🍫✨Choco Problem
Assassination Classroom © Yusei Matsui
Story by fachann_
PungudProject💜
! 𝗪 𝗔 𝗥 𝗡 𝗜 𝗡 𝗚 !
•𝗧𝘆𝗽𝗼 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗲𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻
•𝗢𝗢𝗖 4 𝗹𝗶𝗳𝗲
•𝗔𝗻𝗴𝘀𝘁(?)
•𝗣𝗹𝗼𝘁 𝗸𝗹𝗶𝘀𝗲
•𝗛𝘂𝗺𝗼𝗿 𝗴𝗮𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗸𝗿𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀
•𝗕𝗮𝗰𝗮 𝗯𝗼𝗹𝗲𝗵, 𝗰𝗼𝗽𝗮𝘀 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝘂!
•𝗘𝗻𝗷𝗼𝘆♡
.
.
.
.
.
"Karma!! Sudah kubilang berapa kali untuk berhenti menjahiliku saat aku sedang fokus!" Kesal lantaran penghapus yang mengenai kepalamu maupun tanganmu yang sengaja disenggol oleh Karma.
"Hee, salah sendiri ngga ngerjain pr."
Kesal sudah jika menghadapi setan ini. Netramu beralih menatap Rio, Megu, Okano, dan Yada yang sedang bercanda ria oleh Okajima dan Maehara.
Bibirmu tersenyum simpul.
Kau melanjutkan pr mu hingga selesai. Tetap dengan keadaan dimana Karma terus menjahilimu. Dan saat kau hampir selesai, Karma—dengan sengaja—menumpahkan air minumnya ke arahmu.
"Maaf, aku tak sengaja." Ucapnya dengan wajah tak berdosa sambil mengangkat tangannya, bergaya peace.
Nampaklah perempatan imajiner didahimu.
'Anak ngen— huft...!!'
.
.
.
"Oy [Name]! Mau ikut bersama kami?" Ajak Kayano saat pulang sekolah.
"Ayo [Name], kau kan banyak waktu luang~" Bujuk Rio kemudian.
"Hum, ayo."
"Ah, aku juga mengajak Okuda. Biar rame." -Megu
Kalian—Kau, Kayano, Rio, Megu, Kanzaki, Okuda—berjalan keluar kelas, menuruni bukit, dan sampailah disebuah kafe.
"Nggak ke kafe tempat kerja Isogai aja nih?" Tanyamu.
"Lebih baik disini." Sahut cepat Megu. Ha ekhem ekhem.
Sebagian dari kalian memesan minuman. Sebagian lagi hanya diam, ada yang memainkan ponselnya.
"Jadi, kita mau apa?" Tanyamu.
"Ah iya! Aku hanya ingin tau saja." -Kayano
"Apa?" -Okuda
"Perihal white day!" -Rio
"Hum~! Kau berharap dikasih coklat oleh siapa? Mulai dari Kanzaki!" Nampaknya Kayano sangat bersemangat.
"Eh? Aku? Eh..em.. Sugino mungkin?" Katanya sambil malu-malu kucing gitu.
"Ah~ Sugino ka?~ Ahaha, kalau kau pasti Karma kan, Okuda?" Ledek Rio.
Dasar Rio. Anak orang dibuat gelagapan kan.
"A-ah! Ah em y-y-ya.."
Kalian tertawa melihat gelagat Manami yang gugup itu.
"Kalau kau, Megu?"
"Isogai. Tapi lebih baik aku yang memberi."
"HEEEE?! IKEMEGU!!!!"
"Sudah-sudah, selanjutnya kau, [Name]~" -Rio
"Aku sih terserah mau siapa pun yang memberiku coklat. Tak ada pun tak apa. Santai saja~"
"Hey! Itu kan karna kau cantik." -Kayano
"Bagaimana denganmu, Kayano? Hm hm?~" Godamu.
"Nagisa ka?" Lanjut Rio.
"Hey hey! Bagaimana denganmu Rio?" Elak Kayano. Hmz dirinya takut tercyduck padahal jelas-jelas Kayano dan Nagisa ini akrab hmz.
"Saa, aku tidak berharap banyak sih. Hehe" Ujar Rio sambil mengangkat kaki kanannya ke atas paha kirinya.
