「🍮」- O5

Mengmaaf sy telat update (telatnya hampir 1 tahun)

Sebentar Eli baca ulang chapter kemarin, lupa sampe dimana alurnya.

——

Jerapah (bukan Jayden) yang berada di belakang (Name) tiba-tiba saja ingin mengigitnya.

Untung saja (Name) memiliki refleks yang cepat. (Name) memotong leher jerapah itu lalu melompat agak menjauh dari hewan itu.

Tiba-tiba saja mayat hewan itu berubah menjadi sebuah seonggok daging.

"Menjijikkan," gumam (Name) menendang mayat itu agar menjauh.

(Name) melihat ke arah jam tangan miliknya itu, waktunya sama sekali tidak bertambah.

'Berarti..' (Name) kembali melihat ke arah mayat itu.

'Jin lipan huh?' batin (Name), (Name) melihat sebuah gelembung muncul di daerah sekitar tersebut.

Saat (Name) meletupkan gelembung itu, cairan gelembung itu mengenai dirinya dan membuat wajahnya terluka.

'Pantas saja aku mencium bau maya undead lainnya. Ternyata ini toh,' batin (Name) memegang dahinya yang mengeluarkan darah hitam segar.

"Padahal ku kira aku tidak akan bertarung disini," gumam gadis bersurai coklat itu lalu menyiapkan senjata miliknya, bersiap-siap untuk bertarung.

Semua binatang yang berada di kebun binatang tersebut terlepas disebabkan oleh gelembung itu.

Kaki gadis itu mulai bergerak dengan cepat, menghindari beberapa binatang yang sedang terlepas.

"KALIAN LAGI! KU BUNUH KALIAN DI SINI!" ucap seorang laki-laki bersurai silver yang sedang bertarung dengan seorang gadis berambut hitam panjang.

"HARUSNYA AKU YANG BILANG BEGITU!" balas Petra.

Beberapa saat kemudian laki-laki bersurai coklat yang sedang memakai jaket ala mas mas gojek tiba-tiba menusuk perut salah satu penjaga kebun binatang tersebut.

"Burung bangau lambat dan tidak bisa terbang tinggi? Saat terbang, burung bangau bisa mencapai ketinggian 3.000 meter dari permukaan laut. Dan satu lagi.."

"Kenapa burung-burung itu tidak segera terbang pergi dari habitatnya adalah karena bulu sayap utama burung-burung bangau disini dipotong, sehingga mereka tidak bisa terbang terlalu tinggi."

"Dilihat dari bentuk sayapnya sudah jelas kan?" ucap laki-laki itu menatap ke arah penjaga gendut yang berada di depannya.

"Itu dilakukan untuk menjaga burung yang dipelihara di tempat terbuka seperti di sini agar tidak kabur. Masa kau tidak tahu? Atau jangan-jangan kau pengurus kebun binatang "Gadungan"?" tanya laki-laki itu.

"Ditambah lagi saat bertemu kamu di pintu gerbang, kau bilang akan melaporkan kami pada polisi? Kalau kau memang manusia penghuni Alam Fana ini, anak kecil pun tahu bahwa polisi tidak berwenang untuk menangkap undead."

'Boleh juga wawasannya,' batin (Name) yang menyimak perdebatan antara dua laki-laki itu.

Penjaga kebun binatang itu tiba-tiba saja tersenyum miring dan tertawa.

"Hehe... HAHAHAHAHAHAHA."

"Andre! menjauhlah darinya!" ucap Petra menoleh ke arah dua laki-laki itu.

Tidak sengaja mata Petra melirik ke arah (Name) yang sedang berdiri menyimak mereka.

"(Name)?.." gumam Petra.

"Ini bukan waktunya untuk terkejut Petra," ucap (Name) bersiap-siap untuk mulai bertarung lagi.

"Apa?! Apa?! Memangnya kenapa kalau aku tidak tahu bedanya bangau sama bebek?! Kalian mau apa?!" tanya Penjaga tersebut.

"Berarti kau beg*, terlihat jelas kalau bebek itu kecil dan bangau itu besar," balas (Name) berlari mendekat ke arah penjaga— jin itu untuk membunuhnya.

"(NAME)! MENGHINDAR!" Seekor singa datang menyergapnya, dengan refleknya (Name) menghindar dari binatang tersebut dan mendarat di dekat Petra.

"Kau mau cari mati hah?!"

"Saat ini bukanlah waktunya untuk mengomel." Petra yang mendengar perkataan sepupunya pun terdiam.

Singa yang tadi ingin menyergap (Name) mengigit seekor zebra, dan zebra itu mengigit seekor jerapah.

Warga yang mengunjungi kebun binatang tersebut panik, ada juga yang terluka sampai tidak bisa melihat.

"Jin itu akan menyatukan tubuhnya!"

"Semuanya jangan beri  dia kesempatan untuk menyatukan tubuh!" ucap Petra, "Sepertinya sudah terlambat," ucap (Name) melakukan kuda-kuda bertarung.

