#12





#12



R

Otw kantor kamu.


Ibel melotot.

Dengan cekatan tangannya bergerak mematikan PC, lalu berberes barang-barang di meja. Memasukkan semuanya dalam tas. Lalu mengecek laci sekilas.

Tidak ada yang ketinggalan.

Bergegas dia berjalan keluar ruangan sambil mengetik balasan dengan cepat.


Ibel
Ih, orang tua tuh emang susah dibilangin, ya?
Awas aja sampai mencolok.


R
Nggak akan.


Wanita itu berdecak.

Jujur saja, selain deg-degan karena cemas, dia juga merasa ... excited.

Setelah selama ini harus sembunyi-sembunyi, tidak dipungkiri bahwa dia menantikan hari di mana dia dan Roger bisa sedikit lebih bebas bergerak.

Tapi tentu saja hari itu bukan sekarang, di saat sang pria sedang mendapat banyak sorotan pasca kepulangan putranya ke tanah air, dan di saat sang pria belum resmi lengser dari posisinya.

Sekarang tuh masa-masa yang krusial. Salah langkah sedikit saja, bisa jadi bumerang.

"Brio kuning." Roger memberitahu lewat telepon ketika Ibel telah tiba di lobby.

"You've got to be kidding." Ibel tidak percaya.

Tapi kemudian, di kejauhan sungguh tampak Brio kuning berbelok masuk ke halaman depan gedung kantornya. Terus melaju mendekat. Lalu berhenti tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Seorang pria mengenakan hoodie dan masker ada di balik kemudi. Tapi mustahil Ibel tidak mengenali postur pacarnya sendiri.

Dengan mulut masih ternganga, segera dia berlari menghampiri kendaraan tersebut dan masuk ke dalam.

Pada detik seatbelt-nya terpasang, kendaraan melaju meninggalkan area depan perkantorannya.

Roger melepaskan maskernya. Menurunkan penutup kepala hoodie-nya. Terkekeh pelan.

"Aku nggak mau dijemput-dijemput gini lagi, ya. Bikin jantungan aja." Ibel menampar paha pria di sebelahnya itu, antara kesal dan gemas. "Terus ini mobil siapa?"

"Yasa."

Ibel berdecak. Tapi melihat pria di sebelahnya tampak bahagia, dia juga jadi ikut tertawa. "Jadinya ini mau ke mana?"

"Makan di tempat yang nggak banyak orang-orang tau."

Satu alis Ibel terangkat dengan curiga.

"Home."

Ibel memutar bola mata. "Bercandaan bapak-bapak emang garing, ya? Pacar Bapak udah terlanjur berekpektasi tinggi lho. Kalau ke rumah doang, dia bisa ngesot sendiri, nggak perlu dijemput segala."

Kembali tawa Roger terdengar.

Ibel manyun.

"Please just trust me. Sit back and relax." Roger berkata. "I'll cook the best dinner for the best woman tonight."

Ugh. Ibel terdiam. Tapi ketika Roger menoleh untuk menatapnya, dia tahu mukanya sudah merah padam.


~


[part #12 belom selesai. pengumuman voucher nunggu pas part ini direpost sekalian sisa chapternya yak.]

WKWKWKWK. MAAPIN AING LAGI GLOOMY DAN WRITER'S BLOCK GA BERES-BERES. INI UPDATE NYICIL 358 WORDS DULU, DALAM RANGKA MENGGUGURKAN KEWAJIBAN UPDATE HARI SENIN.

😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩


Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top