Kau tersenyum prihatin mendengar jawaban Rio. Kau tau temanmu ini menyukai Nagisa tapi ia lebih baik mengalah untuk Kayano.
"Ah, sebentar lagi gelap. Ayo pulang~"
Kalian menyudahi kegiatan mengobrol dan masing-masing pulang ke rumah nya. Kau searah dengan Okuda namun di pertigaan nanti kalian berpisah.
"Ano [Name], apa kau menyukai Karma?" Tanya Okuda tiba-tiba.
"Kalau iya kenapa? Kalau tidak kenapa?"
"Ehm, tidak apa-apa. Hanya saja kau terlihat akrab dengan Kar–"
"Ah Okuda! Aku duluan ya, barangkali kesorean. Jaa~" Kau berlari mendahului Okuda dan saat kau sampai di depan rumah Maehara—tetangga sekaligus sahabat dari kecil—kau ditegur olehnya.
Omong-omong, jika melihat kau dengan Maehara seperti melihat kakak dan adik. Kau kakaknya dan Maehara adiknya. Tapi terkadang kau juga butuh sandaran bahu dan Maehara bersedia mendengarkan ceritamu.
"Oy, [Name]! Nanti malam jalan-jalan mau ngga?"
Kau menganggukkan kepala. Setelah itu kau melanjutkan berjalan menuju rumahmu yang berada persis di samping rumah maehara.
"Tadaima" Kau melepas sepatu sekolah dan menaruhnya di atas rak sepatu.
Ibumu menengok dari ruang keluarga mengetahui anak gadisnya sudah pulang.
"Oh [Name], okaeri."
Kau melangkah menuju tangga dan menaiki satu persatu anakannya. Menuju kamarmu. Menaruh kembali tas ke tempatnya. Lalu mengambil kaos oblong berwarna putih yang ditengahnya terdapat tulisan 'STAR'. Kau mengambil celana panjang berwarna coklat milo sebagai bawahannya.
'Pake ini aja lah biar sekalian bisa buat nemenin Hiroto sama biar nyaman buat tidur.' batinmu.
Kau turun kembali ke bawah dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Jangan tanya kenapa tidak membawa handuk karena handuknya memang sudah ada di depan kamar mandi dengan keadaan terjemur.
Setelah selesai, kau menuju ruang keluarga. Melihat ibumu sedang menonton televisi dan ada setoples camilan ringan di atas meja bundar, kau pun ikut bergabung di sebelah ibumu.
"Bu, nanti malam aku mau temenin Hiroto keluar. Boleh bu?"
"Iya. Itung-itung itu untuk terakhir kalinya kan?"
"Hah?"
'Apa maksudnya?'
"Ahaha! Tak apa. Tak usah dipikirkan."
Malam pun tiba. Seseorang mengetuk pintu rumahmu sambil memanggil namamu dengan bernada.
"[Na ~ Meee ~]"
Kira-kira seperti itulah.
"Ah itu Hiroto, aku pamit ya bu." Kau membukakan pintu dan terlihatlah sosok yang dijuluki 'playboy' itu dengan hoodie putihnya dan celana warna biru tua selutut.
"Ayo."
Berjalan mengiringi komplek dan sampailah pada pasar malam. Beruntung ini hari sabtu jadi besok kau bisa bangun siang. Hehe.
"Bagaimana kalau beli takoyaki?" Maehara menarik lenganmu–membawamu menuju pedagang takoyaki.
Takoyaki adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung, telur, air, dan daun bawang kemudian setelah matang dilumuri saus sambal. Ini versi author pas buat. Gatau deh sama apa engga kaya di jepang soalnya kuotaku gada buat ke gugel sama wa buat sekedar tanya:) Jadi maaf kalo salah.
Setelah itu kau dan Maehara mengambil duduk di kursi yang ada.
"Nee [Name], kau suka coklat bentuk apa?"
"Apa aja. Toh rasanya sama. Mau ngasih coklat ke Okano? Mau kubantu?"
"[Name] memang tidak peka ya. Ahaha."
"Hah? Tidak peka dari mana nya? Aku peka loh."