Petra mulai menyerang jin lipan itu dengan api hitam miliknya, disusul dengan (Name) yang menyerang dengan api merahnya.

"Maya mu lemah ya? Aku tak melihat bekas luka apapun," ucap Petra.

"Kalau ingin tau rasanya sini ku bakar kau."

Jin itu berubah menjadi wujud aslinya, "Baguslah. Aku juga sudah capek main manusia-manusiaan dan aku juga belum sempat sarapan tadi."

"SIAPA SAJA HENTIKAN IBLIS ITU!" teriak seorang penjaga kebun binatang yang ketakutan.

"Mbak, tolong pergilah dari sini dan tolong amankan pengunjung," ucap (Name) menenangkan penjaga kebun binatang itu.

"B-baik!"

Setelah penjaga itu pergi (Name) bisa bebas menggunakan mayanya semaunya.

Petra diserang oleh laki-laki surai silver itu dari atas, untung saja Petra bisa cepat menyadarinya.

"MANNAH! KAU YANG BUNUH JIN ITU!"

"TUNGGU! BERHENTI!" (Name) menoleh ke arah Nirmala yang sedang mengejar Mannah.

'Sebenarnya aku bingung harus ngapain, waktu hidupku juga masih banyak.' batin (Name) yang merasa menjadi npc di scene itu.

"Cairannya mengeras dan jadi berat!" (Name) melirik ke arah Andre yang sedang kesusahan.

"Sini ku bantu." Andre menoleh ke arah asal suara, tangan (Name) menyentuh gumpalan coklat itu api merah mulai muncul membuat Andre panik.

"Apa kau ada niatan untuk membunuhku hah?!" bentak Andre menjauhkan diri dari (Name), ia mulai menyadari sesuatu.

"K-kenapa gumpalannya hilang? Dan tidak ada luka bakar..."

"Minimal ucapan terimakasih."

"Darah hitam. Undead..  Kalian kan tugasnya memburu jin gila? Kenapa kalian mau membunuhku?" (Name) dan Andre menoleh ke arah jin tersebut.

"HEY KAU! CEPAT PERGI DARISANA!" teriak (Name) kepada Mannah yang ingin diserang oleh jin tersebut.

Mengambil pedangnya lalu memotong kedua lengan jin tersebut, "AGHH, LENGANKU! BERANI BERANINYA KAU!"

Jin tersebut mulai menyerang (Name). Orang yang diserang hanya kalem berdiri seakan akan jin itu hanyalah angin lewat.

Ular dari laki-laki silver itu menahan jin itu, "Kalau kau tidak mau jin ini, berikan saja kepadaku!" ucapnya disusul dengan api hitam milik Petra.

"Hey SpongeBob! Api ku terhalang sama ularmu! Jangan main gelembung sabun di sini! Kau pikir ini Bikiny Botom?!"

"Apimu yang membuat ularku melemah brengsek!" Mereka menyerang jin tersebut sembari berdebat.

Maya laki-laki silver itu sudah habis, membuat ular tersebut hilang, "Mayaku sudah habis.. Kita harus kembali Mannah."

"Baik Papa!"

Andre dan (Name) yang mendengar hal tersebut pun shock.

'P-papa?!'

Sebuah tembakan mengenai jin tersebut, membuat Petra menyadari jika seseorang sudah memperhatikan mereka daritadi.

"Petra! Sekarang kesempatanmu dia sedang kesakitan."

"Aku tahu!"

"Matilah!" Petra menyerang jin tersebut secara brutal, tetapi sebuah cairan yang mengenai Andre tadi mengenai Petra yang membuatnya tak bisa bergerak.

"Tunggu kau, bajingan! Jangan kabur!"

'Sepertinya aku tak berguna disini. Lebih baik aku pergi saja,' batin (Name) mulai berjalan pergi.

"Hey (Name)! Sebelum kau pergi bisakah kau mengeluarkan ku dari sini?" pinta Petra, (Name) melirik Petra sejenak dan mulai mengeluarkan api tetapi lebih besar dari api yang ia keluarkan untuk melepaskan Andre.

"KAU MAU MEMBUNUHKU YA?!"

"Tenang Petra, api ini gak sakit kok. Aku tadi digituin juga."

"YOUR HEAD, INI PANAS BANGET ANJ*NG."

Dengan sikap bodoamat, (Name) mulai pergi darisana. Tentu saja dengan teleportasi ke sebuah hutan.

"Jalan jalanku hancur, lebih baik aku tadi aku makan mie ayam tadi."

Bersambung—

Mmf lama.. Eli juga udah kelas 9 jadi maklum lah ya karna sekarang lagi libur jadi aku mau update book ini

Untuk sekarang 1 chapter dulu, aku juga revisi umurnya (Name) menjadi 18 tahun a.k.a lebih tua dari Surya dan Petra karena aku mau jodohin (Name) sama orang yang agak gak ngotak juga..

Hehe

Bye bye!

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top