Chapter 2

"Ohayou ppu!"

Begitu mendengar suara itu, semua murid langsung mengangkat pistol, hendak menembak makhluk apa pun yang muncul.

"Hei, kalian gila?" Seorang guru masuk ke kelas, rambut pink nya benar-benar mencolok

"Kalian keracunan arwah anak-anak dari anime sebelah?" omelnya sambil berkacak pinggang.

"Hehe itu usulku." Seorang lelaki dengan rambut coklat tua dan mata abu-abu terkekeh.

Ba dum tass

Terdengar bunyi drum yang tak lain dibunyikan oleh si maniak kelinci alias Sumeragu Kira.

"Sudah-sudah, lakukan sapaan yang benar!" perintah Ringo

Camus pun mulai menebar gula diikuti oleh Ren yang menebar bunga mawar.

"Ohayou gozaimasu sensei!"

"Oke, kita kedatangan murid baru, ayo perkenalkan dirimu!" Ringo menepuk bahumu dengan kencang, seakan mendorongmu, untung kau sanggup tetap berdiri

Kau memandang seisi kelas. "Aku (full name)!"

"Oke (name)-chan ada yang ingin kautanyakan?" Ringo tersenyum ke arahmu.

Kau menunjuk lemari yang berada di belakang kelas. "Mengapa ada lemari di sana?"

"Oh, itu Amakusa Shion, murid kelas ini," jawab Van.

"Hah lemari ikutan belajar di kelas?!" Kau berteriak panik

"Mana mungkin lemari ikutan belajar, kau terkena virus toksoplasma ya?" gurau Reiji.

Ba dum tss

Terdengar suara drum lagi. Yang membunyikan malah bersiul inosen.

Krik krik krik krik

Jangkrik Nagi berbunyi.

"Toksoplasma itu penyakit dari kucing yang--" seketika mulut Ai dibungkam oleh Masato menggunakan kain pel. "Ah ... rasanya pahit,"

"PAHIT LAH, PINTER!" balas satu kelas kompak.

"Oh astaga, pair baru, AiMasa! Tunggu, siapa seme-nya!?" perempuan bersurai merah ala cabe menjerit girang. "Aku Shibuya Tomochika, salam kenal! Kalau kau fujoshi, kontak aku!"

"Menjijikkan, cabe," dengus Tokiya sambil menjilat gelato miliknya. "Kalau kau sedang kepanasan, lihat aku saja, aku dingin. Bukan, aku bercanda, belilah es krim milikku,"

"Groooook--" terdengar suara ngorok dari meja pojokan belakang.

"GEMPA CUY GEMPA SERIBUSATUDUATIGAEMPAT SEKALA RICHTER!" seru Syo panik. "ASTAGA BONEKA BARBIE-KU, ARGH!"

"NANAMI, BANGUNLAH!" teriak Camus panik. "Rambut indahku yang bagaikan direbonding di salon setiap harinya. Hiks ..."

"Masukkan ke lemari Shion saja," usul Nagi sambil membelai jangkriknya

Yamato segera menuju tempat Nanami dan hendak mengangkut sang gadis menuju lemari kebanggaan Amakusa, namun langkahnya terhenti dan Yamato justru berlari sejauh-jauhnya. "AA ADA TISU!! HELP!! HELP!!!" teriak sang pemuda histeris.

"Wahai rakyat jelata, berhentilah tidur." Camus menebarkan gula premium miliknya di atas Nanami.

"Eh? Ada apa?" Perempuan penyebab gempa seribusatuduatigaempat SR itu kini menatapmu dengan wajah sayu akibat ngantuk.

"Nanami! Sudah kubilang jangan tidur di kelas!" omel Ranmaru sambil mengunyah pisang. "Jadi berantakan kelasnya akibat kau, 'kan! Merepotkan saja! Aku piket hari ini woy"

"Menurut cuaca hari ini, suhu ruangan adalah *** Fahrenheit, diperkirakan sore akan terjadi hujan lebat. Maka pelajaran olahraga hari ini tidak ada," ucap Ai tiba-tiba. "Yes. Aku bisa meneliti Syo dan Natsuki lebih lanjut!"

"Eh?" Natsuki bengong, nyaris kemasukan lalat.

"Aku imut! Aku memang imut!" Nagi berseru berkali-kali dengan penuh semangat. "Iya kan, Karik?" [a.n : karik adalah nama jangkrik Nagi, singkatan dari kawaii jangkrik]

Krik krik krik krik

"Bodo amat," ungkap Ren. "Anjir, mata gue kelilipan lagi. Camus, bagi inst*o dong,"

"Nih," Camus menyodorkan sebotol inst*o. "Homina! Homina!"

Kelas langsung dipenuhi semut akibat gula-gula yang ditebarkan oleh Camus. Kau kaget akan Kira ketika pemuda itu memberikanmu pin bergambar kelinci. Imut.

"Jika kau menemukan toko kelinci, hubungi aku,"

Kau sweatdrop.

"Sudah (name) silakan duduk, silakan duduk di sebelah Nagi," instruksi Ringo sambil menunjuk bangku paling belakang.

"Eh?" Kau terpaku beberapa detik sebelum akhirnya mencerna perkataan dari Ringo.

Perlahan, kau berjalan melewati semuanya, menuju bangku paling belakang. Sekilas kau melihat meja Nagi yang sudah tidak mulus lagi. Mejanya dipenuhi oleh coretan yang masih bisa terbaca.

'Aku paling imut'
'Mikado Nagi adalah orang terimut sedunia'
'Mikado Nagi tak ada duanya'

Kau sweatdrop. Teman sebangkumu ini benar-benar sok imut.

"Aku imut 'kan?" Kau terdiam setelah mendapat pertanyaan dari Nagi.

Kau hanya mengangguk karena tak ingin membuat masalah yang lebih besar dari ini.

"Aku Mikado Nagi dan ini jangkrik peliharaanku, kawaii jangkrik, atau biasa disingkat karik," ujar pemuda itu.

"Ah ... Salam kenal," ucapmu canggung.

"Salam kenal," sahut Nagi.

Krik krik

"Karik bilang salam kenal," jelas Nagi sambil menyimpan jangkriknya di dalam wadah kecil.

"Aku Nanami Haruka." Gadis yang di depan Nagi menyapamu.

"Otori Eiichi." Pemuda yang duduk tepat di depanmu memperkenalkan diri dengan enggan.

Kau hanya tersenyum canggung dan duduk di sebelah Nagi.

"Baiklah anak-anak, sekarang siap-siap untuk ulangan!" seru Ringo

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top