Chapter 25
Di sudut lorong Rika dan Audrey tampak saling berhadapan. Wajah gadis itu terlihat sangat merah dengan tangan yang mengepal, ia berusaha menahan amarahnya.
Plak.
Untuk pertama kalinya, Rika menampar wajah Audrey, tetapi pemuda itu memutuskan untuk diam. Pakaian dan wajahnya yang terlihat berantakan tidak membuat Rika teralihkan dengan mengasihani pemuda itu.
Rika terlalu marah dengan pemuda ini dan yang ia pikirkan sekarang hanyalah Alsou dan Zac.
"Jelaskan semuanya padaku, David!" perintah Rika. Kembali ia mengepalkan tangan, bersiap untuk memukul Audrey jika pemuda tersebut mencoba untuk menyembunyikan sesuatu darinya.
Audrey menampakkan ekspresi sedih, ia merasa bimbang antara harus berbicara jujur atau diam. Biar bagaimana pun, semua ini adalah kecelakaan yang sebenarya tidak dia inginkan. Tidak pernah ada seorang kakak yang ingin melukai adiknya.
"Alsou adalah adikku sama seperti Aiko dan ...."
"Dan mengapa kau melukainya?! Kau tahu, perbuatanmu bisa membuat Alsou terbunuh!" Rika menggenggam kedua tangan Audrey. "Sekarang Zac juga masuk ke dalam ruang perawatan. Aiko sempat sekarat kemudian Alsou ...."
Dengan sigap Audrey memeluk Rika yang kembali menangis, tidak peduli saat gadis itu mencoba menjauh darinya. Rasa sakit akibat perkelahian melawan Tendo masih membekas di dirinya, terutama saat ia berhasil membunuh pria itu.
Ada guncangan tersendiri dalam diri Audrey saat dia berhasil membunuh Tendo. Ia merasa sangat berdosa, begitu pula yang terlihat pada ekspresi Iwayana.
Dalam diam, ia turut meneteskan air mata. Perasaan benci dan sayang terasa begitu tipis dalam hatinya untuk pria itu dan Audrey yakin bahwa Aiko serta Iwayana juga merasakan hal yang sama.
"Maafkan aku. Aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Ada banyak hal yang ingin kubicarakan padamu, terutama tentang keluargaku dan keluargamu." Audrey berusaha menenangkan dirinya agar Rika tidak menyadari kesedihannya.
Rika mendorong tubuh Audrey secara kasar hingga membuat tubuh pemuda itu mundur beberapa langkah. "Ikut denganku dan beri tahu aku segalanya tentang apa pun yang kau ketahui."
Mengembuskan napas, Audrey mengalihkan pandangan menatap Iwayana, Aiko, dan Daiki yang sedang duduk menunggu Alsou di ruang perawatan. "Baiklah, kau ingin mengetahui kebenarannya, bukan?" Dengan sedikit kasar Audrey menarik tangan Rika, membawanya menjauh dari mereka yang sedang menunggu pengobatan Alsou.
Di sudut lorong Rika menepis genggaman tangan Audrey yang menurutnya telah membuat ia kesakitan.
"Duduklah dulu, tenangkan dirimu, Rika chan." Audrey menggiring Rika untuk duduk di sebuah bangku yang kosong.
"Apa yang kau sembunyikan, Audrey?"
"Akhirnya kau memanggil nama asliku." Pemuda itu tersenyum samar lalu menarik napas panjang. "Iwayana adalah ibuku dan Furukawa Daiki merupakan tuannya. Hal ini ... sama degan Zac dan Alsou, hanya saja mereka harus berpisah karena satu hal." Audrey melirik ke arah Rika.
Tidak ada ekspresi pada gadis itu, dia hanya diam dan mendengarkan. "Lalu?" Akhirnya Rika angkat bicara karena penasaran, amarah mengenai keadaan Alsou serta Zac berusaha dipendamnya.
"Paman bertemu dengan bibi dan memutuskan untuk menikah. Pada saat itu ibuku tidak pernah menampakkan wujud manusianya kepada paman, sehingga bibi yang memiliki alergi terhadap kucing—"
"Well, i got it. Sekarang, sejak kapan ayahku mengetahui bahwa Iwayana san adalah seorang Nekomata dan mengapa kau bisa hampir membunuh adikmu sendiri?"
Rika tampak tidak sabar dengan penjelasan Audrey mengenai masa lalu ayah dan Iwayana san.
Pemuda itu meringis, ketika kembali merasakan nyeri pada lebam di wajahnya dan refleks Rika menampakkan ekspresi khawatir.
"Tidak apa-apa, akan kulanjutkan." Audrey menepis tangan Rika dengan pelan. "Paman Daiki mengetahui bahwa ibuku adalah seorang Nekomata ketika paman terpaksa harus meninggalkan ibuku di kuil Genkoan."
"Dan ...." Rika kembali tampak tidak sabar membuat Audrey tersenyum.
"Dan ibuku bertemu dengan sesosok Nekomata yang sangat tampan. Mereka menikah dan akhirnya melahirkan kami. Sejak saat itu semua kebahagaiaannya berubah karena sikap keserakahan suaminya. Dia menyekap anak-anaknya serta memisahkan kami dengan ibu lalu suatu saat ketika ibu berusaha untuk menyelamatkan kami ...."
