Chapter 5

"Hi." Zac berusaha tersenyum saat melihat sosok yang sekarang berdiri di depan apartemennya. Setelah seminggu tidak bertegur sapa, tiba-tiba Louisana berkunjung ke sini bahkan tanpa memberi kabar.

Gadis itu membuka gulungan rambut pirang dan membiarkannya tergerai menutupi punggung yang dilapisi dress berbahan crepe bibir yang berisi membuat pemandangan tersebut begitu seksi dengan polesan lipstick berwarna merah muda. Lousiana menggigit bibir, tersenyum centil sambil melirik ke kanan dan kiri kemudian secara tiba-tiba memeluk Zac dengan erat.

"Hi, Honey ... i'm so sorry. I really miss you." Lousiana memeluk pemuda tersebut dengan sangat erat, mendorongnya untuk masuk ke dalam apartemen, dan dengan tangan yang lain ia menutup pintu.

"Apa yang ...." ucapan Zac terputus saat Lousiana mengecup bibir Zac. Namun, secara cepat pemuda tersebut menarik tubuhnya. Ada perasaan enggan ketika Lousiana menyentuh bibir Zac. Ia kembali teringat dengan tindakan Lousiana tentang bagaimana gadis itu menghancurkan harga dirinya sebagai seorang laki-laki.

"Maaf, aku tidak bisa melakukannya. Apa yang membuatmu datang ke sini?" Zac duduk di sofa dan Lousiana mengikutinya.

Sambil menyandarkan kepala di bahu Zac, Lousiana menggenggam tangan kanan pemuda itu. "Aku ingin kita memperbaiki hubungan ini. Aku telah menyesal dengan mengambil tindakan ...." Lousiana tampak ragu untuk melanjutkan kalimatnya.

"Apa kau mendapatkan hal lebih bersama Arianna? Kau tahu bahwa kejadian itu telah membuatku ...." Zac menundukkan wajah sambil mengendikkan bahu. Sungguh, sebenarnya dia merasa enggan untuk membicarakan persoalan ini—tidak untuk sekarang.

Di sisi lain Alsou yang diam-diam sedang mengintip terlihat begitu kesal atau mungkin lebih mengarah pada rasa cemburu. Ia teringat tentang bagaimana sikap Lousiana yang selalu meminta Zac untuk memisahkan diri saat mereka sedang berduaan. Hasilnya, ya, seperti sekarang, Zac akan menyembunyikan Alsou di dalam kamar atau di ruangan tempat ia biasa bermain tangkap kecoa dan berjemur.

Bibir Alsou mengerucut, ingin sekali ia mencakar wajah Lousiana yang terlihat sedang mencoba untuk menggoda Zac. Sampai mati pun, aku tidak ingin memiliki mommy seperti dia. Gerutu Alsou, kembali duduk di atas tempat tidur Zac, mencari akal mengenai apa yang harus ia lakukan untuk membuat si Pirang itu segera pergi dari sini.

Buk.

Seperti ada suara benda keras yang terbentur, refleks Alsou segera bangkit dari tempatnya dan kembali membuka pintu kamar dengan pelan—mengintip. Keningnya berkerut begitu pula dengan bibirnya, tanpa sadar ekor kucing Alsou kembali muncul. Si Pirang yang menjengkelkan itu akan merebut Zac dariku, gerutunya lagi.

Ekor Alsou bergerak ke kanan dan kiri mengamati apa yang dilakukan Zac dan Lousiana, selama itu juga Alsou tak henti-hentinya menggerutu, menggeram layaknya seekor kucing.

"Apa kau masih mencintaiku?" tanya Zac kepada Lousiana dan Alsou mendengarnya—mereka berdua kini terlihat semakin dekat—Alsou tidak menyukai pemandangan tersebut.

"Only you." Lousiana kembali memeluk Zac meletakkan kepalanya di bahu pemuda itu. "Aku menyesal telah meninggalkan seseorang yang sangat mencintaiku. Kau masih mau menerimaku, bukan?" Kali ini Lousiana menempelkan keningnya di kening Zac.

Tangan Zac mengusap rambut panjang Lousiana, seketika ia merasa luluh dengan sikap manis gadis yang dulu pernah menjadi kekasihnya selama tiga tahun terakhir. Andai saja Lousiana tahu, bahwa Zac bahkan pernah membayangkan bagaimana memiliki keluarga bersama dengannya. Terlalu cepat, tetapi begitulah kenyataan karena Lousiana adalah gadis pertama yang membuat Zac jatuh cinta semenjak kepindahannya di London.

