Hello, Tonsil!

Naruto © Masashi Kishimoto

Alternate Universe, Oneshot, Yaoi.

Cerita ini ditulis hanya untuk kesenangan belaka. Tidak untuk menjelek-jelekkan karakter asli maupun untuk dikomersilkan.





Namaku Er. Aku adalah seekor sperma muda nan gagah yang herannya sudah berusia tiga hari.

Berdasarkan mitos yang aku dengar dari sperma lain, tuan kami, Uchiha Sasuke, adalah manusia yang tak bisa membiarkan spermanya bertahan dalam gantungan penisnya--atau yang biasa disebut sebagai buah zakar--lebih dari dua hari. Maklum, dia sudah beristri. Lelaki mana yang bisa menahan desakan gairah jika sudah berkuasa penuh atas sepasang dada sekal, pantat merekah dan lubang peranakan yang membakar napsu?

Hanya saja, ini adalah hari ketiga aku dan teman-temanku berdesak-desakan di dalam kantung spermanya, tanpa ada tanda-tanda bahwa tuan kami akan segera membebaskan kami dari sini. Cukup mengherankan.

Dan, ini juga terasa menyebalkan. Di mana tiap detik akan ada satu atau dua sperma yang baru lahir, datang dan ikut berdesakan bersama kami, mengurangi ruang napas kami dan membuat udara menjadi semakin panas.

"Air pejunya sudah hangat, ditambah lagi kita berdesak-desakan dengan ribuan sperma hidup dan bangkai sperma di dalam sini, astaga ... ada apa dengan Tuan? Kenapa dia belum juga mengeluarkan kita?"

Kutolehkan kepalaku, mendapati seekor sperma seumuranku sedang berusaha menendang seekor bangkai sperma dengan ujung ekornya. Dia adalah Bi, sahabatku selama tiga hari ini.

"Padahal, aku sudah tidak sabar bersatu dengan ovum milik istrinya. Aku ingin sekali tumbuh menjadi embrio." Bi terus mengeluh. "Hei, Er. Apa kau memiliki ambisi yang sama denganku? Apa kau juga ingin tumbuh menjadi embrio bersama dengan ovum milik Nyonya kita, Haruno Sakura?"

Oh, jadi istri tuan kami bernama Haruno Sakura. Aku mengangguk tanpa sadar, yang malah membuat Bi salah sangka dan mengira bahwa aku juga berambisi seperti dia.

"Dengar, Er. Kau tahu? Salah satu leluhur kita yang bernama Ma, berhasil membuahi ovum milik Nyonya yang bernama Vip enam tahun yang lalu. Sekarang, Ma dan Vip sudah bersatu dan berubah menjadi seorang gadis tegas bernama Uchiha Sarada." Bi menatapku sambil tersenyum. "Ada jutaan sperma di dalam sini. Saat keluar nanti, kita akan berdesak-desakan, saling berebutan untuk membuahi ovum milik Nyonya. Hanya akan ada satu sperma yang berhasil membuahi ovum, dan kita harus pastikan, satu sperma yang berhasil itu adalah salah satu dari kita berdua. Kita tidak boleh kalah dari sperma yang lain."

Aku menggangguk.

Ya, inilah tujuan utama hidup kami. Maksud utama kehidupan kami adalah untuk membuahi ovum, tetapi kami hanya memiliki satu kesempatan untuk bertemu dengan ovum selama hidup kami, dan kesempatan itu harus kami manfaatkan sebaik mungkin. Kami harus membuahi ovum, bertumbuh menjadi embrio, janin, hingga menjadi manusia seutuhnya. Dan kesempatan itu akan didapatkan oleh seekor sperma yang beruntung di antara ribuan sperma yang akan mati percuma.

Bi tidak menyadari ini, tetapi kalimatnya yang persuasif itu berhasil membujukku untuk berada di pihaknya--memiliki ambisi yang sama dengannya.

Aku harus berevolusi menjadi manusia.

"PINTU TERBUKA! PINTU TERBUKA!"

Seekor sperma yang paling dekat dengan pintu berteriak dengan suara lantang. Kami bersiap-siap, berwaspada sambil menunggu kapan kami akan ditembak keluar. Aku pun berwaspada, meskipun diam-diam aku merasakan sesuatu yang aneh dengan tuan kami.

Kami dapat merasakannya: tuan kami, secara tiba-tiba terangsang dengan begitu hebatnya. Dan baru beberapa menit berselang, tuan kami sudah di ujung tanduk, tergesa-gesa ingin mengeluarkan kami. Mengingat pendahulu kami mengatakan bahwa Tuan adalah seseorang yang membutuhkan 1 jam persetubuhan sebelum mencapai puncak orgasme, aku pikir ini adalah hal yang janggal.

