Chapter 7

"Ne, ne, (name), sudah waktunya kembali ke kamar masing-masing. Kau sekamar denganku dan Haruka," ujar Tomochika sambil menarik tanganmu.

"Eh tunggu." Suara dari sang malaikat bernama Otori Eiji membuatmu berhenti.

"Ada apa?" tanyamu.

Eiji tersenyum kecil, lalu berkata, "Aku ingin memasukkanmu ke grup yang dibuat oleh anak-anak kelas 2-1. (Name)-san punya aplikasi L*ine?"

Kau mengangguk. "Tentu saja punya." Kau mengeluarkan ponselmu.

"Kalau begitu add aku sebagai temanmu ya, ID L*ine-ku OtoriEiji_25."

Kau mengangguk, kemudian menambahkan Eiji sebagai temanmu di L*ine.

"Username-mu kawaii Eiji?" Kau menahan tawa.

"....."

Eiji terdiam sejenak. "Ini ulah Nagi," paparnya.

"Kode-kode Nagi sama Eiji," timpal Tomochika.

"Terserah. Kau juga tambahkan aku sebagai teman," ujarmu.

"Baterai ponselku habis," dalih Eiji.

"Bukannya tadi sudah di charge?" tanyamu heran.

"Iya tapi kabel charger nya lupa dicolok." Eiji mengusap tengkuknya pelan, merasa malu akan tindakannya.

"Bodo ah!" Kau seketika ingin menimpuk sang ketua OSIS dengan sepatumu.

"Nanti aku undang ke grup ya!" seru Eiji.

"Tunggu!" Kau menahan tangan Eiji.

"ASTAGA (NAME)! KAU JANGAN JADI STRAIGHT KAYAK GITU! GAK SERU. EIICHI AND EIJI IS OTP, JANGAN DIHILANGKAN!" Tomochika jejeritan.

"Diamlah," perintahmu.

"Hm ... Jadi ada apa?" Eiji yang kebingungan akhirnya bertanya.

"Nama grupnya apa?"

"Nama grupnya ketceh_dua," jawab Eiji.

"Wat?! Aneh banget," komentarmu.

"Itu ... Kotobuki-san yang menamainya," cerita Eiji.

"Oh," responmu super singkat.

"Sudah, (name) ikut aku. Kalo nggak nanti si Eiji bisa jadi straight." Tomochika menarik tanganmu secara paksa

Kau sampai di depan kamar yang dimaksudkan Tomochika.

"Yo, (name), besok live streaming yuk!" ajak Van sambil melambai-lambaikan ponselnya ke arahmu.

"Terserah," jawabmu asal, "eh minta ID L*ine mu, Van."

"Oh ID L*ine ku VanGantengHitz!"

"Oh, makasih," ucapmu.

"Oke aku pergi. But first, let me take a selfie!"

Van mulai memotret lagi sementara kau masuk ke dalam kamar.

"Eh tunggu, (name) ikutan dong. Nih, ada efek biar ada telinga kayak anjing," ujar Van.

"Tidak terima kasih." Kau kabur ke dalam kamar.

"Lihat (name)! Doujin yaoi yang aku tunggu sudah keluar! Mau baca bersama tidak?" tanya Tomochika penuh semangat.

"Tidak terima kasih," tolakmu.

"(Name) nonton Utt*aran saja," saran Nanami, "mau ikut aku ke tempat Eiichi? Sekaligus jalan-jalan."

"Aku tidak mau nonton, tapi sepertinya jalan-jalan adalah ide yang bagus," jawabmu.

"Nah, ayo kita pergi!" Nanami menarik tanganmu, membawamu menuju tempat Eiichi.

"Eh tunggu! Ikutan dong!" seru Tomochika

Kamar 1 : Otori Eiichi, Otori Eiji, Mikado Nagi

Kau sampai di depan kamar Eiichi. Nanami mengetuk pintu kamar itu tiga kali.

"Ada apa?" tanya Nagi sambil membukakan pintu.

"Aku mau nonton bersama Eii--"

"HAHAHA RASAKAN! SIAPA SURUH SELINGKUH SAMA BANYAK CEWEK! KENA KARMA 'KAN! NAH SEKARANG UDAH GAK BERDAYA LAGI MAU APA HAH?" Terdengar suara yang tak lain adalah suara Eiichi.

"Dia lagi nonton sinetron," papar Nagi.

"S-sinetron ..."

"Chi! Haruka dateng nih!" teriak Nagi.

"Oh mau nonton ya? Ayo masuk!" seru Eiichi.

Mengikuti instruksi dari Eiichi, Nanami pun masuk. "(Name) gak masuk?" tanya Nagi.

Kau menggelengkan kepala.

"Kalau gitu, bantu aku cari Karik!" Nagi mulai menarikmu menjauh.

"Karik hilang?" tanyamu.

"Iya, tadi aku sudah minta bantuan Eiji untuk mencarinya, tapi dia malah konser gaje, terus sekarang entah pergi ke mana," cerita Nagi.

"Ketua memang gemar konser ya?" terkamu.

"Iya, habis diputusin sama pacarnya waktu itu, Ketua jadi suka nyanyi. Tapi gak ada yang notis dia, gara2 dia nyanyi lagunya selalu sama," cerita Nagi, "hanya serangga yang setia padanya. Sudah, ayo bantu aku cari Karik!"

Pasti Karik menonton konser Eiji, kau berdeduksi seperti itu.

"Coba cari di Ruang OSIS, siapa tahu ada," saranmu.

"Terima kasih (Name)!" Nagi berseru senang, ia langsung minggat dari kamar menuju Ruang OSIS. Sekarang, kau dan Tomochika ingin menjelajahi asrama laki-laki.

"Oh ya aku teringat sesuatu!" Tomochika menyeringai penuh aura kefujoshi-an. "Aku kebetulan bawa kamera, bagaimana kalau kau menemaniku menemukan objek yaoi?"

Kau bengong.

"Objek yaoi?" ulangmu.

Tomochika mengangguk antusias. "Ayo kita tangkap basah mereka saat sedang ber yaoi ria!"

"Hah?"

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top