Meong.

Suara kucing di dalam kamar Zac, seketika membuat aktivitas mereka berdua terhenti. Tampak ekspresi tidak senang di wajah Lousiana, tetapi gadis tersebut tetap berusaha tersenyum. "Sepertinya peliharaanmu menginginkan sesuatu." Tangan kanan Lousiana mengelus wajah Zac lembut.

"Tidak apa, aku ingin menghabiskan beberapa menit bersamamu. Seminggu tanpamu, rasanya ...."

Meong, meong.

Zac mendecak—sedikit kesal, sedangkan Lousiana tertawa kecil—merasa terganggu. "Tunggu sebentar. Aku akan menemui Alsou di kamar," kata Zac, sambil mencium tangan kanan Lousiana yang masih berada di rahangnya.

"Peliharaanmu, sepertinya memerlukan sesuatu." Lousiana merubah posisi duduk dengan menyilangkan kaki kanannya, memperlihatkan kaki jenjang yang menjadi salah satu anggota tubuh kebanggaan gadis itu. Buang saja kucingmu itu, Sialan, pikir Lousiana sambil memandang punggung Zac. Ia mendengus kesal.

Masuk ke dalam kamar, Zac melihat Alsou yang duduk di atas kursi menghadap jendela kaca, membelakangi Zac. Ekor cokelatnya masih terlihat bergerak ke kanan dan kiri begitu pula dengan telinga kucing yang terus bergerak. Zac melipat tangan setelah menutup pintu, menunggu gadis itu memutar kursi kemudian menghadap Zac.

Dia mulai lagi, memperlihatkan beberapa tubuh kucing. Menakutkan, tetapi tidak seperti pertama kali aku melihatnya. Menaikkan sebelah alis, Zac masih menunggu Alsou menyadari kehadirannya, meskipun ia yakin bahwa gadis itu sudah mengetahui keberadaan Zac.

"Hi, kau butuh sesuatu?" tanya Zac. Ia mengalah dengan memulai pembicaraan—ia ingin urusannya segera selesai dan kembali menemui Lousiana sebelum dia datang ke sini lalu mengetahui keberadaan seorang gadis aneh di dalam kamarnya. Ini akan menjadi buruk bagi hubungan yang ingin mereka perbaiki.

Alsou menoleh, wajahnya cemberut—entah bagaimana, di mata Zac ekspresi Alsou saat ini terlihat menggemaskan. Ia ingin tersenyum, tetapi sebaliknya, pemuda itu mengurungkan niat tersebut. Mengernyit, Zac merasa bingung karena Alsou membuang wajah kembali menatap ke arah jendela.

Astaga, seorang nekomata yang sedang merajuk. Apa yang dia inginkan? Zac memutar mata, melangkah mendekati Alsou. "Bisa kau sembunyikan tubuh kucing di badan manusiamu, Alsou? Itu ... menakutkan," bisik Zac.

Seketika ekor dan telinga kucing Alsou menghilang, bersamaan dengan serangan tiba-tiba darinya.

Bruk.

Suara benda keras yang menghantam lantai berbahan kayu terdengar cukup nyaring, ketika Alsou melompat ke arah Zac. Mereka terbaring dengan posisi di mana Alsou berada di atas tubuh Zac. "Aku senang, Zac datang menghampiriku dan meninggalkan si Pirang." Alsou membenamkan kepalanya di dada Zac.

Kembali Zac merasa debaran aneh sebagai lelaki normal dan secepat mungkin segera menjauhkan tubuh Alsou sebelum pikiran kotor menguasainya. Ia menggeser tubuh lalu segera berdiri. "Apa yang kau lakukan?!" bisik Zac sedikit terkejut—berusaha mengatur ritme napas yang sekarang menjadi kacau.

Ceklek.

Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Zac dan Alsou, bersamaan mereka pun menoleh ke arah sumber suara.

Lousiana berdiri di depan pintu, tertegun, secara bergantian menatap Zac dan Alsou.

"Siapa kau? Dan baju itu, milik Zac, bukan?" Lousiana mengarahkan jari telunjuk ke arah Alsou. Kembali mengalihkan padangan, kini ia menatap Zac. "New girlfriend?" tanyanya, mengerutkan dahi lalu pergi meninggalkan apartemen.

Rencanaku gagal, dia cepat sekali, batin Lousiana, sambil mengambil tas tangan pergi meninggalkan apartemen tanpa mengacuhkan Zac yang terus memanggilnya.

