa didapatkannya?!

Dalam keheningannya selena merasakan pelukan Nicolas menyelimutinya dengan begitu lembut. Sesuatu yang selama ini selalu diinginkannya namun ia tidak pernah mendapatkannya. "..I love you.."

Tidak. Nicolas tidak pernah mencintainya. Ialah yang selalu mencintainya dan akhirnya berakhir dengan dibenci oleh pria itu. Selena menggeleng lemah. "...no, you didn't love me.."

"Aku salah waktu itu"

Selena menggeleng lagi, "tidak.. kau tidak pernah mencintaiku, Nic. I am the one who always love you. But you didn't ever noticed it!" kali ini air mata mulai bergulir tanpa bisa dihentikannya. Ia sangat mencintai pria itu hingga terasa sakit

Kali ini Nicolas menyurukkan wajahnya ke leher Selena dan menghirup aroma gadis itu, "I love you Sel. Always. Tapi aku terlalu bodoh untuk menyadarinya.."

Kemudian Nicolas membalikkan tubuh Selena sehingga gadis itu menatapnya, "..and I know you pregnant. Kau tidak perlu menutupinya dariku, aku tahu semuanya. Bisakah kita mulai segalanya dari awal?"

"bagaimana kau bisa tahu?"

"seorang pria bisa melakukan apapun demi mendapatkan kembali hatinya yang hilang..." jawab Nicolas sambil tersenyum dan mengecup lembut bibirnya.

Tuhan.. Ia memang selalu berharap hal ini akan datang. Bukan.. Tidak ada satu haripun ia tidak berdoa akan datangnya hari ini. Ia sangat menginginkan hal ini

Dan sekarang Nicolas menatapnya dengan tatapan lembut yang selama ini hanya bisa didambakannya.

Pria ini bahkan menatapnya dengan tatapan penuh damba seperti yang dilakukannya kepada Sophie dulu. Selena bahkan hanya bisa memimpikan hal itu akan datang kepadanya. Dan sekarang Nicolas menatapnya seperti yang begitu diinginkannya, apakah ini sebuah mimpi yang menjadi kenyataan dan akan kembali menjadi sebuah mimpi?

Bukan.. ini semua bukan mimpi, ini semua kenyataan. Pria itu hanya datang karena dirinya sedang mengandung. Bukan karena cinta yang selama ini selalu didambakannya..

Selena menggeleng-geleng kepalanya dan menutup wajahnya yang mulai menangis lagi, "Kau tidak akan pernah mengetahui betapa aku mengharapkanmu akan mencintaiku seperti yang sekarang kau ucapkan Nic.. Kau tidak akan pernah tahu"

"aku akan mengucapkannya berulang kali hingga kau sadar bahwa ini bukanlah mimpi. I love you, sel..."

"No.. Please, Nic. Kau hanya mengatakan itu karena aku sedang hamil...!"

"Bukan karena itu, Sel.! Aku sudah berada disini untuk membawamu pulang sebelum mengetahui kau sedang hamil!"

Selena menggeleng lemah, "pergilah Nic. Aku membutuhkan waktu sendirian.."

"kau tahu aku tidak mungkin melakukan hal itu, apalagi setelah aku menemukanmu! Kita harus menikah Selena..!"

"Aku tidak akan menikah denganmu Nicolas! Aku tidak mau menikah denganmu hanya karena aku hamil!"

"jangan bersikap bodoh seperti ini! Aku mencintaimu karena itulah aku akan menikahimu, bukan karena janin tolol itu!" Nicolas berteriak frustrasi.

Mengapa Selena tidak menyadari perasaannya? Ia bahkan tidak berpikir mengenai janin yang sedang dikandung Selena saat mengatakan ini. Janin itu hanyalah nilai plus bagi perasaannya! Dan bagaimana bisa Selena mengatakan ia menikahi selena karena janin yang dikandungnya?!

Selena menatap Nicolas dengan frustrasi, "aku ingin kau keluar dari tempatku Nicolas!"

"Selena..!"

"Sekarang atau aku tidak akan pernah mau bertemu denganmu lagi!" Selena mendorong Nicolas dengan seluruh kekuatannya hingga pria itu berada diluar pintu.

Kemudian Selena membanting pintu itu tepat diwajah Nicolas dan membuat pria itu berteriak memanggilnya.

Selena menahan tangisnya dibalik pintu dan berusaha menulikan telinganya saat Nicolas memanggil-manggil Selena dari luar. Semua mimpinya tidak mungkin terkabul hanya dalam satu hari saja. Tidak mungkin pria itu mengucapkan cintanya...

Ia sudah bertahan selama beberapa tahun dan hasilnya nihil, bagaimana mungkin 3 bulan bisa merubah tahunan?