Audrey menundukkan wajahnya, ia tampak sedih ketika membuka memori masa lalunya.
"Apa Iwayana san hanya berhasil menyelamatkan Alsou?"
Pria itu hanya mengangguk.
"Untuk melindungi adik kami, ibu memutuskan untuk mengubah dan menidurkan sisi Nekomatanya." Audrey mengembuskan napas panjang. "Dan ... pria yang bersama kami adalah, ayahku—Tendo san."
Rika merasa sangat terkejut, mengetahui bahwa pria itu adalah ayah Audrey. Akal sehatnya tidak bisa menerima apa yang dijelaskan oleh pemuda tersebut karena sangat tidak mungkin seorang ayah memanfaatkan anaknya bahkan, membuat mereka hampir mati.
"Kau ... sungguh?" Rika terlihat ragu antara harus memercayai atau tidak.
"Kalian, Alsou!" Aiko berhenti tidak jauh dari mereka dan dengan napas yang tidak beraturan seperti habis berlari, berusaha untuk menenangkan dirinya. "Alsou ...." Ia menggigit bibir, air mata membasahi pipinya.
Seketika wajah Rika dan Audrey menegang, seperti mengetahui bahwa hal buruk baru saja terjadi. Dengan terburu-buru mereka berlari menuju ruang perawatan dan melihat Iwayana sedang menangis di pelukan Daiki.
Mereka berdua menoleh bersamaan ketika menyadari bahwa ada seseorang yang baru saja hadir di antara mereka. Pemuda itu—Zac, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun bahkan dengan dipapah oleh Laura, ia tampak tidak mampu menggerakan seluruh tubuhnya.
Sekuat tenaga Rika mendorong tubuh Audrey ke dinding, mencoba untuk menyakiti dan melampiaskan kemarahannya. Beberapa kali Rika memberikan pukulan di tubuh pemuda itu.
Audrey tidak membalas bahkan membiarkan Rika memukulinya, meskipun Aiko berusaha untuk memisahkan mereka.
Zac jatuh berlutut seakan tidak mampu menahan dirinya, sedangkan Laura memeluk dan berusaha menenangkan putranya.
"Alsou telah pergi. Kenapa harus seperti ini?" bisik Zac. Air matanya membasahi pipi dan memeluk erat tubuh Laura.
"Daiki ...." panggil Laura hanya dengan gerakan bibir.
Laura sungguh khawatir dan turut terpukul dengan kejadian tersebut, terutama setelah mengetahui apa yang telah ia lakukan terhadap wanita yang bernama Iwayana. Semua rahasia suaminya telah dia ketahui ketika Daiki memutuskan untuk bercerita tentang masa lalunya bersama kucing peliharaan yang bernama Iwayana.
Wanita itu sadar bahwa dirinya telah melakukan kesalahan besar terhadap keluarga Nekomata tersebut.
Andai kau memperlihatkan wujud manusiamu, tentu aku dan Daiki tidak akan membuat kau pergi dari rumah kami, batin Laura.
"Ini semua karena kau, Audrey! Kau membunuh adikmu sendiri!" Rika mundur beberapa langkah, berhenti memukuli Audrey ketika Iwayana berhasil memisahkan mereka ditengah kesedihannya.
"Kau salah, Rika chan. Audrey ... tidak membunuh Alsou, tetapi membunuh Tendo san dan Alsou memutuskan untuk memberikan kehidupannya untuk Aiko sehingga ...." ucapan Iwayana terhenti ketika jenazah Alsou keluar dari ruang perawatan.
Mereka semua terdiam dalam linangan air mata menatap jenazah Alsou yang terbaring kaku di atas tempat tidur pasien. Zac bahkan tidak sanggup melihatnya terlalu lama, hatinya begitu terluka mengetahui kejadian ini.
"Alsou menyerahkan kehidupan Nekomatanya kepada Aiko dan menjadikan dia sebagai manusia seutuhnya. Maafkan aku karena tidak segera mencegah tindakan Alsou," bisik Audrey. "Jika kau menganggap aku bersalah, maka aku akan bersedia meminta kepada dewa kematian demi memberikan jiwaku untuknya."
Rika menggelengkan kepala, semua mata tertuju pada Audrey kecuali Zac yang tiba-tiba bangkit dari tempatnya dan berlari tanpa menghiraukan siapa pun yang memanggilnya.
Ia begitu terpukul dan belum bisa menerima semua ini.
Tanpa kau di sini, semua tidak akan ada gunanya. Izinkan aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya, Alsou.
Aku ... mencintaimu.
Aku mencintaimu. Tidak peduli bahwa kita memiliki dunia yang berbeda. Aku telah mencintaimu lebih dari sekadar hewan peliharaan.
Aku mencintaimu seperti aku mencintai hidupku. Alsou kembalilah kumohon, kau akan tetap bersamaku, bukan?
Dalam hati Zac mengutuk dirinya karena tidak bisa mejaga Alsou dengan baik. Ia bahkan membuat peliharaan yang sangat disayanginya berakhir seperti ini.
Kumohon jika dewa kematian memang benar adanya, kumohon kembalikan Alsou.
___________
Tbc
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top