***

Sepanjang lorong apartemen, benturan sepatu heels Lousiana terdengar nyaring menghiasi suasana senyap. Sekarang malam minggu, sudah tidak menjadi suatu keasingan bagi Zac karena para penghuni apartemen sebagian besar telah pergi untuk berpesta.

"Lousiana! Dengarkan aku dulu, please!" Zac berusaha menahan langkah Lousiana dengan menarik lengan gadis itu.

Dengan terpaksa Lousiana menghentikan langkahnya, berbalik menghadap Zac, ia melipat tangan di atas dadanya, menonjolkan hal yang membuat setiap lelaki akan mengalihkan perhatian mereka. Lousiana memang terkenal seksi di mata para pemuda kampus dan Zac mendapatkan predikat sebagai laki-laki yang beruntung karena bisa berkencan dengannya. Namun, Zac tidak pernah menganggap hal tersebut sebagai suatu keberuntungan. Jika bisa jujur, Zac ingin Lousiana menggunakan pakaian yang lebih sopan untuk menjaganya dari pandangan laki-laki mesum.

"Kita tidak saling berhubungan hanya satu minggu dan kau ... diam-diam menyimpan seorang gadis lain, bahkan dia mengenakan pakaianmu! Apa yang kau pikirkan, huh?" Lousiana menekan jari telunjuknya di dada kiri Zac.

Zac menggeleng, menggenggam tangan Lousiana yang berada di dadanya. "Dia bukan gadisku, Lousiana. Kau tahu, bahwa aku hanya mencintaimu. Tiga tahun bersamamu, bukanlah waktu yang sebentar."

Lousiana memutar mata, melepaskan tangan dari genggaman Zac lalu mengambil ponselnya yang tiba-tiba berdering. Ia segera mematikan panggilan tersebut. Kembali menatap Zac, ekspresinya berubah. "Bodoh," bisiknya.

Jrep.

Seseorang menarik lengan Zac, membuat Zac dan Lousiana terkejut. Pemuda itu bahkan membulatkan kedua mata, menatap sosok gadis yang sekarang memiliki jarak sangat dekat dengannya. Alsou menarik tangan Zac hingga membuat tubuh mereka merapat, memejamkan mata, Alsou menyentuh bibir Zac dengan bibirnya. Ia tidak mengerti maksud dari tindakannya sekarang, tetapi Alsou melakukan hal ini karena pernah melihat Lousiana dan Zac melakukan adegan tersebut. Sekarang, dia sungguh tidak menyukai bahkan marah karena untuk kesekian kali Lousiana akan menyakiti perasaan Zac.

"K-kau ...." bisik Zac, tidak mampu melanjutkan kalimatnya karena Alsou tidak peduli dan masih menutup mata—mencium Zac.

"Konyol," bisik Lousiana, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua dengan pandangan tidak suka. "Bersenang-senanglah dengan gadis barumu, Zac. Jangan menyesal jika suatu saat aku akan bersama dengan seseorang lebih populer dibandingkan dengan pemuda biasa sepertimu."

"Itu tidak akan pernah terjadi," ucap Alsou pelan, setelah melepaskan ciumannya dan menatap punggung Lousiana. "Dia bodoh sekali, dengan menempelkan bibirnya kepada seorang gadis. Bahkan Zac bilang bahwa si Pirang pergi demi seorang perempuan. Bukankah hal seperti itu tidak akan menghasilkan perkawinan?" Alsou menggeleng lalu menguap. Sudah terlalu larut baginya untuk tetap terjaga.

"Aku mengantuk, Zac." Tanpa merasakan hal apa pun Alsou kembali ke apartemen, sedangkan Zac hanya bergeming, benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

Ini pertama kalinya ia diserang seorang gadis yang bukan kekasihnya dan kejadian tadi merupakan sebuah kejutan tak terduga. Ini sungguh gila, pikirnya.

"Ya Tuhan, bagaimana aku harus menghabiskan hari bersamanya? Terlebih lagi ... oh my God, it's so crazy."

Tanpa sadar, masih dalam posisi yang sama, Zac tidak sadar bahwa dia telah berada di luar selama lima belas menit. Angin malam membuatnya merasa kedinginan karena hanya terbungkus T-shirt berbahan tipis, segera ia kembali melangkah menuju apartemennya. Namun, ketika hendak memutar knop, Zac kembali menahan tangannya. Pertama kali dalam sejarah si Pemilik merasa ragu untuk memasuki apartemen.

"Malam ini, sepertinya aku tidak akan bisa tidur dengan tenang."

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top