mencoba berteman

Ke esokan harinya.

Pagi-pagi sekali sudah terjadi keributan antara Riku dan Zero.

"Itu bubuk baladonya jangan kebanyakan nanti kamu batuk-batuk"ujar Zero mengejar Reki yang lincah bergerak ke sana-sini bahkan memanjat dinding untuk menghindari tangkapan Zero.

"Gak mau! Yang kek gini malah makin enak loh mama!"ujar Reki bersembunyi di antar sela lemari dan tembok di mana tempat itu tidak dapat di jangkau oleh Zero.

"Pokoknya jangan! Dan juga berhenti memanggilku mama aku ini cowo bukan cewe!"ujar Zero yang gak kehabisan akal dia memakai gagang sapu mencoba membuat Reki keluar dari tempat itu.

"Hadeh.... Adekmu tuh Ten di urus sana!"ujar Kujo sembari menyeruput kopinya dengan elegan.

"Heleh kau yang adopsi kami kau juga yang harus ngurus kami,kalo di rumah kau yang ngurus kalo di luar biar aku yang ngurus."cibir Tenshi sembari memakan sarapan paginya dengan tenang.

"Asem! punya anak gini amat!? kan nyesel aku adopsi kalian!"ujar Kujo menatap tajam ke arah Tenshi.

"Suruh siapa adopsi kami?"Takamasa hanya menggeleng pelan dan kembali menyeruput kopinya

"Uwaaaa......!!"Reki sekarang berada di atas lemari sedangkan Zero berusaha mendorong lemarinya ke arah tangga agar lemari itu jatuh dan juga biar nyesel dan gak bakal di ulang lagi.

Namun usaha Zero tidak membuahkan hasil Reki langsung saja loncat dan meluncur lewat pegangan tangga di saat lemari itu juga meluncur dari tangga paling atas dan kebawah hingga rusak dan hancur.

"Reki!!!"Zero terus mengejar Reki sedangkan Kujo dan Tenshi kembali menikmati sarapan dan Kopi paginya dengan tenang tanpa menghiraukan Zero yang sudah kelelahan mengejar Reki.

Sudahi dengan pertingkayan antar Zero dan Reki mari kita beralih waktu di saat si kembar sudah berada di kelas.

Seseorang berambut biru gelap menatap tajam ke arah Reki dan Tenshi.

Biar ku perkenalkan,dia adalah Izumi Iori anak teladan wakil Osis dan juga ketua kelas di kelas tersebut,anak pintar dengan banyak bakat hingga di juluki siswa sempurna
Wajah tampannya dan rupawan membuat semua wanita terpesona.
Dia adalah orang yang di bicarakan Mitsuki saat di kantin waktu itu.

Yah kelas 7F dikenal dengan para murid yang good looking,membuat kelas lain juga salut atas kecantikan dan juga ketampanan para penghuni kelas tersebut,namun kelas tersebut minim akhlak,kenapa?.

Author//nunjuk ke arah anak lelaki yang lagi dorongin meja dan juga ada anak yang lagi naik naik kursi sembari joget-joget di iringi dengan suara akang gendang dan juga gitar(?) Yang bahkan tak bersuara sama sekali.

"Ih jilbabku menceng gak ya?"tanya seorang siswi.

"Gak kok"ujar seorang siswa.

"Ih yang bener kalo gak gw sepak juga lu"orang itu memandang datar lalu mengambil sebuah kaca dari tasnya.

"Jadi nanti yang kuat di depan aja ya!"

"Yakin nanti kalo yang di depan kalah kan kasian yang di belakang pada cupu semua"//sedang membahas strategi benteng pertahanan di game.

"Tiada ku sangka sejak detik itu kau membuka pintu~
pak jeder! pak jedek! pa-Papa pak jeder!"seorang siswi memukul bangkunya dengan ketuka irama sesuai dengan lagu yang ia nyanyikan dengan sedikit efek suara dia sendiri.

"Hah..... pagi-pagi sudah berisik saja"Tenshi menutup kedua kupingnya ia melihat ke arah bangku adiknya dan menemukan adiknya melakuakn hal yang sama.

"Kau juga merasa berisik dan tergangu Reki?"tanya Tenshi mendapat gelengan dari Reki.

Reki menutup dan membuka kupingnya dengan tempo yang cukup cepat.

"Kenapa suara mereka mengecil saat aku menutup kuping,tapi ini seru!"Reki kembali mengulang aksinya.

"Kek suara puting beliung,mungkin!"Tenshi mengelus surai adiknya gemas

"Hentikan aksimu ini,bagaimana kalau kau mencoba akrab dengan orang lain?"ujar Tenshi mencubit hidung Reki gemas.

"Hum akan aku coba"Reki mengeluarkan pisaunya dan mencoba pergi ke salah satu bangku murid.