Apa yang terjadi?

"Er, ayo berjuang."

Aku menatap Bi lamat-lamat. "... Ya, ayo berjuang."

"SEBENTAR LAGI KITA AKAN DITEMBAKKAN! SIAP-SIAP! SATU ... DUA ... TIGA!!!"

Kemudian, dengan kecepatan maksimal, kami keluar melalui jalan kencing tuan kami seperti kuda perjaka berlari di padang rumput. Berdesakan di lubang yang sangat kecil, hingga kami mencapai pintu dan berhasil memasuki sebuah gua hangat berwarna merah muda. Sayangnya, teman-temanku terus masuk ke dalam lorong panjang setelah gua, sedangkan aku tersangkut di sebuah benda kenyal berbentuk bulat yang menggantung di langit-langit gua. Lengketan gairah dari Tuan menyatukanku dengan benda itu. Aku menatap benda itu, dan benda itu balik menatapku.

Aku salah tingkah.

"H-hai ... aku Er, sperma dari buah zakarnya Uchiha Sasuke. Apakah kau adalah ovum dari Haruno Sakura?" Aku memang tidak mengetahui bentuk dari ovum, jadi, langsung saja kutanyakan tanpa basa-basi.

"Bukan, aku bukan ovumnya Haruno Sakura atau siapalah itu. Aku bahkan bukan ovum."

Terkejut, tentu saja. "Lalu, kau apa?"

"Aku adalah Manda, amandelnya Uzumaki Naruto."

Amandel? Apa itu? Lalu, siapa itu Uzumaki Naruto? Apakah dia adalah istri baru Tuan?

"Kau pasti sperma bodoh yang menyangka aku adalah sesuatu yang dapat kau buahi." Manda mencibir, sementara aku mematung. "Dengar. Ini bukan rahim. Ini mulut. Dan kau hanya seekor sperma malang yang tersasar di tempat ini. Jadi, pergilah dari sini. Jangan menggangguku."

Lalu, Manda berayun dari depan ke belakang, membuatku terhempas ke pintu masuk gua yang dilindungi oleh pagar benda putih berjejer. Kemudian beberapa temanku dan air peju yang tadinya masuk ke terowongan pun ikut keluar. Kami berdesakan di pintu, hingga pintu itu terbuka, dan kami terlepas ke udara bebas dengan sebuah suara yang mengiringi dengan nyaring:

"HOEK!!!"

•••••

"HOEK!!!"

Uzumaki Naruto memuntahkan sebagian semburan hangat Sasuke sambil terbatuk hebat. Matanya memerah, air matanya menggenang, mulutnya terbuka lebar sambil berusaha meraup udara dengan rakus. Tangannya bergerak mengusap dagu yang dialiri air peju, yang malah membuat lelaki itu terlihat dua kali lipat menjadi lebih seksi.

Uchiha Sasuke yang memperhatikannya, semakin terdesak oleh gairah yang sempat padam sebentar. Didorongnya Naruto hingga terlentang di atas meja, lalu dia menindih tubuh berkeringat itu. Bibirnya didekatkan ke telinga Naruto.

"Bersiap-siaplah, Sakura. Ayo kita buatkan seorang adik yang lucu untuk Sarada."

Kemudian, dengan mata memerah yang tak fokus, Sasuke mencari-cari lubang di bagian bawah tubuh Naruto, kemudian menusukkan kejantanannya ke lubang tersebut, menghujamnya dengan kekuatan setara hewan buas yang sedang dalam musim kawin. Sementara tangannya sibuk mempermainkan puting Naruto, dan mulutnya terkekeh-kekeh layaknya orang gila.

"Hehe ... he ... he ... ini menyenangkan, Sakura. Hanya saja, aku menyayangkan kenapa payudaramu menyusut di saat-saat seperti ini. Kenapa jadi sedatar milikku?"

Di bawah sana, Naruto menahan desahannya dengan menggigit telapak tangannya sendiri. Tetap menikmati permainan yang dilakukan kepala divisi, meskipun dia tahu bahwa Sasuke tidak melakukannya dengan kemauan sendiri. Tetap membiarkan diri larut dalam setiap tusukan, meski tahu dia adalah korban salah tusuk dari Sasuke yang kesadarannya telah ditelan habis oleh alkohol.

Uchiha Sasuke sedang mabuk.





END





A/N:

Jumlah kata: 1025 (tanpa disclaimer dan A/N)

Terinspirasi dari sebuah meme.

Chlor. 🐸

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top