Chapter 3
Kedua mata Zac membulat sempurna, posisi yang semula duduk kini menjadi berdiri menatap gadis di hadapannya, tubuh Zac bergetar dengan kedua tangan yang meremas rambut hitamnya.
"I-itu ...." Zac menunjuk ke arah Alsou. "Telingamu, siapa kau sebenarnya?" Nada suaranya terdengar bergetar bahkan serak.
Alsou menatap Zac dengan tatapan penuh tanda tanya, ia merasa telinganya baik-baik saja dan tidak ada yang aneh sejauh ini. Hanya saja, dia menginginkan Zac kembali menerima dan menyayanginya seperti semalam, sebelum perubahan ini terjadi. Alsou merangkak, mencoba mendekati Zac dengan mengibaskan ekornya.
"Aku Alsou. Aku ... tidak tahu apa yang terjadi." Alsou kembali duduk di depan Zac layaknya seekor kucing berwujud manusia. "Bisa kau percaya padaku?" Ia melirik ke arah piring biru tempat yang biasa digunakan Zac untuk memberikan Alsou makanan favoritnya.
Suara benturan pintu terdengar saat Zac tanpa sadar melangkah mundur dengan membabi buta. Ritme napasnya berubah cepat, keringat membanjiri wajah eurasiannya dan dengan tangan yang bergetar kuat, Zac menunjuk ke bagian belakang Alsou. "K-kau ... ekor ... kucing ... bukan! Kau bukan!"
Bruk!
Zac terjatuh dalam posisi duduk, berusaha mendorong diri agar menjauh dari Alsou, tetapi pintu yang tertutup membuatnya menjadi seperti terpojok.
Alsou tidak menyadari ketakutan Zac dan malah menjilati tangannya layaknya seekor kucing, lebih tepat jika dikatakan bahwa ia sedang menjilat sisa ikan yang masih sedikit tersisa di tangannya. Alsou tersenyum, kembali merangkak dan menggosokan kepalanya di kaki Zac, berbaring kemudian tidur. Tanpa memperdulikan ketakutan Zac saat melihat telinga dan ekor kucing di tubuh manusia Alsou.
"I'm your cat Dad," bisik Alsou ditengah tidurnya.
Zac membisu, tidak bisa bergerak, dan kembali menyaksikan kejadian aneh pada gadis yang mengaku dirinya sebagai Alsou-kucing Zac. Ekor serta telinga kucing berwarna cokelat seketika menghilang, memperlihatkan sosok Alsou seperti pertama kali Zac melihatnya di tempat tidur tadi pagi-sebagai manusia tulen di kehidupan nyata.
Merasakan embusan napas Alsou saat tertidur, akhirnya membuat perasaan takut Zac menghilang. Ini aneh, tetapi setelah Zac memberanikan diri untuk menyibak rambut cokelat Alsou, ia menemukan kalung lonceng milik Alsou-kucingnya. Terlihat sangat kecil di leher gadis itu hingga membuat Zac atau Matt tidak melihatnya.
"Bangun!" teriak Zac, sambil mengangkat tubuh Alsou dari pangkuannya. Pikiran Zac kembali normal, walaupun sebelumnya sempat terbawa suasana karena perilaku Alsou yang membuat dia teringat dengan kucingnya yang menghilang.
Alsou terbangun lagi, melipat kedua lutut dan meletakkan dagunya-menahan kantuk.
"Siapa namamu?!" tanya Zac ketus.
"Alsou."
"Jangan panggil aku dengan sebutan dad. Aku belum punya anak bahkan istri pun tidak!"
Alsou menyandarkan tubuhnya di dinding. Ia benar-benar mengantuk, sekarang adalah waktunya tidur dan Zac akan mengusap kepalanya hingga terlelap.
"Apa kau manusia atau ...." Zac tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat Alsou kembali tertidur. Ia melirik ke arah dinding, melihat benda berbentuk lingkaran yang terus bergerak setiap detik. Sudah jam sebelas siang, biasanya dia akan tertidur dan gadis ini benar-benar bertingkah seperti Alsou. Baru saja, telinga dan ekor kucing tersebut terlihat nyata, itu ... milik Alsou, kucingku.