"ITU PISO BUAT APA OY!?"Tenshi berteriak melihat adiknya yang sudah mau menusuk badan temannya dari belakang,Reki menghentikan aksinya dan berucap

"Aku tidak suka akrab dengan orang lain selain Ten-nii, dan juga aku ingin dia lebih akrab dengan malaikat mau-hmp!"Tenshi segera membekap mulut Reki lalu membawanya pergi dari kelas.

"Sudah ku duga dia pasti orangnya"gumam iori menatap tajam ke arah Reki.

Ten membawa adiknya pergi ke belakang sekolah dan menanyainya beberapa pertanyaan.

"Bagaiamana kau bisa membawa pisau tanpa ketahuan!?"tanya Tenshi ke adiknya

"Aku juga bawa pistol!"ujar Reki mengeluarkan pistol yang berada di belakang pundaknya.

"Apa lagi itu! Benda-benda seperti itu tidak boleh di bawa ke sekolah!"perigatan Tenshi kepada adiknya.

"Dan lagi! Kenapa kau membawa benda-benda seperti itu?,kenapa kau ingin membunuh temanmu!?"

"Untuk berjaga-jaga jika ada yang menyakiti Ten-nii dan juga teman masa kini adalah musuh masa depan!"ujar Reki dengan tampang tanpa dosa ia bahkan tersenyum tulus ke arah kakaknya,dan itu murni dia tersenyum tanpa makna tersembunyi,senyum manis yang membuat Tenshi menghela napas dan berfikir bahwa adiknya ini kurang tau tentang peraturan sekolah.

Ia lantas mengelus kepala Reki namun dengan sekejap matanya berubah tajam mata amaranth pinknya bersinar dan entah kenapa suasana menjadi berat.

"Kenapa Ten-nii terlihat mengerikan!?"Reki segera lari dari kakanya walau begitu kakaknya yang dalam mode serius berhasil menangkap Reki dengan amat mudah.

"Jangan gituloh Riku~
Kau ingin tau rasanya mereka yang kau takut-takuti dengan pisaumu?"Ten berucap dengan nada lembut dan juga terdengar mengerika saat Tenshi ingin mengacungkan pisaunya ke arah kepala Reki entah dari mana sebuah kartu terbang ke arah Tenshi dan berhasil memotong beberapa helai rambut Tenshi.

Tenshi menatap ke arah adiknya yang ternyata sudah lepas dari gengaman,ia menatap ke arah datangnya kartu tersebut.

"Ini tidak termasuk benda tajam bukan?"Reki tersenyum menyeringai ke arah Tenshi dengan tatapan haus akan darah.

"Dan jangan gunakan nama itu lagi si Riku yang lemah sudah tiada,itu hanya kenangan masa lalu yang sungguh memalukan"Reki mengusap wajahnya lalu menyibakkan poninya ke arah belakang rambutnya.

"Kau sama sekali tidak belajar ya?
Kau bahkan bukan Riku yangku kenal Riku yangku kenal adalah anak baik dan manis,sebelum kau merubah sikapnya"ujar Ten mengeluarkan penggaris besinya yang sudah di asah hingga tajam//jangan di tiru penggaris besi biasa saja sudah bisa melukai seseorang apa lagi yang di asah hingga tajam,eh!? Bisa di asahkah?.

"Ha!? Kejam sekali kau tidak mengenal adikmu sendiri,dan terimakasih aku sudah tau apa yang kau maksud jadi aku menggunakannya? Keren bukan!"Reki menatap ke arah penggaris besi yang di pegang kakanya.

"Bukankah kau yang jahat Ten-nii?
Kau yang berubah kau sekarang tidak segan-segan terhadap adikmu~"Reki menggunakan nada memelas dengan tatapan puppy eyes yang saat ini tidak terlihat imut sama sekali.

"Cih! Untuk apa aku segan terhadap orang asing sepertimu"Ujar Ten dingin,Reki menatap Ten dengan tatapan datar.

"Oh.... Begitu? Mau bertanding jika aku menang kau harus mengakuiku sebagai adikmu kembali,tapi jika aku kalah aku akan berusaha menjadi diriku yang dulu"ujar Reki mengeluarkan jari terunjuknya ke depan Tenshi.

"Jangankekanak-kanakkan.....langsung saja tanpa basa-basi aku pasti yang akan memenangkan pertandingan ini jadi menyerah saja sebelum menyesal"ujar Tenshi dengan nada meremahkan Reki.

"Yakin nih?"

__________________________________

To Be Continue

Hah... Selesai! Tanpa di edit pun gpp lah//meregangkan tangan.

Kenapa aku buat cerita di wattpat ya? Aku sungguh binggung padahal di simpen di otakpun gpp loh hmm......

Akh gak tau ah! Otakku malah pusing mikirin alurnya, kalo cerita ini gampang ehehe sudah terbiasa apa lagi kalo cerita tentang orang amnesia fufufu.

Semoga kalian suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan keritik dan saran

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top