"pergilah Nic.. Please, jangan buat aku berharap.." selena menggeleng kepalanya lemah dan bergumam kecil

Namun selena menangis lagi saat ia mendengar Nicolas berkata dari balik pintu,"Aku akan menemuimu lagi Sel. Aku mencintaimu dan tidak berniat melepaskanmu kali ini. 3 bulan sudah cukup untuk segalanya..." kemudian suara itu menghilang

Ya Tuhan, apa ini semua memang terjadi? Bagaimana bisa? Bagaimana bisa ia mendapati dirinya menolak Nicolas disaat ia sangat mencintai pria itu.

"Oh God..." Selena menelungkupkan wajahnya kedalam telapak tangannya yang kecil, air mata mengalir dengan begitu mudahnya, Nicolas selalu bisa membuatnya merasa rapuh. Selalu...

***

Nicolas menghela nafas panjangnya dan menekan nomor pada ponselnya, kepalanya sudah sakit karena pertengkaran yang seharusnya tidak terjadi. Seharusnya Selena menerima lamarannya bukannya malah mengusirnya.

Ini pertama kalinya Selena menolaknya, dan ternyata perasaan itu sangat tidak menyenangkan. Kemudian Nicolas merasakan sakit jauh didalam hatinya dan itu merasuki kepalanya. Sebuah kesadaran yang kali ini benar-benar menamparnya dengan sangat keras.

Selama ini ia selalu menolak Selena, bagaimana perasaan gadis itu selama ini?

Kemudian Nicolas tersadar dari pemikirannya yang melayang-layang hingga mendengarkan teriakan dari sebrang telepon, "hey Dude! What happened? Are you still alive?"

"ah, Alex. Yes, I'm here..." Nicolas mau tidak mau mengatakan alasan mengapa ia menelepon pria itu dan seperti yang diketahui Nicolas, Alex tertawa terbahak-bahak disebrang ruangan hingga membuatnya kesal. "Stop your laughing now, damn you!"

"oh okay, aku tidak bermaksud menertawaimu.." Alex tertawa, "hanya saja..." Alex tertawa lagi, "okay okay, this is the last.. jadi Selena menolakmu? Baguslah, ternyata dia masih ada akal sehat"

"kau..."

"hey, jangan marah kepadaku. Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya, kawan. Kau sudah menyakitinya dengan begitu dalam, bagaimana mungkin kau berpikir dia akan mau menerimamu lagi dengan tangan terbuka? Apa menurutmu dia sudah gila?"

Okay, kali ini Alex mengatakan hal yang sangat masuk akal sehingga membuatnya kesal. Ia memang bodoh dan tidak peka, tidak mungkin Selena akan memaafkan dirinya begitu saja. Benar kata Alex, apa yang diharapkannya? Mendatangi gadis itu dan berharap Selena akan memaafkannya dengan tangan terbuka?

Ini tidak benar..

Selena adalah gadis cerdas yang diketahuinya dan ia mengharapkan sesuatu yang bodoh terjadi?

"kau benar.. tidak seharusnya aku memikirkan hal itu..."jawab Nic lemah mengakui dengan berat apa yang dikatakan oleh sahabatnya

Alex tertegun saat Nicolas menyetujui ucapannya, "okay, ini sedikit menyedihkan melihatmu seperti ini"

"kau tidak melihatku Alex. Kau hanya mendengarku.."

"apa kita harus membahas antara mendengar dan melihat? This's not cool anyway.." Alex menggerutu saat Nicolas mengucapkan kata-kata menyebalkan seperti itu

"indeed"

"baiklah, sekarang juga kau minta maaf kepadanya dan yakinkan dia. Itulah satu-satunya cara. Apalagi yang bisa kau lakukan? Tidak ada dude. Hanya itu, kalau cara itu tidak berhasil kau harus menyakinkannya dengan segala cara kalau perlu bunuh dirimu!" Alex mengatakannya dengan blak-blak-kan walaupun ia yakin Nicolas tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang dikatakannya itu

Alex tahu bagaimana kerasnya Nicolas dan betapa pria itu akan mendapatkan yang diinginkannya sekalipun itu adalah pemaksaan, walaupun sesungguhnya Alex tidak pernah melihat sahabatnya itu memaksa seorang gadis. Tidak pernah..!

"baiklah, alex. Aku akan mencobanya kembali.."

Kemudian Nicolas menutup sambungan teleponnya,. Ia menarik nafas panjangnya dan mengumpulkan seluruh kekuatannya sebelum kembali ke kamar selena yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Dan ia sangat berharap kali ini gadis itu akan luluh padanya..

**

[quotes by JL]

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top