Zac menggeser tubuhnya menjaga jarak dengan gadis yang mengaku dirinya bernama Alsou, berdiri lalu dengan perlahan keluar dari kamarnya. Ia butuh tempat untuk menetralkan pikiran dari hal-hal di luar nalar seperti tadi. Pergi ke suatu tempat dan mencari free wifi adalah pilihan terbaik untuk mencari informasi mistis mengenai gadis tersebut.
Google tahu segalanya, batin Zac.
Setelah menyelimuti tubuh Alsou, Zac pun pergi meninggalkan apartemen menuju sebuah kafe yang berada tidak jauh dari kampusnya. Ia butuh segelas kopi dan kentang goreng untuk sekadar menganjal perut sebelum kembali ke apartemen lalu bertemu lagi dengan si Gadis aneh-Alsou.
***
Alsou membuka mata, telinganya tidak menangkap suara orang lain di apartemen. Sambil melepaskan selimut yang menutupi tubuh, Alsou kembali terkejut karena tidak menemukan perubahan sama sekali pada dirinya. Dengan terburu-buru ia segera berdiri menghadap cermin memeriksa seluruh anggota badan dan lagi-lagi matanya membulat. Ini bukan mimpi! Aku ... memiliki tubuh seperti Dad dan ... dua benda yang menonjol ini ...." Alsou menyentuh bagian menonjol pada dadanya dan seketika dia langsung melepaskannya.
"I-ini sama seperti milik si Pirang," bisik Alsou. Menggigit bibir, ia segera keluar dari kamar Zac untuk mencari keberadaan pria itu.
Mungkin Dad akan lebih memerhatikanku jika si Pirang datang karena sekarang aku sudah sama seperti dia. Alsou memutar keran dan meminum airnya. Ia kesepian karena Zac tidak ada di apartemen lalu untuk membunuh rasa bosan dia pun masuk ke dalam salah satu ruangan yang selalu menjadi tempat permainannya selagi menunggu Zac.
Brak!
Suara bantingan pintu terdengar nyaring hingga membuat Alsou yang sedang asyik bermain tangkap dengan beberapa kecoa di lantai terkejut. Ia melihat Zac, berdiri di depan pintu dengan napas yang terengah-engah, dahinya dipenuhi cairan berwarna kristal, dan dengan perlahan Zac melipat tangan di dada lalu bersandar di depan pintu-menatap Alsou yang sedang memegang salah satu kecoa.
"A-are you ... Alsou ... err ... my cat?" tanya Zac, masih dengan nada suara yang serak. Ia berdehem, memperbaiki kualitas suaranya."Is it sure?" Zac kembali mencoba meyakini pertanyaannya, walaupun Alsou belum menjawab pertanyaan pertamanya.
Alsou tersenyum ke arah Zac, tetapi Zac malah terkejut lagi karena sadar bahwa gadis itu kembali tidak memiliki telinga dan ekor kucing. Merangkak, Alsou lalu berdiri dan mengambil tangan kanan Zac. "My gift for you Dad. Welcome back," kata Alsou sambil kembali menarik bibirnya, tersenyum kemudian memeluk Zac. Ia merindukan Zac karena sudah setengah hari Zac tidak ada untuk memanjakannya dengan mengelus kepala Alsou.
Alsou dulu kucing yang manja dan Zac sangat menyayanginya sehingga ketika Alsou mengalami perubahan mendadak, dia merasa kehilangan sosok Zac yang selalu membuatnya merasa nyaman.
"Argh! Aku tak suka kecoa!" Zac menjauh dan melempar binatang tersebut ke lantai. Alsou tertawa setelah melepaskan pelukannya dan melihat ekspresi Zac yang ketakutan-dia suka menggoda Zac dengan memberikan kecoa sebagai hadiah atau jika Zac membuatnya kesal.
"Hukuman dan hadiah dariku karena Dad telah mengusir dan membiarkanku kelaparan." Alsou naik ke atas meja duduk di sana dan membiarkan rambut cokelatnya terkena sinar matahari dari jendela kaca yang menampakan kota London. Meja yang telah menjadi tempat favoritnya untuk berjemur.