"Mana ada orang peka ngaku peka."
"Heemh."
Yang waras ngalah.
"Ah, Hiroto! Menurutmu apakah Okuda lebih baik daripada aku?"
"Kutebak pasti masalah ini menyambung pada Karma kan?"
Maehara sudah tau jika kau menyukai Karma. Semua tentangmu maupun lelaki surai jingga itu sudah tau luar dalam satu sama lain. Bahkan saat kelas 3-E telah usai memberi pelajaran pada Kaho dan Seo, Maehara mengatakan akan kencan dan siapa yang mengira bahwa gadis yang ia kencani adalah kau? Kau tidak ikut memberikan pelajaran sebab saat kau pulang sekolah, kau langsung diajak menemani ibumu berbelanja. Saat kau pulang, kau menemukan Hiroto terduduk di depan rumahmu dan langsung mengajakmu ke Taman. Ibumu iya-iya aja. Saat mengetahui kejadiannya, semua yang kau keluarkan dari mulutmu adalah makian untuk gadis bertipe tak setia seperti Kaho Tsuchiya.
"Uhm." kau mengangguk.
"Okuda memang lebih imut daripada kau."
"Sudah kuduga."
"JANGAN MEMOTONG KETIKA AKU BERBICARA! Dia memang imut. Tapi kau lebih cantik dan kau itu dewasa."
"Waw bitjack!!" Ledekmu sambil mengprok-prok tanganmu.
.
.
.
Minggu, 14 Maret 2021.
8.10 a.m.
'Hoooo~ Asedakeda ~ Sawarasen—'
"Karma?" kau mengangkat telepon dari Karma. Dag dig dug serr ga tuh🌚
"Ohayou, [Name]. Jangan molor terus atau aku akan memasuki mimpimu."
Kau bergidik ngeri membayangkan mimpi indahmu diusik oleh setan. Tapi enak juga sih, kapan lagi.com🌚
"Cukup. Ini minggu. Liburlah untuk menjahiliku."
"Hee~? Kau ternyata berfikir aku akan menjahilimu? Agaknya kau senang jika kujahili."
"Cepat katakan. Apa maumu?"
"Kau."
"Kututup ya teleponnya."
"Eh jangan!"
"Maka dari itu, cepat katakan apa maksud nelpon orang pagi gini?"
"Datanglah kerumahku. Aku butuh bantuanmu."
Dari nada bicaranya, kau tau bahwa Karma sedang tidak bercanda.
"Untuk apa?"
"Datang saja cepat. Jangan bcd deh."
"Apa imbalannya?"
"Cium~?"
"Oke, aku tidak akan dat—"
"Jika dalam waktu 20 menit tidak datang, awas saja kau."
Kau menatap telpon yang Karma matikan secara sepihak dengan wajah datar. Mengkesal rasanya.
Lebih baik datang. Lelah sudah berkali-kali menjadi korban kejahilan setan merah.
~ 17 minute later ~
"Oy~ Karmaa~!" Kau berteriak memanggil nama Karma setelah mengetuk pintu hatinya–ekhem, maksudnya mengetuk pintu rumah.
Beberapa detik kemudian pintu terbuka menampilkan sosok dengan surai crimsonnya.
"Masuk saja. Dirumah hanya ada aku."
🌚
"Ih horor!"
Kau memasuki rumah Karma.
"Jadi mau minta tolong apa?"
"Bantu aku membuatkan coklat."
"Hm, hmh hm, hah, haha, Ahaha, AHAHAHAH"
"Oy! Kau kesurupan apa [Name]?"
"Tidak. Aku hanya senang jika kau meminta bantuan dariku. Itu artinya kau kalah denganku."
"Apa-apaan. Cepat ayo bantu buatkan. Bahannya sudah kubeli."
Akhirnya kau membantu Karma membuat coklat di dapur. Setelah berjam-jam lamanya akhirnya coklatnya pun jadi. Bentuknya kucing. Hanya ada bentuk kucing, kata Karma.
'HAM HEMZ SENENG BANGET MAU DIKASIH COKLAT SAMA KARMA!! HABIS INI KASIH TAU HIROTO AH!!!' sorakmu dalam hati. Kasihanilah jantungmu yang merasa berisik oleh hatimu.gg
"Akhirnya coklatnya jadi! Tinggal didinginkan." ujarmu lelah.
