Prolog
Aku mencarinya di bagian belakang rumah, di dekat dapur. Sunyi.
Dia tidak mungkin pulang dalam keadaan basah. Atau barangkali dia nekat lantaran marah dan malu diperlakukan seperti itu. Ya, siapa yang tidak akan merasa begitu jika diceburkan ke dalam kolam renang di hadapan orang banyak, sementara dia ternyata tidak bisa berenang sama sekali.
Aku tahu tindakanku keterlaluan dan ceroboh. Aku bisa saja membuatnya terbunuh. Karena itulah aku memutuskan untuk mencarinya.
Mungkin aku terlalu gengsi untuk meminta maaf, mengingat dia juga sudah membuatku sangat kesal hari ini. Aku hanya ingin memeriksa apakah dia baik-baik saja, karena aku tidak seberengsek yang kalian pikirkan.
Aku menyusuri lorong di bagian belakang dapur, menuju kamar khusus pelayan. Barangkali dia di situ.
Tidak ada suara apa pun, tidak ada isak tangis. Aku sangat yakin tadi dia menangis. Atau barangkali dia pingsan? Itu bisa gawat!
Kupercepat langkah hingga tiba di depan pintu kamar yang sedikit terbuka. Kulihat sosok tubuh membelakangi pintu, sedikit dekat dengan tempat tidur. Bagus, dia masih sadar.
Aku sudah hendak menguak pintu itu lebih lebar dan melangkah masuk menghampirinya, tetapi ....
Hei, tunggu dulu ....
Apa yang sedang dia lakukan?
Jantungku mendadak serasa berhenti berdetak. Gadis itu baru saja meloloskan pakaian basahnya, yang sekarang teronggok pasrah di kakinya. Hanya menyisakan pakaian dalam yang pastinya juga basah.
Oke, kalian pasti mulai berpikir aku menikmati pemandangan di depanku. Tidak, aku sama sekali tidak suka. Lalu kalian akan bertanya, mengapa aku tidak pergi saja?
Aku sangat ingin. Namun, anehnya kakiku seperti dipaku di lantai granit dingin sialan ini.
Dan apa-apaan yang terjadi di dalam tubuhku sekarang? Rasanya darahku berdesir. Aku menggali memori masa remajaku, dan aku masih ingat bahwa beginilah reaksi alamiah saat seorang laki-laki melihat tubuh polos perempuan. Lalu perlahan tapi pasti desirannya mengalir ke satu titik.
Oh, Tuhan ....
Saat lapisan terakhir yang melekat di tubuhnya itu juga sudah teronggok di lantai, aku menyadari sesuatu yang sudah lama tidak kubiarkan terjadi. Sesuatu yang sedang bergejolak di bawah sana.
Holy shit!
Lalu sebuah jeritan menyadarkanku.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top