Zac meneguk saliva, ia tidak habis pikir mengenai pemandangan dan perkataan gadis itu. Setelah menghabiskan waktu dengan berselancar di dunia internet, Zac sama sekali tidak menemukan informasi mengenai kejadian yang dialami gadis ini. Maksudnya, di abad ke-21 tidak mungkin ada sesosok siluman kucing dan menurut legenda para leluhur juga mengatakan bahwa sosok Nekomata ada di zaman Kamakura.
Hello! Ini sudah bukan zaman Kamakura dan sekarang kita berada di London, batin Zac, mengingatkan keberadaannya saat ini.
Akan tetapi, astaga, gadis ini tidak terlihat menyeramkan sama sekali seperti yang dikatakan beberapa sumber Google, batin Zac, dia lebih pantas mendapatkan predikat imut daripada sosok yang menyeramkan. Zac mengernyit, kembali berpikir tentang kebiasaan Alsou-kucingnya di ruangan ini-sama persis seperti yang dilakukan oleh Alsou-gadis yang ada bersamanya.
"Err ... aku akan membiarkanmu tinggal di sini, tetapi kau harus bersikap baik dan jelaskan asal usulmu. Kau berhutang penjelasan denganku ...." Zac berhenti sejenak untuk melihat reaksi Alsou-ia mengangguk-Zac mengembuskan napas. "Ini terlalu cepat untuk bisa beradaptasi dengan baik untuk melihat keanehan yang terjadi padamu, tetapi aku tidak ingin jika suatu saat kau akan menyakitiku jika aku melukaimu. Kau paham, bukan? Lagipula ... telinga dan kumis kucing itu kembali terlihat, bisa kau sembunyikan untukku?"
Alsou mengernyit-tidak mengerti karena saat ia menatap pantulan dirinya di cermin semua postur tubuhnya sama seperti Zac kecuali dua gumpalan daging yang ada di dada-sama seperti si Pirang yang menjengkelkan itu.
"Sentuh kepala dan pipimu," kata Zac berusaha rilex dan menyembunyikan ketakutannya.
Gadis itu mengangguk dan menuruti perintah Zac, dia tertawa kecil, bahagia kemudian kembali menatap Zac, tetapi seketika telinga dan kumis kucing tersebut kembali lenyap. Mereka berdua terlihat sama-sama terkejut, Alsou segera berlari menuju kamar Zac berdiri di depan cermin-kembali merasa bingung.
"I'm your cat Dad! Alsou. Can you trust me?" Alsou kembali menghampiri Zac dan bergelayut di lengan kanannya.
Merasa canggung karena seorang gadis manis bergelayut di lengannya, Zac pun berusaha menjauhkan diri dari Alsou. "Jangan terlalu dekat, aku seorang laki-laki normal. Selain itu ... aku masih butuh adaptasi dengan beberapa anggota tubuh yang tiba-tiba muncul dan menghilang itu."
"Okay." Alsou tersenyum, memiringkan kepala melihat apa yang akan dilakukan Zac setelah ini.
"Satu lagi, berulang kali kau memanggilku dengan sebutan dad. Next time, just call me Zac. Orang lain akan berpikir aneh jika mendengar kau memanggilku dad, selain itu ... aku masih sembilan belas tahun."
"I know," sahut Alsou, sambil kembali menguap. Ia merasa perutnya bernyanyi, tetapi di waktu bersamaan Zac belum menyiapkan makan siang untuknya dan dia juga sedang mengantuk. Pelan-pelan ia pergi ke atas sofa yang masih berantakan dengan barang-barang Zac, melipat tubuhnya lalu memejamkan mata.
"Aku lapar, Zac." Alsou menguap dan tertidur.
Zac menaikan sebelah alis, tersenyum miring lalu menggelengkan kepalanya. "Kau lapar, tetapi kau malah tidur. Bodoh." Zac mengembuskan napas dan melipat tangan di dadanya. "Baiklah, jika memang kau Alsou, kucingku. Aku akan mencoba menerima perubahan ini."
Melangkah mendekati Alsou, ia mengangkat tangan kanannya ingin mengusap kepala Alsou seperti yang dia lakukan terhadap si Kucing kesayangan Alsou. Namun, tidak jadi, dia masih merasa asing dengan kenyataan bahwa Alsou berubah menjadi manusia.
Sediakah kalian memberikan bintang untukku, wahai para pembaca yang mampir ke lapakku? Aku harap kalian mau. Terima kasih. 😊😊😊
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top