Meanwhile Maehara...
"Kuserahkan padamu, kawanku!" Kata Maehara sambil merangkul pundak Isogai.
"Nanti sisanya kan banyak, untuk kau saja." lanjut Maehara.
Di dapur milik Maehara lah mereka berada.
"Apa kau sudah menyiapkan cetakannya?" tanya Isogai.
"Sudah!" kata Maehara sambil menyodorkan cetakan berbentuk hati.
Isogai pun mengacungkan jempol dan yey!! Coklat buatan mereka dah jadi~! Tinggal taruh dikulkas.
"Sisanya aku bawa ya."
"Silakan~ Itung-itung karna kau sudah membantuku, Isogai!"
12.20 p.m.
"Karma, mungkin itu coklatnya sudah selesai di dalam kulkasmu. Memangnya mau kau apakan coklatnya?"
'Awwwawawaw pasti buat aku.'
"Buat dikasih ke orang yang aku cintai dong."
"Oh. Eng,, memang siapa yang kau suka?"
"Pingin tau apa pingin tau banget?"
"Gak."
Rasanya kalo dah bantu cape-cape malah dikasih imbalan ejekan tuh kesel banget ish.
"Ya sudah aku pulang ya Kar."
"Hum? Oke~"
Me : AAAAH AKU SUKA PAS SCENE KARMA BILANG HM OKE GINI.
"Eh [Name], nanti sore tolong temui aku di taman ya. Jam 3 sore. Jangan telat atau awas saja kau~"
"IYA AH! DAH MAU BALIK."
Kau pulang tanpa pamit. Nggak habis pikir, padahal dah dibantuin tapi ngelunjak malah nyuruh dateng, dah gitu sambil ngejek pula. Kesel. Tapi enak juga sih bisa akrab sama anak ganteng gini🌚👍
Selepas kau dari rumah Karma, sesuatu—mungkin batu—mengenai jendela kaca kamarmu. Kau menengok dan membuka jendela. Oh ternyata tetanggamu.
"Ada apa Hiroto?" Tanyamu agak berteriak.
"Nanti sore sibuk ga?"
"Iya."
"Mau kemana emangnya?"
"Disuruh Karma ke Taman jam 3 nanti. Doain aku ya!" Ucapmu sambil tersenyum tanpa merasa bersalah.
"O-oh. Oke, semoga sukses." Maehara langsung menutup jendela beserta tirainya.
Maehara PoV
Kesel banget sumpah kalo dia seneng deket Karma. Keseeeel banget. Apa lagi ntar sore katanya mau ke Taman sama Karma? Kesel. Ini coklat mau gua kasih gimana?
Tapi gpp. Aku ikutin [Name] aja sambil bawa coklatnya aja sekalian. Kan lumayan kalo ternyata mereka ga ketemu. Aamiin.
Author PoV
3.05 p.m.
"Oy [Name]! Sini."
Karma memanggilmu dari kejauhan saat kau tiba di taman. Mengetahui Karma memanggilmu, kau berlari ke arahnya.
"Ah, Karma!" Tak bisa dipungkiri bahwa kau sangat senang. Kini senyuman nampak mengembang diwajahmu.
"[Name], apa kau bisa membantuku untuk menyiapkan semuanya?"
"Hah? Menyiapkan apa?"
"Coklat yang tadi siang. Mau kukasihkan ke Fachan sore ini juga. Tolong bantuannya ya~"
Sesaat tubuhmu serasa mati rasa. Seperti terkena sengatan listrik yang menyebabkan otakmu eror. Tunggu, ini tidak salah dengar kan?
'Kukira aku adalah wanita yang kau cintai. Nyatanya tidak.'
"Oy! [Name]! Oooy!!" Karma mengguncangkan tubuhmu agar tersadar dari lamunan.
"A-ah, iya. Kenapa?"
"Bantu aku ya~"
"I-iya."
Kau menurut segala apa yang disuruh Karma. Sampai Fachan tiba dan Karma memberikan coklat yang tadi siang kau buat bersama Karma. Di depanmu. Tak sadar seseorang mengintaimu dari awal tadi.
Kau lemas. Memutuskan untuk pulang bukanlah pilihan yang tidak bisa kau tolak. Menangis dalam tutupan bantal agar tak ada seorang yang dengar. Langkahmu gontai sampai,
"[Name]!"
Kau hampir saja terjatuh kalau Isogai tidak segera menangkap tubuhmu.
"I-Isogai?"
"[Name], ayo minggir sebentar. Tadi aku sudah melihat semuanya."
"Ah itu.."
"Aku sudah melihat semuanya tadi. Andai kau tau. Bahwa selama ini Maehara menyukai, ah tidak, mencintaimu. Andai kau tau bahwa Maehara sangat bersemangat membuat coklat untukmu. Andai kau tau bahwa Maehara tepat saat jam 3 sore tadi, dia sudah pindah. Mengikuti orangtuanya."
"H-hah?"
Termenung sebentar. Tak butuh waktu lama untuk mencerna perkataan Isogai. Hanya saja kau masih tidak faham oleh pernyataan terakhir tadi.
"Apa maksudmu, Isogai? Hiroto pindah? Maksudnya gimana?"
"Sudah telat untuk memahami. Tapi asal kau tau, Maehara rela menjadikan bahunya untuk tempatmu bersandar. Ia rela mendengar kau mengoceh tentang orang yang kau sukai. Tapi kau tidak peka dan menganggap bahwa Maehara lah yang membutuhkan sandaranmu. Sekarang mungkin Maehara dan keluarganya tengah menunggu pesawat."
"Isogai. Antar aku menemui Hiroto. Sekarang."
Isogai tersenyum simpul.
"Memang begitu maksudku. Ayo."
Kau dan Isogai meminjam motor salah satu abang oj*ol.
Ngegas ayo ngegas yg banter!!
Setelahnya sampai di bandara, kau langsung turun dan berlari mendahului Isogai. Alih-alih mendapat sosok yang kau cari, kau malah tak menemui surai jingga yang mencintaimu itu.
"Itu dia!" Unjuk Isogai ke arah jendela pesawat yang menampilkan seorang Maehara Hiroto.
"Maeharaaaaaa!!"
"Agaknya kau telat, [Name]. Mana mungkin Maehara mendengarmu."
"Aaakh sialan [Fullname]! Sial kau [Name]! Goblok banget sih aku!!" Kau mengacak rambutmu frustasi.
Kau menunduk. Merasa bersalah. Selama ini kau tak menyadari bahwa Maehara menyukaimu. Kau kira dia menyukai Okano.
Tuk
Seseorang menepuk pundakmu.
"Sudahlah. Bila memang harus berpisah, kau harus merelakannya. Memang sudah takdir."
Tak ada jawaban. Kau masih tetap menunduk.
"Aku juga minta maaf. Aku telat memberi tau. Maafkan aku. Aku benar-benar merasa bersalah."
Tetap tak ada jawaban.
"Jadi, apa kau mau menerima coklat dariku?"
Kau mendongakkan kepala. Menatap lelaki berpucuk itu dengan heran.
"Haha, aku juga suka padamu, [Name]."
ヽヽヽOMAKE↷
"Hey, kau menikung sahabatmu sendiri? Bagaimana jika Hiroto tau bahwa sahabatnya ini menusuknya dari belakang ya?"
"Sadarlah. Kau sahabat dekatnya malah membuat hatinya hancur. Tenang saja, ia tidak akan tau aku juga menyukaimu. Karna aku telah meracuninya dan mungkin hanya menghitung menit, nyawanya sudah terangkat."
"Hah?"
≡END≡
Halo kak. Happy White Day. Cie yang habis dikasih coklat sama cowonya :v
Aku juga habis dikasih coklat nih sama Karma uwu〜 Jangan iri ya xixixi (*^^)v
Arigatou dah mampir buat baca ini (^o^)丿
Jangan lupa kunjungi juga story white day lainnya ya. Dan semangat buat kalian yang besok tanggal 15 Maret dah ujian. Yuk kuat yuk bisa kok.
Fachan, 14 Maret 2021
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top